
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Bella kini tengah duduk selonjoran di kursi kolom berenang dengan nyaman. Hari yang tidak mendung dan juga tidak panas membuat aktivitasnya berisitirahat semakin terasa enak.
Baru saja memejamkan mata beberapa menit, suara Rael memanggil dari dalam rumah langsung membuatnya berdecak sebal.
"Apaan sih Rael? Aku di kolom berenang nih!" Jawab Bella yang tidak kalah bersuara tinggi agar Rael bisa mendengarnya.
"Kamu kesini deh, aku kenalkan kamu sama seseorang!" Pinta Rael kembali membuat Bella kesal. Namun mau tidak mau ia hanya berusaha sabar dan mengikuti perintah sang suami. Dengan berat hati Bella melangkah memasuki rumah dan menuju ke sumber suara, yaitu ruang tamu.
"Kamu rempong banget sih! Kenapa harus teriak-teriak begitu memanggilnya." Ujar Bella sesampainya dihadapan Rael yang tengah berdiri tanpa memperdulikan dua orang lagi yang tengah duduk di di sofa.
"Hehe... biar kamu denger. Soalnya aku udah manggil beberapa kali sedari tadi." Jawab Rael terkekeh karena melihat sang istri yang sudah kesal.
"Oh ya kenalin ini..." Belum sempat Rael memperkenalkan tamunya tersebut. Bella sudah kaget kesenangan dan memotong ucapan Rael. Ia langsung melangkah pada tamu itu dan duduk di sebelahnya.
"Aduh Kak Dito apa kabar? Ya ampun kita udah lama nggak ketemu nih." Ujar Bella yang langsung bersalaman dan berpelukan dengan orang yang ia panggil kakak itu. Sontak Vino dan Rael yang menyaksikan itu langsung kaget dan bingung.
__ADS_1
"Waah ternyata nggak salah lihat, ini benar-benar kamu La. Beda banget auranya dari yang dulu, udah jadi dosen ya sekarang?" Tanya Dito.
Dito adalah salah satu kakak senior Bella di bangku perkuliahannya dulu. Bahkan saat MOS pun mereka sempat dirumorkan dekat namun tidak menjadi nyata sampai sekarang. Dito yang telah lulus dari bangku perkuliahan melanjutkan pendidikannya di jepang, ia begitu berbakat di bidang IT sehingga tidak tanggung-tanggung ia mengeluarkan uang yang banyak demi kelanjutan S2 nya itu. Semenjak kepergian Dito itulah Bella tidak lagi dirumorkan dekat dengannya. Meskipun begitu Dito tidak pernah melupakan Bella, bahkan tujuannya untuk kembali ke Indonesia adalah demi bertemu Bella. Dito pernah mendatangi kediaman lama Bella bersama sang ibu, karena hanya itu satu-satunya informasi tentang Bella yang ia tau. Tetapi takdir berkata lain, ia diberitahu bahwa Bella telah pindah dan orang yang memberitahukan itu juga tidak tau kemana perginya Bella. Semenjak hari itu pupus sedikit demi sedikit harapan Dito untuk kembali bertemu dengan Bella. Ia juga merasa bersalah karena dulu tidak mengungkapkan perasaannya itu pada Bella.
"Iya kak, baru beberapa bulan. Kakak bagaimana kabarnya?" Tanya Bella antusias. Mereka berdua begitu seperti orang yang tengah reuni tanpa memperdulikan 2 orang lagi yang berada di ruang tamu itu. Rael melihat istrinya dengan tatapan sangat cemburu. Karena selama ia berkenalan dengan Bella belum pernah ia melihat Bella sedekat itu dengan lelaki lain.
"Alhamdulillah baik, sekarang aku bekerja di salah satu perusahaan ternama, yaitu perusahaan Wijaya. Di sana aku menjabat sebagai hacker perusahaan untuk meretas perbuatan buruk Internet perusahaan lawan." Jelas Dito dengan tersenyum ramah dan mengusap rambut Bella dengan santai.
Rael sudah kehabisan sabar dan langsung menghentikan pergerakan tangan Dito di rambut sang istri.
"Lo kalau mau ngobrol. Ngobrol aja bangsul! Tapi jangan modus sambil sentuh istri gue!" Tegas Rael membuat Bella kembali kesal. Padahal ia tadi sangat senang saat bertemu dengan Dito.
"Bu Bella ini istrinya Rael bang. Mereka udah nikah beberapa bulan lalu. Lo jangan macam-macam ya, ntar bapak singanya bangun. Wkwkwk..." Kali ini Vino yang menjawab karena merasa terkekeh-kekeh melihat ekspresi cemburu Rael.
"Kamu sudah menikah Bel? Bukannya dia ini masih kuliah?" Tanya Dito yang membuat Bella kebingungan harus menjawab apa. Tidak mungkin kan ia harus menjelaskan bahwa mereka ini menikah karena sebuah accident.
"Iya kami sudah menikah, nggak percayaan banget. Emangnya kenapa kalau gue masih kuliah? Masih kuliah gini udah bisa nafkahi lahir batin istri gue kok!" Jawab Rael yang tidak ramah sedari tadi. Ia yang masih berdiri di hadapan ketiga orang itu malah terlihat seperti rentenir penagih hutang.
__ADS_1
"Aduh Rael, kamu jangan marah-marah dulu. Ayuk duduk!" Pinta Bella yang berusaha tenang agar tidak terjadi keributan. Bella menarik tangan Rael untuk ikut duduk di sebelahnya. Alhasil sekarang ia tengah dihimpit oleh kedua pria tampan itu.
"Siapa yang marah-marah? Aku nggak suka aja kalau punyaku disentuh orang lain!" Tegas Rael dengan tatapan malas.
"Ini kakak seniorku sewaktu kuliah dulu Rael. Kamu tidak usah cemburu, karena aku dengannya hanya sahabat lama." Ucap Bella memberikan pengertian sedangkan Dito merasa hatinya teriris pisau saat mendengar hal itu. Ternyata selama ini Bella hanya menganggapnya sebagai sahabat lama, bahkan ia tidak memiliki perasaan sedikitpun untuknya. Rael yang mendengar itu hanya acuh dan mengalihkan pandangannya dari Bella.
"Aku tidak peduli. Aku tidak cemburu tetapi hanya tidak suka." Jawab Rael tanpa menatap lawan bicaranya.
"Kenalin juga ini suami aku kak. Sebagaimana ucapan Vino, kami sudah menikah beberapa bulan. Aku juga mau ngasih tau kalau perusahaan tempat kakak bekerja itu adalah perusahaan milik kakekku." Jelas Bella dengan tenang. Ia tidak mau ada yang salah paham lagi dan semuanya menjadi jelas.
"Kakek mu? Pak Wijaya itu kakek mu Bel? Sungguh aku sangat kaget mendengar ini." Jawab Dito tidak percaya. Bella langsung mengangguk mantap.
"Lalu kedatangan kak Dito kesini ngapain?" Tanya Bella penasaran.
"Oh ya, bang Dito ini sepupu saya Bu Bella. Karena hacker kemarin nggak bisa handel masalah kalian, jadi aku minta bantuan bang Dito. Semoga saja bisa diselesaikan dengan segera." Jawab Vino dengan tersenyum ramah. Sedangkan Rael masih saja tidak senang dan merutuki dirinya telah membawa pulang lelaki itu. Lain hal dengan Dito yang sangat kaget mendengar penjelasan lansung dari Bella.
'Awalnya aku sangat bahagia mendapati pertemuan yang tidak terduga ini. Namun aku salah, ternyata kenyataan menamparku dengan keras, wanita yang sampai kini aku cintai ternyata sudah menjadi milik orang lain.' Dito menyesali perbuatannya yang dulu tidak pernah menyampaikan rasa sukanya pada Bella.
__ADS_1
"Lo bisa nggak selesaikan masalah kami ini? Kalau nggak gue cari hacker lain!" Ujar Rael ketus. Tadi ia begitu semangat saat Vino memperkenalkannya dengan orang lulusan IT terbaik disalah satu universitas yang ada di Jepang. Namun ia tidak menyangka akan menjadi seperti ini, Rael betul-betul cemburu melihat kedekatan Bella dengan lelaki itu.
BERSAMBUNG.....