
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Seperkian menit kemudian semuanya bersorak gembira. Bella dan Rael kaget mendapati reaksi dari semua anggotanya.
"Waah kami turut bahagia dengan penyatuan kalian bos. Sehingga kami semua tidak perlu lagi bermusuhan. Kami dari Violet Latera menyambut hangat anggota Swaq partner." ujar Riko dengan sangat bahagia. Jingga dan yang lainnya tidak percaya bahwa Riko berucap seperti itu. Bagaimana tidak ia adalah orang yang paling memusuhi Swaq partner sejak lama, bahkan selalu menghasut anggota lainnya.
'Kok Mas Riko bisa berubah cepat seperti itu? Apa dia betul-betul sudah menerima pernikahan mbak Bella? Sungguh aku menaruh curiga.' gumam Jingga dalam hatinya.
"Kami dari Swaq partner juga menyambut hangat penyatuan ini." ujar Gibran mewakili para anggota. Kegugupan Bella akhirnya bisa teratasi saat melihat semua anggota mendukung mereka.
"Terimakasih atas dukungan dan pengertian dari kalian semua. Sekarang mari kita makan hidangan yang telah di siapkan. Makanlah sepuas kalian, karena ini adalah pesta pernikahan kami." ujar Bella yang akhirnya bersuara. Dimatanya terdapat air mata haru.
"Hore!!" sorak semua anggota yang akhirnya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang makan dan ada juga yang saling ngobrol. Bella bersyukur hari ini tidak terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.
***
Dilain sisi. Jingga menghampiri Riko dengan Gibran yang ada di sampingnya.
"Mas, aku mau jujur soal hubungan kami. Aku udah pacaran sama Gibran." ujar Jingga pada Riko. Ia menghormati Riko sama dengan ia menghormati Bella, oleh karena itu Jingga tidak ingin Riko tau hubungan yang ia jalani kini dari orang lain.
"Bagus itu, kamu jaga baik-baik Jingga ya Gib. Jangan sampai menyakiti hatinya, kalau saja itu terjadi saya tidak akan tinggal diam." tegas Riko tersenyum hangat. Ntah mengapa Jingga malah di buat kaget, ia tidak percaya bahwa Riko bisa berucap seperti itu.
"Siap Mas, saya akan menjaga Jingga dengan baik." jawab Gibran dengan sedikit kikuk.
"Kamu tunggu di sini dulu ya Gib! Aku mau bicara sebentar sama Mas Riko. Penting soalnya." titah Jingga yang hanya di jawab anggukan oleh Gibran. Jingga menarik Riko ke sudut ruangan.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih Mas? Kok bisa-bisanya kamu berubah seperti itu, kayak ada yang aneh saja. Kamu menyembunyikan sesuatu dari kami?" tanya Jingga mengintrogasi Riko.
"Aku nggak kenapa-kenapa Jingga. Perasaan kamu aja yang salah, lagian aku bersyukur dengan penyatuan ini kita nggak lagi bermusuhan." ujar Riko tersenyum manis.
"Lah apa-apaan itu. Kok Mas bisa tersenyum manis? Mas salah minum obat?" tanya Jingga kaget.
"Sebenarnya aku juga punya hubungan dengan salah satu anggota dari Swaq partner. Selama ini aku berpura-pura sangat dendam pada mereka agar kalian tidak tau hubungan ku dengan gadis itu. Kamu tau sendiri kalau aku orang yang pemalu dan malu untuk jujur." jelas Riko kemudian. Ia mengalah dan akhirnya memilih untuk cerita. Karena bagaimanapun ia akan menutupinya dari Jingga, tetap saja gadis itu akan tau dan terus bertanya.
"Lah sekarang kok jujur?" tanya Jingga bingung.
"Kamu itu cerewet, tau nggak! Pusing aku dengar semua pertanyaan itu." ujar Riko mengacak rambut Jingga dengan tersenyum hangat.
"Aku ikut bahagia dengan perubahan mu itu Riko." tiba-tiba saja Bella datang dari belakang Riko. Mereka berdua sangat kaget dan langsung terdiam.
"Mbak mendengar nya?" tanya Jingga kikuk.
"Mbak aku ke sana dulu ya, soalnya Gibran udah nunggu dari tadi." pamit Jingga.
"Okey Jingga, tolong bilang ke Gibran kalau Rael menunggu nya di taman belakang. Katanya ada urusan yang penting untuk di bahas." titah Bella kemudian, yang di angguki oleh Jingga. Usai kepergian Jingga, Bella pun mengalihkan perhatian nya pada Riko yang masih stay berdiri di sudut ruangan.
"Kok kamu diam-diam saja si Rik? Udah ayuk kenalin aku sama pacar kamu itu, ayuk!" tarik Bella pada lengan Riko.
"Aduh Bel, jangan gitu dong. Aku malu nih!" bisik Riko membuat Bella tidak mau menghentikan aksinya menarik Riko ke tengah ruangan.
"Pokoknya kenalin aku sekarang juga sama pacar kamu. Ayuk!" tegas Bella yang tidak akan bisa di bantah. Riko akhirnya mengalah dan mengikuti apa yang di pinta oleh Bella.
__ADS_1
'Udah kayak punya dua adik perempuan saja gue. Yang satu sungguh cerewet, yang satu lagi nggak pernah mau dibantah dan harus di turuti maunya. Ampun kalau tiap hari harus bertemu mereka.' gumam Riko dalam hatinya.
***
Di taman belakang camp. Rael, Vino dan Gibran sudah mengumpul. Mereka melihat sekeliling agar tidak ada yang menguping pembicaraan penting ini. Vino mengeluarkan handphonenya kemudian.
"Ini adalah gadis itu. Gadis cupu dari fakultas kedokteran. Ia ternyata diam-diam suka sejak lama dengan mu Rael. Apa kamu mengingat nya? Karena dari data yang aku temukan, ia dulu satu sekolah dengan mu." ujar Vino dengan serius. Rael menatap saksama wajah gadis itu, tetapi sama sekali ia tidak pernah ingat pernah bertemu dengannya.
"Wajahnya seperti familiar, hanya saja aku tidak pernah bertemu dengan gadis ini. Mengapa ia bisa menyukai ku bahkan kami belum saling mengenal?" tanya Rael bingung.
"Siapa sih yang nggak tau sama lo Rael? Lo itu anak yang punya yayasan kampus, Lo juga yang punya restoran depan kampus. Anak kampus mana lagi yang nggak kenal sama lo?" jelas Gibran memberikan pernyataan.
"Hehe iya juga sih. Tapi kenapa ia senekat itu bisa mengancam kita? Apa ia tidak tau bagaimana kekuasaan kita?" ujar Rael sombong. Gibran menonjok lengan Rael keras.
"Kekuasaan pala mu! Urusan dengan wanita tidak bisa memakai kekerasan seperti tawuran geng motor. Kita harus mencari cara baik dan tenang agar ia tidak menyebarkan video itu!" Ucap Gibran memberi nasehat.
"Benar juga ucapan mu Gib, kita tidak bisa sampai salah jalan. Bisa-bisa dia mengamuk dan membeberkan video ini. Istrimu pasti salah paham nantinya Rael." tambah Vino dengan suara serius.
"Gue nggak bakalan mau itu terjadi. Bella pasti sakit hati kalau dengar ucapan gue itu, lo berdua haru bantu gue buat menyelesaikan masalah ini." pinta Rael dengan penuh harap.
"Hala... Kalau susah aja minta tolong nya lembut banget. Tapi kalau pas senang mah, berasa babu gue!" ejek Gibran membuat Vino hampir terkekeh.
"Masa teman susah lo ngomongnya begitu. Ini namanya cinta persahabatan, kalau susah sama-sama susah. Kalau senang ya sama-sama senang." ucap Rael sok-sokan bijak.
"Kalian berdua sama-sama saja. Sebelas dua belas kalau udah ngomongin susah senang. Yang penting kali ini kita harus cepat bertindak sebelum video ini tersebar." ujar Vino menjelaskan.
__ADS_1
"Besok kita ngumpul di camp restoran gue sehabis dari kampus. Kita akan bahas ini lagi nanti." putus Rael kemudian. Gibran dan Vino pun hanya mengangguk mantap. Mereka pun kembali ke dalam ruangan camp dengan ekspresi biasa saja agar semua anggota tidak menaruh curiga, terutama Jingga dan Bella.
BERSAMBUNG.....