
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Sebagaimana janji Rael pada Bella di siang tadi. Malam ini akhirnya Bella dan Rael dinner di restoran yang diinginkan Bella semenjak beberapa hari lalu.
"Apa kamu senang?" Tanya Rael saat mereka tengah menyantap hidangan yang telah mereka pesan.
"Tentu aku senang, karena aku sudah sangat mengidamkan bisa makan di restoran ini." Ujar Bella disela-sela makannya. Senyum lebar terpancar di wajahnya semenjak datang ke restoran itu.
"Oh ya, 6 minggu lagi aku akan wisuda. Aku, Gibran serta Vino ternyata lulus dihari yang sama. Sungguh hal yang menyenangkan. Dan aku ingin kamu tampil menjadi yang paling cantik di waktu itu." Pinta Rael mendapat anggukan dari Bella. Namun sebuah hal jahil muncul dipikirkannya.
"Syukur kalian bisa wisuda bersama. Semoga saja kamu menjadi lulusan terbaik dengan nilai yang bagus. Apakah sekarang aku tidak cantik?" Tanya Bella dengan ekspresi yang ia buat-buat kesal. Padahal tujuannya hanya untuk mengerjai Rael.
"Aduh bukan begitu maksudku, itu kan acara yang spesial sayang. Aku hanya ingin orang lain tau bahwa wanita yang menjadi pasanganku adalah wanita paling cantik di dunia ini. Jangankan sekarang, ketika kamu baru bangun tidur saja sudah sangat cantik." Jujur Rael membuat Bella tersipu malu. Suaminya ini sungguh pandai menggombal dan membuat dirinya seolah-olah terbang melayang.
"Baiklah, aku akan tampil seperti yang kamu inginkan. Tapi sebelum kamu wisuda, aku ingin menyelesaikan masalah kita dengan Jesica terlebih dahulu. Tidak baik berlama-lama membuatnya terus memendam dendam terhadap kita." Pinta Bella saat teringat akan masalah yang tengah mereka hadapi. Rael langsung mengangguk dan sesekali menyantap makanannya dengan nikmat.
"Aku setuju dengan mu Bel, bagaimanapun masalah ini akan menjadi besar bila Jesica masih nekat melakukan hal lainnya yang dapat merugikan kita." Jawab Rael sambil tersenyum pada Bella yang ada dihadapannya.
__ADS_1
"Lalu apa planing mu setelah wisuda?" Tanya Bella yang sedikit penasaran.
"Aku akan menyerahkan semua urusan restoran Genandra padamu dan mulai bekerja di perusahaan Ayah. Di sana aku akan belajar berbisnis dan bila sudah handal, kan ku buat perusahaan baru." Jawab Rael mengungkapkan semua isi planing nya. Mendengar ucapan Rael membuat Bella sedikit kaget.
"Aku? Mengapa kamu menyerahkan wewenang restoran itu padaku? Aku tidak mengerti banyak hal tentang restoran itu Rael. Untuk urusan cafe Latera saja, aku serahkan semuanya pada Jingga, kerjaku hanya menghitung keuangan." Tolak Bella yang malah mendapatkan senyuman dari Rael.
"Kamu bisa meminta bantuan Jingga untuk membantumu mengelolanya. Aku hanya ingin restoran dibawa pengawasan mu, karena satu-satunya orang yang ku percayai hanyalah kamu. Lagi pula setelah bekerja di perusahaan Ayah, aku ingin fokus dan tidak ingin teralihkan oleh apapun. Apa boleh aku memintamu untuk berhenti bekerja? Aku sudah bisa memberi mu nafkah kok." Ungkap Rael dengan berhati-hati dalam berucap, takut jika Bella salah paham atas maksudnya.
Tentu permintaan Rael itu membuat Bella sangat kaget. Bahkan kali ini membuatnya tidak berselera makan. Setelah satu suapan terakhir masuk ke mulutnya, Bella meletakkan sendok nya kembali di atas piring dengan sedikit bertenaga. Suara yang dihasilkan piring dan sendok itu membuat Rael sedikit kaget. Ia dapat menangkap ekspresinya tidak suka Bella saat menatapnya.
"Tidak begitu sayang. Menjadi seorang istri saja tidak lah buruk Bel. Niatku hanya ingin kamu mengolah bisnis-bisnis kita dengan cara mengawasinya tanpa harus membuat mu lelah. Aku tidak suka melihat kamu kelelahan setelah mengajar." Jelas Rael yang juga ikut menghentikan makannya. Tetapi bagaimanapun Bella tidak bisa berfikir tenang saat ini, meski ia tau niat Rael pasti sangat baik untuknya.
"Ah sudahlah, aku tidak ingin berhenti bekerja dan juga mengelola restoran mu itu! Kamu harus tau satu hal bahwa aku bekerja bukan untuk uang tetapi ingin membanggakan ibu yang dulunya sangat ingin melihatku berseragam dosen. Aku lelah? Itu wajar karena menjadi seorang dosen memang tidak mudah, tetapi itu sekarang sudah menjadi kesenangan tersendiri bagiku. Meski kamu suamiku tetap saja kamu tidak berhak memerintah ku seperti itu. Aku paham niat baikmu, kita tidak usah membahas ini lagi." Ujar Bella panjang lebar menjelaskan kepada Rael bahwa ia tidak menerima permintaannya.
Bella tau hal yang lakukan nya sekarang adalah dosa, karena tidak mau mendengarkan permintaan sang suami. Tetapi jujur saja Bella sangat egois kalau berhubungan dengan pekerjaannya ini. Ia tidak mau melepaskan begitu saja pekerjaan yang telah ia idamkan sejak kecil itu.
Bella pun berdiri dari kursinya dan menatap Rael datar. "Ayo pulang, aku sudah tidak selera makan." Ajak Bella yang sudah melangkah dahulu. Meninggalkan Rael yang diam mencerna setiap ucapan Bella tadi.
__ADS_1
'Aku tidak ingin kamu salah paham Bel. Aku meminta semua itu hanya demi kebaikan kamu. Tetapi jika itu sudah keputusan mu, aku harus gimana lagi?' gumam Rael yang akhirnya mengejar Bella setelah membayar pada kasir.
Di dalam mobil Bella masih saja diam tanpa ekspresi. Hatinya berkecamuk, meski telah menolak dengan mentah permintaan suami tetap saja ia merasa tidak enak karena ia tau bahwa Rael pasti berniat baik padanya. Bahkan sesekali Bella menangkap ekspresi Rael yang begitu kecewa karena niat baiknya di tolak mentah-mentah, membuat Hati Bella sedikit tersentil saat melihat itu.
Sedangkan Rael yang tengah menyetir ikut diam tanpa bersuara, karena tidak mau lagi merusak mood Bella atas ucapannya. Meski begitu ia merasa kecewa karena permintaannya pada Bella tidak langsung di setujui. Rael malah merasa Bella belum sepenuhnya yakin dengannya, oleh karena itu Rael bertekad untuk lebih semangat menunjukkan kepada Bella bahwa ia bisa menjadi suami yang baik untuk istrinya dan rumah tangga mereka.
"Aku mau berhenti bekerja bila tuhan telah ngasih kita momongan. " Ucap Bella yang tiba-tiba. Dengan sangat kaget Rael langsung menghentikan mobilnya tanpa aba-aba, untung saja tidak ada pengendara lain dibelakang mereka. Ia merasa tidak percaya dengan ucapan Bella barusan.
"Kamu setuju Bel? Waah aku sangat senang sekali." Sorak Rael yang langsung memeluk sang istri yang berada di sampingnya.
"Aku tidak bilang sekarang Rael. Aku hanya bilang kalau aku sudah hamil. Sebelum itu kamu harus memberiku waktu untuk menikmati pekerjaanku saat ini. Maaf jika aku mengecewakan mu tadi, tapi jujur saja pekerjaan ini adalah mimpiku semenjak kecil. Ibu juga sangat bangga jika ia bisa melihatku saat ini." Ujar Bella dengan sendu. Setelah banyak pertimbangan akhirnya ia menyetujui permintaan Rael meski itu sangat berat untuknya.
"Terimakasih Bella, maaf jika aku terlalu memaksa." Ucap Rael begitu senang sampai ia berulang-ulang menciumi wajah Bella sampai sang empu merasa kegelian.
"Berhenti Rael, ayuk jalankan mobilnya. Ini terlalu berbahaya karena berhenti ditengah jalan." Ujar Bella mendorong Rael yang masih merangkulnya. Real yang kesenangan pun akhirnya kembali menjalankan mobil dengan sebelah tangan. Karena tangannya yang satu lagi menggenggam erat tangan Bella. Menyalurkan rasa bahagia yang ia rasakan. Sedangkan Bella masih sedikit sedih karena harus memutuskan hal itu.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1