MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
AKSI LICIK ADELIA


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Siang itu Bella terbangun setelah mendengar kerusuhan yang disebabkan oleh Rael.


"Hoam..." Bella duduk dari tidurnya dan sambil meregangkan otot-ototnya.


"Maaf ya bikin kamu kebangun. Aku cepat-cepat mau ke kampus, soalnya beberapa jam lagi mau sidang. Kamu lihat jas almamater aku nggak? Perasaan kemarin aku letakkan di dalam lemari ini, tapi sekarang udah nggak ada." Tunjuk Rael pada lemari milik mereka. Bella pun sedikit berpikir dan turun dari ranjang. Untung saja setelah berolahraga tadi Bella menyempatkan diri untuk memakai pakaiannya kembali sebelum tidur, sehingga membuatnya tidak perlu malu saat melepaskan balutan selimut ditubuhnya.


"Tunggu sebentar ya aku mau kebawa, mending kamu pakai sepatu dulu. Soalnya kemarin aku minta tolong Mbok Iyem untuk mencuci almamater kamu dan beberapa pakaian kerja aku. Aku coba tanya Mbok Iyem dulu soal almamater kamu itu." Jawab Bella yang melangkah ke arah pintu kamar.


"Baiklah, kalau begitu cepetan ya Bel. Waktunya udah mepet banget." Pinta Rael sambil makai sepatunya. Bella pun mengangguk dan langsung bergegas menuju lantai bawa. Mencari keberadaan Mbok Iyem dengan segera. Tanpa Bella sadari ia lupa menutup pintu kamar kembali.


***


Selang beberapa menit. Suara pintu diketuk membuat Rael langsung mengalihkan pandangannya dari sepatunya pada pintu kamar. Di sana tampaklah Adelia yang berdiri di sudut pintu dengan tersenyum manis menatap Rael. Rael yang ditatap pun sangat kebingungan dibuatnya.


'Apa gerangan gadis licik ini tiba-tiba mengetuk pintu kamar kami? Niat buruk apalagi yang ia rencanakan?' gumam Rael dalam hatinya.

__ADS_1


"Apa boleh aku masuk?" Tanya Adelia dengan suara yang dilembut-lembutkan.


"Bella nggak ada di kamar ini. Dia lagi dibawa, kalau ada perlu cari aja sendiri." Jawab Rael dengan ketus. Tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Adelia untuk boleh atau tidaknya ia masuk ke kamar. Namun tanpa sopan nya gadis itu malah melangkah ke dalam kamar. Celingak-celinguk melihat seisi kamar, sehingga membuat Rael risih.


"Waah kamar ini sangat berubah ya. Kamu tau nggak kalau ini dulunya itu kamar milik aku loh. Tapi semenjak Bella datang aku jadi harus pindah kamar." Ujar Adelia yang masih celingukan. Ia mencoba menarik simpati Rael demi tujuan nya yang ingin menghancurkan kehidupan Bella. Rael yang selesai memasang sepatu pun memerhatikan pergerakan Adelia yang membuatnya sangat tidak nyaman.


"Apa yang kamu inginkan? Mengapa masuk tanpa izin dan celingukan memerhatikan kamar orang?" Tanya Rael ketus. Adelia yang mendengar ucapan to the point Rael langsung tersenyum manis. Ia pun duduk di atas ranjang sambil menatap Rael dengan tatapan menggoda.


"Aku menginginkan kamu Rael. Mending kamu sama aku saja, tinggalkan Bella! Gadis itu sangat licik, ia bahkan mengambil hak ku di rumah ini." Pernyataan Adelia membuat Rael sangat emosi. Ia langsung berdiri dan ingin menyeret paksa Adelia untuk keluar dari kamar.


'Dasar gadis jahat. Apa ia tidak bercermin dulu sebelum berucap. Ia memintaku untuk meninggalkan Bella demi dia? Dasar tidak tau diri, bukannya dia yang merebut hak Bella selama ini? Sungguh pandai bersandiwara.' Sarkas Rael dalam hatinya.


"kalian ngapain di kamar ku?" Sontak pertanyaan Bella yang datang dari luar kamar membuat Rael langsung panik. Ternyata Adelia sudah merencanakan ini sedari tadi. Adelia juga tau kedatangan Bella sehingga ia langsung menjalankan aksinya dengan memeluk Rael.


"Ini nggak seperti yang kamu pikirkan Bel." Ujar Rael panik. Dengan sekuat tenaga melepaskan pelukan Adelia, sehingga membuat Adelia hampir terhempas ke lantai.


"Ini jas almamater kamu! Kalau kalian mau lanjut dulu juga nggak apa-apa. Aku cuma mau ke kamar mandi, gerah baru bangun tidur." Ujar Bella memberikan almamater itu pada Rael dan dengan santai jalan diantara Rael dan Adelia.

__ADS_1


"Ini nggak seperti yang kamu pikirkan Bel. Aku nggak tau gadis ini ngapain ke kamar kita. Kamu tau sendiri dia jahat, jangan salah paham begini Bel." Ujar Rael mencoba untuk mengejar Bella. Namun Bella sudah masuk ke kamar mandi terlebih dahulu tanpa memperbolehkan Rael untuk masuk. Sedangkan Adelia sudah tersenyum kemenangan melihat dua sejoli di hadapannya itu tengah salah paham ulah perbuatannya.


'Bagus deh mereka mulai salah paham. Aku akan melakukannya dengan perlahan, membuat kehidupan mu hancur Bella! Untuk sekarang mending aku pergi dahulu, takutnya Rael sebentar lagi mengamuk padaku.' putus Adelia yang langsung pergi keluar kamar. Tepat saat Rael menoleh ke se isi kamar, Adelia sudah tidak ada di sana. Hal itu membuat Rael frustasi dan berdecak sebal.


"Bel, jawab aku dong. Kenapa kamu diam saja?" Tanya Rael lesu saat yakin bahwa Bella telah salah paham padanya.


Tring... Notifikasi pesan masuk ke handphone Rael. membuat Rael langsung segera membacanya.


...Kamu nggak perlu khawatir. Aku tidak salah paham. Pergilah segera ke kampus dan semoga sidangnya berhasil. semangat ❤️...


Seperti itulah pesan yang dikirimkan Bella padanya dari dalam kamar mandi. Membuat Rael sedikit lebih lega meski hatinya berat untuk meninggalkan kamar sebelum menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi kepada Bella.


"Baiklah Bel, sampai ketemu nanti. Aku akan segera pulang setelah sidang, kamu tunggu aku ya. Dah sayang. I love you sayang." Ucap tulus Rael sedikit berteriak. Bella yang berdiri di belakang pintu pun dapat mendengar jelas ucapan Rael, sehingga membuat hatinya menjadi sedikit lebih baik. Karena tidak kunjung mendapatkan jawaban, Rael pun memutuskan untuk ke kampus dan tidak lupa ia menutup pintu kamar agar gadis licik itu tidak lagi datang seenaknya ke dalam kamar miliknya bersama Bella.


Jujur saja Bella sebenarnya sangat salah paham atas apa yang telah ia lihat tadi. Namun dari beberapa hari yang lalu, Bella sudah menaruh curiga saat melihat gerak-gerik dan tatapan Adelia yang tampak menyukai suaminya serta berniat untuk merusak rumah tangga Bella dengan Rael. Oleh karena itu saat melihat kejadian tadi ia mencoba untuk tenang agar Adelia tidak merasa menang. Bella sangat menaruh kepercayaan dalam hubungannya dengan Rael. Sehingga ia sangat yakin bahwa Rael tidak akan mengkhianati pernikahan mereka hanya demi Adelia, si gadis licik itu.


Mendengar pintu kamar di tutup dan tidak terdengar lagi pergerakan Rael dari dalam kamar, Bella pun memutuskan untuk keluar kamar mandi dan membatalkan niat mandinya.

__ADS_1


'Pasti gadis licik itu telah merusak kesucian kamar ini dengan kehadirannya. Aku akan segera membersihkan setiap sudut dari kamar ini.' putus Bella dalam hatinya. Menguncir tinggi rambutnya, kali ini tanpa bantuan Mbok Iyem, Bella segera membersihkan seisi kamarnya sendiri.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2