
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Setelah berbaikan Bella dan Rael kembali sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Bella yang fokus pada laptopnya sedangkan Rael duduk di ranjang sambil bermain game di handphonenya.
Beberapa menit kamar menjadi tenang tanpa adanya suara. Tringgg.... Suara bunyi handphone Rael memecahkan keheningan itu. Bella yang sangat fokus pun langsung kaget dibuatnya. Bella mengalihkan perhatian pada Rael yang tengah mengangkat teleponnya.
"Halo, ada apa Vin?" tanya Rael pada Vino yang ada di seberang telepon.
"Gue mau ngomong soal Lo yang suruh gue nyari hacker buat menghapus video itu Bos." ujar Vino membuat Rael langsung meningkatkan volume teleponnya sehingga Bella bisa mendengar apa yang tengah ia bicarakan dengan Vino. Rael tidak lupa beranjak dari ranjang ke sofa, tepat dimana Bella duduk dan tengah memperhatikannya. Itu semua ia lakukan agar membuat Bella yakin bahwa ia tidak menutupi apapun dari Bella lagi.
"Terus bagaimana?" tanya Rael kemudian. Sedangkan Bella hanya mencoba untuk diam dan ikut mendengarkan apa yang diobrolkan sang suami dengan sahabatnya itu.
"Gue udah dapat hacker nya. Dia minta bayaran juga nggak mahal kok, apalagi katanya itu terlalu mudah untuk di hapus. Cuma..." ucap Vino menggantung.
"Cuma apa?" tanya Rael dengan rasa penasaran.
"Cuma kita harus tau alamat Gmail dan nomor handphone Jesica. Makanya gue lagi bingung banget bos, kan kita cuma tau nomor teleponnya. Gimana dong?" tanya Vino yang terdengar begitu kebingungan.
"Iya sih, kita cuma tau nomor teleponnya. Gimana nih? Apa nggak ada cara lain?" ucap Rael yang ikut kebingungan.
"Boleh aku lihat fotonya Jesica?" tanya Bella yang akhirnya ikut bersuara. Suara Bella langsung membuat Vino kaget.
"Lah ada bu Bella di sana? Kok lo nggak bilang-bilang si Rael." ketus Vino membuat Rael langsung terkekeh.
"Maaf ya Vino, ini si Rael yang speaker aktif teleponnya. Aku nggak sengaja dengar obrolan kalian." ucap Bella yang tidak enak.
"Hala lagian Bella istri gue Vin. Dia juga udah tau semua masalah yang terjadi. Ini Bel fotonya!" tutur Rael sambil memperlihatkan layar handphonenya. Di sana terdapat foto Jesica yang ia maksud.
__ADS_1
"Ternyata aku nggak salah. Ini adalah Cindy mantannya Riko. Kalian bahkan memperlihatkan foto yang sama padaku." ujar Bella datar. Membuat Rael sangat kebingungan.
"Cindy? Setau aku namanya adalah Jesica. Apa mereka orang yang sama?" tanya Rael.
"Cindy siapa?" tanya Vino yang ikut-ikutan mendengar obrolan Bella dan Rael dari seberang telepon.
"Kata Bella, Jesica yang kita kenal ini adalah mantan dari si Riko. Lo kenal Riko kan, yang wakil dari Swaq partner itu? Nah katanya foto yang gue lihatin ke Bella persis sama dengan foto yang Riko tunjukkin. Hanya saja nama gadis ini berbeda." jelas Rael membuat Vino malah semakin pusing.
"Sebenarnya cewe ini siapa sih? Masa punya dua nama yang berbeda gitu. Apa jangan-jangan dia punya kembaran?" tanya Vino yang sudah mulai kesal.
"Itu yang nggak Gue tau. Sekarang mending Lo bantuin Gue buat cari tau deh. Mau di bantuin hacker atau apapun itu. Yang terpenting masalah ini cepat selesai! Gue terlalu muak buat berurusan dengan orang seperti itu." tegas Rael dengan nada bicara yang sangat serius. Bahkan Bella saja sampai terpana melihat ekspresi Rael saat bicara yang begitu gagah menurutnya.
"Baiklah Bos. Kalau gitu gue tutup dulu teleponnya. Jangan lupa kirimkan gaji Gue!" titah Vino.
"Okey." Ucap Rael yang langsung mematikan sambungan telepon.
"Aku minta bantuan Vino buat ngurusin masalah ini semua. Tentu waktunya nggak mungkin terbuang sia-sia saja hanya demi membantu ku. Aku menggajinya perjam 100 ribu." sontak Bella langsung melotot kaget. Ia tidak habis pikir dengan kelakuan sang suami yang dengan santai menghamburkan uang begitu saja.
"Kamu nggak pikir kalau itu terlalu banyak? Bahkan restoran mu bisa bangkrut jika terus-menerus seperti ini." ujar Bella menasehati sang suami. Rael malah terlihat santai.
"Aku melakukan itu demi membantu Vino juga Bel. Dia sekarang memutuskan untuk mandiri dan tidak mau menerima bantuan dari keluarganya. Kapan lagi kan membantu sahabat sendiri." jelas Rael mencoba untuk memberikan pengertian pada sang istri.
"Tapi tetap saja itu terlalu mahal Rael. Masa iya sejam seratus ribu." Bukannya perhitungan tetapi Bella hanya ingin Rael mengerti bahwa tidak semudah itu menghamburkan uang meski Mendapatkannya juga mudah.
"Besok-besok nggak lagi deh. Maaf ya Bel, kamu jangan marah ya." Rael memutuskan untuk mengalah saat berdebat. Agar Bella kembali mood padanya, mengingat mereka baru saja berbaikan beberapa menit lalu.
"Hmmm..." deheman Bella yang kemudian perhatiannya ia alihkan pada laptop.
__ADS_1
"Kamu marah Bel? Aduh jangan ngambek dong, kan kita baru baikkan. Aku rindu loh sama kamu." ujar Rael dengan suara mesum yang ia buat-buat dengan sengaja. Bahkan Bella merasa yang dilakukan oleh Rael itu sangat lucu dan ia tengah menahan tawanya.
"Apaan sih, sana aku mau kerja lagi!" ketus Bella yang berpura-pura.
"Ih nggak mau! Pokoknya aku rindu kamu Bel. Emangnya kamu nggak rindu sama aku?" ujar Rael seperti anak-anak yang merajuk ingin dibelikan mainan. Rael terus beringsut ke arah Bella sampai akhirnya ia memeluk pinggang Bella dengan mesra.
"Rael, aku lagi kerja. Kamu jangan dekat-dekat!" elak Bella yang sebenarnya menahan geli di pinggangnya ulah Rael.
"Bel, boleh ya." suara Rael berubah. Nafasnya mulai berat. Bella sudah mulai hafal dengan hal yang akan terjadi selanjutnya. Ia tidak bisa menolak saat sang suami meminta, menurutnya itu adalah cara terbaik untuk mencari pahala.
"Jadi kamu ngajak aku baikkan cuma karena pengen?" tanya Bella dengan membuat suaranya seperti orang kesal. Padahal di hatinya sekarang sudah menahan tawa. Melihat ekspresi wajah Rael yang langsung panik dan mengira bahwa Bella tengah salah paham.
"Nggak gitu Bel. Cuma sekarang lagi pengen aja. Kan kita udah cuti kemarin." ucapnya tanpa malu.
"Cuti? Kamu pikir kita kerja, pakai kalimat cuti segala!" tutur Bella menahan tawanya. Rael dapat menangkap ekspresi tersebut dan langsung tersenyum. Ia mengerti bahwa Bella kini tengah mengerjai dan berpura-pura marah pada Rael.
"Kita kan memang kerja Bel. Usaha bikin dedek bayi yang cantik kaya kamu dan ganteng kayak aku." ucap mesum Rael tepat di sebelah telinga Bella. Membuatnya langsung merinding.
"Ih mesum!" ucap Bella yang meletakkan laptopnya ke atas meja.
"Mesum sama istri sendiri nggak apa-apa dong. Hehehe..." kekehan Rael yang masih stay memeluk pinggang Bella. Bella pun mengalihkan pandangannya pada Rael usai meletakkan laptopnya. Tepat saat Rael masih terkekeh, Bella dengan berani lansung mengecup manis bibir Rael dengan sekilas. Kekehan itu langsung terhenti dan Rael pun kaku di tempat.
"Begini ya yang namanya mesum?" ucap Bella terkekeh saat mendapati Rael dengan tampang kaget. Rael kaget bukan karena belum pernah mencoba tetapi ini adalah pertama kalinya Bella yang memulai ciuman mereka.
"Kamu manis sekali Bel. Karena kamu belum handal, mari aku ajarkan!" sontak Bella langsung kaget saat Rael menggendongnya ala bridal style ke atas ranjang. Suara nafas yang sudah berat dari Rael membuat Bella hanya bisa pasrah dan ikut dalam permainan yang diciptakan sang suami. Sepanjang malam mereka habiskan dengan penuh cinta dan kehangatan.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1