MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
KECEWA


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Setelah beberapa jam. Bella sampai di rumah dengan ekspresi datar. Saat memasuki kamar, Bella di sambut oleh Rael yang sudah menunggunya untuk makan siang.


"Kamu belum makan?" tanya Bella saat melihat hidangan di atas meja yang masih belum tersentuh sedikit pun.


"Belum Bel, aku nungguin kamu buat makan." ujar Rael sambil tersenyum hangat.


"Aduh maaf ya. Kamu jadi lambat makannya gara-gara aku." ucap Bella berekspresi sedih. Rael pun hanya menggeleng dan tersenyum manis.


"Nggak apa-apa kok Bel. Yuk sini makan siang bareng!" pinta Rael. Bella pun duduk di sebelah Rael. Makan siang mereka nikmati tanpa obrolan apapun.


Setelah meneguk air putih untuk menghindari makan siangnya. Rael yang sedari tadi menahan rasa penasaran akhirnya bertanya pada Bella.


"Apa yang dikatakan oleh kakek saat kamu ke sana Bel?" tanya Rael. Setelah meneguk air putih Bella pun menatap Rael dengan serius.


"Kakek bilang akan mengurus masalah ini tanpa melibatkan aku." ujarnya tidak bersemangat, membuat Rael mengerutkan dahinya tidak mengerti.


"Terus mengapa kamu lesu begitu?" bingung Rael.


"Aku cuma khawatir apakah masalah ini akan selesai atau tidak? Aku tidak ingin masalah ini selesai terlalu lama, kasihan Ayah." ujarnya mengutarakan isi hati.


'Bella memang berhati malaikat. Setelah apa yang dilakukan oleh Ken padanya, ia malah tetap memikirkan kebaikan untuk sang Ayah.' gumam Rael dari dalam hatinya.


"Kamu yang tenang saja. Aku yakin kalau kakek akan segera menindaklanjuti masalah ini. Sekarang kamu senyum dulu dong!" pinta Rael mencoba untuk menghibur Bella.

__ADS_1


"Makasih ya Rael, oh ya hari ini aku ada ngajar siang. Kamu ke kampus juga hari ini?" tanya Bella pada Rael.


"Kayaknya nggak deh, soalnya aku nggak ada kelas hari ini. Kamu mau aku antarkan ke kampus?" tanya Rael kemudian.


"Aku di antarkan pak Sudirman saja. Kalau pulang nanti aku nebeng sama Vini, kan dia bawa mobil." tolak Bella menatap Rael dengan tersenyum manis.


"Baiklah, kalau begitu apa sekarang kamu akan bersiap-siap ke kampus? Aku izin keluar nanti ya, soalnya mau ngumpul-ngumpul bareng Gibran dan Vino." ucap Rael membalas senyum manis Bella. Bella hanya mengangguk dan melangkah ke arah kamar mandi untuk bersiap-siap


***


Usai mengajar, Bella dan Vini memutuskan untuk berbelanja ke mall. Karena terlalu bersemangat Bella lupa untuk mengabari Rael bahwa ia akan pergi ke mall bersama Vini.


Setelah melihat dan membeli beberapa kebutuhannya. Vini dan Bella memutuskan untuk makan malam di salah satu restoran bali yang ada di mall itu. Baru saja memasuki area restoran, langkah Bella dan Vini terhenti. Matanya menangkap pasangan yang tengah menikmati hidangan restoran itu.


"Bukan, itu bukan suami gue! Gue baru ingat kalau masih ada urusan, kita pulang lagi yuk!" elak Bella yang menjauh dari area itu dengan manarik Vini. Ia tidak ingin Rael tau bahwa ia melihat semua yang di perbuat oleh Rael. Ada sedikit rasa sakit dan tidak nyaman di hati Bella, bahkan ia ingin sekali melabrak kelakuan sang suami. Tetapi Bella sadar bahwa mereka menikah di atas kebohongan, tentu saja Rael tidak akan mencintainya sepenuh hati. Mengingat bahwa Rael juga lelaki yang bad di kampus.


"Lah terus gimana makan malamnya? padahal gue ngidam banget sate lilit Balinya." tanya Vini tidak terima.


"Lain kali deh. Lain kali gue janji buat traktir lo!" ujar Bella sepenuh hati. Dengan terpaksa Vini pun mengalah dan menuruti permintaan sang sahabat. Mereka akhirnya menuju parkiran untuk segera pulang.


'Gue nggak tau Rael lagi makan dengan siapa. Tetapi kenapa dia harus berbohong? Kenapa nggak langsung bilang saja kalau pergi dengan wanita lain. Jujur hati gue terasa begitu sakit. Gue nggak terima Rael berbuat ini sama gue! Setelah apa yang terjadi pada kami, apa ia tidak memegang teguh janji dan menjaga kesucian pernikahan kami? Gue tidak habis pikir.' gumam Bella tidak mood sepanjang jalan.


Vini sebenarnya tau bahwa Bella tengah menyembunyikan sesuatu darinya. Vini juga yakin sekali bahwa yang tadi mereka lihat adalah suami Bella. Ingin sekali ia mengutarakan semua pertanyaan di otaknya, tetapi Vini mencoba menahan diri karena ia tau bahwa Bella tengah banyak pikiran. Vini tidak ingin membuatnya semakin tidak tenang.


***

__ADS_1


Tanpa Vini dan Bella sadari. Gibran dan Vino melihat kepergian mereka dari area restoran Bali tersebut. Tidak luput juga dari perhatian mereka tentang tatapan kekecewaan Bella yang menatap Rael dengan sangat kaget.


"Mampus nih bos! Bisa-bisa rumah tangga mereka hancur karena salah paham ini!" ujar Vino dengan panik. Mereka sebenarnya tengah melihat Rael dari jauh dengan wanita itu.


Sebenarnya beberapa jam yang lalu. Mereka bertiga mencoba untuk menyelesaikan masalah video yang mampu membuat Bella akan salah paham. Vino sudah membuat kesepakatan untuk mempertemukan Rael dengan Jesica, si gadis licik. Mereka juga mengatur akan memantau Rael dari jarak dekat tanpa sepengetahuan Jesica. Tetapi mereka tidak tau bahwa kejadian ini malah akan membuat rumah tangga Rael di ujung tanduk.


Awalnya pertemuan ini telah di rancang di restoran Genandra. Tetapi gadis licik itu malah memilih mall, ia tau bahwa restoran itu adalah milik Rael. Membuat nya tidak nyaman dan mengganti kesepakatan mereka. Sehingga Rael dan kedua sahabat nya itu hanya bisa mengalah. Mereka menyetujui permintaan nya untuk bertemu di area restoran bali yang ada di mall tersebut.


"Kita harus cepat selesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut lagi!" tambah Gibran dengan kesal.


Mereka tidak henti menatap Rael yang tengah berbincang serius dengan Jesica.


"Sebenarnya mau mu apa? Apa kamu mau uang, nanti biar ku transfer. Tapi tolong hapus video itu dan jangan sampai orang lain tau!" tegas Rael dengan suara dingin. Jesica malah terkekeh setelah meneguk jus di hadapannya.


"Hahaha... Kamu ada-ada saja Rael. Aku nggak butuh uang kamu, soalnya aku juga punya uang. Yang aku mau cuma kamu jadi milik aku!" Jawab Jesica dengan asal.


"Kamu mikir nggak sih sebelum ngomong? Aku ingatkan lagi kalau aku sudah menikah, kamu tidak bisa memiliki ku!" sarkas Rael kesal.


"Tetapi aku tau kalau kalian menikah atas kebohongan. Kalian menikah karena terpaksa oleh kondisi, aku yakin sekali bu Bella tidak sepenuhnya mencintai mu. Mending kamu sama aku saja yang sangat mencintai mu sedari dulu!" Dengan santainya Jesica berucap penuh senyum manis.


"Gue nggak habis pikir dengan sikap lo yang nggak pernah berubah Jesica! Walau Bella nggak sepenuhnya mencintai gue, gue lah yang akan mencintainya dengan sepenuh hati. Jadi gue harap lo nggak usah ganggu pernikahan kami! Lo janji bakalan hapus video itu kalau gue bisa ketemu dan makan bareng lo, sekarang hapus! Atau gue menyelesaikan hal ini dengan cara kasar!" Tegas Rael dengan muak. Ia mendobrak meja sedikit keras, membuat perhatian beberapa orang di sekitarnya teralihkan padanya. Jesica merasa malu ulah kelakuan Rael, tetapi ia tetap mencoba santai dan tersebut devil.


"Benar! Aku nggak pernah berubah. Aku selalu mencintaimu sepanjang hari dari beberapa tahun yang lalu. Untuk video itu aku berjanji jika kamu mau jadi pacar aku, kalau tidak mau ya sudah! Kamu jangan kasar-kasar sayang, kalau kamu tidak ingin aku juga berbuat kasar pada istrimu itu!" bisik Jesica pada Rael. Rael sudah kehabisan kesabaran, ia mendobrak meja sekali lagi dengan kesal.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2