MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
PERMINTAAN ARYA


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Usai sarapan, Arya berpamitan untuk menuju kantor karena ia memiliki meeting bersama cilien penting. Tujuan Arya datang ke kediaman Ken hanya untuk mengecek apakah kondisinya aman atau tidak. Takutnya jika Adelia mengamuk karena sang ibu di penjarakan. Arya tidak lain hanya mengkhawatirkan Bella, sang cucu kesayangan.


"Bel, kamu cepat-cepat kasih kakek cicit ya. Kita nggak ada yang tau umur, kakek cuma mau merasakan gedong cicit kakek sebelum kakek meninggal. Dulu waktu kamu masih kecil kakek nggak pernah gendong." ucap Arya saat langkahnya terhenti di teras rumah. Bella yang mendengar ucapan Arya lansung menggeleng keras, menolak ucapan Arya yang tidak ia sukai.


"Jangan bicara seperti itu kek. Bella nggak mau kehilangan keluarga Bella lagi, cukup ibu saja yang meninggal Bella dari dunia ini. Kakek jangan ninggalin Bella juga! Kalau kakek pengen cicit dari Bella dan Rael, tenang saja kami tengah berusaha kok kek. Tetapi kembali lagi itu sudah di atur yang di atas." ujar Bella dengan air mata menggenangi pelupuk matanya.


"Makasih ya Bel, maaf kalau kakek terlalu mendesak mu dan Rael. Kakek hanya ingin kalian tau kalau pernikahan yang kalian jalani itu bukan suatu kesalahan, tetapi anugrah yang harus kalian syukuri. Karena itu adalah cara tuhan menakdirkan kalian untuk menjadi pasangan." nasehat Arya yang langsung diangguki oleh Bella. Bella langsung memeluk sang kakek dengan sangat hangat. Semua itu tidak lepas dari perhatian Rael yang ada di samping mereka.


"Aku yang seharusnya ucapkan makasih banyak sama kakek. Karena kehadiran kakek membuat hidup Bella memiliki tujuan lagi. Kakek harus sehat-sehat terus, biar bisa gendong cicit kakek. Bella dan Rael akan berusaha dengan sungguh-sungguh." ucap Bella dalam tangis bahagianya. Kali ini ia begitu terbawa suasana.


"Baiklah Bel, kalau begitu kakek pamit ke kantor dulu. Ada cilien penting yang menunggu kakek. Lain kali kita bertemu lagi, semoga saja pertemuan berikutnya kamu sudah memiliki kabar gembira untuk kakek. Kalau ada apa-apa langsung hubungi kakek ya!" pinta Arya saat Bella perlahan melepaskan pelukan hangatnya pada sang kakek. Ntah sejak Kapan Arya dan Bella menjadi benar-benar sedekat itu.


"Sampai ketemu lagi kek." jawab Bella menyeka air matanya dan menyalami Arya. Begitu pun dengan Rael yang menatap Arya dengan senyum.


"Tolong jaga cucu satu-satunya kakek. Kakek percaya sama kamu! Soal pindahan rumah bakalan kakek atur kalau kalian sudah memiliki kabar gembira untuk kakek. Kalau gitu kakek pergi dulu." ujar Arya pada Rael dengan tersenyum hangat. Arya pun melangkah ke arah mobil yang sudah di siapkan oleh supirnya sedari tadi.


"Baik Kek. Terimakasih banyak." jawab Rael dengan semangat menatap kepergian Arya.


"Kamu kok semangat banget kalau udah cerita pindahan? Apa kamu juga nggak betah tinggal di sini?" tanya Bella pada sang suami.


"Sedikit aja sih. Soalnya aku nggak bisa mesra-mesraan sama kamu sesukanya kalau di sini. Hehehe..." ucap Rael yang terdengar mesum di telinga Bella.

__ADS_1


"Ih apaan sih, mesum deh!" ujar Bella melangkah memasuki rumah dengan sedikit berlari. Rael langsung mengejar sang istri karena gemas dengan tingkat Bella yang menurutnya sangat manis.


"Mesum begini juga suami kamu sayang." ujar Rael berteriak dan sedikit terkekeh. Membuat Bella semakin cepat berlari menuju kamar, malu jika nanti para pelayan malah memperhatikannya karena mendengar ucapan Rael yang spontan . Pipinya sudah seperti kepiting rebus dan ia merasa tengah salah tingkah saat ini.


***


Dari sudut ruang keluarga tanpa mereka sadari Adelia telah memperhatikan mereka sadari tadi. Ia begitu iri dengan kehidupan Bella yang menurutnya sangat bahagia. Adelia merasa bahwa kehidupan tidak adil karena yang seharusnya bahagia seperti itu adalah dirinya bukan Bella.


'Apa-apaan sih mereka berdua? Mengapa harus bermesraan begitu di hadapan ku? Awas saja kamu Bella, aku akan merampas paksa kebahagiaan mu itu dengan segera. Aku tidak akan puas sebelum melihat kamu sengsara!' gumam Adelia didalam hatinya penuh niat buruk yang ingin ia sampaikan pada Bella.


***


Bella memasuki kamar dengan tergesa-gesa. Untung saja pakaian rumahannya tidak ketat, sehingga membuatnya tidak terlalu berkeringat. Rael memasuki kamar dan langsung tersenyum mesum menatap Bella yang tengah terduduk di sofa sambil ngos-ngosan.


"Nggak ada." elaknya yang kemudian mengalihkan pandangan menatap jendela luar yang ada di sampingnya.


"Ih kok jutek gitu? Kamu marah ya Bel? Maafkan aku ya Bel, pasti aku salah ngomong lagi ya?" tanya Rael dengan cemberut. Membuat Bella langsung terkekeh-kekeh.


"Hahaha... Kalau kamu kayak gitu ekspresinya baru sadar aku kalau nikahnya sama bocah." tawa Bella menggelar seisi kamar membuat Rael menatap Bella kesal.


"Bocah-bocah gini aku juga bisa bikinin kamu bocah." ucap mesum Rael membuat Bella langsung terdiam dan kembali menatap langit luar jendela. "Kok nggak ketawa lagi, tadi pas ngatain aku bocah kamu kelihatan senang banget." tambah Rael dengan duduk yang ia geser mendekati Bella.


"Kamu mesum! Kenapa membahas begituan terus?" ujar Bella bernada kesal, meski begitu di dalam hatinya tengah menahan rasa salah tingkah.

__ADS_1


"Ya sudah nggak di bahas lagi deh, tapi sekarang mau manja-manja dulu!" tanpa aba-aba Rael langsung tidur dengan posisi kepala tepat di pangkuan Bella. Bella yang kaget sontak ingin menghindar tetapi bukan Rael namanya jika tidak bisa memaksa.


"Sebentar aja Bel, lagian bentar lagi aku juga mau ke kampus buat sidang." ujar Rael sambil menutup matanya. Bella yang mendengar hal itu sontak kaget tidak percaya, bagaimana tidak bahwa beberapa hari lalu Rael yang ia tau bahkan belum mengirim skripsi pada dosen pembimbing nya dan dengan santainya sang suami berucap bahwa ia telah akan sidang.


"Sidang? bukannya kamu belum ngirim skripsi? Kok sudah sidang saja, apa kamu nyogok dosennya?" tanya Bella penuh selidik.


"Aduh Bel, kamu orangnya nggak percayaan banget sih. Setelah malam pertama kita itu, hehehe... jadi ke ingat deh." ujar Rael senyum mengembang membuat Bella gemas dan mencubit hidungnya.


"Yang serius! Nggak usah cerita hal itu!" ucap Bella kesal.


"Hehehe... iya deh sayang. Apa sih yang nggak buat kamu. Jadi, setelah malam itu aku langsung ngirim skripsi ke dosen bimbingan aku. Waktu itu aku khawatir nggak bakalan di ACC, meski percobaan pertama gagal dan aku harus revisi lagi. Alhamdulillah percobaan kedua skripsi aku langsung disetujui, nah hari ini sidangnya. Kamu doakan ya, semoga aku berhasil. Aku udah nggak sabar lulus dan ngembangin usaha buat masa depan kita. Buat anak juga." ucap Rael yang kemudian mengelus perut rata milik Bella. Bella yang meras geli langsung menghentikan aktivitas tangan Rael.


"Aduh geli Rael! Aku belum ngisi lagi, ngapain di elus-elus gitu? Terus kenapa aku nggak pernah lihat kamu ngurus skripsi ya? Apalagi selama di kamar kamu selalu main handphone. Kapan revisinya?" tanya Bella penasaran.


"Semoga ngisi deh. Kan kita udah usaha terus tiap malam. Hehehe, jadi pengen deh. Aku sempatkan setelah pulang kampus untuk revisi di restoran Bel. Aku tidak melakukannya di kamar karena takut kehilangan waktu bersama mu dengan begitu saja." ucap tulus Rael yang langsung membuka matanya dan menatap Bella.


"Ih kamu mesum lagi deh! Tetapi kamu pintar membagi waktu. Itu kemajuan yang bagus Rael." ucap Bella tanpa menatap sang suami dan hanya memainkan rambut Rael dengan tangannya.


"Hehehe nggak lagi deh. Aku kemarin cuma malas saja, kalau urusan membagi waktu pasti aku bisa. Contohnya kayak sekarang!" Ucap Rael sombong. Ia langsung bangkit dan duduk di hadapan Bella dengan tatapan serius.


"sekarang? Maksudnya gimana?" tanya Bella bingung. Rael pun tanpa menjawab pergi mengunci pintu kamar dan menutup gorden jendela di samping sofa. Membuat hanya sedikit cahaya matahari yang masuk, kamar pun menjadi samar-samar.


"Kamu ngapain sih?" tanya Bella bingung dengan tingkah Rael. Lelaki itu langsung mendekati Bella dengan deru nafas yang sudah berat. Bella yang sudah hafal pun hanya berserah diri saat kecupan demi kecupan mesra dilontarkan Rael padanya. Kali ini Bella begitu menikmati sentuhan Rael di setiap lekuk tubuhnya. Mereka melakukannya dengan penuh cinta.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2