MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
RIKO VS JINGGA


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Pagi itu Bella bangun mendahului Rael. Ia berusaha untuk tidak mengusik tidur Rael apalagi membuatnya bangun. Karena Bella ingin menghindari Rael, ia sangat takut dan belum siap untuk membahas permasalahan yang tengah terjadi antara mereka. Bella berusaha akan bersikap biasa saja agar Rael tidak mengetahui bahwa ia telah melihat penghianatan Rael. Jujur saja Bella sudah terlalu nyaman bersama Rael, ia merasa belum siap bila mereka akan berpisah.


Usai bersiap-siap dengan stelan dosennya, Bella melangkah ke arah pintu kamar. Bella berangkat pagi hanya untuk menghindari Rael meski tidak memiliki jadwal mengajar pagi.


"Kamu mau kemana Bel?" suara khas baru bangun Rael terdengar di telinga Bella. Langkahnya langsung terhenti dan ia pun berbalik.


"Aku mau ke kampus. Sampai nanti!" kikuk Bella yang kemudian melanjutkan langkahnya.


"Berhenti di sana Bel. Kamu melupakan sesuatu." ucap Rael turun dari ranjang. Ntah mengapa Bella malah merasa risih saat Rael semakin mendekat padanya. Ia kembali teringat akan kejadian yang ia lihat kemarin, penghianatan Rael dan niat buruknya terhadap Bella. Meski begitu perasaan yang telah tumbuh setelah menikah ini tetap mengalahkan rasa itu.


Cup... Rael mencium sekilas bibir Bella dengan lembut. Ia pun tersenyum manis menatap sang istri yang sudah kaku di tempat.


"Morning kiss dulu sayang. Kamu hati-hati ke kampus ya. Sampai ketemu nanti." ujar Rael kemudian. Bella yang sadar akan perbuatan Rael membuat pipinya langsung merona merah.


"Iya, sampai nanti." hanya itu ucapan Bella dan ia langsung keluar dari kamar. Menahan gejolak dalam hatinya yang tengah tidak sejalan dengan yang ia rasakan.


'Aku membenci hal ini. Mengapa aku semakin masuk ke dalam permainan Rael. Ingat Bel, dia itu tengah berakting untuk membuat mu patah hati! Ia ingin membalas dendam, ingat itu! Ia hanya berpura-pura mencintai mu. Soal cinta? bahkan ia belum pernah mengungkapkan nya padamu. Sadar!' sepanjang jalan keluar rumah Bella terus meyakinkan dirinya untuk sadar bahwa Rael tidak benar-benar tulus padanya.


***


Di dalam kamar. Rael merasakan bahwa Bella mencoba untuk menghindarinya. Tetapi Rael juga tidak ingin menganggu pekerjaan Bella saat ini. Ia ingin sekali menjelaskan semua yang terjadi. Namun Rael yakin bahwa Bella melakukan itu agar hubungan mereka tidak semakin rumit.

__ADS_1


'Apa Bella tidak cemburu sedikit pun padaku? Mengapa ia tidak bertanya jika ia melihat aku dengan Jesica semalam? Aku tau ia mencoba untuk menghindari ku, tetapi mengapa ia melakukan itu? Apa ia merelakan ku? Ingin sekali aku bertanya banyak hal padanya, tetapi aku juga tidak ingin menghambat ia untuk pergi bekerja.' gumam Rael dalam hatinya penuh gusar.


***


Bukannya ke kampus, Bella malah mengunjungi cafe Latera miliknya. Di sana ia bertemu dengan Riko dan Jingga yang tengah berdebat.


"Kamu kok marah-marah gini sama aku Mas? Kekasih Mas itu yang songong banget! Bikin aku emosi!" sarkas Jingga. Membuat para pelanggan memperhatikan mereka berdua. Bella yang baru sampai pun langsung di buat kaget.


"Kamu itu yang kelewatan Jingga! Pacar Mas cuma mampir ke camp, eh kamu malah ngusir dia dengan kasar." balas Riko tidak kalah emosi.


"Aku kelewatan? Semenjak adanya pacar Mas itu. Mas udah berani membentak-bentak aku! Asal Mas tau, pacar Mas itu yang udah nampar aku duluan! Dia juga yang suruh aku menjauh dari Mas. Tentu aku marah, aku bukan pesuruhnya yang dapat ia perintahkan!" sarkas Jingga tidak terima. Bella langsung menarik Riko dan Jingga ke dalam ruang pribadinya. Agar para pelanggan tidak lagi memperhatikan mereka yang tengah cek-cok.


"Kalian ini kayak anak kecil ya! Kalian nggak malu dilihatin pelanggan? Ini juga masih pagi, apa kalian nggak capek berdebat begitu?" sarkas Bella yang kesal menatap kedua orang di hadapannya.


"Bukan masalah besar? Kamu mengusirnya dengan kasar semalam, bahkan Mas melihat kamu mendorongnya sampai ia terjatuh." ujar Riko tidak terima.


"Aku nggak pernah dorong dia. Dia aja yang akting di depan Mas. Ia bilang cemburu sama kedekatan Mas dan Aku. Terus dengan sombongnya ia nyuruh Aku buat menjauh dari Mas. Mana aku mau, aku bukan pesuruhnya!" ketus Jingga tidak mau kalah.


"Kamu berbohong Jingga. Ia bilang kamu tidak menyukainya, makanya kamu mengusir pacar Mas itu dengan kasar!" sarkas Riko kemudian. Membuat Bella sakit kepala mendengar suara tinggi yang terus menerus mereka lontarkan.


"Sudah!" teriak Bella menghentikan perdebatan mereka dan membuat pelanggan di luar ikut kaget.


"Kalian emang nggak bisa di ajak bicara baik-baik ya. Kamu Riko, semenjak kapan kamu jadi pandai membentak begini? Kamu juga jingga, semenjak kapan sudah pandai bersuara tinggi seperti itu saat bicara?" tanya Bella penuh emosi dan duduk di kursinya. Riko dan Jingga pun akhirnya terdiam dan ikut duduk di sofa yang ada di hadapan Bella.

__ADS_1


"Maaf Mbak." ujar mereka bersamaan. Mereka sangat menyenangi Bella, karena tanpa Bella meter pasti sudah menjadi gelandangan saat ini.


"Setelah aku mendengar perdebatan kalian. Aku merasa yang salah di sini adalah pacarmu Riko. Aku bukannya membela Jingga, hanya saja Jingga bukan tipe gadis yang suka berbohong. Apalagi untung nya di dia apa?" ujar Bella setelah semuanya tenang. Riko mengetukkan dahinya merasa bahwa Bella tidak berpihak padanya.


'Benar sih yang dikatakan oleh Bella. Aku masih ingat di saat malam penyatuan geng motor itu, betapa antusiasnya Jingga ingin bertemu dengan pacar ku. Tidak mungkin sekarang ia bisa kasar seperti itu, tetapi yang aku lihat semalam? Apa benar Cindy sendiri yang menjatuhkan diri nya, berakting seolah-olah ia di dorong oleh Jingga.' pikir Riko dengan serius. Menimbang mana yang benar dan salah.


Cindy adalah gadis yang Riko temui beberapa bulan lalu usai kecelakaan menimpanya. Riko hanya mengetahui bahwa Cindy adalah salah satu anak geng motor swaq partner. Selebihnya mereka masih belum terbuka.


"Maafkan Mas Jingga, sudah tidak mempercayai mu." Meski di hati nya masih ragu. Tetap saja Riko mengalah di hadapan Bella.


"Iya, aku juga minta maaf karena sudah mengusir kekasih mu Mas. Kalian jadi putus deh, gara-gara Jingga." jelas Jingga dengan suara sedihnya. Padahal di dalam lubuk hatinya, Jingga bersorak senang karena ia merasa Riko tidak pantas dengan wanita songong itu.


"Nggak apa-apa Jingga, udah takdir." ujar Riko yang sebenarnya masih belum terima.


"Nah gitu dong, baik kan. Kita ini udah kayak saudara, kalau menyelesaikan masalah harus dengan bicara baik-baik." ucap Bella dengan tersenyum hangat. Riko dan Jingga hanya mengangguk.


Beberapa menit mereka terdiam dengan pikiran masing-masing akhirnya Bella memecahkan keheningan.


"By the way, aku mau lihat foto pacar mu dong Riko. Kan malam itu aku nggak jadi ketemu dia." ujar Bella dengan tersenyum manis. Membuat Riko langsung berdiri dan menyerahkan handphonenya pada Bella.


"Ini Cindy, cantik kan?" tunjuk Riko pada foto yang ada di handphonenya. Bella langsung kaget melihat foto itu.


'Kok dia sih?' tanya Bella dalam hatinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2