
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Thomas, lelaki suruhan Adelia itu memaksa masuk ke kamar hotel milik Bella. Ia dengan tatapan mesumnya mendorong pintu itu dengan paksa, membuat Bella tersungkur ke lantai, sangat kasar.
"Ka...mu siapa?" tanya Bella terbata-bata. Ia merasa tubuhnya begitu lemah, di tambah lagi pinggangnya berasa mau copot karena tersungkur.
"Ternyata kamu gadis yang cantik, mulus dan seksi." ujar Thomas masih dengan tatapan mesum. Ia jongkok dan menyentuh dagu Bella yang masih terduduk di lantai. Bella pun langsung menolak dengan kasar, mencoba mundur, meski rasa tubuhnya mau remuk.
"Jangan dekati saya!" sarkas Bella dengan emosi. Melihat Bella yang jual mahal, membuat Thomas pun semakin ingin melakukan segera hal bejat yang di suruh Adelia padanya dengan cara paksaan.
"Kamu akan menjadi milikku malam ini cantik!" ujar Thomas dengan suara mesumnya. Thomas mendekati Bella, mencoba untuk membuka pakaian tidur yang di pakai Bella. Namun, dengan sekuat tenaga Bella menendang perut Thomas dengan kakinya.
"Tolong!" teriak Bella, mencoba bangkit dan hendak berlari menuju pintu. Mungkin karena masih dalam pengaruh obat, Bella merasa tubuhnya masih begitu lemah. Ia sudah terisak, baru saja tadi sore ia mendapatkan tindakan yang tidak enak dari lelaki, sekarang malah terulang lagi. bahkan kini bisa menghancurkan kehidupan nya.
Melihat Bella yang mencoba kabur membuat Thomas geram, di tambah dengan perlakuan kasar Bella padanya. Thomas pun memaksa Bella dengan menggendongnya ke atas tempat tidur. Teriakkan Bella tidak ada henti-hentinya, sampai akhirnya Thomas muak dan menyobek pakaian tidur Bella penuh emosi. Setelah menyobeknya pun Thomas menyumpal mulut Bella dengan kain tersebut, sehingga tidak bisa lagi teriak dan orang-orang di luar kamar hotel tidak akan bisa mendengarnya. Bella meronta-ronta, ia mencoba melawan meski tubuhnya mau remuk. tangis Bella tiada hentinya.
Bella kini sudah tidak memakai baju tidur, hanya terdapat bra yang menutupi dadanya. Thomas meneguk Saliva nya menahan hasrat saat melihat kulit putih mulus milik Bella. Namun, sekian detik kemudian, Thomas tersungkur ke lantai dengan keras, sebagaimana Bella tadi. Di hadapannya Bella dapat melihat Rael dengan wajah penuh amarah, yang juga menatap Bella yang tengah tanpa baju. Tatapan nya pun kemudian beralih pada Thomas yang masih stay di lantai mengerang kesakitan ulah tendangan Rael.
"Apa yang kau lakukan pada kekasih ku banj*ngan?" sarkas Rael. Ia mendekatinya, kemudian terus menerus memukul Thomas.
Bella yang sudah terlepas dari Thomas pun meraih selimut untuk menutupi tubuhnya, dan juga mengeluarkan kain yang ada di mulutnya. Bella dengan terisak menyaksikan Rael yang penuh emosi menghajar lelaki yang tidak ia kenali itu.
__ADS_1
Thomas dengan tubuh atletisnya, tentu tidak mau kalah. Ia melayangkan pukulan demi pukulan tetapi Rael dengan lincah berhasil mengelak. Merasa kondisinya tengah tidak aman, Thomas pun dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Rael agar tersungkur ke lantai, hal itu membuat handphone di saku Rael ikut terjatuh. Thomas yang melihat handphone Rael tengah merekam vidio, ia mengambil nya dan berlari keluar kamar, Rael yang tidak terima pun bangkit dan hendak mengejarnya.
"Rael..." Hanya itu kalimat yang keluar dari mulut Bella, hingga akhirnya ia pingsan di atas tempat tidur. Rael yang melihatnya pun tidak tinggal diam, ia bergegas ke atas kasur. Tanpa pikir panjang Rael pun membuka baju kemeja yang tengah ia pakai untuk menutupi tubuh Bella yang kini tanpa pakaian.
"Bel, kamu kenapa? Ayuk bangun." ujar Rael dengan wajah khawatir menepuk-nepuk pipi Bella. Rael berniat untuk membawa Bella keluar dari kamar hotel menuju rumah sakit. Namun, baru saja ia hendak menggendong Bella, beberapa orang dengan di ikuti reporter pun memasuki kamar itu.
Rael kaget dan tidak tau apa-apa, bahkan ia tidak sadar jika atasan nya tengah terbuka. Menampilkan roti sobeknya yang kotak-kotak itu.
"Apa yang tengah kamu perbuat pada cucu saya?" sarkas Arya penuh emosi. Rael pun mengerutkan dahinya, ia merasa baru menolong Bella bukan nya habis berbuat sesuatu. Namun, Seperkian menit kemudian ia sadar melihat tubuhnya yang tidak memakai atasan dan tengah memeluk Bella. Rael pun ikut-ikutan mengambil selimut Bella dan kemudian menutupi tubuh mereka.
"Ini tidak seperti yang bapak pikirkan! saya akan jelaskan!" ujar Rael dengan tampang bingung. para wartawan terus memotret, membuat nya jengah.
"Kau lihat cucu mu itu, si gadis polos dan suci yang terus kau banggakan!" perkataan Adelia dengan tersenyum devil. Meski ia sedikit kebingungan, karena bukan Thomas yang berada di sebelah Bella namun lelaki bermotor yang sering ia temui saat mengantarkan Bella pulang. Arya yang mendengar itu sedikit tidak percaya, namun kenyataan menamparnya. Bella membuat nya malu serta harga dirinya jatuh di hadapan semua orang.
"Tuan." ucap Rahman yang baru memasuki kamar tersebut. Saat di mobil tadi, Arya menelpon Rahman agar mengikutinya ke hotel XX, ia tidak mempercayai Adelia sehingga ia merasa akan membutuhkan Rahman nantinya.
"Iya Rahman, ada apa? bisa kau selesaikan ini?" tanya Arya. Sedangkan Biangka dan Ken sama-sama terkejut menyaksikan dua sejoli yang berada di atas kasur tersebut.
"Sebenarnya lelaki yang di sebelah Bella tersebut adalah putra dari Haris Genandra. Meski ini sebuah kesalahan, tetapi bisa membawa perubahan baik bagi kedua keluarga dan perusahaan. Apalagi jika menyatukan mereka berdua. Hubungan Genandra dan Wijaya akan semakin kuat!" bisik Rahman pada Arya, yang membuat nya lansung memiliki ide.
"Jika ucapan mu benar Rahman, aku akan sangat berterima kasih pada Bella." jawab Arya yang kemudian memerintahkan rahman agar membawa reporter untuk keluar dari kamar itu.
__ADS_1
"Kami tidak melakukan apapun, kalian salah paham. Tadi ada seorang lelaki yang akan memperkaos Bella dengan paksa, dan aku menolongnya. Bahkan Bella sekarang tengah tidak sadarkan diri, seharusnya segera di bawa ke rumah sakit! Jika ingin bukti, lihat saja pada Cctv di hotel ini!" jelas Rael saat melihat Arya, Biangka, ken serta Adelia mendekati nya.
"Sudahi ucapan bohong mu itu! Kau sudah menodai kesucian anakku, sebaiknya bertanggung jawablah! Kau pacarnya bukan?" Kali ini bukan Arya yang berucap melainkan Ken dengan wajah tidak terima. Meski sedikit kaget, melihat perhatian Ken. Tetap saja Adelia dan Biangka menyukainya.
"Memang benar aku pacarnya, tetapi..." jujur Rael, ucapan nya malah di sangga oleh Arya.
"Lalu menunggu apa lagi? Kau harus menikahi cucu ku sekarang juga! Di sini sudah ada Ayah nya. soal mahar, kau bisa memakai apa yang kau bawa sekarang saja! Aku akan memerintahkan anak buah ku untuk segera membawa penghulu ke sini. Jangan berfikir untuk mengelak atau kabur, karena jika itu terjadi aku akan memasukkan mu ke dalam penjara! Biangka dan Adelia jaga Bella di kamar ini sampai siuman, kan ku booking kamar sebelah untuk ijab kobul sebentar lagi. Dan kau, pakailah pakaian mu kembali!" tegas Arya yang kemudian keluar dari kamar itu. Rael merasa takut atas ucapan Arya yang tidak main-main, ia mengenakkan kembali kemeja yang tadi ia kenakan pada Bella. kemudian menutupi seluruh tubuh Bella dengan selimut.
Rael menatap dalam-dalam gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa ia jelaskan. 'Apa benar aku akan menikahi mu di saat kondisi mu yang tengah tidak sadar begini? apa kau akan menerima ku sebagai suami?' pikir Rael dengan harap yang tinggi. Ia pun bangkit dan hendak melangkah ke arah pintu.
"Kau lelaki bejat yang kurang ajar! kalau saja aku tidak lumpuh, sudah ku pastikan kau akan mati di tangan ku!" Sarkas Ken yang masih tidak terima.
"Saya sudah bilang, kami tidak melakukan apapun! Kalau tidak percaya, mari kita lihat Cctv di hotel ini!" ajak Rael pada Ken.
"Hala, gaya mu saja yang tidak mau bertanggung jawab! Katakan saja jika kau ingin membuang adik tiri ku ini setelah menikmati tubuhnya!" ejek Adelia yang kini telah duduk di atas kasur, tempat Bella tengah tidak sadarkan diri.
"Iya, itu benar. bagaimana bisa ada orang yang akan di perkaos di hotel yang semewah dan seramai ini. Dasar buaya!" Biangka pun tidak kalah dalam mencaci.
"Kalian benar-benar bukan keluarga Bella, seharusnya kalian mempercayai Bella, bukan malah menghakimi kami seperti ini. Bella masih suci sampai sekarang, aku menjaminnya! Mari tuan, kita lihat Cctv ini!" ajak Rael yang penuh emosi namun masih berusaha untuk sopan pasa Ken.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1