MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
RAEL JAHIL


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Saat Bella menoleh, bibirnya tepat mengenai pipi kiri Rael. Sontak hal itu membuat mata Bella lansung melotot kaget. Bella lansung mundur dan juga mendorong Rael. Bella merasa detak jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya. Tetapi ia mencoba untuk menetralkan ekspresi wajahnya agar Rael tidak mengetahui hal itu.


"Apaan sih bikin kaget aja!" sarkas Bella dengan kesal.


"Hehe maaf, lagian kamu kayaknya serius banget." ujar Rael tertawa kikuk. Ia tidak bermaksud untuk mengagetkan Bella, apalagi akan mengalami suasana kikuk seperti ini.


"Kerjaan mu udah selesai?" tanya Bella mencoba mengalihkan suasana yang kikuk antara mereka.


"Udah, yuk pulang." ajak Rael. Bella dan Rael pun turun dari lantai 2 restoran Genandra dan melangkah menuju parkiran.


"Nanti bawa motornya nggak usah ngebut-ngebut ya. Atau nggak aku aja yang bawa motor nya." ujar Bella mewanti-wanti Rael.


"Emang kamu bisa naik motor ninja ini?" tanya Rael mengerutkan dahinya.


"Bisa dong. Lagian aku juga jago bawa motor. Sini kuncinya, biar aku yang bawa!" ungkap Bella dengan sombongnya. Membuat Rael yang tidak percaya lansung tertawa.


"Hahaha... jangan ngadi-ngadi deh Bel. Mending aku aja yang bawa motor nya, biar kita sampai rumahnya sehat wal afiat." ujar Rael yang meremehkan Bella.


'Ingin sekali ku bungkam mulut nih bocah yang ngeremehin perkataan jujur ku!' kesal Bella menatap Rael tajam.


"Terserah kamu aja deh. Aku pengen cepat-cepat pulang! udah nggak mood!" ucap Bella menaiki boncengan motor kesal.


"Aduh maaf ya Bel, tapi jujur aja aku nggak berniat buat kamu bad mood. Hanya saja aku nggak percaya melihat dari tinggi mu dan dari mana juga kamu akan belajar naik motor ini." ujar Rael melajukan motornya keluar pekarangan restoran Genandra.


"Ih dasar, body shaming itu namanya!" sarkas Bella.

__ADS_1


"Hehehe... nggak lagi deh." ujar Rael cengengesan. Mereka pun memutuskan untuk pulang, Rael melajukan motornya menuju kediaman Ken Wijaya. Sepanjang perjalanan tidak hentinya Rael menjahili Bella. Membuat Bella terus kesal dan Rael malah tertawa.


'Kenapa aku merasa sangat cepat dekat dengan Rael? Biasanya aku tidak semudah ini untuk berdekatan dengan lelaki. Dekat dengannya terasa nyaman meski Rael selalu membuat ku kesal. Apa ini yang dinamakan kesakralan pernikahan? Bahkan perasaan ku dibuat tidak menentu.' pikir Bella membuat nya tidak sadar jika telah sampai di garasi kediaman Ken Wijaya.


"Turun Bel, udah sampai!" pinta Rael yang membuyarkan lamunan Bella.


"Ah, udah sampai ya. Aku duluan ke kamar ya. Soalnya ke ingat masih ada kerjaan." ujar Bella turun dari motor dan langsung lari memasuki rumah.


'Dia kenapa? Kok kayak salah tingkah gitu?' bingung Rael setelah memarkir rapikan motornya di garasi.


"Kalian balik dari mana?" tanya Ken yang melihat Rael keluar dari garasi.


"Nggak ada Om, tadi cuma ngajak Bella makan siang di luar." ujar Rael menyalami Ken. Meski semalam ia sangat kesal dan marah pada Ken, tetap saja ia didik untuk harus menghormati orang yang lebih tua dari nya.


"Kamu panggil saya Ayah saja, seperti Bella memanggil saya! Karena kamu sekarang adalah anak menantu saya. Tolong jaga Bella!" titah Ken bernada serius membuat Rael seketika lansung mengangguk.


"Baik Yah, aku akan menjaga Bella dalam kondisi apapun. Karena bagaimanapun awal pernikahan kami, aku hanya ingin membuat pernikahan ini menjadi yang terbaik." jelas Rael membuat Ken tersenyum dan mengangguk.


'Meski terlihat kejam, ternyata Ken Wijaya ini memiliki sisi yang lain. Aku dapat melihat betapa ia menyayangi Bella, putrinya.' gumam Rael dalam hatinya.


Rael pun memutuskan untuk memasuki rumah dan lansung melangkah ke kamar. Di dalam kamar ia melihat Bella sudah sibuk dengan laptop dan beberapa buku di meja kerjanya.


"Kamu lagi ngapain? Bukannya sekarang libur?" tanya Rael sambil duduk di sofa.


"Ngasih tugas buat mahasiswa-mahasiswi ku, termasuk kamu juga! mengapa skripsi mu masih belum juga di kirim? Apa menunggu kamu tua dulu? Bagaimana bisa melaksanakan resepsi pernikahan tahun ini, jika skripsi mu saja belum selesai di acc." jelas Bella memberikan pengertian pada Rael.


"Kamu tenang aja Bel, skripsi ku tinggal dikit lagi. Aku sangat yakin kalau bakalan wisuda dalam beberapa bulan ini. Kamu udah nggak sabar ya ngadain resepsi pernikahan kita?" tanya Rael membuat Bella kesal.

__ADS_1


"Apaan sih, nggak gitu juga." elak Bella meski pipinya bersemu merah karena di tatap Rael sambil tersenyum hangat.


"Oh ya, aku mau tanya soal hubungan kamu dengan Ayah Ken. Boleh tidak?" tanya Rael.


"Iya boleh. tetapi Ayah Ken? sejak kapan kamu se akrap itu memanggil Ayah?" jawab Bella penasaran.


"Semenjak tadi, Ayah Ken sendiri yang meminta ku untuk memanggil nya dengan sebutan Ayah. Apa hubungan mu dengan Ayah Ken tidak begitu baik?" tanya Rael membuat Bella mengangguk sambil terus fokus pada laptop nya.


"Iya, kan kamu sendiri tau kalau aku baru bertemu Ayah setelah berumur 22 tahun. Di tambah lagi, Ayah terlalu membenciku. Bagiku untuk hadir di rumah ini saja hanya karena paksaan kakek. Jujur ini adalah salah satu tujuan ku menikah dengan mu, aku ingin pergi dari rumah ini. Tinggal dengan orang yang membenci kita tidak akan terasa begitu nyaman." jelas Bella sesekali mengalihkan perhatian nya dari laptop dengan menatap Rael.


"Jadi ini salah satu tujuan mu. Tapi menurutku Bel, Ayah Ken sangat menyayangi mu. Hanya saja ia tidak begitu ingin memperlihatkan kasih sayang nya itu." ujar Rael memberikan pendapat.


"Ntah lah Rael, aku tidak begitu peduli. Kamu juga jangan terlalu dekat dengan ibu dan kakak tiri ku. Mereka lah yang mengirimkan lelaki di malam tadi untuk memperkaos ku!" tegas Bella menatap Rael. Rael lansung kaget tidak percaya.


"Mereka tega sekali padamu! Mengapa kamu bisa mengetahui nya? Kamu ingat lelaki itu berarti kamu semalam berbohong bukan?" tanya Rael tidak percaya.


"Aku ingat semuanya, tetapi aku memiliki tujuan untuk menikah dengan mu. Urusan ibu dan kakak tiri ku itu kamu tenang saja, aku akan mencari bukti secepatnya." ujar Bella dengan nada serius.


"Apa tujuan mu salah satunya adalah menikahi suami yang sangat tampan seperti ku?" sombong Rael membuat Bella berekspresi ingin muntah.


"Kamu terlalu percaya diri, ngaca dulu deh!" kesal Bella dengan kesal.


"Iya kan, pasti itu salah satu tujuan nya? Jujur saja deh istri kecil ku!" ucap Rael menggoda Bella, ia bangkit dari sofa dan melangkah menuju tempat Bella duduk.


"Apaan sih kamu? Pergi sana deh, kamu mengganggu pekerjaan ku Rael!" ujar Bella yang merasa terganggu dengan kehadiran Rael.


"Cie... istriku kesal nih, ayuk aku cium dulu biar marahnya redam. Hahaha..." ujar Rael menjahili Bella.

__ADS_1


"Ih nggak mau, sana!" kesal Bella mengelak mundur. Rael terus menjahilinya dan mereka akhirnya hanyut dalam tawa.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2