MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
RAEL KETUS


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Pagi itu Bella dan Rael memutuskan untuk kembali ke kediaman Ken Wijaya, karena hari ini adalah perayaan pesta pernikahan mereka.


"Ini adalah sepasang pakaian pengantin yang sudah kakek siapkan untuk kalian." ujar Arya dengan senyum lebar.


"Terimakasih ya Kek. Kalau begitu kami ganti pakaiannya dulu." ucap Bella sambil membalas senyuman Arya.


"Sama-sama Bel, kalau begitu Kakek juga mau ke area pesta dulu." Pamit Arya yang langsung melangkah keluar ruangan. Sedangkan Bella hanya mengangguki ucapan sang kakek.


Bella dan Rael saat ini berada di ruangan persiapan untuk pesta perayaan pernikahan. Bella dan Rael dilayani oleh beberapa MUA dan juga pelayan yang sudah dipersiapkan oleh Arya serta Haris yang ikut berkerjasama.


***


Rael telah mengganti pakaian pengantinnya dan keluar dari ruang ganti. Langkahnya terhenti ketika tatapannya terpaku, melihat Bella yang duduk cemberut di sofa ruangan itu. Bella masih belum mengganti pakaian pengantin mereka, padahal dari tadi ia adalah orang yang sangat antusias untuk berganti pakaian.


Rael celingukan mencari keberadaan beberapa pelayan yang tadinya melayani mereka di ruangan itu. Namun satupun dari pelayan ataupun MUA sudah tidak terlihat pucuk hidungnya.


"Kenapa tidak ganti pakaian?" tanya Rael yang terdengar masih ketus. Bahkan kali ini ia sama sekali tidak menatap lawan bicaranya, Bella.


"Anu itu... Anu..." Jawab Bella yang tidak jelas membuat Rael menatapnya dengan tatapan kesal.


"Bisa bicara yang jelas nggak? Gue nggak bisa pakai bahasa alien kayak gitu." Seru Rael yang menatap Bella dengan tajam.


'Kenapa ya tatapan Rael kian membuat hatiku seolah-olah tercabik? Mengapa Rael begitu egois dan dengan mudah melupakan perasaannya padaku?' gumam Bella menatap Rael dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


"Woi, jawab!" berang Rael kembali menyadarkan Bella.


"Pakaian pengantin yang disiapkan oleh Kakek tidak muat saat ku coba. Oleh karena itu semua pelayan dan MUA tengah keluar mencari pakaian yang pas untuk ku." ungkap Bella dengan cemberut dan sedikit menghela nafas berat. Padahal ia sangat menginginkan memakai pakaian pengantin yang sudah dipersiapkan Arya. Tetapi apa boleh buat, berat badannya meningkat secara drastis, mungkin ini adalah efek kehamilan dan seringnya ia mengemil dimalam hari.


'Aku baru sadar bahwa akhir-akhir ini berat badan Bella menambah. Dia terlihat sangat menggemaskan dengan pipi chubby seperti itu. Aku ingin sekali mencubit pipinya. Aihs, aku harus membunuh perasaan ini!' Rael membatin.


"Makanya nggak usah ngemil malam. Lihat sekarang, bentuk mu sangat buluk dan tidak enak dipandang!" ucap bohong Rael yang sebenarnya kebalikan dari dalam hatinya. Namun ia tidak tahu bahwa ucapannya itu mampu melukai hati Bella.


'Lo seenaknya bicara, tanpa pikir kalau itu bisa bikin Gue sakit hati Rael! Gue ngemil malam juga demi anak Lo yang ada di dalam perut Gue!' Gumam Bella menatap Rael penuh emosi. Bella yang mendengar hinaan dari Rael, ingin sekali menampar dan memukul lelaki itu. Akan tetapi sesuatu dari dalam diri Bella menghentikan keinginannya itu. Ia hanya bisa menunduk dan meredamkan emosinya dengan tangis tanpa bersuara.


'Apa Bella sakit hati karena ucapan Gue?' batin Rael bertanya-tanya saat Bella tiba-tiba saja menunduk setelah menatapnya tajam. Rael mencoba mendekati Bella, akan tetapi ia mengurungkan langkahnya saat Adelia tiba-tiba saja masuk ke ruangan itu.


"Hai adik tiri dan adik ipar ku yang ganteng." Sapa Adelia dengan sedikit menekankan pada kata 'Ganteng'. Bella langsung menyeka air mata yang hampir jatuh menyentuh pahanya. Ia menatap ke arah Adelia yang berdiri dihadapannya.


"Apa yang kamu lakukan di ruangan ini?" tanya Bella ketus. Adelia dapat melihat bekas air mata di pelupuk mata Bella yang sedikit memerah.


"Aku hanya ingin melihat-lihat. Apa ada yang salah jika aku mempedulikan kalian?" ujar Adelia dengan menatap Bella sambil tersenyum devil. Ia melangkah ke arah Rael dan mencoba untuk merapikan dasi serta jas yang dipakai oleh Rael. Saat itu ingin sekali Rael menghempaskan tangan Adelia dengan keras, akan tetapi ia juga ingin melihat reaksi Bella yang tersakiti.


"Lepaskan tangan mu dari suamiku Adelia!" geram Bella yang sudah berdiri dari duduknya.


"Kamu jangan salah paham dulu Bella, aku hanya merapikan sedikit pakaian yang digunakan oleh adik ipar ku. Bahkan Rael tidak keberatan. Iya kan Rael?" Tanya Adelia yang masih memainkan tangannya di dada Rael, ia menatap Rael dengan tatapan penuh godaan.


Tentu Bella merasa cemburu, bahkan hormon sensitif dari kehamilannya berkeinginan untuk mencakar-cakar wajah Adelia saat ini. Namun, saat Bella ingin melangkah ke arah Adelia, tiba-tiba saja ucapan Rael menghentikannya.


"Tentu boleh Adelia, perbuatan mu sungguh terpuji. Bagaimana aku bisa keberatan soal itu." ujar Rael yang menurut Bella benar-benar keterlaluan.

__ADS_1


"Apa? Tidak aku sangka kamu semurahan itu Rael. Mau saja disentuh oleh wanita lain!" Sarkas Bella yang amarahnya sudah sampai puncak dan memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.


Saat melihat kepergian Bella, akhirnya Rael merasa puas. Ia sebenarnya juga jengah dengan sentuhan Adelia di dadanya sedari tadi, oleh karena itu Rael langsung mendorong Adelia bahkan sampai terduduk ke lantai.


"Awww..." Erang Adelia merasakan pantatnya sakit saat bersentuhan dengan lantai.


"Jangan berani-berani menyentuhku lagi ******! Cepat pergi dari sini!" Titahnya dengan suara yang sangat dingin dan juga tatapan yang mengintimidasi. Adelia sampai merinding dibuatnya. Tanpa ragu, Adelia langsung berdiri dan melangkah keluar ruangan. Rael mendudukkan dirinya di atas sofa dengan tatapan kosong, membayangkan ekspresi Bella yang begitu sangat emosi bercampur cemburu.


***


Di lain sisi. Bella bertemu MUA yang membawakan pakaian pengantin untuknya, tepat saat ia keluar dari ruangan. Tanpa berfikir panjang, Bella meminta mereka untuk menemaninya berganti pakaian di lantai atas saja. Sebelum itu ia juga bertemu dengan Dito ketika akan menaiki tangga.


"Waah kak Dito datang juga." sapa Bella yang langsung sumbringan.


"Iya dong, kan ini acara sepesial kamu Bel. Nggak mungkin aku mau melewatkan nya. Tapi aku nggak bisa sampai larut ya, soalnya malam nanti aku bakalan pergi keluar kota." ungkap Dito yang mengikuti langkah Bella menuju lantai atas.


Bukannya tidak mau menghentikan langkahnya, akan tetapi Bella tidak enak jika mereka harus mengobrol di anak tangga seperti itu. Oleh karena itu Bella mengisyaratkan Dito untuk mengikutinya ke lantai atas, ia juga segan bila mengobrol harus di tunggu oleh beberapa MUA itu.


"Ada kerjaan diluar kota ya kak?" tanya Bella penasaran.


"Aku pindah tempat bekerja Bel, tapi masih cabang dari Perusahaan Wijaya grub kok." ungkap Dito membuat Bella kaget.


"Lah kok pindah sih kak? Bukannya kakak juga baru di perusahaan. Terus kapan kakak akan kembali?" tanya Bella bertubi-tubi.


"Aku memutuskan untuk menetap di sana Bel dan tidak berniat untuk kembali." jawaban Dito seketika menghentikan langkah Bella.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2