MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
BIANGKA DITANGKAP


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Pagi itu Bella terbangun dengan tubuh yang terasa mau remuk. Setelah meregangkan otot-ototnya, Bella memutuskan untuk mandi. Sedangkan Rael masih tertidur nyenyak tanpa terusik sedikitpun saat Bella melepaskan pelukannya.


Beberapa menit kemudian. Bella selesai mandi dan mengenakan pakaian rumahannya. Hari ini ia tidak memiliki kelas untuk di mengajar, oleh karena itu Bella lebih memilih untuk di rumah dan mengerjakan beberapa hal.


"Arrrggghh...Lepasin saya! Saya nggak mau masuk penjara!" teriak Biangka dari lantai bawa. Membuat Bella kaget dan begitu pula dengan Rael yang langsung terbangun. Suara Biangka memenuhi seisi rumah.


"Ada apa itu?" tanya Rael pada Bella. Ia mencoba untuk mengumpulkan semua nyawanya karena baru bangun.


"Aku juga nggak tau, kamu mending mandi dulu! Aku coba lihat ke bawa." ujar Bella yang sudah berdiri dari sofa dan melangkah keluar kamar. Sedangkan Rael hanya menjawab dengan anggukan.


***


Di teras rumah telah berkerumun banyak orang. Membuat Bella yang baru turun tangga langsung kebingungan. Ia menangkap sosok Mbok Iyem di sana dan langsung menghampirinya.


"Mbok, bu Biangka kenapa?" tanya Bella dengan serius.


"Nyonya Biangka di jemput polisi karena dilaporkan telah melakukan percobaan pembunuhan secara perlahan pada tuan Ken." bisik Mbok Iyem pada Bella. Bella pun mengangguk dan mengalihkan perhatiannya pada Biangka yang sudah di seret paksa oleh beberapa polisi untuk keluar dari rumah.


"Tolong lepaskan saya! Saya tidak berbuat apapun, kalian tidak berhak menyeret saya seperti ini!" sarkas Biangka yang masih belum sadar.


"Kami memiliki surat penangkapan untuk ibu!Jadi silahkan ibu ikut kami ke kantor dulu!" ujar salah satu polisi yang sudah memegang tangan Biangka.


"Apa-apaan ini? Kenapa Mami saya di seret begitu?" tanya Adelia yang baru saja turun dari mobil. Beberapa totebag ia hempaskan saja di tanah, terlihat bahwa ia baru saja pulang dari liburan. Adelia pun berlari ke arah Biangka.

__ADS_1


"Adel, tlong Mami! Mami nggak tau kenapa di jemput polisi begini!" pinta Biangka membuat Adelia kebingungan. Adelia pun melihat kehadiran Ken disana. Ken yang hanya menatap semua kejadian dihadapannya itu dengan wajah datar.


"Papi kenapa hanya diam saja? Kenapa tidak membantu Mami?" tanya Adelia tidak terima.


"Mami mu mencoba untuk membunuh saya secara perlahan dengan menukarkan obat saya. Pantas saja saya malah semakin drop dan tidak pernah sembuh. Kamu jangan mencoba untuk menghentikan polisi menahan wanita kejam itu, sudah cukup sabar saya menghadapi semua sikapnya selama ini. Kalau kamu mau saya usir dari rumah ini, silahkan berpihak pada Mami mu itu! Ikutlah dengannya ke penjara." tegas Ken dengan ekspresi marah. Adelia langsung melotot tidak percaya, perbuatan sang Mami sudah mengancam kehidupannya.


'Astaga, perbuatan Mami kali ini membuat hidupku ikut terancam kemiskinan. Aku tidak ingin ikut Mami ke penjara, mending aku berpura-pura tidak berpihak pada Mami saja. Dari pada semua kehidupan mewahku ini hilang dengan sekejap.' pikir Adelia dalam hatinya.


"Apa? Aku kecewa sama Mami. Mami sungguh jahat! Aku nggak tau menahu soal ini Pi, tolong jangan usir aku dari rumah." Ucap Adelia yang mampu membuat Biangka langsung menggeleng-geleng. Ken hanya diam, sedangkan Bella menangkap arti dari ucapan Adelia bahwa ia egois dan berusaha untuk bisa tetap tinggal di sini dengan mengorbankan sang ibu.


"Anak yang durhaka kamu ya! Kamu pikir dengan tidak berpihak pada Mami seperti itu akan menyelamatkan hidup mu. Tindakan jahat kamu juga akan terbongkar!" Sarkas Biangka membuat Adelia panik seketika. Ia takut jika Biangka membongkar perbuatan jahat yang telah ia perbuat pada Bella.


"Pak polisi, segeralah bawa Mami ke kantor. Aku nggak mau lagi lihat Mami yang jahat itu di sini! Kasihan Papi yang sudah diperlukan seperti itu." Ujar Adelia penuh drama.


'Untung saja kehidupan ku tidak ikut hancur atas perbuatan Mami. Aku harus segera membungkam mulut Mami agar tidak membongkar kejahatan ku.' gumam Adelia dalam hatinya sambil tersenyum devil. Ekspresi wajah itu sangat ditangkap jelas oleh Bella yang berdiri tidak jauh darinya.


"Kebanyakan drama nih cewek!" Gumam Bella tanpa sadar. Rael yang baru keluar kamar dan menghampiri Bella langsung bingung dibuatnya.


"Siapa yang banyak drama?" tanya Rael membuat Bella kaget.


"Aduh, kamu ngagetin aku aja. Yuk ke kamar dulu, ntar aku jelaskan." ajak Bella menarik tangan Rael kembali ke kamar. Meninggalkan beberapa orang yang masih berkerumun di teras rumah.


***


Bella mengarahkan Rael untuk duduk di sofa kamar.

__ADS_1


"Upaya ku untuk membongkar kejahatan bu Biangka ternyata sukses. Aku yakin sekali Kakek melaporkan kejahatannya itu pada polisi, sehingga polisi datang menjemput bu Biangka untuk dipenjarakan." jelas Bella dengan tersenyum senang.


"Waah syukur deh kalau begitu. Lalu siapa yang kamu bilang kebanyakan drama?" tanya Rael penasaran.


"Aduh aku bergumam secara tidak sadar. Adelia yang membuatku geram, ia tidak berpihak sama sekali pada ibunya karena tau bahwa kehidupannya akan terancam." ujar Bella sedikit kesal.


"Lalu bagaimana dengan Ayah mu? Ku lihat tadi ia hanya diam menatap kepergian bu Biangka, apa dia sedih?" tanya Rael kemudian. Bella langsung menggeleng.


"Aku rasa Ayah baik-baik saja. Ia mungkin hanya sedikit kecewa mendapati perbuatan Bu Biangka yang sangat kelewatan." jawab Bella dengan logikanya.


"Oh ya, aku sudah mengirimkan alamat email milik Cindy atau Jesica itu padamu. Kamu bisa mengirimkannya lansung pada Vino. Aku mendapatkan alamat email itu dari Riko, untung saja ia tau alamat email milik gadis itu. Aku ingin masalah ini juga cepat selesai, takutnya video itu tersebar dan membuat nama baik kedua keluarga kita rusak." jelas Bella membuat Rael langsung tersenyum senang.


"Waah terima kasih Bel, kamu betul-betul membantuku. Aku juga bersyukur karena kamu tidak marah sedikitpun padaku." ucap Rael yang masih tersenyum senang.


"Sama-sama Rael. Kalau begitu aku mau kebawa dulu ya. Hari ini aku mau masak sarapan buat kita. Kamu tunggu di sini ya." ujar Bella yang sudah berdiri dari sofa.


"Kamu mau masak sarapan? Emangnya kamu bisa masak?" tanya Rael membuat Bella terkekeh.


"Bisa dong, masa masak aja nggak bisa. Dulu waktu aku tinggal sama ibu, juga sering masak." jelas Bella sambil mengingat kenangan hangat nya bersama sang ibu.


"Baiklah Bel, aku tunggu di sini ya. Hati-hati masaknya, kalau ada apa-apa langsung panggil aku." pinta Rael tersenyum manis.


"Siap pak suami." jawab Bella dengan sangat bersemangat. Kali ini ia benar-benar bahagia, karena merasa satu persatu kejanggalan di hatinya mulai teratasi.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2