MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
WANITA SIMPANAN


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Setelah bertanya Bella pun mengalihkan pandangannya dari foto tersebut dan memilih untuk memperhatikan beberapa foto yang masih berjejer di dinding. Tatapan Bella terkunci pada sebuah foto yang memperlihatkan betapa bahagianya sebuah keluarga kecil diwaktu itu.


"Diwaktu itu kamu tampak begitu dekat dengan Ayah. Lalu mengapa sekarang sudah tidak?" Tunjuk Bella pada foto itu yang memperlihatkan Rael kecil tengah digendong oleh sang Ayah.


"Aku tidak mau membahas itu." Singkat Rael dengan wajah malas.


"Ayolah Rael, katamu aku kesini untuk lebih mengenal masa lalu mu. Lalu kenapa saat aku bertanya kamu tidak mau bercerita? Ayolah ceritakan." Pinta Bella memohon kepada sang suami.


"Ya sudah, baiklah aku akan bercerita. Tetapi sebelum itu aku ingin menunjukkan sesuatu kepada mu." Ujar Rael yang akhirnya mengalah kepada Bella yang terus memaksa nya untuk bercerita.


Rael mengarahkan Bella untuk duduk di sofa ruangan itu. Ia melangkah ke arah sebuah nakas dan mengambil kotak kayu dari dalamnya. Bella mengerutkan dahinya melihat kotak kayu itu digembok dan tampak sudah begitu lama. Rael kembali mendekat ke arah Bella dan ikut duduk di samping istri nya.


"Kotak apa ini?" Tanya Bella yang begitu penasaran.


"Kotak ini berisi semua kebusukan Ayah yang membuat Ibu meninggal dunia." Ungkap Rael membuat Bella terbelalak kaget. Ia tidak percaya dengan ucapan Rael yang mengatakan bahwa Haris lah penyebab ibu mertuanya itu meninggal dunia.


"Maksud kamu Ibu mertua meninggal karena Ayah?" Tanya Bella memastikan. Rael mengangguk sambil mencoba untuk membuka kotak kayu itu.

__ADS_1


"Dulu, waktu aku berumur 5 tahun, untuk pertama kalinya aku mendengar Ibu dan Ayah bertengkar. Meski tidak begitu jelas terdengar, tapi aku bisa menangkap obrolan mereka yang mempermasalahkan bahwa Ayah menyembunyikan sebagian gajinya tanpa sepengetahuan Ibu demi wanita lain. Semenjak itu juga aku begitu takut dan berfikir bahwa Ayah dengan Ibu akan berpisah. Namun seiringnya waktu masalah itu tidak lagi terdengar, Ibu dan Ayah tidak lagi bertengkar soal uang itu. Aku juga sedikit melupakannya, tetapi setelah umurku menginjak 19 tahun, Ibu dan ayah kembali berdebat dan aku menemukan fakta bahwa Ayah memiliki wanita simpanan di luaran sana bahkan wanita itu sudah memiliki anak yang hampir seumuran denganku. Ibu juga tau soal itu, karena sudah terselimuti amarah, Ibu memutuskan untuk bunuh diri tanpa sadar bahwa yang ia lakukan telah menghancurkan hidupku sampai saat ini. Bayi di dalam kandungan ibu pun tidak terselamatkan. Oleh karena itu aku membenci Ayah, semua yang terjadi adalah salahnya!" Jelas Rael panjang lebar membuat Bella semakin tidak percaya bahwa seorang yang baik seperti Haris bisa mengkhianati anak dan istrinya.


"Tetapi kan ayahmu itu adalah lelaki yang baik dan sangat penolong." Ujar Bella mengutarakan pendapatnya.


"Dari mana kamu tau kalau Ayah orang yang seperti itu? Kan kamu juga baru mengenalnya beberapa bulan ini." Tanya Rael karena merasa seolah-olah Bella berucap telah mengenal Ayah nya beberapa tahun.


"Kan ayah yang telah menolong aku dan Ibu. Bahkan dari aku masih kecil, Ayahmu selalu ada untuk kami. Kalau bukan pertolongan Ayahmu sudah jelas saat ini aku bukan siapa-siapa dan mungkin tidak akan bertemu denganmu." Ungkap Bella membuat Rael mengerutkan dahinya.


"Oh ya, mengapa aku sebelumnya tidak tau? Apakah lagi yang lelaki itu lakukan untuk membuat namanya semakin dermawan dimata semua orang? Padahal aslinya untuk berperilaku baik pada anak dan istrinya saja ia sudah gagal." Geram Rael dengan kesal.


"Hush... Kamu nggak boleh bicara seperti itu. Bagaimanapun Ayah tetap lah ayahmu. Yang terpenting sekarang kamu berusaha lah untuk memaafkan kesalahannya dan mengikhlaskan kepergian Ibu. Kalau kamu masih terbelenggu kebencian, tanpa sadar kamu sendirilah yang menghancurkan hidupmu itu." Nasehat Bella membuat Rael terdiam dan sedikit berfikir bahwa yang diucapkan oleh istrinya itu benar adanya.


"Memang kebenaran seperti apa yang kamu harapkan setelah bertemu dengan mereka?" Tanya Bella penasaran.


"Aku tidak ingin melihat kehidupan mereka bahagia dan tenang. Sebagai pedihnya penderitaan aku dan Ibu, aku akan membuat kehidupan mereka ikut hancur." Geram Rael kembali membuat Bella merasa takut jika suaminya ini akan kehilangan kendali bila suatu saat nanti ia bertemu dengan wanita dan anak dari simpanan Haris.


"Aku berdoa kamu tidak akan bertemu dengan mereka." Harap Bella membuat Rael mantapnya bingung.


"Kenapa begitu? Kok kamu malah mengharapkan yang sebaliknya?" Tanya Rael penasaran.

__ADS_1


"Ya, agar kamu tidak membuat suatu kesalahan. Karena menghancurkan kehidupan seseorang itu adalah perbuatan yang jahat. Aku tidak ingin kamu menjadi orang yang jahat." Ungkap Bella menatap Rael dengan yakin.


"Tetapi doamu mungkin tidak akan terwujud, karena aku memiliki foto wanita dan anaknya itu. Meski itu foto lama tetapi beberapa suruhan ku pasti bisa dengan mudah mendapatkan nya. Nih lihat fotonya!" Jelas Rael memperlihatkan selembar foto pada Bella.


Bella melihat foto itu dengan ekspresi kaget. Tiba-tiba ia terdiam dan terpaku seketika. Bahkan saat Rael menyerahkan foto itu padanya, ia tidak menyambut sama sekali.


"Ini foto siapa?" Tanya Bella memastikan kepada Rael. Ia menatap sendu ke arah lelaki itu. Tanpa terasa air matanya mengalir membanjiri pipinya.


"Ini adalah foto wanita dan anaknya itu. Kamu kok tiba-tiba nangis sih? Apa ada yang salah dengan foto ini." Bingung Rael mendapati reaksi Bella.


"Apa kamu yakin?" Tanya Bella sekali lagi.


"Tentu aku yakin, karena Ibu yang menemukan foto ini sebelum ia meninggal dunia. Bahkan foto ini ditemukan di samping ibu yang sudah terkulai lemas usai meminum satu botol obat tidur." Jelas Rael membuat Bella menutup mulutnya dengan tangan. Ia sungguh kaget dan merasa begitu tidak percaya dengan kenyataan yang diucapkan oleh Rael.


"Tidak mungkin wanita ini adalah simpanan Ayah mu Rael!" Tegas Bella yang sudah berdiri dari duduknya. Ia mengeleng-geleng mendapatkan kenyataan itu. Air matanya pun masih mengalir deras. Bahkan sedikit isakkan ia coba tahan agar ucapannya lebih terdengar jelas saat di ucapkan.


"Mengapa kamu berucap seperti itu? Dan kenapa juga reaksi mu berlebihan sekali? Itu membuatku bingung Bel, sebenarnya ada apa ini?" Tanya Rael yang kembali meletakkan foto itu ke dalam kotak kayu dan memilih untuk ikut berdiri juga. Ia mencoba untuk menenangkan Bella yang sudah semakin terisak.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2