
...🌺🌺🌺🌺🌺...
"Satya? Satya Briand sahabatku? apa motifnya melakukan ini pada Riko?" bingung Bella. Gibran hanya mengangguk tunduk.
"Katanya ada dendam pribadi buk. Satya tidak suka ibuk mendekati pria lain selain dia." penjelasan Gibran membuat Bella merasa bersalah atas kondisi Riko. Sebagai ucapan terimakasih Bella berdiri dan memeluk hangat Gibran dihadapan Rael yang melongo kaget.
"Makasih ya udah bantu saya! saya harap kerja sama ini dirahasiakan." bisik Bella diangguki Gibran. Rael dengan kuat menarik Bella dari pelukan Gibran. Gibran yang baru menyadari kehadiran Rael lansung bergidik ngeri.
"Apa-apaan sih kalian? Bella kamu itu pacar Aku, ngapain peluk-peluk Gibran?!" emosi Rael seketika membuat Bella terhenyak.
"Kamu yang apaan, kamu cuman pacar bohongan saya!" ketus Bella meninggalkan Rael dan Gibran yang begitu sibuk dengan pemikiran nya masing-masing.
"Kamu bilang apaan tadi ha?" tegas Rael menghentikan langkah Bella memasuki taksi.
"Gue mau putus sama lo bocah! kita cuman pacaran bohongan selama ini!"ketus Bella. Rael yang diperhatikan oleh sekelilingnya pun merasa harga dirinya direndahkan Bella.
"Kamu mau putus? ya sudah gue ladenin. gue juga nggak suka sama cewek kecil buluk kayak lo! sore nanti gue bakalan dapat pacar lebih cantik dari lo!" tegas Rael malah diacuhkan Bella dan bergegas menaiki taksi. Rael pun dengan emosi malah berlalu dengan motornya. Gibran serta Jingga hanya menjadi penonton dari drama yang dibuat Rael dan Bella.
"Mereka kenapa sih?"tanya Jingga.
"Biasa, berantem karena saling cemburu. baru kali ini aku lihat Rael se emosi itu! dia cemburu banget lihat buk Bella dekat-dekat sama Cowok lain!" tutur Gibran santai duduk di kursi yang tadi di duduki Rael.
"Emang mbak Bella pacaran sama cowok itu?" tanya Jingga kebingungan.
"Iya katanya, tapi aku juga nggak tau pasti sih. buatin orange jus dong. gerah nih abis liatin mereka berantem!" Jingga pun sangat bersemangat untuk pesanan yang dimintai Gibran.
🍃Disisi lain🍃
Bella tidak habis pikir dengan pemikiran Rael yang terlalu kekanak-kanakan sekali menurutnya.
__ADS_1
"Husss... dasar bocah! membuat sebal hari-hari ku saja. mau nya apaan sih?" gerutu Bella memasuki rumah.
"Non Bella udah pulang ya? gimana sahabatnya, udah sembuh?" tanya Mbok Iyem menghampiri Bella.
"Udah siuman kok mbok. oh ya mbok, nanti malam kayaknya Bella ngak pulang deh. jadi ngak usah antar makan malam ke kamar ya!" penjelasan Bella membuat Mbok Iyem bingung.
"Loh kenapa non, emang non Bella mau kemana?" Bella tersenyum hangat pada mbok Iyem. Ia merasakan perhatian Mbok Iyem sama dengan perhatian sang almarhumah ibu nya.
"Nanti malam Bella mau nginep di rumah Vini. soalnya nanti sore ada turnamen mbok, lansung deh malam nya acara perayaan di gedung hotel XX. Bella pulangnya besok. kalau gitu Bella keatas dulu ya mbok!" mbok Iyem mengangguki ucapan Bella yang berlalu pergi dihadapannya.
Tanpa mereka sadari, Adel mendengar semua percakapan Bella bersama Mbok Iyem. Pemikiran kotornya kembali muncul untuk mengusir Bella dari rumah itu.
'Owh, jadi nanti malam di hotel XX ya! awas aja kamu Bel, sebentar lagi kamu bakalan aku buat keluar dari rumah ini!' pikir licik Adel. Adel pun menelpon seseorang dari seberang.
"Halo thomas!" sapanya dengan senyum devil.
"Gue ada kerjaan buat lo!" ucapnya kembali.
"Apaan bos? banyak nggak tips nya?" semangat Thomas.
"Lo harus tidur sama cewek yang gue kirimin foto di chat nanti. lokasinya di hotel XX ya. gue ngak mau tau, lo nanti malam harus tidur bareng dia bagaimana pun caranya. terus foto dan kirim ke gue! DP nya gue transfer 25 juta sekarang juga! jika kerjaan lo sukses, gue tambahin!" senyum devil Adel membuat idenya semakin buruk untuk menghancurkan Bella.
"Owh okey bos, itu mah tenang aja. bos serahin ke gue!" tutur Thomas mematikan sambungan telpon.
🍃Disisi lain🍃
Rael dengan emosinya akan ucapan Bella tadi. Nge~chat semua para fansnya agar dimintai datang turnamen futsal sore nanti. tujuannya agar Bella merasa cemburu dengan kedekatan Rael bersama wanita cantik para fans-fans nya.
'Awas aja ya lo Bell. lo bakalan mohon-mohon ke gue minta balikkan. gue bakalan bikin hati lo hancur sebagai pacar gue. harga diri gue udah 2 kali lo hancurkan!' sarkas Rael. Rael dengan senyum devilnya bersiap-siap untuk turnamen futsal hari ini. Ia berharap Bella gagal move on padanya.
__ADS_1
🛌Kamar Bella🛌
Bella terbangun dari tidur siang nya setelah Vini berulang kali menelpon. Ntah mengapa Bella begitu tidak bersemangat untuk hadir di turnamen sore ini. pemikirannya kembali pada Rael yang begitu mengubah mood.
"Bisa ngak kalau gue datangnya pas perayaan aja? gue capek banget Vin!" tutur Bella yang masih rebahan di atas kasurnya. Sontak Vini diseberang menggeleng.
"Nggak bisa dong Bel, ini aja lo udah sangat lambat. tinggal satu turnamen akhir lagi. kelas lo masuk babak final meski buk walasnya ngak datang menyemangati. kalau sampai Dekan tau lo kayak gini pasti dimarahin nih!" ujar Vini bertubi-tubi mengomeli Bella.
"Ahhhh, lo nggak bersahabat banget sih!" lesunya.
"Ini bukan tentang sahabatan Bel, tapi tentang tanggung jawab masing-masing. Ya udah cepetan, setengah jam lagi babak final dimulai. gue tunggu lo ya. awas tidur lagi!" tegas Vini pada Bella yang begitu tidak berniat bergerak meskipun hanya untuk bergeser di atas tempat tidur.
"Woi... lo dengerin gue kan? cepetan bangun!" teriak Vini pada handphonenya membuat Bella terbelalak kaget. Suara Vini begitu memusingkan, meski pun Bella memohon ia juga tidak akan bisa mengelak dari tanggung jawabnya sebagai wali kelas.
"Iya gue denger. tunggu aja di sana. gue mau mandi dulu!" seketika Bella beranjak dari ranjang dan mematikan sambungan telpon tanpa menghiraukan omelan-omelan Vini.
🍃Disisi lain🍃
Rael sudah sedari tadi memperhatikan sekeliling tempat turnamen futsal namun tak kunjung ia menemukan orang yang dicari. Rael sangat risih dengan kehadiran gadis-gadis ini, meski ia sendiri yang meminta mereka datang. walaupun begitu alasan Rael tetaplah hanya untuk membuat Bella gagal move on darinya. Turnamen babak akhir akan selesai 15 menit lagi. permainan tim yang dipimpin Rael begitu sangat baik. seisi ruangan turnamen pun hiruk meneriaki nama Rael. namun, permainan ini sangat sengit sehingga menimbulkan hasil seri dan dengan terpaksa harus melakukan adu pinalti.
Bella memasuki ruangan turnamen dengan celana levis, serta jaket yang senada. rambut yang di kucir tinggi dan sepatu flat membuatnya tampak seperti anak SMA bukan seorang guru. Bella memperhatikan gerak gerik Rael yang terus diikuti para fans-fans nya sedari tadi.
'Dasar buaya! baru saja tadi siang putus udah deketin banyak cewek, dasar bocah!' celetuk Bella dalam hatinya. Bella begitu sebal melihat Rael dan para gadis disekitarnya. saat Rael melangkah menuju titik adu pinalti. tangan Bella ditarik Vini agar mendekati lapangan.
"Eh~eh apaan sih Vin, gue di sini aja!" tutur Bella yang kaget karena lansung diseret Vini.
"Lo ngapain berdiri jauh disitu. lo harus semangati anak didik lo Bel! gue ngak mau tau, lo harus teriakkan semangat buat ketua tim itu." tegas Vini membuat Bella menggeleng-geleng. Bukannya tidak mau, namun hanya saja Bella sadar jika ketua tim futsal kelasnya ini adalah si Rael yang notabennya bocah yang sudah ia putusin siang tadi. mau dibawa kemana harga diri Bella dihadapan Rael serta Gibran yang juga berada di sana. Bella tidak habis pikir dengan permintaan tegas dari sang sahabat yang tidak melihat situasi dan perasaan nya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1