MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
PUPUS HARAPAN


__ADS_3

...๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ...


Kini Ken dan Rael sudah sampai di ruangan Cctv. Petugas keamanan pun ikut membantu mereka mencari rekaman beberapa jam yang lalu. Vidio tersebut sudah beberapa kali di ulang dan tetap menampilkan Rael yang memasuki kamar hotel Bella. Tentu hal itu membuat Rael kebingungan dan sangat panik mendapati tatapan amarah di wajah Ken.


"Nah, kamu lihat sendiri bukan? ini semua adalah ulah mu! kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu pada anakku!" menekan kata anak, Ken begitu menunjukkan rasa amarah yang ada dalam hatinya.


"Ini tidak benar, Cctv ini pasti sudah di sabotase!" sarkas Rael tidak terima. Bagaimana pun ia tidak ingin menikah di usia mudanya ini. Di tambah lagi ia akan menikahi Bella, gadis yang kini tengah tidak sadarkan diri.


"Sudahlah saya muak dengan alasan mu itu, jika kau mau kabur silahkan saja! Aku akan laporkan kau ke pihak berwajib!" Ancam Ken membuat Rael sedikit takut karena ia tidak memiliki bukti apapun.


'Andai saja handphone ku masih ada, pasti vidio itu akan bisa menjadi bukti!' gumam Rael dalam hati saat mengingat kelalaian nya itu.


"Aku tidak akan kabur, aku hanya ingin bertanggung jawab di saat Bella benar-benar sadar dan aku yakin ia sendiri yang akan menjelaskan pada kalian nanti apa yang telah terjadi. Itu pun jika kalian tidak percaya dengan ucapan ku." putus Rael yang kemudian di angguki oleh Ken. Satu-satunya harapan Rael hanyalah Bella, ialah yang akan menjelaskan kejadian sebenarnya pada semua Orang.


๐Ÿ›ŒKamar Hotel Bella๐Ÿ›Œ


Setelah memakaikan pakaian pada Bella. Biangka melihat Adelia yang duduk di tepian ranjang dengan wajah yang begitu khawatir.


"Kamu kenapa Del? kok kayak khawatir gitu?" tanya Biangka yang penasaran.


"Nggak apa-apa kok mi." jawabnya gugup membuat Biangka semakin penasaran. ia tau jika anaknya ini pasti menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Sehingga Biangka pun mendekati Adelia yang duduk di tepi ranjang Bella.


"Ada apa sayang, coba jelaskan yang tengah kamu pikirkan!" pinta Biangka membuat Adelia memutuskan untuk menceritakan hal yang tengah ia khawatirkan.


"Begini mami, sebenarnya aku nyuruh orang buat perkaos Bella malam ini. Dan aku juga nyuruh dia buat ngirim hasil fotonya ke kakek Arya. Tapi yang buat aku bingung kenapa lelaki itu yang berada di dekat Bella, padahal anak buah ku bukan dia." jelas Adelia membuat Biangka membulatkan matanya.


"Astaga Del, perbuatan mu ini bisa mengancam posisi kita. jika saja Arya tau kalau kamu yang menyebabkan ini semua, pasti ia akan membuat kita membusuk di penjara." ujar Biangka tidak habis pikir akan tindakan ceroboh sang anak.


"Maaf mi, aku hanya ingin Bella di usir dari rumah dengan membuat nama baiknya hancur!" ujarnya dengan air mata yang sedikit berlinang.


"Tapi perbuatan mu itu terlalu murahan, seharusnya kamu bicarakan dulu dengan mami!" ucap Biangka menasehati sang anak.


"Maafkan Adel mi, tapi yang terpenting saat ini Bella benar-benar akan pergi dari rumah kita mi!" ujarnya kembali senang.

__ADS_1


"Jangan senang dulu, selesaikan perbuatan mu itu! cari tau segera kemana perginya anak buah mu, jangan sampai dia membahayakan posisi kita!" sarkas Biangka mendapati anggukan dari Adelia.


Ucapan mereka terhenti saat pintu di buka dan tanpa mereka sadari bahwa Bella sebenarnya sudah sadar sedari tadi. Ia mendengar jelas setiap hal yang bicarakan oleh ibu dan anak itu.


'Gue nggak nyangka Adelia senekat ini buat hancurkan nama baik gue! awas aja gue bakalan bongkar ini semua! gue bakalan cari bukti yang kuat!' niat Bella dalam hatinya penuh amarah.


Ken dan Rael kembali ke kamar Bella dengan seorang dokter pribadi yang di datangkan khusus oleh Arya. Saat dokter tengah memeriksa, Bella pun membuka matanya perlahan, membuat secercah harapan di wajah khawatir Rael.


"Bel, kamu udah sadar nak?" Ujar Ken sambil mengelus tangan Bella. Ken begitu menunjukkan rasa kekhawatiran nya pada Bella membuat Biangka yang menyaksikan hal itu sedikit kaget. Lain halnya dengan Bella yang hanya menatap dengan wajah datar tanpa mau mengeluarkan suara nya.


'Mengapa Ken begitu peduli dengan Bella? bukankah selama ini ia tidak menyukai Bella?' pikir Biangka dalam hatinya.


"Bagaimana dengan kondisi Bella dokter?" tanya Rael sambil terus menatap wajah pucat Bella.


"Dia baik-baik saja, mungkin terlalu syok tadi. Apa dia tengah mengkonsumsi obat?" tanya Dokter membuat Rael langsung mengangguk.


"Iya dokter, tadi pagi Bella sempat masuk puskesmas terdekat, itu pun juga karena sedikit syok." jelas Rael membuat Ken mengerutkan dahinya.


"Terimakasih dokter." ujar Rael yang mendapati anggukan ramah dari sang dokter.


"Puskesmas? memangnya apa yang terjadi pada Bella tadi pagi?" tanya Ken membuat Rael mengalihkan perhatian nya.


"Ceritanya panjang, yang jelas saja tadi pagi Bella hampir di bunuh oleh sahabatnya sendiri!" ujar Rael singkat. Mendengar hal itu membuat beberapa orang di dalam kamar itu serta Arya, Haris, Rahman dan seorang ustadz yang baru memasuki kamar Bella saja sangat kaget.


"Siapa yang nekad mau membunuh cucu saya? kenapa tidak ada yang memberi tahu?" sarkas Arya dengan kesal.


"Orang itu sudah kami masukkan ke penjara!" ucap Rael yang masih santai dan tidak mengetahui bahwa ayahnya sudah ikut hadir di dalam kamar hotel tersebut.


"Syukur lah, mari kita langsungkan saja untuk ijab Kabul malam ini! saya sudah memboking kamar sebelah!" ucap Arya santai.


"Ijab kabul? tunggu sebentar, kini Bella sudah sadar. Aku ingin kalian semua mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi beberapa jam lalu!" pinta Rael dengan serius.


Kini semua mata tertuju pada pada Bella yang tidak kunjung bersuara.

__ADS_1


"Bel, ayuk jelaskan pada mereka bahwa tidak terjadi apapun di antara kita! Ayolah Bel, bicara! Kamu tidak ingin menikah dengan ku seperti ini bukan?" titah Rael dengan tulus menatap Bella.


'Menikah? Aku akan menikah dengan Rael? Apa mereka semua salah paham?' pikir Bella dalam hatinya.


"Bel, ayo bicaralah! Apa yang sudah Rael perbuat pada mu!" ujar Haris membuat Rael mengalihkan perhatian nya dari Bella.


"Ayah? mengapa ayah disini?" tanya Rael bingung.


"Karena perbuatan mu itu sudah membuat heboh perusahaan kita! foto-foto mu satu selimut dengan Bella sudah banyak yang lihat! perbuatan mu itu memalukan sekali!" sarkas Haris kesal dan mencubit telinga Rael.


"Aw... sakit Ayah, lepasin!" pinta nya kemudian. Bella yang melihat kejadian itu pun langsung duduk dari tidurnya.


"Jangan menyalahkan Rael Om!"ujar Bella yang akhirnya bersuara.


"Jelaskan yang sebenarnya Bel." pinta Arya yang sudah tidak sabar.


"Seperti yang kalian lihat, tetapi itu semua atas keinginan kami berdua. Aku tidak pernah di paksa oleh Rael karena dia adalah kekasihku. kami melakukannya karena cinta. Aku yang syok mungkin karena efek obat tadi pagi." ucap bohong Bella mampu membuat Rael membulatkan matanya. Bukannya menceritakan hal yang sebenarnya, Bella malah membuat reputasi dirinya sendiri hancur.


"Kamu bohong Bel, tolong jelaskan semuanya. Aku tidak ingin menikah seperti ini!" ujar Rael tidak terima. Harapannya pupus seketika.


"Aku tidak berbohong Rael, kamu pacar ku bukan?" ujar Bella yang sebenarnya memiliki maksud tersendiri.


'Maaf Rael, menikah dengan mu pasti akan membuat ku terbebas dari perhatian kedua ibu dan anak itu. Dengan begitu aku akan mencari bukti, cepat atau lambat kebohongan Adelia pasti akan ku bongkar pada media.' pikir Bella singkat.


"Iya, tetapi kita..." belum sempat berucap Haris sudah menampar keras wajah Rael.


"Kamu mau mengelak apa lagi? apa Ayah mengajarkan mu seperti ini? tolong maafkan anak saya Ken!" ujar Haris dengan menunduk malu. Ken melihat kehadiran Haris, ia tidak menyangka bahwa Rael adalah anak dari Haris. Saat hendak berucap, Arya sudah mendahului nya.


"Sudahlah, ini urusan anak muda, yang jelas kita kembalikan saja nama baik kedua keluarga dengan menikahkan mereka. Bilang saja jika mereka terbutakan oleh cinta." ujar Arya dengan santai, karena ia juga memiliki maksud tersendiri.


'Kakek tidak tau tujuan mu berbohong bel, tetapi perbuatan mu ini membantu kakek untuk menyatukan kedua perusahaan. Kakek minta maaf sudah menyabotase bukti Cctv yang jelas di sana kamu hampir diperkaos oleh lelaki lain dan bukan Rael pelakunya karena dia yang menolong mu. Kakek akan berusaha mencari tau siapa lelaki itu!' gumam Arya penuh kesedihan dalam hatinya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2