MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
BENCI DAN CINTA


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Sesampainya di dalam kamar, Rael menghempaskan tubuh Bella ke atas ranjang dengan sangat kasar. Membuat Bella merasa punggungnya begitu sakit. Ingin sekali Bella melawan tetapi rasa untuk tidak menyakiti Rael melebihi perasaan marahnya.


Mata Rael memerah karena amarah, ia menatap Bella dengan tajam. Membuat si empu merinding dibuatnya.


"Salahku dimana? Aku ini istrimu Rael! Jangan perlakukan aku seperti ini!" Ujar Bella yang berani menatap mata sang suami.


"Kamu tanya dimana salahmu? Kamu dan ibumu itu pembunuh Ibuku! Kamu sudah merenggut masa kecilku yang bahagia!" Jelas Rael yang kembali mencengkram gerahang Bella dengan keras. Bella merasa begitu kesakitan.


"Aku dan ibuku tidak pernah meminta Ayahmu untuk membantu kami, dia sendiri yang datang. Kamu dan ibumu yang salah paham Rael!" Tegas Bella yang sedikit meringis.


"Diam!" Teriak Rael membuat Bella kaget dan langsung terdiam. "Aku akan menyiksamu sampai kamu sadar bahwa kamu yang bersalah. Dasar pelacur!" Umpat Rael yang menarik Bella menuju kamar mandi. Di sana ia mengarahkan Bella untuk duduk dibawa shower.


"Apa yang akan kamu lakukan? Aku tidak mau! Sekarang tolong dengarkan penjelasan aku dulu!" Ujar Bella yang berusaha melawan Rael yang menahan dirinya untuk tidak berdiri.


"Diam kau pelacur!" Bentak Rael kembali membuat Bella terdiam.


'Kenapa rasanya begitu sakit saat Rael mengucapkan kata itu? Apa se hina itukah diriku sampai ia berkata seperti itu? Apakah cinta nya padaku selama ini memang tidak pernah tulus?' batin Bella bertanya-tanya. Ia menatap seksama suaminya itu dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


"Jangan menatapku seperti itu! Aku tidak akan memaafkan kesalahanmu dengan begitu mudah! Sekarang renungi kesalahan mu itu di sini!" Tegas Rael yang langsung menghidupkan shower tepat mengenai kepala Bella. Rael pun berdiri dan melangkah meninggalkan Bella yang hanya diam saja sambil menatap Rael dengan rasa tidak percaya.


'Seharusnya sedari awal aku tau sifatnya yang seperti ini. Aku tidak percaya bahwa Rael sekejam ini padaku, bahkan ia tidak mengasihani ku sedikitpun.' pikir Bella yang masih terpaku duduk dibawa guyuran shower itu. Bahkan dinginnya air yang menyentuh kulitnya sudah tidak ia hiraukan, perasaan kecewanya kepada Rael sungguh membuat hidupnya kini terasa hancur.


Bella menekuk lutut dan memeluk kakinya. Ia menundukkan kepalanya sambil menangis tanpa bersuara. Air matanya ikut mengalir bersamaan dengan air shower yang mengalir dari ujung kepalanya. Padahal ruangan kamar mandi cukup luas, akan tetapi tubuh Bella seakan-akan tidak mau beranjak dari tepat ia di dudukan oleh Rael, sedikit rasa takut menyelimuti hatinya. Takut bila nanti Rael datang dan kembali mengancamnya dengan keras.


 


***


30 menit berlalu.


'Apa yang telah aku lakukan? Mengapa aku harus menyakiti istriku? Kenapa aku sekejam ini? Tapi dia pembunuh Ibuku! Dia yang merebut masa kecilku! Dia yang merebut keluarga ku!' hati Rael terus berkecamuk dan membuatnya frustasi.


"Argggghhhh..." Geram Rael dan akhirnya memutuskan untuk kembali melangkah ke dalam kamar mandi. Sebelum itu tidak lupa ia mengambil handuk untuk mengeringkan tubuh Bella yang sudah ia basahi dengan shower.


Langkah pertama memasuki kamar mandi, Rael menatap tidak percaya bahwa Bella masih duduk di bawah shower itu. Padahal bisa saja ia beranjak dari guyuran air ataupun sedikit menepi. Rael melangkah mendekati Bella dan mematikan shower. Bella yang merasakan kehadiran Rael langsung mendongakkan kepalanya, melihat si empu yang telah mendekapnya dengan handuk. Rael mengendong Bella ala bridal style keluar dari kamar mandi. Bella hanya diam dan menatap lekat suaminya itu.


Setelah menurunkan Bella ke atas ranjang, Rael pun melangkah mendekati lemari pakaian. Ia mengambil pakaian sehari-hari Bella. Dengan tatapan datar ia meletakkan pakaian itu dihadapan Bella dan melihat Bella lekat.

__ADS_1


"Gantilah pakaian mu! Jika kamu sakit, bisa-bisa kakek mu membunuhku nanti. Besok adalah acara pesta pernikahan kita, bersikaplah seperti biasa dan tidak terjadi apapun. Setelah berganti pakaian ini, tetap lah di kamar dan jangan pernah keluar lagi! Aku akan kembali saat makan malam!" Tegas Rael membuat Bella hanya menanggapinya dengan anggukan. Ntah mengapa ia merasa takut meski hanya sekedar untuk menatap Rael saat ia bicara. Tatapan Rael tadi dengan mata merah marah membuat Bella takut bukan main.


Karena melihat Bella mengangguki ucapannya. Rael langsung melangkah ke arah pintu masuk kamar. Namun sebelum itu Rael tidak sengaja melihat isi tas Bella yang ada di atas ranjang.


'Apa itu? Kenapa seperti bungkus testpack? Untuk apa Bella membelinya? Apa Bella hamil?" Batin Rael bertanya-tanya. Tetapi ia tetap melanjutkan langkah tanpa mau berhenti dan sekedar memastikan pertanyaan itu kepada Bella. Melihat kepergian Rael. Bella langsung mengganti pakaiannya. Tubuhnya terasa sangat dingin.


Setelah mengganti pakaian, Bella merapikan isi tasnya yang telah berantakan di atas ranjang. Tidak lupa juga ia meletakkan pakaian basah ke dalam tempat pakaian kotor. Dengan segera Bella membawa tubuhnya untuk tidur di atas ranjang dan menyelimuti tubuhnya yang terasa begitu sangat dingin.


'Sebenarnya Rael kenapa? Kenapa saat aku pikir ia jahat, ia malah kembali berbuat manis seperti tadi. Apakah rasa pedulinya padaku masih ada? Lalu kenapa ia bisa sekejam itu?' pikir Bella sebelum akhirnya ia lelah dan tertidur. Meski jam masih menunjukkan pukul 10 pagi, tetap saja tubuhnya yang kian terasa dingin membuat Bella memutuskan untuk tidur.


***


Di lain sisi. Bukan camp Swaq partner ataupun restoran Genandra, Rael memilih untuk mengunjungi kuburan ibunya.


"Bunda, hari ini aku datang dengan perasaan kacau. Bunda tau? Ternyata istriku lah anak dari wanita yang ada di foto itu. Aku tidak menyangka bahwa takdir membawaku seperti ini. Sekarang Aku harus apa Bun? Aku begitu membenci wanita dan anak yang di foto itu selama beberapa tahun, apalagi karena mereka Ibu meninggal dan karena mereka juga masa kecil ku menjadi hampa. Namun aku juga sangat mencintai istriku Bunda. Setelah aku menyakiti dan mengasari nya, hatiku terasa begitu sakit. Aku harus bagaimana Bunda? Aku bingung." Gumam Rael di sebelah nisan ibunya itu. Ia berucap seolah-olah sang ibu akan mendengarkan perkataannya itu. Rael menunduk dan merasa begitu sedih, ia bahkan tidak bisa lagi membendung air matanya. Rael menangis sejadi-jadinya di sebelah nisan itu.


"Aku suami yang jahat Bun, aku sudah kasar pada istriku. Tangan ku ini sudah menyakitinya. Tapi semua ini aku lakukan demi membalas dendam yang selama ini ku pendam. Aku benci dan juga mencintainya." Gumam Rael kembali di sela-sela tangis nya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2