MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
KEBERADAAN BELLA


__ADS_3

Usai Haris mengungkapkan kebenaran pada Rael. Anak dan Ayah itu langsung berbaikan. Rael tidak hentinya meminta maaf kepada Haris atas semua kesalahan dan kesalahpahaman yang terjadi selama ini.


Ia langsung bergegas untuk mencari Bella, bahkan seluruh anggota Swaq partner dan juga Violet Latera dikerahkan untuk membantunya mencari Bella sampai ke sudut kota.


***


Beberapa hari berlalu. Rael berdiam diri di camp Swaq Partner menunggu kabar dari yang lainnya soalan Bella.


"Lo udah ketemu Bella?" tanya Vino santai seolah-olah ia tidak terlibat dengan kehilangan Bella.


"Belum Vin, gue nyesel banget udah jahat sama Bella. Andaikan gue tau kebenaran ini lebih awal, mungkin hari ini gue bakal bahagia bersama Bella." tutur Rael sendu.


Rael terus menunduk, merutuki dirinya sendiri dan begitu merasa bersalah.


Sedangkan Vino mulai tersentuh hatinya dan berniat untuk mengungkapkan kebenaran pada sang sahabat. Melihat perjuangan Rael akhir-akhir ini yang sudah terlihat frustasi membuat Vino ikut sedih.


"Gue mau cerita, sebenarnya..." ungkap Vino dengan menggantung.


Rael tiba-tiba saja mendapatkan telepon dari Arya.


"Bentar Vin, gue terima telepon dulu. Penting!" ujar Rael yang kemudian melangkah menjauh dari nya.


Vino menghela nafas.


'Semoga keputusan gue untuk memberi tahu Lo soal Bella itu keputusan yang baik dan benar. Semoga aja Lo nggak marah dan salah paham dengan tujuan gue.' gumam Vino dalam hatinya penuh harap.


Rael menerima sambungan telepon dari Arya.


"Halo Kek, ada apa?" tanya Rael to the point. Di hati kecilnya Arya telah menemukan keberadaan Bella.


Rael benar-benar ingin bertemu dengan istrinya itu bahkan memohon maaf bagaimana pun caranya.

__ADS_1


"Halo Rael, salah satu suruhan kakek menemukan keberadaan Bella." ungkap Arya dengan nada suara yang sangat bersyukur dan senang.


"Alhamdulillah, dimana Bella sekarang kek? Apa dia sudah bersama kakek?" tanya Rael bertubi-tubi. Ia tidak sabaran untuk melihat kondisi istrinya saat ini.


"Kakek belum tau jelas lokasi keberadaan Bella. Hanya saja salah satu suruhan kakek pernah melihatnya bekerja di swalayan yang berada di luar kota. Sebaiknya kamu ke sana sekarang! Menjemputnya!" titah Arya dengan serius.


"Baiklah Kek, aku akan ke sana sekarang juga. Tolong kirimkan saja alamat swalayan itu dengan segera." pinta Rael kemudian.


"Baiklah sekertaris Kakek akan mengirimkannya kepadamu langsung. Semoga kamu bisa bertemu dengan cucu kakek, tolong bawa dia kembali ke sini." ujar Arya penuh harap.


Rael bahkan menitikkan air mata haru setelah beberapa minggu akhirnya ia menemukan lokasi keberadaan sang istri, walaupun saat ini belum jelas terbukti.


"Baiklah Kek, terimakasih. Kalau begitu Rael tutup dulu." pamit Rael yang langsung mematikan sambungan telepon. Ia pun bergegas untuk segera ke luar kota.


Setelah menelpon, Rael melewati Vino begitu saja. Ia terlalu bersemangat untuk menemukan keberadaan Bella. "Lo mau kemana?" tanya Vino mengehentikan langkah Rael.


"Kakek Arya menemukan lokasi keberadaan Bella. Apa Lo mau ikut sama gue?" ungkap Rael dengan senyum lebar yang tidak pernah luntur dari wajahnya sedari tadi.


"Ini, alamatnya di swalayan ini! Kakek bilang salah satu suruhan nya melihat Bella pernah bekerja di sini. Aku akan ke sana untuk memastikan, semoga saja Bella juga ada di sana Vin. Doakan gue biar berhasil menemukan Bella ya!" ujar Rael menepuk bahu Vino pelan dan melangkah meninggalkan lelaki itu dengan kebingungan.


Seperkian menit melongo, ia akhirnya panik saat melihat swalayan yang berada tepat di sebelah rumah Dito. Vino pun juga tau kalau Bella telah bekerja beberapa hari di sana.


"Astaga, apa yang akan gue lakukan? Kalau sampai Rael menemukan Bella, bisa-bisa kerja keras kami menyembunyikan selama ini akan menjadi sia-sia." gumam Vino tanpa sadar. Ia kebingungan, panik, khawatir dan takut. Semuanya rasa bercampur aduk dan membuat kepalanya terasa mau pecah.


Sampai akhirnya Vino memutuskan untuk menelpon Dito dan meminta pendapatnya soal hal ini.


"Halo Dit, Lo harus tau suatu hal." ucap Vino saat sambungan telepon baru saja tersambung.


"Suatu hal? Apa itu?" tanya Dito dari seberang. Ia tengah menikmati teh buatan Bella di balkon kamarnya.


"Rael sudah tau keberadaan Bella. Ini gara-gara suruhan Arya melihat Bella di swalayan. Kita harus gimana nih? Rael sudah bergegas untuk ke sana." ungkap Vino yang hampir membuat Dito menyembuhkan kembali teh yang ada di mulutnya.

__ADS_1


"Apa? Gue nggak bakalan biarin Bella kembali jatuh ke tangan Rael. Gue bakalan bawa Bella dari sini!" tegas Dito dengan serius.


"Tapi Dit, Rael sudah berubah. Apalagi kejadian malam itu hanya salah paham mereka saja. Adelia menjebak Rael, semuanya sudah dibongkar oleh Arya dan Haris beberapa hari setelah kejadian itu.", terang Vino.


"Terus gimana kalau Rael sudah berubah? Apa gue harus kasihan sama banjingan yang sudah jahat pada Bella itu? Sorry, nggak dulu!" tegas Dito.


"Lo harus sadar Dit, Bella itu istri dari Rael. Mereka bahkan belum berpisah dan Bella juga tengah mengandung anaknya Rael." penjelasan Vino membuat Dito kaget bukan main.


Setelah beberapa minggu tinggal bersama Bella ia tidak tau sama sekali kalau Bella tengah hamil.


"Maksud Lo apa? Lo yakin Bella hamil?" tanya Dito tidak percaya. Ia sepertinya marah dan kesal karena terpikirkan bahwa kesempatan untuk memiliki Bella kembali pupus sudah.


"Lah emangnya Lo nggak tau? Gue aja di kasih tau Vini, Dit." terang Vino membuat Dito berdecak kecil. Ia tanpa sadar melemparkan gelas yang ada di tangannya ke tepian dinding. Sehingga membuat gelas teh nya itu pecah dan menimbulkan bunyi yang besar.


Bella yang lagi bersantai di sofa langsung bergegas menuju sumber suara yang membuat nya kaget.


Baru saja ia melangkah masuk ke kamar Dito. Langkah nya langsung terhenti di sudut pintu.


"Serius gue nggak tau kalau Bella hamil. Tau gitu dari beberapa minggu yang lalu udah gue cari cara buat gugurin anak itu!" geram Dito dengan suara lantang memenuhi sudut kamarnya.


Bella langsung terdiam di tempat, ia tidak menyangka bahwa lelaki baik yang beberapa minggu ini ia percayai ternyata tidak lebih dari seseorang yang juga memiliki maksud kepadanya.


"Jangan gitu Dit, Lo itu anak baik-baik. Jangan jadi perusak rumah tangga orang!" pesan Vino mewanti-wanti sepupunya itu.


Bella takut jika Dito bertindak seperti yang ia ucapan, oleh karena itu ia langsung berlari meninggalkan kamar Dito dan meraih tas selempang nya yang berada di atas sofa.


"Ucapan Lo memang benar Vin, gue emang nggak akan bisa memiliki Bella karena dia sudah menjadi milik Rael. Gue bakal hubungi Rael segera untuk memintanya menjemput Bella." ucap Dito yang telah meredam emosinya yang sesaat.


Di saat yang sama, Dito mendengar pintu rumah ditutup dengan keras. Seketika Ia berdiri dan melangkah keluar kamar untuk melihat kondisi Bella.


Namun Dito panik saat keberadaan Bella tidak kunjung ia temukan. Bahkan tas selempang yang biasa digunakan Bella sudah tidak ada lagi diatas sofa, tempat biasa ia meletakkan tas itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2