
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Setelah makan malam bersama. Bella memutuskan untuk mengerjakan beberapa pekerjaannya. Duduk di atas sofa sambil memangku laptop, Bella masih saja mencoba untuk menghindari Rael dengan bersikap jutek dan cuek.
'Biarin gue jutek-jutek begitu, biar dia mikir apa salahnya. Udah berani bohongin gue malah bertingkah seperti nggak terjadi apapun. Emang enak di cuekin!' gumam Bella merasa senang dalam hatinya. Rael yang duduk di atas ranjang usai makan malam mencoba untuk mengumpulkan keberanian untuk menceritakan semuanya pada Bella.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Rael memutuskan untuk mendekati Bella dengan duduk berhadapan di atas sofa. Bella pun mengalihkan perhatiannya pada Rael sambil mengerutkan dahinya.
"Kamu ngapain duduk di sini? Kan aku udah bilang, kalau aku lagi kerja." ujar Bella kesal.
"Aku minta waktu kamu sebentar Bel. Kita butuh bicara." jawab Rael semakin meyakinkan diri. Ia hanya takut Bella tidak mempercayainya, apalagi jika Bella berniat untuk meninggalkan Rael setelah ia ceritakan apa yang tengah terjadi.
"Ya sudah, silahkan. Kamu mau bicara apa?" Bella sebenarnya menunggu hal ini dari semalam, tetapi karena gengsi makanya ia masih bungkam.
"Aku mau bahas soal kejadian kemarin malam." ujar Rael menatap Bella serius.
"Semalam? Emangnya apa yang terjadi semalam?" tanya Bella dengan tampang sok tidak tau. Padahal di dalam hatinya ingin sekali bertanya soal itu.
"Kamu semalam ke mall bareng Vini kan. Apa kamu tidak melihat aku di sana?" tanya Rael memastikan.
"Iya aku ke mall bareng Vini semalam dan aku juga melihat kamu dengan Cindy tengah menyantap makan malam." ujar Bella yang sangat berbalik dengan isi hatinya.
__ADS_1
"Cindy? Siapa dia?" Tanya Rael yang langsung mengerutkan dahinya. Tentu Rael langsung kebingungan, karena yang ia ajak dinner semalam adalah Jesica bukan Cindy yang disebutkan oleh sang istri.
"Yang dinner bareng kamu semalam. Itu kan Cindy mantannya si Riko." jawab Bella. Rael langsung berdelik kebingungan.
"Dia itu namanya Jesica bukan Cindy Bel." ujar Rael yang merasa kebingungan.
"Bodoh amat dengan namanya itu. Terus kamu cuma mau ceritain ini ke aku? Cerita kalau kamu semalam pergi dinner sama cewek cantik itu. Sudah deh sana, buang-buang waktu aku aja!" Ujar Bella dengan kesal dan beralih menatap laptop.
"Aduh nggak gitu Bel. Aku mau tanya kok kamu nggak cemburu sedikit pun sama aku?" Ucapan Rael membuat Bella langsung terkekeh-kekeh.
"Cemburu? Buat apa aku cemburu sama penghianat yang merusak kesucian pernikahan." lantas sindiran Bella langsung membuat Rael merasa tertampar.
"Apa ini video yang kamu bilang?" tanya Bella menyerahkan Handphone yang sudah memutarkan video rekaman yang Rael maksud. Sontak mata Rael langsung melotot dibuatnya, ia sangat kaget mendapati kenyataan bahwa Bella sudah melihat video itu.
"Kamu dapat dari mana video ini? Ini memang video itu Bel, tetapi sudah lama. Kamu tidak berpikir aku masih memiliki niat seburuk itu kan?" tanya Rael sangat takut jika Bella sakit hati akan ucapannya di dalam video itu.
"Aku dikirimkan ini semalam oleh orang yang nggak aku kenal. Jujur awalnya aku merasa kamu benar-benar mengkhianati pernikahan ini dengan bermain api dibelakang ku. Tetapi setelah melihat video ini aku sadar, jika kita menikah hanya karena aku berbohong. Kamu pasti merasa tidak nyaman dan memiliki dendam padaku. Makanya aku tidak akan marah, meski apa yang terjadi di antara kita setelah menikah membuatku sempat berpikir akan menjadi istri yang baik untukmu." ujar Bella sepenuh hati, ia mengatakan semua yang ia pendam dari malam kemarin. Rael yang mendengar hal itu langsung menggeleng keras.
"Nggak Bel, nggak gitu maksud aku! Kamu jangan salah paham dulu dan kamu juga nggak bersalah sama sekali atas pernikahan kita. Aku malah bersyukur menikah denganmu Bel. Jujur saja waktu video itu direkam aku memang berniat buruk untuk menyakiti hatimu, tetapi setelah menikah dengan mu aku malah termakan omongan ku sendiri. Aku jatuh cinta padamu Bel!" tegas Rael membuat Bella langsung terharu.
"Maaf Rael, aku sudah membuat mu terjebak dalam pernikahan ini. Aku begitu egois saat kita menikah." tutur Bella yang sudah sesenggukan menahan tangis. Rael langsung mengambil alih laptop yang ada dipangkuan Bella untuk diletakkan ke atas meja dan langsung memeluk sang istri.
__ADS_1
"Jangan menyesali perbuatan mu Bel, karena pernikahan kita adalah anugrah bukan hal untuk disesali. Aku beruntung memiliki mu." ujar Rael menenangkan Bella yang sudah menangis di pelukannya.
"Makasih Rael, aku juga mencintaimu. Tetapi aku sangat cemburu melihat mu dengan gadis itu." Ucap Bella kemudian.
"Cemburu tandanya sayang Bel." kekehan Rael yang meski sedikit namun bisa di dengar oleh Bella.
'Kok gue jadi baper gini sih? Kan awalnya mau marah, tapi kok malah jadi gini?' gumam Bella dalam hatinya.
"Janji ya mulai hari ini kita harus saling terbuka dan nggak ada lagi yang harus di tutupi!" pinta Bella setelah meregangkan peluknya pada Rael.
"Iya janji istriku sayang. Senyum dulu dong! Maaf ya udah bikin kamu nangis. Aku takut banget kamu bakalan ninggalin aku setelah aku ceritakan ini semua padamu." jawab Rael dengan tersenyum hangat. Ia dengan lembut menyeka air mata di pipi sang istri.
"Justru kalau kamu nggak cerita, pikiran aku jadi kemana-mana. Untung kamu ceritanya sekarang, meski agak lambat sih. Tetapi kalau kamu nggak cerita, udah pasti aku bakalan menghindari kamu terus dengan jutek dan cuek." ujar Bella menatap Rael sinis.
"Aduh nggak bohong-bohongan lagi deh. Aku nggak nyaman kalau kamu cuek sama jutek gitu. Rasanya kayak aku dihukum satu dunia." ucap Rael dengan sangat dramatis.
"Hehe... lebay banget." kekehan Bella membuat Rael sangat nyaman.
'Gue bersyukur akhirnya Bella nggak marah setelah gue ceritain semuanya ke dia. Gue nggak merasa takut lagi bakalan ditinggalkan oleh Bella. Sekarang gue merasa beruntung banget punya istri kayak Bella. Ternyata cinta gue ke dia nggak bertepuk sebelah tangan.' gumam Rael dalam hatinya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1