MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
RIKO DI RAWAT


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


⏳Beberapa Saat Kemudian⏳


Jingga dengan panik melangkah kearah Bella dan Rael.


"Ada apa Jingga, kenapa kayak khawatir gitu?" tanya Bella. Rael pun sedikit penasaran dibuatnya.


"Mbak, katanya mas Riko digebukin geng motor semalam. usai nganterin mbak, barusan Yoga nelpon aku mbak, mas Riko katanya dirawat di RS A mbak!" penjelasan Jingga membuat Bella emosi seketika berdiri.


"Bisa-bisa nya geng motor itu menggebuki Riko. hubungi polisi sekarang juga Jingga, saya akan ke sana!" titah Bella melangkah.


"Eh kamu mau kemana? sepatu kamu kan hak nya patah!" tanya Rael bingung. Dengan akalnya, Bella mematahkan hak sepatunya yang satu lagi. alhasil ia sekarang seperti memakai sepatu flat.


"Kamu pulang aja, saya mau ke RS dulu jengukin teman!" Bella menghentakkan tangan Rael yang menggenggam tangan nya dan melangkah keluar tokoh.


"Ini buat coklat panasnya. lezat!" puji Rael memberikan tips kepada Jingga. bukan Rael namanya jika tidak bersikukuh pada keinginan. Menggunakan motornya, Rael mengikuti taksi yang membawa Bella. Dengan sedikit berfikir, Rael teringat percakapan Jingga dengan Bella tadi. Persoalan geng motor yang membuat teman Bella terluka. Rael curiga pada geng motornya sekaligus pada geng motor Violet Letera.


'Apa ini hasil kerja dari anggota gue atau dari anggota Violet Letera?' penasaran Rael dibuatnya.


🚖Di dalam taksi🚖


Bella sangat panik akan keadaan Riko saat ini. menghubungi seluruh anggotanya agar mencari geng motor mana yang sudah menggebuki Riko, Bella juga menelpon Gibran.


'Aku harus bertemu dengan Gibran, apa mungkin ini kesalahan yang dibuat oleh geng motor mereka?' pikir Bella kemudian.


"Hallo Gibran!" tegas Bella membuat Gibran merinding di sebrang.


"Ha~llo buk, ada apa ya buk?" gugupnya.


"Saya ingin bertemu denganmu selesai jam kampus di tokoh bunga Violet! kamu tau kan?" tanya Bella seolah menjadi perintah ditelinga Gibran.


"Ba~ik buk, tau kok buk." Bella pun menutup telpon dengan sangat emosi.


'Jika benar ini semua ulah Swaq Partners!! aku akan membasmi geng motor itu!' amarahnya meluap. Memasuki rumah sakit. Bella bergegas keruang inap Riko. Di sana sudah terdapat beberapa anggota Violet Letera yang berjaga.


"Bagaimana Riko?" tanya Bella kepada Yoga.


"Tidak apa-apa mbak. luka gores ditubuhnya tidak begitu serius. hanya saja Riko mungkin syok dan belum sadarkan diri sampai saat ini!" penjelasan Yoga membuat Bella merasa bersalah.

__ADS_1


'Seharusnya semalam Riko tidak mengantarkan ku pulang! mungkin saja Riko tidak akan digebuki seperti ini!' pikir Bella dengan rasa bersalah. Bella sedih melihat keadaan Riko yang terbujur kaku di atas bad pasien.


"Oh ya Yoga, apa orang yang menggebuki Riko sudah ketemu?" Yoga menggeleng menunduk.


"Kata saksi yang melihat kejadian itu, Riko dihadang oleh beberapa sepeda motor dan lansung menggebukinya saat Riko keluar dari mobil." penjelasan Yoga membuat Bella berfikir keras. Melihat jarum jam ditangan nya, membuat Bella memutuskan untuk kembali ke tokoh.


"Kalau begitu kalian awasi keadaan Riko, aku tidak mau tau kalian harus mencari geng motor mana yang sudah membuat Riko seperti ini!" tegas Bella meninggalkan ruang inap. Semua itu tidak lepas dari pantauan Rael dari jauh.


'Mengapa banyak anak geng motor Violet Letera disini? apakah orang yang didalam sana salah satu anggotanya?' pikir Rael dengan bingung. Rael masih penasaran dan mengikuti kemana Bella pergi.


'Kenapa Bella kembali ketokoh ini dan mengapa ada motor Gibran didepan tokoh?' Memberhentikan motor didepan cafe. Rael merasa emosi melihat kedekatan Bella dan Gibran yang berada di dalam tokoh. Percakapan Bella dan Gibran berhenti saat Rael mendobrak meja diantara mereka. Betapa terbelalak nya Gibran.


"Apa-apaan sih kamu? punya malu nggak sih?" ketus Bella.


"Kamu yang apa-apaan, ngapain kamu berduaan sama Gibran ha?" ucapan Rael tak kalah ketus. Gibran malah geleng-geleng menatap Rael. baru kali ini Gibran melihat Rael sangat marah.


"Lo cemburu bos?" tanya Gibran berhati-hati.


"Iya Gue cemburu emang kenapa?" Rael berucap dengan emosi, tanpa tau yang diucapnya itu mendapat opini baru bagi Bella.


'Cemburu? Rael cemburu sama gue?' pikir nya tidak percaya.


"Kan buk Bella bukan siapa-siapa lo bos!" ujar Gibran. karena memang tidak ada yang mengetahui hubungan yang dijalani Bella dan Rael. begitupun dengan Gibran ataupun Viki.


"Loh mbak Bella mana ya mas?" tanya Jingga kebingungan sambil meletakkan dua gelas Orange Latte di atas meja.


"Panggil Gibran aja." ujarnya santai sambil mengulurkan tangannya pada Jingga.


"Baik Gibran, aku Jingga!" ujar Jingga menerima uluran tangan Gibran.


"Nama yang bagus." senyum Gibran membuat Jingga tersipu malu.


"Terima kasih, Mbak Bella kemana ya Mas, eh Gib?" tanya Jingga kikuk.


"Tadi keluar sama Rael!" tunjuk nya keluar tokoh.


"Owh, mas yang tadi." ucapan Jingga membuat Gibran bingung.


"Tadi? maksudnya Rael tadi juga kesini?"Jingga pun membalas dengan mengangguk. Anggukkan Jingga membuat Gibran berfikir keras.

__ADS_1


'Ada hubungan apa antara buk Bella dengan Rael? mengapa aku tidak tahu apa-apa? apa Rael juga sudah tau bahwa buk Bella adalah ketua Violet Letera?' pikir Gibran penuh rasa penasaran.


🍽Diluar Tokoh🍽️


Bella menarik tangan Rael dengan kencang. Karena merasa risih, Rael menarik kembali tangan Bella. Karena kekuatan Bella kali ini tidak sepadan dengan Rael, alhasil Bella malah berpelukkan dengan Rael. Setiap orang yang keluar dan memasuki tokoh malah menatap aneh pada mereka. bagaimana tidak, Bella masih memakai seragam miliknya. Mungkin saja dipikiran orang lain, mereka tengah menjalani hubungan terlarang antara guru dan siswa. Seperti biasa tatapan mereka kembali menyatu.


'Kenapa setiap lihat mata Bella, gue merasa pernah ketemu ya? tapi dia siapa?' bingung Rael.


Bella pun terdiam membeku. 'Kenapa jantung gue kayak abis marathon berkilo-kilo meter!'


Rael akhirnya sadar. "Terasa nyaman Bel dipelukkanku?" tanya Rael mengedipkan matanya pada Bella. Bella yang tersadar lansung berdiri tegap merapikan seragamnya.


"Kan gw udah bilang, jangan pernah ungkap hubungan palsu ini kesiapapun!" ketus Bella.


"Hubungan palsu, maksud kamu hubungan yang mana?" tanya Rael kebingungan.


"Ya soal kita pacaran Rael!" ketus Bella.


"Apa? kamu aja yang mikir ini palsu, aku sih nggak ya!" tegas Rael melangkah masuk kedalam tokoh.


"Bodoh amat, saya ngak peduli pandangan kamu apa! yang penting orang lain nggak boleh tau!" teriak Bella dari luar.


"Gibran, lo tau Bella itu..!" belum sempat Rael berucap. Gibran sudah mengangguk.


"Tau bos, makanya gue disini!" ujar Gibran tersenyum.


'Mungkin yang dimaksud Rael adalah buk Bella ketua geng Violet Letera!' pikir Gibran yang salah paham. Rael pun tersenyum puas.


'Untung Gibran paham ucapan gue. setidaknya Ia tidak mendekati Bella lagi. karena Gibran tau Bella pacar gue.' Rael pun ikut salah paham.


Bella memasuki tokoh dengan rasa tidak percaya. Gibran mengatakan hal yang tidak seharusnya ia ceritakan kepada Rael.


"Saya mau ngomong sama kamu Gibran!" tarik Bella pada Gibran yang melongo kaget. Rael berusaha memasuki ruangan pribadi Bella. namun nihil, Jingga menghadang Rael agar tidak bisa masuk.


"Cuman mbak Bella dan orang yang ia tentuin bisa masuk mas!" ujar Jingga membuat Rael tersulut emosi.


"Minggir! Bella itu pacar saya!" tegas Rael membuat Jingga melongo.


'Mengapa ini bisa terjadi?! bukankah mbak Bella membenci Swaq Partners? sedangkan barusan Gibran mengatakan Rael adalah ketua Swaq Partners! ini sungguh memusingkan!' bingung Jingga setelah ia mendengar semua cerita dari Gibran.

__ADS_1


"Maaf mas, mbak Bella tidak memperbolehkan mas untuk masuk kedalam!" Jingga masih bersikukuh membuat Rael mengalah dan keluar dari tokoh.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2