MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
KEBUSUKAN ADELIA


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Rahman membawa seseorang itu kehadapan semua orang. Ia sedikit tersenyum tipis melihat ke arah Adelia yang tampak telah panik.


"Lo!" Seru Rael seketika emosi dan amarah. Seseorang yang dibawa oleh Rahman adalah lelaki kekar yang hendak memperkosa Bella, Thomas si suruhan Adelia.


Rahman mencegat Rael yang ingin memukuli Thomas. "Sorry Rael, tapi sekarang bukan saatnya untuk kekerasan. Kita butuh menjelaskan masalah ini." Ujar Rahman yang kemudian mendorong tubuh Rael agar kembali duduk di sofa.


Rael duduk dengan emosi yang sedari tadi ia tahan dan terus berdecak sebal.


"Kamu mengenal dia Adelia?" Tanya Arya yang tiba-tiba membuat tubuh Adelia bergetar. Ia gelisah dan panik seketika.


"Ti-dak." Elaknya dengan ucapan terbata-bata. Bahkan Adelia tidak mampu hanya untuk sekedar menatap Arya.


"Drakkkk.... Jangan bohong kamu!" Bunyi dobrakan meja membuat semua orang kaget dan terdiam. Arya benar-benar murka dengan mata yang memerah menatap ke arah Adelia.


Adelia tetap teguh pendirian dan mengeleng-geleng sambil menunduk takut.


"Jelaskan Rahman! Saya kehabisan sabar menghadapi perempuan ini." Seru Arya yang beranjak dari duduknya dan mencoba untuk menarik nafas segar.


Rahman yang diperintah pun langsung menjalankan tugasnya. Ia mengeluarkan beberapa kertas hasil printer dari dalam tas miliknya. Setelah itu Rahman memberikannya ke beberapa orang yang ada di sana.

__ADS_1


Kertas prinan itu memperlihatkan bahwa Adelia tengah berinteraksi dengan Thomas. Bahkan bukan hanya sekali tapi beberapa kali. Beberapa foto yang di printer itu juga memperlihatkan jelas bahwa Adelia pernah mengunjungi hotel bersama Thomas.


"Jadi foto-foto ini adalah bukti bahwa Adelia lah yang membayar pesuruhnya untuk menjebak Bella di malam itu. Ini adalah Thomas, lelaki yang tadi berada di dalam video. Kalau bukan karena Rael, mungkin rencana Adelia akan berjalan lancar dan membuat tuan Arya malu bahkan bisa jadi mengusir Bella dari kediaman Ken." Ungkap Rahman membuat orang-orang di sana mengeleng-geleng tidak percaya akan tindakan keji Adelia.


"Tetapi kamu kan yang pernah menjemput Nyonya Biangka pergi liburan beberapa bulan lalu?" Tanya Mbok Iyem yang akhirnya ikut buka suara setelah menatap lekat wajah Thomas.


Ia mengingat jelas kejadian beberapa bulan lalu. Subuh-subuh sekali Biangka berangkat untuk liburan, ntah kemana Mbok Iyem juga tidak begitu tau. Hanya saja ketika Thomas menjemput Biangka, Mbok Iyem memergokinya tengah berciuman sebelum memasuki mobil.


Thomas yang sudah pasrah pun mengangguki ucapan Mbok Iyem. Hal itu membuat Mbok Iyem seketika menutup mulutnya dengan mulut.


"Apa kamu bermain dengan Ibu serta anak juga? Di sini tampak jelas kamu pergi ke hotel dengan Nona Adelia, akan tetapi dihari itu kamu juga berciuman dengan Nyonya Biangka." Ungkap Mbok Iyem membuat Adelia kaget dan mengalihkan perhatiannya pada Mbok Iyem serta Thomas bergantian.


Seperkian detik kemudian ia semakin merasa hancur saat anggukan kepala dari Thomas menandakan bahwa yang diucapkan oleh Mbok Iyem adalah sebuah kebenaran.


"Kamu tidak bisa mengelak lagi Adelia. Semua bukti sudah mengarah jelas kepada mu. Aku sebagai kakeknya Bella akan menuntut kalian berdua atas tuduhan pelecehan dan pemerkosaan." Seru Arya yang telah meredam sedikit amarahnya.


"Tidak...! Aku tidak mau! Ini semua karena Bella, dia sendiri yang tiba-tiba datang dan merebut semua milikku!" Tolak Adelia dengan sedikit terisak. Ia bahkan mencoba untuk melarikan diri, akan tetapi langkahnya dicegat oleh Thomas.


"Jangan seenaknya pergi begitu saja! Kamu yang membuat ku terjebak dalam masalah ini, sekarang kamu harus ikut masuk penjara bersamaku!" Tegas Thomas dengan suara dingin yang mampu membuat pendengarnya terdiam.


"Sungguh wanita licik kau Adelia! Setelah menjebak Bella sekarang kau juga menghancurkan rumah tangga kami! Aku tidak akan pernah memaafkan kamu selamanya!" Sarkas Rael dengan emosi. Ia menunjuk tajam Adelia yang juga tengah menatapnya.

__ADS_1


"Saya tidak akan membiarkan kamu keluar dari penjara dengan cepat!" Ujar Haris yang juga menatapnya tajam.


"Benar itu tuan, saya juga tidak suka melihat Adelia lagi di rumah ini!" Tambah Mbok Iyem dengan tatapan sinis menatap Adelia. Sedangkan Ken menatap nanar anak angkatnya itu.


Ia masih tidak percaya akan perbuatan Adelia yang begitu-begitu benar tidak bisa dimaafkan lagi. Kekecewaan Ken semakin menjadi, ia juga menyesal telah terlalu memanjakan Adelia.


"Bawa saja dia ke penjara Rahman! Jangan nampak kan lagi kehadiran nya di rumah ini. Mbok Iyem, perintahkan semua pelayan dan para pekerja di rumah ini untuk tidak membiarkan gadis itu serta ibunya menginjakkan kaki lagi ke kediaman Ken Wijaya." Putus Ken yang akhirnya memerintah Mbok Iyem dengan nada kesal dan dingin.


"Tidak... Aku tidak mau! Aku masih ingin menjadi bagian keluarga Wijaya! Aku tidak mau! Hikss... Hahahaha... Hikss... Hahaha..." Adelia sangat frustasi dan sepertinya ia kehilangan kesadaran. Semua orang menatapnya dengan tatapan benci dan marah. Rasa panik dan gelisah yang ia rasakan tiba-tiba menghilangkan akal sehatnya. Ia menangis sekejap dan juga tertawa dengan sekejap. Bahkan Thomas yang tengah memeganginya seketika mengerutkan dahi dan menatap bingung Adelia.


Adelia tampak seperti ODGJ, ia bahkan menangis dan tertawa tidak jelas. Semua orang yang ada di sana menatap keheranan melihat tingkahnya.


"Adelia!" Seru Thomas mencoba membuat gadis itu tersadar dengan menggoyangkan bahunya. Akan tetapi Adelia semakin meracau tidak jelas.


"Lepaskan aku! Aku ini anaknya Ken Wijaya, jangan berani-berani kamu menyentuh ku! Hahaha... Aku anak Ken Wijaya, Aku orang kaya... Hahaha... Hikss... Tapi semua direbut Bella... Hikss... Hahaha... Dia telah menghilang!" Racunnya tidak jelas membuat semua orang ngeri melihatnya. Bahkan Arya langsung menelpon perawat rumah sakit jiwa untuk segera menangani Adelia yang telah kehabisan akal.


"Lalu bagaimana sekarang? Setelah semua kebusukan Adelia terbongkar, kita masih belum bisa menemukan keberadaan Bella." Seru Rael kesal. Karena yang ia butuhkan saat ini bukanlah menyelesaikan masalah ini, melainkan mecari keberadaan Bella yang tengah mengandung buah hati mereka.


"Kakek juga tidak bisa menemukan keberadaan nya. Para heaker yang kakek perintahkan tidak menemukan petunjuk keberadaan Bella sedikit pun." Ungkap Arya menangapi perkataan Rael. Membuat Rael menghela nafas dan seketika berdecak sebal.


"Siapa dalang dari semua ini, tidak mungkin Bella pergi sendiri dan bisa menghapuskan petunjuk keberadaan nya." Sahut Haris yang ikut mengeluarkan pendapatnya. Rael mengangguk, membenarkan ucapan Haris karena ia juga sempat berfikir seperti itu.

__ADS_1


"Tapi siapa orang itu?" Tanya Rael yang juga bertanya kepada dirinya sendiri. Ia terus berfikir keras memikirkan siapa orang yang membantu Bella sampai semua orang tidak bisa menemukan keberadaannya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2