MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
BERCERITA PADA VINI


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Malam itu Bella pulang dengan wajah yang terlihat sangat lelah. Bukan lelah karena bekerja, lebih tepatnya ia lelah bersembunyi dari penglihatan Jingga dan Riko.


"Huff... Ternyata bekerja di swalayan lebih melelahkan dari pada menjadi seorang dosen." Lirihnya menghela nafas.


Bella memutuskan untuk mandi dan setelah itu langsung membaringkan tubuhnya di kasur. Tidak lupa ia mengunci setiap pintu, mewanti-wanti jika ada orang jahat yang akan memasuki rumah. Meski pandai bela diri tetap saja Bella juga takut untuk menghadapi nya sendiri.


Saat mencoba untuk tidur, Bella malah terbayang wajah Rael. Ntah mengapa saat ini, ia ingin sekali memeluk dan bermanja-manja pada suaminya itu. Akan tetapi kenangan dimalam itu kembali membuat Bella sakit.


Bella tidak percaya bahwa Rael dengan teganya mengkhianati kesucian pernikahan mereka. Meski saat itu Bella tau kondisi mereka tengah tidak baik-baik saja. Tapi apakah benar tindakan Rael yang menyelingkuhi nya dikala itu? Menurut Bella perselingkuhan tidak ada maafnya.


Saat tengah melamun panjang, Bella dibuat kaget ulah bunyi notifikasi di handphone nya.


Bella meraih handphone di nakas, handphone baru nya itu hanya menyimpan kontak Dito dan Vino. Lalu siapa yang menelpon nya malam-malam begini, apalagi dengan nomor handphone yang tidak ia simpan sama sekali?


Awalnya Bella berniat untuk tidak mengangkat telpon itu, ia takut jika si penelpon adalah Rael ataupun keluarganya yang lain. Tetapi, beberapa panggilan terus masuk membuat Bella jengah dan berdecak sebal. Ia juga tidak bisa menghubungi Dito dan meminta pendapat nya, lelaki itu terlalu sibuk menikmati pesta di kantor.


"Halo, siapa sih ini? Nelpon berulang-kali nggak jelas! Salah sambung!" Celetuk Bella yang langsung merocos.


"Lo kemana aja Bel? Ini Gue Vini, sahabat Lo. Lo masih ingat kan?" Sahut Vini dengan antusias dan haru. Ia bahkan sangat bahagia mendengar celetukkan Bella yang masih sama.


"Lo dapat nomor baru Gue dari mana?" Tanya Bella yang seketika panik. Antara bahagia mendengar suara Vini, ia juga takut sahabatnya ini akan memberitahukan keberadaan nya pada Rael ataupun keluarganya yang lain.


"Gue dapat dari Vino. Tapi Lo jangan marahin dia, Gue yang ancam dia buat jujur dan cerita sama Gue." Ungkap Vini membuat Bella terdiam.

__ADS_1


"Terus buat apa Lo nelpon Gue? Apa Lo di suruh Rael atau keluarga Gue yang lain?" Tanya Bella dengan datar. Ia menunggu penjelasan Vini dan tujuannya menelpon Bella. Meski Bella tau Vini terdengar lega setelah menelponnya.


"Kok Lo ketus gitu sih sama Gue, Bel? Gue khawatir tau sama Lo! Cepetan cerita yang sebenarnya, kenapa Lo kabur dari rumah?!" Seru Vini membuat Bella berdecak sebal.


"Kalau Lo dapat informasi Gue dari Vino. Gue yakin Lo udah tau ceritanya bukan? Gue nggak perlu cerita lagi." Jawab Bella membuat Vini ikut berdecak sebal.


"Itu kan dari dia, sekarang gue mau tau cerita versi dari Lo. Nggak mau tau, pokoknya Lo harus cerita. Gue janji bakal ikut jaga rahasia." Ujar Vini membuat Bella memutuskan untuk bercerita.


Bella pun kembali menceritakan kejadian yang terjadi padanya malam itu. Tanpa ada yang ia tambah kan ataupun kurang kan dalam ceritanya.


"Awalnya Gue nggak yakin kalau cerita dari Vino benar. Tapi setelah Lo jelaskan, Gue makin nggak nyangka kalau Rael bisa sekeji itu." Ujar Vini dengan kesal. Bella hanya bisa menatap malas dan menghela nafas berat.


"Lo bisa jaga rahasia ini kan? Gue nggak ingin mereka tau kehidupan baru Gue, Vin. Sekarang gue mau menjalani hidup tanpa bersangkutan dengan keluarga Wijaya ataupun Genandra." Pertanyaan Bella seolah-olah tengah memerintah pada Vini.


"Tentu Bel, Gue sebagai sahabat Lo nggak bakal mau Lo hidup sengsara dengan suami yang seperti itu. Tenang aja, rahasia Lo aman bersama Gue." Sahut Vini membuat Bella tersenyum tipis. Ia percaya bahwa Vini akan menepati janjinya. Sehingga rasa takut dan khawatir nya tadi hilang dengan sekejap.


"Cerita aja Bel, Gue siap mendengarkan cerita Lo." Ucap Vini kemudian.


"Gue belum cerita soal kehamilan ini."Perkataan Bella yang singkat mampu membuat Vini tersentak kaget. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi sahabatnya saat ini.


"Maksud Lo, Rael belum tau ya sebenarnya?" Tanya Vini memastikan.


"Nggak tau, pas Gue mau bilang di malam itu, Gue malah nangkap basah mereka yang tengah tidak berbusana." Ungkap Bella dengan sendu. Bahkan tanpa ia sadar, kini air mata nya sudah mengalir di pipi.


"Ya tuhan Bel, gue nggak nyangka Lo ngadepin masalah seperti ini dalam kondisi tengah berbadan dua. Lo yang kuat ya, kalau ada apa-apa kasih tau Gue aja. Misalnya kalau Lo ngidam, gue siap memenuhi permintaan Lo." Ujar Vini dengan semangat.

__ADS_1


"Makasih ya Vin, lo selalu ada buat Gue. Tapi akhir-akhir ini kayaknya ngidam gue cuma satu, pengen manja-manja sama Rael. Hikss..." Ungkap Bella yang telah terisak. Vini sempat panik dibuatnya.


"Aduh Bel, Lo jangan nangis dong. Jangan pikirin Rael terus, pikirkan aja kak Dito yang ada di sana. Kan juga ganteng. Hehehe..." Bujuk Vini mencoba untuk mengalihkan tangisan Bella.


"Dia nggak tau kalau Gue hamil." sahut Bella datar.


"Lo nggak ngasih tau dia Bel? Tapi kan sekarang Lo tinggal sama dia. Gimana pun Lo harus kasih tau kak Dito. Dia juga berhak tau, karena sekarang Lo tanggung jawab dia." Usul Vini membuat Bella ikut berfikir.


Benar adanya yang di ucapkan Vini, ia tidak mungkin membiarkan Dito tau soal kehamilannya dari orang lain. Hanya saja Bella berfikir untuk mencari waktu yang tepat membicarakan hal itu dengan Dito.


"Gue bakal bilang di saat waktu yang tepat." Jawab Bella kemudian.


"Terus apa yang lagi Lo rasain sekarang Bel? Lo udah pernah cek kehamilan belum?" Tanya Vini dengan antusias.


Bella sempat terdiam. Meski telah beberapa minggu usai pengujian testpack itu, ia masih belum mengecek kehamilannya ke dokter kandungan. Ntah kenapa pemikiran Bella tidak pernah ke arah sana, sehingga membuatnya tidak memikirkan hal itu.


"Belum Vin, gue bahkan nggak ingat." Seru Bella membuat Vini yang berada di seberang berdecak kesal dan mengeleng-geleng.


"Astaga Bella, itu hal yang wajib untuk seorang Ibu hamil. Kalau Rael tau Lo nggak ngecek kehamilan, pasti dia marah besar." Ucap Vini membuat Bella terdiam.


"Kalau pun dia tau, Gue nggak yakin dia senang atas kehadiran buah hati kami." Ujar Bella sendu, membuat Vini seketika sadar akan ucapannya sendiri.


"Aduh, maafin Gue ya. Lo jadi mikirin dia lagi. Sekarang mending kita cerita yang lain saja. Jangan bahas dia lagi." Putus Vini yang akhirnya mengalihkan pembicaraan.


Mereka mengobrol sampai larut malam, bahkan Dito yang baru pulang kantor saja, tidak mau menganggu tawa Bella yang tengah asik menelpon dengan Vini.

__ADS_1


Vino telah memberitahu Dito soalan Vini tadi siang. Sehingga membuat Dito tidak kebingungan saat mendengar Bella menelpon.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2