MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
MEMBERITAHU ARYA


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Sepanjang jalan menuju ruang pribadi Arya, Bella dan Rahman terus bergurau. Ntah mengapa Bella merasa nyaman dan lebih akrab dengan Rahman ketimbang Ayah nya sendiri.


"Ini ruangan tuan Arya, masuk saja karena tuan Arya ada di dalam. Maaf om cuma bisa temani kamu sampai sini, soalnya masih ada urusan lain." ujar Rahman tepat di depan pintu ruangan pribadi itu. Bella pun langsung mengangguk mantap.


"Makasih banyak ya Om. Kalau gitu Bella masuk dulu. Om yang semangat kerjanya!" jawab Bella dengan penuh semangat. Melihat Bella memasuki ruangan itu, Rahman pun melangkah kakinya pergi dari sana dengan tersenyum hangat.


'Andai saja Bella belum menikah, sudah pasti akan ku jodohkan ia dengan Gibran. Sungguh, aku sangat menyukainya sebagai anak menantu. Gadis yang sederhana dan tidak banyak menuntut adalah gadis yang langka untuk di temukan di zaman sekarang.' gumam Rahman dengan hati yang sedikit sedih.


***


Bella memasuki ruangan pribadi Arya. Baru saja melangkah ia sudah menghirup aroma terapi yang sangat harum.


"Hmmm... Aroma terapi melati yang harum. Sangat membuat santai." gumam Bella tanpa sadar. Arya yang melihat kedatangan cucunya, langsung menghentikan pekerjaan yang tengah ia buat.


"Kamu menyukainya Bel?" tanya Arya membuat Bella kembali tersadar. Pria paruh bayah itu langsung melangkah mendekati Bella, Begitu pun dengan Bella.


"Maaf kakek, Bella masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu." ujar Bella setelah menyalami Arya.


"Tidak masalah Bel. Mari duduk dulu! Apa yang membuat mu datang ke sini?" tanya Arya yang telah duduk duluan di sofa. Bella juga duduk dan mencoba untuk menarik nafas tenang, mengekpresikan dirinya bahwa ini adalah hal yang serius.

__ADS_1


"Jadi kedatangan aku kesini mau bilang sesuatu yang sangat serius sama kakek. Apa aku tidak menganggu waktu kerja kakek?" tanya Bella dengan sopan.


"Tidak kok Bel, lagian kakek adalah CEO di sini. Pekerjaan kakek cuma menandatangani kertas saja, tidak terlalu sibuk." jelas Arya membuat Bella tersenyum manis. Ia merasa ini waktu yang tepat untuk menceritakan hal serius ini pada Arya.


Tanpa ragu Bella mengeluarkan kotak berisi barang bukti dari dalam tasnya. Kemudian Bella meletakkannya di atas meja yang ada di hadapan mereka. Arya mengerutkan dahinya pertanda bahwa ia tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Bella, bahkan ia juga sangat penasaran dengan isi kotak itu.


"Aku mau kakek lihat video ini terlebih dahulu!" pinta Bella menyerahkan handphonenya yang sudah terdapat video bukti tersebut. Arya yang menerima handphone Bella menonton video tersebut dengan seksama.


"Itu Biangka? Apa yang ia lakukan dengan kedua botol obat itu? Mengapa harus menukarnya?" tanya Arya bertubi-tubi setelah menonton video di handphone Bella.


"Iya kek, itu adalah bu Biangka. Ia sengaja menukar obat Ayah dengan obat yang ia beli sendiri. Aku tidak tau tujuan nya melakukan itu apa, yang jelas saja itu adalah obat tidur dengan dosis yang sangat tinggi. Bisa melumpuhkan saraf-saraf. Aku juga pernah melihat nya langsung menukar obat itu." jelas Bella membuat Arya melotot tidak percaya. Memang ia tau bahwa Biangka adalah wanita yang licik, tetapi ia tidak menyangka bahwa wanita tersebut benar-benar berhati jahat.


"Isi kotak ini adalah bukti dari botol obat yang ditukar dalam video tadi Kek." ujar Bella membuka kotak tersebut dan memperlihatkan botol obat yang sudah terbalut plastik.


"Ternyata kamu benar-benar sudah menyelidiki ini dengan baik Bel. Terimakasih telah melakukan nya, Kakek tambah bangga sama kamu." Ucap Arya sepenuh hati. Meski ia membenci Ken karena telah berbuat jahat pada Bella dan ibunya. Tetap saja Ken adalah putra satu-satunya, Arya masih memiliki rasa sayang yang besar meski ia tutupi di hadapan semua orang. Oleh karena itu ia tidak akan tinggal diam atas perbuatan keji Biangka yang telah membuat anaknya lumpuh bertahun-tahun.


"Sama-sama kek, lagian ini juga demi Ayah. Aku sudah berusaha mencari bukti lewat Cctv di rumah Kek. Ternyata Cctv di ruang dapur tidak diperbolehkan oleh bu Biangka. Aku terpaksa bekerja sama dengan salah satu pelayan di rumah, demi mendapatkan video ini." jelas Bella dengan tersenyum hangat. Arya sangat bahagia memiliki cucu yang cerdas seperti Bella, meski semenjak kecil ia tidak pernah bertemu tetap saja Arya sangat menyayangi cucu satu-satunya ini.


"Untung kamu bisa menemukan beberapa bukti ini Bel. Mempermudah kakek yang akan mengurus masalah ini lewat hukum. Kamu tenang saja, Kakek tidak akan melibatkan kamu dalam masalah ini. Kamu bersikap seperti biasa saja saat di rumah. Buat Biangka seolah-olah perbuatannya tidak pernah diketahui oleh mu dan orang rumah lainnya. Kakek akan segera menindaklanjuti perbuatan Biangka ini." pinta Arya pada Bella yang langsung diangguki nya.


"Baiklah kek, kalau begitu Bella pamit dulu. Bukti ini Bella tinggalkan di sini saja, mengingat di rumah terasa tidak aman." pamit Bella yang sudah berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak mau main di sini dulu? Kakek akan meminta staf untuk menyiapkan makan siang untuk kita. Kamu pasti sudah lapar." ujar Arya yang ikut berdiri dari duduknya.


"Maaf kek, kayaknya lain kali Bella akan main di sini. Bella baru ingat kalau Rael telah menunggu Bella untuk pergi ke kampus. Bella hari ini ada ngajar siang kek." Tolak Bella yang tidak enakkan.


"Kalau begitu lain kali kamu janji ya datang ke sini lagi buat makan siang bareng kakek. Bagaimana hubungan kamu dengan Rael?" tanya Arta yang sudah mengikuti langkah Bella ke arah pintu ruangan.


"Iya aku janji kek. Alhamdulillah hubungan ku dengan Rael baik-baik saja. Oh ya Kek, apa boleh kami membeli rumah atau Apartemen? Rael sudah bertanggung jawab kok. Ia juga sudah berpenghasilan dari usaha restorannya." ujar Bella mengehentikan langkahnya dan menatap Arya dengan penuh harap.


"Syukur jika hubungan kalian baik-baik saja. Kalau soal itu kakek belum mengizinkan kamu dan Rael pindah. Kakek menunggu kabar baik dari kalian berdua dulu, baru akan kakek izinkan. Selama belum ada kabar baik dari kalian berdua, kakek tidak ingin membahas itu." jawab Arya yang menurut Bella begitu egois.


"Tetapi Kek, waktu itu kakek kan sudah janji jika Rael telah bekerja. kami pun boleh pindah?" tanya Bella sekali lagi mencoba untuk membujuk Arya.


"Itu dulu sayang. Sekarang kamu fokus saja untuk mendapatkan penerus untuk kedua keluarga ini. Kakek sangat ingin melihat cicit kakek sebelum kakek meninggal Bel." ucap Arya serius menatap Bella dengan penuh harap.


'Maafkan kakek ya Bel. Kakek tau kakek begitu egois. Setelah menyabotase pernikahan mu kakek juga menuntut mu seperti ini. Tetapi yang kakek lakukan ini hanya demi masa depan mu. Kakek juga yakin Rael adalah lelaki yang baik untuk mu.' gumam Arya dalam hatinya dengan penuh kata maaf pada Bella.


Mendengar ucapan Arya membuat Bella terpaksa mengalah. Ia tidak ingin mematahkan hati pria paruh bayah di hadapannya ini. Sehingga Bella hanya bisa menelan pahitnya keinginan sang kakek.


"Baiklah kek, Bella dan Rael akan berusaha semampu kami. Kalau begitu Bella pamit pulang dulu ya Kek. Kakek jaga kesehatan ya, sampai ketemu nanti Kek." pamit Bella kemudian. Setelah menyalami Arya ia pun melangkah keluar ruangan itu.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2