
...🌺🌺🌺🌺🌺...
🏫Kelas🏫
Sesampainya di kelas, Bella serta geng Rael pun memulai pelajaran seperti biasa.
"Rael, lo yakin nulis itu di buku catatan?" tanya Gibran.
"Iya nih Rael, lo tau sendiri kalau buk Bella itu nggak suka di becandain!" tambah Vino.
"Serah gue lah, kalian kalau iri bilang aja!" Rael melangkah kemeja dosen untuk mengumpulkan tugas catatannya.
"Baiklah semua catatan di kumpul dimeja Ibuk, kalian boleh istirahat sekarang!" seisi kelas beranjak dari duduknya menuju kantin. Tidak halnya dengan geng Rael yang masih duduk memperhatikan Bella menilai catatan mereka.
'Kenapa sih bocah-bocah ini ngak keluar kelas saja? Untung cuman 15 menit waktu istirahat, kalau lebih bisa-bisa nggak kuat aku diliatin kayak gini!' Bella di buat salah tingkah oleh tatapan ketiga pemuda itu yang menatapnya intens.
"Rael kantin yuk, gue lapar nih!" ajak Gibran memohon.
"Nggak ah, gue tadi udah makan di resto. masih kenyang!" fokus Rael masih dengan menatap Bella. 'Cantik juga, kayak pernah lihat nih cewek. tapi dimana ya?' pikirnya di dalam hati.
"Gue duluan ya, lo mau ikut nggak No?" tanya Gibran mengalihkan pandangan Vino.
"Ikut lah, gue juga lapar!" Vino dan Gibran akhirnya keluar kelas, sehingga menyisakan Bella dan Rael di ruangan yang luas itu.
'Kok jadi hening gini sih? ya ampun nih anak-anak yang lain pada kemana lagi?!' pikir Bella. ia tidak sengaja menatap Rael yang masih menatapnya sedari tadi. Tatapan mereka beradu, seketika Rael tersenyum pada Bella. Bukan senang Bella malah merinding. Buku terakhir yang dinilai Bella tertera nama Rael. Saat membukanya, Bella mulai membaca tulisan yang amburadul itu.
...📝Kesimpulan Materi Hari Ini📝...
...Kamu cantik Bel, aku terpana oleh kecantikan mu, boleh tidak aku minta nomor wa mu?...
Menatap jijik tulisan itu, Bella sesegera mungkin mencoret nya dengan pena bertinta merah. Meninggalkan jejak balasan nya.
...📝Panggil saya Ibuk! Jangan berani-beraninya menggoda saya, kamu masih bocah! Belajarlah yang rajin dahulu.📝...
Rael sangat berharap Bella termakan oleh gombalan nya, dan menulis jawaban pertanyaan di catatannya.
'Semudah itukah menjebak bu guru kecil ini?! sampai seserius itu menulis jawaban dibuku catatan ku?' pikir Rael dengan sombong.
Kriiiingggggg... Bel pun berbunyi menandakan istirahat selesai. Bella merasa lega karena para siswa/i mulai memasuki kelas kembali.
"Baiklah ini buku catatan kalian, tadi sudah Ibuk nilai, pembelajaran kita hari ini Ibuk akhiri saja sampai disini. Ibu tau kalian butuh refreshing sedikit, jadi kalian boleh pulang sekarang." seisi kelas mulai hiruk bersuka cita. Sebenarnya Bella masih ingin mengajar, namun ia terlalu muak untuk melihat wajah Rael yang terus-menerus menatap nya mesum sedari tadi.
"Makasih banyak ya buk Bel, belajar bersama Ibuk bakalan jadi yang kami gemari!" pujian itu mampu membuat Bella tersipu.
__ADS_1
"Ya udah Ibuk ke kantor dulu, kalian jangan mengganggu kelas lain!" Bella menatap tajam Rael dan geng nya sebelum keluar dari kelas.
'Beraninya nih guru kecil menatap aku tajam!! Tunggu saja hukuman dariku, Bella!"' gumam Rael sambil tersenyum devil, mendapat tatapan keheranan dari sahabatnya.
"Rael lo bisa senyum juga akhirnya?" tanya Gibran.
"Gue kira lo udah nggak pandai senyum lagi!" tambah Vino. Gibran dan Vino pun mendapatkan sentilan di masing-masing kepalanya. "Awwww..." ringisan mereka bergantian.
"Kalian pikir gue apa, gue juga manusia normal kali, bisa senyum juga! nih gue senyum!" Kesal Rael menghujani sahabatnya dengan gelitikkan.
🏤Di depan Kampus🏤
Bella menunggu taksi dihadapan sekolah. setengah jam sudah dirinya berdiri, tapi tak kunjung juga satupun taksi yang lewat. Mau memesan taksi online pun handphone nya malah kehabisan baterai.
"Huuuuufh..." Bella menghela nafas panjang. menahan kegerahan, terik matahari tidak bersahabat pada situasinya saat ini.
'Kenapa nggak ada yang lewat sih? mau pesan ojol handphone ku malah mati!' gerutunya memperhatikan sisi jalan, Rael menghampiri Bella dengan motor ninja miliknya. Bella yang sadar pun, menatap sinis orang dihadapannya.
'Ngapain nih lagi bocah parkir depan aku? kayak nggak ada tempat parkir lain aja!' kesal Bella. Bella pun kembali fokus pada handphonenya, tanpa mau menatap Rael yang dengan gagah membuka kaca helmnya.
"Kenapa masih disini Bel?" tanya Rael sok akrab.
"Bukan urusan kamu, panggil saya ibuk!" jutek Bella.
"Udah yuk naik, aku anterin pulang! kalau disini ngak bakalan ada taksi yang lewat jam segini!" penjelasan Rael membuat Bella menatap jam ditangan nya. Sudah pukul 4 sore dan dirinya masih berdiri disini. Jika tak ada tumpangan Ia juga tak bisa menunggu disini sendiri. Jalanan disini begitu sepi, mungkin karena jaraknya dengan pusat kota agak jauh.
"Udah ayuk jangan banyak mikir Bel, ayuk!" Bella kaget mendapati Rael menarik tangan nya tuk naik keboncengan motornya.
"Ehh~ehh... kamu kok tarik-tarik saya sih! saya bisa teriak lo!" Bella membela diri. Bukan nya takut, Rael malah terkekeh.
"Teriak aja Bel, orang disini udah nggak ada siapa-siapa! lagian aku ngak ngapain kamu juga!!" ujar Rael terkekeh. "Gini aja, mau ikut atau nggak? lagian ya gue baca koran kemaren ada pemerkosaan dijalan sini, kayaknya banyak preman disini!" Bella malah langsung naik keatas motor Rael.
'Nih bocah sukses bikin aku takut, dipikirkan juga emang benar sih. disini sepi banget!' pikir Bella, Rael pun menatap orang yang duduk diboncengan nya. Bella yang merasa ditatap pun merasa salah tingkah. Rael mengambil helm cadangan dan memberikannya pada Bella. Masih tersenyum menatap Bella dari spion motor, Rael tertawa dalam hatinya.
'Sebentar lagi nih guru kecil bakalan masuk keperangkap aku!! Hhhhhhh...' pikirnya angkuh.
"Masih lama ya?" tanya Bella membuat Rael sadar dan mulai menghidupkan motornya.
"Jangan ngebut-ngebut ya!" titah Bella, malah membuat ide jahil timbul dipikiran Rael.
"Apa nggak denger? peluk gue erat-erat Bel!" Rael mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Membuat Bella yang siap tak siap memeluk Rael dengan sangat erat.
'Serasa pelukkan Ibu!' gumamnya dalam hati. Setengah perjalanan pun Rael mulai melambatkan motornya.
__ADS_1
"Kamu mau bunuh saya ya?" teriak Bella. setelah menetralkan detak jantung nya yang begitu kencang.
"Hehe... sorry Bel, rumah mu dimana?" tanyanya cengengesan.
'Dimana ya? aku lupa lagi nama jalan nya! yang aku ingat cuman tukang jual cilok simpang rumah itu. hehehe...' pikir Bella bingung.
"Kok diam?" Rael memberhentikan motornya dipinggir jalan, menatap kearah orang dibelakangnya.
"Saya ngak tau nama alamat rumah itu. soalnya saya aja baru pindah kemaren!" ujar Bella lesu.
"Kamu tinggal sama Ayah Kamu kan sekarang?" Bella mengangguk. "Ya sudah sebentar!" Rael meraih handphone dari dalam jaketnya.
"Halo, alamat Bella dimana ya?" tanya Rael pada penelpon seberang, sambil menatap Bella yang menunduk.
"..."
"Kasih tau saja kenapa sih!!" juteknya.
"..."
"Owh okey, makasih." belum sempat dijawab orang seberang, Rael sudah mematikan telpon. Bella hanya diam, menunduk dan menggerutui keteledoran nya. Rael pun menghidupkan motornya menuju kediaman K.W Home.
🏠 Kediaman Ken Wijaya 🏠
Memasuki gerbang rumah, Bella sudah merasa risih diperhatikan setiap pelayan nya. Seperti apa pemikiran para pelayan jika melihat dirinya diboncengi seorang bocah.
"Makasih ya!" ujar Bella melepaskan helmnya.
"Kamu ngak mau bawa aku mampir kedalam sebagai tanda terima kasih?" penawaran Rael membuat Bella kesal.
"Sorry disini lagi ngak ada air buat bocah. emang nggak ikhlas ya bantu saya?" jutek Bella.
"nggak gitu juga Bel, ya udah lain kali aja. aku pulang dulu. tapi lain kali aku yakin, kamu sendiri yang bakalan tarik tangan aku buat mampir!" ucapan Rael membuat Bella terkekeh.
"Udah gih sana pulang!!" usir Bella pada Rael dengan tersenyum cengengesan. Rael akhirnya meninggalkan kediaman K.W Home. Bella yang melihat kepergian Rael malah senyum-senyum sendiri.
'Dasar bocah!!' cengengesan nya. Namun tanpa Bella sadari, Biangka dan Adel sudah melihat mereka dari arah balkon.
"Aku tau apa yang bakalan kita perbuat Mi, biar cepat-cepat mengusir sampah itu dari rumah!!" ujar Adel.
"Kamu memang anak Mami Del, Mami serahin ke kamu semua!!" tawa licik mereka pun mulai terdengar.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1