MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
TERSIPU-SIPU


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Rael begitu sangat jahil, sehingga membuat jantung Bella berdetak kencang dan pipinya merona seketika.


"Ehemm..." deheman Mbok Iyem dari sudut pintu membuat Rael dan Bella langsung salah tingkah. Rael pun kembali berdiri dan Bella berusaha mengubah mimik wajahnya santai.


'Ya ampun, gagal deh. Kenapa sih gue lupa nutup pintunya?' gumam Rael kesal merutuki kesalahannya.


"Maaf non Bella, Mbok datang cuma mau nganterin sarapan buat non Bella dan tuan Rael." ucap Mbok Iyem yang tidak enak hati karena telah mengganggu majikannya bermesraan.


"Tidak apa-apa Mbok, silahkan letakkan saja di atas meja. Mbok panggil suami saya Rael saja, nggak usah pakai tuan." ujar Bella melihat ke arah Mbok Iyem yang melangkah ke meja sofa. Sedangkan Rael tengah senyam-senyum sendiri mendengar untuk pertama kalinya Bella menyebutkan dirinya sebagai suami di hadapan seseorang.


"Tetapi non, nanti kalau Tuan Ken dengar ia bisa marah pada Mbok." ujar Mbok Iyem dengan sopan.


"Panggil Nak Rael saja Mbok, itu lebih nyaman di telinga saya." usul Rael dengan tersenyum ramah.


"Baiklah nak, silahkan nikmati sarapannya. Mbok pamit dulu kebawa ya. Kalau ada yang perlu, nanti panggil Mbok saja." jawab Mbok Iyem membalas senyum ramah Rael.


'Lelaki yang gagah dan sopan. Non Bella sungguh beruntung memiliki suami seperti nak Rael, meski mereka menikah secara kurang baik. Semoga saja pernikahan mereka langgeng dan bahagia sampai akhir hayatnya.' doa Mbok Iyem saat meninggalkan kamar Bella. Tidak lupa ia menutup pintu kamar Bella yang sedari tadi terbuka.


"Kok sarapannya di bawa ke kamar kamu Bel? Kenapa nggak di ruang makan saja?" bingung Rael yang kurang terbiasa sarapan di kamar.


"Selama disini saya nggak pernah sarapan di ruang makan. Tante Biangka memerintahkan Mbok Iyem mengantarkan makanan setiap waktu ke kamar ini. Jadi, mau tidak mau saya harus makan sendiri. Tetapi kadang-kadang Mbok Iyem juga ikut menemani saya makan." ungkap Bella turun dari ranjang dan duduk di sofa. Rael pun mengikuti Bella yang duduk di sofa.


'Gue nggak nyangka ternyata Bella begitu kesepian di rumah yang besar ini. Sungguh seperti gue kalau di tinggal di rumah. Sepi sekali.' Rael merasa nasibnya begitu sama dengan Bella, ia menatap iba Bella. Bella yang menyadari Rael terus menatapnya langsung salah tingkah.


"Kamu nggak usah kasihani saya begitu, saya malah lebih suka begini. Karena kalau di ruang makan pun sudah jelas saya tidak akan di anggap hadir di sana." ujar Bella kembali berdiri.

__ADS_1


"Aku tidak begitu, hanya saja aku mengetahui sesuatu yang baru dari kehidupan mu. Itu membuat ku sedikit kaget Bel. Kamu mau kemana, bukannya kita berdua akan sarapan?" tanya Rael sambil mengerutkan dahinya.


"Saya bahkan belum cuci muka Rael, kamu sarapan saja dahulu. Saya mau mandi." ujar Bella melangkah ke arah kamar mandi.


"Bel, boleh nggak panggilan kita di ubah sedikit?" tanya Rael menghentikan langkah Bella.


"Panggilan? Maksud kamu?" tanya Bella bingung.


"Panggilan nya jadi Aku-Kamu bukan Saya-Kamu Bel. Kayak nggak enak aja gitu di dengarnya. bolehkan?" tanya Rael berhati-hati takut jika nanti membuat Bella marah.


"Hmmm... harus di ganti gitu?" tanya Bella kembali sambil berfikir.


"Iya, itu pun kalau kamu mau." jawab Rael sambil menatap wajah cantik Bella yang natural tanpa makeup sedikitpun.


'Gue baru sadar ternyata Bella benar-benar cantik natural. Apalagi baru bangun tidur kayak gini, cantik nya terpancar banget luar dalam. Ternyata pernikahan ini ada untungnya juga, gue ternyata punya istri yang cantik.' puji Rael dalam hatinya.


"Oke deh, kalau gitu Aku mandi dulu. Kamu sarapan aja duluan ya." titah Bella memasuki kamar mandi.


'Ternyata Rael sweet juga ya. Dia malah mau nunggu gue mandi dulu untuk sarapan berdua. Di pikir-pikir meskipun Rael mahasiswa gue, tetap saja dia lebih tua dari gue. Gue juga harus jadi istri baik yang harus hormat sama suami. Semoga saja dia bisa jadi imam yang baik dalam rumah tangga ini.' harap Bella dalam hatinya.


Setelah Bella selesai mandi, mereka pun menikmati sarapan nasi goreng yang dibuatkan oleh Mbok Iyem. Tanpa kata dan obrolan, mereka menyantap sarapannya masing-masing sampai habis.


'Gue nggak nyangka bisa sarapan bareng sama Bella, satu kamar lagi.' senang Rael dalam hatinya.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai makan. Kamu mau nambah? Kalau iya nanti aku ambil kebawa." tanya Bella dengan tatapan lembut. Ntah bagaimana, mood nya kali ini begitu baik. Ia bahkan berniat untuk menjadi istri yang baik untuk Rael.


"Nggak usah repot-repot Bel, ini aja udah susah ngabisin nya. Aku nggak terbiasa sarapan pakai nasi goreng, biasanya cuma pakai roti dan susu." ungkap Rael dengan tersenyum hangat. Ia sungguh bahagia di beri perhatian seperti ini, untuk pertama kalinya wanita selain sang ibu memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"Berarti besok pagi aku suruh Mbok Iyem buatkan kamu Roti dan susu aja ya? Kalau aku nggak bisa makan roti sama susu aja, takutnya nanti pas ngajar tiba-tiba lapar." jelas Bella dengan tersenyum.


'Senyumnya bikin hati gue hangat, kok gue baru sadar ya Bella nggak bisa jadi mainan gue, tapi Bella layak jadi teman hidup gue.' pikir Rael dalam hatinya.


"Terserah aja Bel, yang penting aku sarapannya bareng kamu." jawab Rael membalas senyum Bella. Perkataan Rael mampu membuat Bella tersipu malu dan pipinya merona.


"Oh ya, habis ini kamu ada kerjaan nggak?" Tanya Bella mengalihkan topik agar menetralkan hatinya yang tengah berbunga-bunga.


"Nggak ada, emang nya kenapa?" tanya Rael mengerutkan dahinya.


"Karena kamu bakalan tinggal di kamar ini, kita harus ubah gaya kamar ini. kita buat bagian privasi masing-masing, kayak lemari dan tempat belajar kamu. Aku rasa kita harus membagi nya, aku tidak ingin kita saling menggangu." usul Bella mendapat anggukan dari Rael. Melihat ke sekeliling kamar Bella, Rael merasa cukup karena kamar ini begitu besar sehingga tidak akan membuat dirinya dan Bella merasa sempit nantinya.


"Boleh saja, mari aku bantu. Tetapi, aku tidak ingin berbagi ranjang!" tegas Rael membuat Bella mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan hal yang satu itu.


"Mengapa? Aku rasa kita juga butuh hal tersebut." tanya Bella bingung.


"Begini Bel, aku tau kita menikah tidak seperti orang umumnya. Tetapi, seperti nasi yang sudah menjadi bubur, sekarang kita sudah menjadi suami istri yang sah. Aku hanya ingin kita saling mengenal lebih dalam, maksud ku tidur seranjang bisa membuat kita lebih dekat." jelas Rael memberikan pengertian pada Bella.


"Tetapi aku belum siap Rael, untuk bisa sekamar dengan mu saja aku berusaha untuk tetap tenang. Karena ini hal pertama bagiku berbagi kamar dengan seorang lelaki. Lalu bagaimana bisa seranjang?" ungkap Bella menyuarakan isi hatinya.


'Gue beruntung punya istri kayak Bella, karena gue lelaki pertama yang sekamar dengan nya. Itu berarti ia masih suci sampai sekarang.' pikir Rael dalam hatinya.


"Aku paham kok. Tetapi sebagai suami aku tidak ingin kamu menolak. Aku tidak akan menyentuh mu sampai kamu siap menjadi istri ku seutuhnya. Kita perlahan belajar sama-sama Bel." ucap Rael kembali menyakinkan Bella.


'Jika sudah seperti ini, gue nggak bisa berbuat apa-apa. Sebagaimana niat gue tadi, gue harus bisa hormat sama keputusan suami.' Bella menghela nafas dan mencoba untuk tidak egois.


"Baiklah aku akan mengikuti keinginan mu yang satu ini, tetapi ingat ya aku belum siap! Jangan nanti kamu macam-macam ya!" tegas Bella menatap Rael yang tersenyum manis.

__ADS_1


"Siap istriku yang cantik." jawab Rael bersemangat, karena berhasil membuat Bella mau seranjang dengan nya. Bella yang mendapati ucapan Rael pun kembali tersipu malu.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2