
...🌺🌺🌺🌺🌺...
⏳Jam Pelajaran⏳
Bella mengajar di kelas dengan sangat bahagia. karena hari ini kelas yang diajarinya tidak membuat masalah sama sekali.
"Baiklah apa materi yang ibuk sampaikan sudah mengerti?" ujar Bella tersenyum lembut.
"Ngerti buk.." serentak. Rael hanya diam menatap dingin pada Bella.
'Dimana aku pernah ketemu Bella? seakan tidak asing lagi mata itu ku lihat.' pikir Rael dengan keras.
"Bos!" tepukkan dipundak Rael mengalihkan pandangannya dari Bella.
"Apa?" jawabnya singkat dan to the point. Gibran tampak terlihat panik setelah mendapat chat dari orang di seberang.
"Ini Bos!" Gibran menunjukkan hasil chat nya pada Rael serta Viki yang ikut-ikutan.
Prakkkkkkk... Rael tanpa sadar meluapkan emosinya pada meja, membuat seisi kelas kaget, terutama Bella.
"Kenapa geng Violet Letera mau nyerang kita? bukannya masalah kemaren udah selesai?" ujarnya dengan emosi.
'Gue ngak bisa biarkan geng ini rebut kekuasaan wilayah gue! gue juga harus adakan pertemuan secepatnya dengan yang lain!' pikir Rael kesal. Meski Bella tidak bisa mendengar jelas ucapan Rael, tapi Gibran dan Viki sangat mendengar jelas. Mereka sungguh emosi dibuatnya.
"Setelah ini kita cabut, kumpulkan semua anggota di restoran depan! Swaq Partners harus gue rancang baik-baik dulu!" Rael berbisik yang masih bisa didengar oleh Gibran dan Vino.
"Okey Bos" bisiknya serentak.
"Harap diam, Ibuk mau bilang satu pengumuman sama kalian!" Rael mencoba menahan amarahnya saat Bella menatap tajam padanya.
"Karena ujian semester kemarin sudah siap, jadi sekolah kita bakalan ngadain perlombaan futsal antar fakultas. Jadi karena itu ibuk sebagai wali kelas sementara kalian, berharap kita semua bisa berpartisipasi disini." pengumuman yang dijelaskan Bella membuat seisi kelas mulai berbisik-bisik. "Ketua harap memberikan nama anggota futsal pada ibuk!" Bella meminta ketua kelas untuk merekrut partisipan dalam perlombaan.
"Ngak usah direkrut buk, jelas semua cowok yang ada dikelas ini tim futsal kampus. udah jelas pasti menang!" Gibran memberikan pendapat.
"Bagus kalau begitu, terus siapa kapten nya?" Bella penasaran. Seisi kelas menunjuk Rael yang masih menahan amarahnya. Rael pun melotot tajam pada seisi kelas.
"Iya buk, kapten kita tuh Rael. ya kan Bos?" tanya gibran.
"Nggak, gue ngak mau ikut perlombaan macam itu, terlalu murahan buat level gue yang udah tinggi!" sombongnya dengan angkuh.
"kalau kamu nggak mau ikut, tidak apa-apa juga. yang lain bisa ikut, iya kan?" tanya Bella dengan harap.
__ADS_1
"Maaf buk, kami ikut saat Rael ikut. karena Rael kapten kami!" ujar beberapa anak cowok di kelas. Bella pun menatap kearah Rael dengan kesal.
'Hhhhhh... gue harus curi kesempatan ini!.' pikir Rael licik. amarahnya sudah teralihkan kepada Bella.
"Ibuk meminta kamu ikut Rael, kamu harus mau!" Bella sedikit kesal.
'Nih bocah harus dibujuk dulu, kalau tidak ada yang mau ikut. gimana pendapat guru lain padaku? Harga diriku sebagai dosen dipertanyakan saat ini!' pikir Bella khawatir.
"Sorry Bel, aku nggak mau ikut acara murahan gitu!" seisi kelas hanya diam saat Rael hanya memanggil biasa nama Bella.
"Panggil saya ibuk Rael Genandra!"geram Bella.
"Terserah aku dong Bel, oh ya kalau masih mau kelas ini ikut lomba murahan itu. kamu harus penuhi persyaratan aku dulu!" Rael tersenyum licik pada Bella. Bella pun seketika mengangguki ucapan Rael.
"Baik lah, kamu ikut saya ke taman sekolah. saya ingin diskusikan ini! Yang lain tetap didalam kelas, tidak ada yang keluar!" Bella melangkah menuju taman belakang sekolah yang kemudian di ikuti oleh Rael.
🌳Di taman Kampus🌳
Berhenti, sambil berdiri di taman Bella menatap tajam pada Rael yang tersenyum devil di hadapannya.
"Kenapa kita kesini Bel, ah aku tau kamu mencari tempat yang sepi agar bisa berduaan bersamaku kan?" kepercayaan diri Rael membuat Bella jijik. Rael mengedipkan sebelah matanya pada Bella.
'Bocah ini otak nya sudah kotor!' geli Bella padanya.
"Kalau aku nggak mau gimana?" Rael malah berjalan mendekati Bella.
"kamu harus mau, karena ini di kampus!" Bella mulai mundur dan merasa risih.
"Aku ngak mau!" Rael semakin maju, Bella semakin terpojok pada dinding kampus. Membuat Bella terpaksa membela dirinya. ia pun mendorong dada bidang Rael dengan kedua telapak tangan nya.
"Ngapain kamu pegang-pegang aku?" Bella yang sadar akhirnya menarik tangan nya kembali dan sedikit tersipu malu.
"Syarat kamu apa?" tanya Bella mengalihkan salah tingkahnya.
"Hmmm.. bentar aku pikir dulu." mengetuk-ngetuk dagunya, Rael mencari cara untuk membalas kelakuan Bella saat pertama mereka bertemu.
"Cepetan, bentar lagi udah jam pulang kampus!" Bella hanya ingin mempercepat situasi dihadapannya. takut nanti bila ada dosen lain yang mendapati keberadaan mereka berdua.
"Kamu jadi pacar aku!" Rael berbicara santai seraya duduk di kursi taman.
"Jangan becanda deh Rael, saya nggak suka sama bocah! lagian saya guru kamu, nggak mungkin!" sarkas Bella dengan kesal.
__ADS_1
"Ya kalau ngak mau, aku juga ngak mau ikutan lomba itu!" ancam Rael membuat Bella ingin menolak, namun Ia teringat akan janji yang sudah dibilangnya pada kepala sekolah tadi pagi.
🔄Flashback On🔄
Bella dan Rahman memasuki ruangan Dekan.
"Kedatangan saya kesini sebagai pengacara keluarga Arya pak!!" to the point Rahman.
"Iya pak Rahman saya tau, ada urusan apa ya bapak menemui saya?" Dekan merasa bingung dan menatap kearah Bella.
"Bella adalah dosen, jadi selama mengajar disini saya harap kampus bisa menghargai kerjanya. Bella adalah penerus B. A grub!" Dekan langsung melongo, bertambah lagi keterkejutan nya setelah kejadian kemarin. Ia tidak menyangka jika Bella adalah penerus B.A grub.
"Dengan senang hati pak, saya tidak menyangka penerus B.A grub ada disini!" Dekan tersenyum ramah pada Bella.
"Baik lah, jam pelajaran sudah mulai. saya mau kembali ke kantor, Semangat mengajar ya Bel, om duluan ya!" Bella mengangguki nya dengan tersenyum hangat. Rahman pun bergegas untuk pergi.
"Terimakasih sudah datang pak." Dekan memberikan salam pada Rahman. Rahman pun berlalu keluar kantor.
"Kalau gitu Bella permisi ke kelas dulu ya pak" pamit Bella.
"Iya buk Bel, tapi saya mau bilang bahwa kampus kita mau mengadakan perlombaan futsal antar kelas minggu besok buk. saya harap ibuk bisa membawa anak didik ibuk menjadi yang terbaik! Disini ibuk juga bisa memperlihatkan kemampuan ibuk sebagai dosen." penjelasan Dekan membuat Bella tersenyum santai.
"Tentu pak, Bella yakin anak didik Bella akan menjadi yang terbaik. Bella janji sama bapak." ujarnya penuh percaya diri. Dekan mengangguki ucapan Bella.
"Kalau gitu Bella permisi pak." Bella pun berlalu keluar kantor.
🔄Flashback Off🔄
"Gimana Bel?" Bella semakin bingung dibuatnya.
'Gimana ini, aku tidak mau pacaran dengan Rael, dia bukan tipe ku. tapi jika aku tidak memenuhi persyaratan nya. bisa-bisa harga diriku jatuh didepan Dekan dan Dosen lainnya!' pikir Bella dengan kesal.
"Ok, tapi selama aku ngajar sebagai walas sementara di kampus. Cuman beberapa dari sekarang habis itu kita putus!" Rael tak menyangka guru kecilnya itu menerimanya dengan mudah.
'Tidak apa-apa, kamu masuk perangkap ku Bella. Sehabis ini aku akan membuatmu tergila-gila padaku. lalu akan aku permalukan dirimu seperti saat kamu permalukan aku didepan Ayah!' gumam Rael dengan tersenyum devil. Bella merasa sangat kesal dibuatnya.
"Siap-siap minggu besok adalah perlombaan!" Bella pun melangkah untuk kembali ke kelas. Langkahnya terhenti saat Rael menggenggam tangan Bella.
"Lepasin!" Bella menghempaskan tangan Rael.
"Mana nomor handphone mu, masa pacar kamu sendiri nggak ada nomor handphone mu?" Bella mengambil handphone yang berada ditangan Rael, untung saja tidak memiliki kode keamanan dan langsung keberanda handphone nya. Bella pun mulai mengetikkan nomor handphone miliknya. Setelah selesai, tanpa kata Bella berlalu pergi meninggalkan Rael yang tersenyum kemenangan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....