MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
CCTV


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Beberapa hari berlalu. Rael sangat frustasi karena masih belum menemukan keberadaan Bella. Meski berbagai cara sudah ia lakukan, melacak lokasi Bella bahkan sampai memeriksa Cctv rumah. Akan tetapi semuanya seolah-olah lenyap, ntah siapa yang menghilangkan bukti Cctv halaman kediaman Ken Wijaya itu. Sehingga membuat Rael kehilangan jejak Bella.


Semua keluarga marah saat tau hal yang menyebabkan Bella pergi dari rumah.


Siang itu semua orang berkumpul di ruang keluarga kediaman Ken Wijaya. Arya meminta mereka berkumpul karena amarahnya yang memuncak dan kemurkaannya yang juga tidak bisa menemukan keberadaan sang cucu.


"Mengapa kakek mengumpulkan kami?" Tanya Adelia dengan tampang tidak bersalah sedikitpun. Bahkan setelah semua keluarga tau apa yang ia perbuat, ia masih saja tidak merasa malu dan bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi.


"Kenapa kamu menggoda Rael? Apa kamu tidak punya sedikit rasa malu, dia itu adik ipar mu!" Ujar Arya sedikit menekankan setiap kata yang ia lontarkan. Adelia langsung terdiam mendengar ucapan Arya yang terdengar begitu marah kepadanya.


"A-ku..." Ucapan nya terbata dan tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi. Karena semua orang yang berada di sana menatap tajam dan kesal ke arah Adelia.


"Kamu tidak bisa menjawab kan? Dasar tidak tau terima kasih! Sudah baik saya membiarkan kamu tetap tinggal di rumah ini, padahal ibumu jelas-jelas telah saya masukan ke dalam penjara." Seru Arya dengan menatap tajam ke arah Adelia.


"Aku suka pada Rael? Apa itu salah?" Tampik nya kemudian. Setelah Adelia merasa bahwa yang ia lakukan adalah tindakan yang benar.


"Dasar ******! Papi tidak pernah mengajarkan kamu berbuat sekeji ini. Ternyata kamu memang menurunkan sifat Mami mu itu!" Sarkas Ken yang sudah kehabisan sabar setelah mendengar pernyataan Adelia. Ia tidak menyangka bahwa anak angkatnya ini akan berperilaku tidak tau malu seperti itu.

__ADS_1


"Jaga ucapan mu itu Ken Wijaya! Bagaimana pun kamu yang menjadi orang tua angkat saya! Berarti kamu harus mempertahankan saya dengan baik!" Bentak Adelia yang tidak terima mendengar hinaan dari Ken.


Mendengar penuturan kasar dari Adelia membuat Ken hampir saja menamparnya. Untung saja Arya dengan cepat mencegat Ken. Sedangkan Adelia sudah menghadap kesamping, memicingkan mata saat melihat tangan Ken sudah mengayun ke arah wajahnya.


"Kamu tenang dulu Ken, gadis seperti dia sudah tidak bisa lagi diberi pelajaran oleh kita, didikan ibunya yang telah salah dari kecil! Itu hanya akan membuat tenaga mu terbuang sia-sia."seru Arya mencegat tangan Ken agar tidak menampar Adelia.


Sekarang kondisi Ken mulai sedikit membaik, kakinya sudah lumayan sehat. Ia bahkan tidak lagi memakai kursi roda dan bisa berjalan selangkah demi selangkah meski ditopang dengan tongkat.


"Aku sudah kehabisan sabar Ayah. Bagaimana bisa anak angkat ku sendiri menghancurkan rumah tangga anak kandungku. Itu terlalu menyayat hatiku, bahkan Adelia lebih aku sayangi dari pada Bella. Bahkan ia menerima kasih sayang itu sedari kecil, tidak seperti Bella yang hanya bertemu denganku di saat ia sudah besar." Ungkap Ken sendu dan kembali duduk di sofa dengan wajah penuh kekecewaan.


Adelia yang mendengar tutur tulus Ken merasa hatinya teriris. Ada rasa bersalah dalam hatinya telah membuat sang Papi kecewa. Bahkan Adelia terdiam seketika.


Arya memberi isyarat kepada Rahman untuk menyerahkan sebuah kenyataan menyayat hati. Sedangkan Rahman langsung memutar video rekaman Cctv hotel, tempat dimana Bella dan Rael menikah dengan mendadak.


Di rekaman itu tampak lah seorang lelaki bertubuh kekar memaksa masuk ke dalam kamar Bella dan mencoba untuk memperkosanya. Akan tetapi beberapa saat kemudian Rael datang dan membabi-buta pukulan ke arah lelaki itu. Sehingga lelaki itu kabur meninggalkan kamar Bella yang sudah berantakan.


Adelia melebarkan kelopak matanya, kaget melihat bukti Cctv yang selama ini ia wanti-wanti akan menghancurkan kehidupan nya.


"Ini adalah kejadian sebenarnya di malam pernikahan Bella dan Rael. Mereka di saat itu tidak melakukan hal apapun, Rael hanya menyelamatkan Bella dari pria bejat itu." Jelas Rahman setelah Vidio itu berhenti di putar.

__ADS_1


"Dari mana kalian mendapatkan rekaman ini? Bukannya Cctv itu telah disabotase?" Tanya Rael yang akhirnya membuka suara. Ia bahkan ingat saat Ken mengancamnya dihari itu dengan penuh amarah.


"Karena yang menyabotase rekaman itu kakek dan Rahman. Maafkan kakek Rael, sebenarnya kakek tau kebenaran di malam itu, hanya saja menurut kakek pernikahan kalian lebih menguntungkan bagi perusahaan." Ungkap Arya membuat semua orang kaget bukan main. Bahkan Ken langsung mengeleng-geleng, tidak percaya bahwa Ayah nya juga akan se-egois ini.


"Brengsek sekali anda! Masa depan Bella dan saya hancur karena pernikahan bodoh ini!" Seru Rael dengan emosi dan hampir saja akan memberikan bogeman pada lelaki paruh baya itu. Untung saja Haris menghentikannya dan membuat Rael kembali terduduk di sofa.


"Tenang dulu Rael, itu sudah berlalu. Sekarang kita dengarkan dulu penjelasan dari tuan Arya." Pinta Haris membuat Rael berdecak sebal.


"Kakek tau perbuatan kakek ini egois Rael, tapi kakek juga tidak menyangka bahwa Bella juga ingin menikahi mu dengan berpura-pura di hadapan kami. Tentu saja hal itu membuat kakek tidak begitu merasa bersalah. Tetapi untuk menebus kesalahan kakek dimalam itu, kakek mendatangkan seseorang hari ini spesial untuk pertemuan kita semua." Ujar Arya yang kemudian memberikan isyarat kepada Rahman untuk membawakan orang tersebut ke dalam rumah.


Di dalam hati Rael malah berharap orang itu adalah Bella. Ntah mengapa semua kebencian dan dendam nya kepada Bella seolah-olah lenyap setelah melihat hasil testpack itu. Bahkan Rael merutuki dirinya yang begitu kasar kepada Bella bahkan menghardik dan membentaknya dengan keras. Rael merasa bersalah dan gagal menjadi seorang suami, bahkan ia sendiri tidak tau saat istrinya tengah mengandung buah hati mereka.


***


Beberapa saat kemudian Rahman datang memasuki ruangan keluarga kembali dengan seseorang yang ikut membuntutinya dari belakang. Semua tatapan orang-orang yang tengah berkumpul langsung menuju ke arah mereka.


Seperkian detik kemudian, jantung Adelia berpacu begitu kencang, saat melihat siapa yang berada dibelakang Rahman. Bahkan mata Adelia sudah melotot tajam, ia juga tidak sadar melongo sedari tadi. Adelia juga tidak berkedip dan rasa panik dihatinya seketika menghantui.


'Apa yang akan aku lakukan? Bagaimana ini semua nya bisa terjadi?' batin Adelia penuh rasa khawatir dan kepanikan seketika.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2