MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
CEMBURU PART 2


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Bella juga menatap penasaran jawaban yang akan di ucapkan oleh Dito.


"Semalam, usai ku lihat dan mencoba untuk memeriksa perkembangan video itu. Ternyata tidak begitu rumit dan sangat mudah untuk diretas. Aku merasa bisa menghapus video itu sekarang juga. Kedatangan ku kesini hanya untuk menanyai apakah kalian mau menyimpan video itu secara pribadi atau dihapus permanen semuanya?" Tanya Dito menatap Bella dan Rael bergantian. Meski ia tengah sangat kecewa, tetap saja ia berusaha untuk profesional dalam pekerjaannya.


"Hapus saja semuanya, aku tidak ingin lagi muncul masalah baru hanya karena video itu!" Pinta Rael yang kali ini sudah menatap lawan bicaranya. Meski masih dengan tatapan tidak suka.


"Bagaimana menurutmu La?" Tanya Dito yang malah tidak memperdulikan jawaban dari Rael.


"Aku setuju dengan Rael kak. Lagian video itu juga tidak penting, aku hanya takut nantinya akan merusak reputasi kedua keluarga apalagi perusahaan. Hapus saja sekarang kak!" Pinta Bella dengan tersenyum manis. Itu membuat jantung Dito seolah-olah mau copot. Senyuman Bella yang seperti itulah yang selalu membuatnya semakin semangat. Dito terpesona dibuatnya.


"Woi, Lo dengerin ucapan istri gue nggak sih? Malah bengong!" Sarkas Rael yang memperhatikan gerak-gerik dari Dito. Seketika Bella langsung mencubit pinggang Rael yang berada di sebelahnya.


"Kamu bisa sopan sedikit nggak ngomong nya? Aku nggak suka ya!" Bisik Bella yang membuat Rael akhirnya diam dengan hati yang kesal.


"Baiklah Bel, aku akan hapus sekarang juga. Vino ayuk bantu aku ngambil laptop dan yang lainnya di dalam mobil." Ajak Dito yang sebenarnya ia hanya ingin menghirup udara segar karena selama mendapati kenyataan tadi, ia menahan sesak yang sangat menyakiti hatinya.


Bella hanya mengangguki ucapan Dito dan beralih menatap Rael kesal, saat Vino dan Dito sudah keluar dari rumah. "Kamu kenapa sih? Kenapa kamu jadi marah gitu? Apa aku salah akrab dengan kakak senior ku sendiri? Aku nggak suka ya kamu ketus dan jutek-jutek begitu." Ujar Bella dengan tatapan serius pada Rael. Ia tau bahwa suaminya ini masih kekanak-kanakan oleh karena itu Bella mencoba untuk memberikan pengertian pada sang suami.


"Aku nggak suka lihat kamu sama dia sedekat itu Bel! Akrab boleh, tapi nggak pelukan juga, apalagi dia nyentuh rambut kamu. Kamu itu milik aku, aku nggak suka milik aku disentuh oleh orang lain!" Tegas Rael yang membuat Bella juga sadar bahwa perbuatannya salah.

__ADS_1


"Baiklah, maafkan aku. Aku sudah membuat mu cemburu." Jawab Bella sendu padahal dihatinya masih tidak menerima sikap Rael yang terlalu to the point. Membuatnya malu di hadapan senior.


"Iya ku maafkan." singkat Rael yang masih kesal. Terlihat sekali ekspresi wajahnya yang separuh hati memaafkan Bella.


"Kamu sendiri yang mau ngenalin aku sama dia, tapi kamu juga yang ngambek! Padahal aku udah mau minta maaf dan mengalah. Baiklah, sekarang aku juga yang ngambek! Jangan harap aku bakalan mudah dibujuk kali ini. Mulai nanti malam kita pisah kamar!" Ujar Bella berpura-pura. Ia berdelik dan mencoba untuk menahan tawa karena ingin mengerjai Rael. Mendengar hal itu membuat Rael seketika panik. Bagaimana bisa ia yang sekarang sudah sangat bergantung tidur dengan Bella disampingnya, harus pisah kamar nanti malam. Itu terlalu berat untuk Rael.


"Aduh nggak gitu juga Bel. Aku cuma tidak suka saja, kamu jangan ngambek gitu dong!" Ujar Rael membujuk Bella yang tengah berpura-pura. Bella masih bungkam tanpa ekspresi dan tidak mau menatap Rael.


"Jangan ngambek lagi ya sayang. Pokoknya apapun mau kamu aku bakalan turutin, kamu jangan marah dong." Pinta Rael. Mereka berdua begitu seperti anak-anak yang manis. Bukannya berantem malah saling bergantian meminta maaf.


"Janji ya. Kalau begitu nanti malam kita dinner di restoran bintang 5 yang aku inginkan waktu itu. Yeaai..." Sorak Bella sambil memeluk Rael. Seketika Rael yang tadinya panik lansung kebingungan melihat perubahan cepat dari Bella.


"Hehe iya, kamu sendiri sih yang ngambeknya nggak bisa dibujuk. Makanya aku balas dengan ngambek juga, apalagi ditambah dengan sedikit ancaman biar kamu panik. Hahaha..." Tawa Bella yang kedua tangannya masih berada di bahu Rael. Senyumnya melebar saat melihat wajah Rael yang sudah tidak terlihat kesal.


"Aduh kalian ngapain sih? Mata suci gue ternodai!" Sontak Bella langsung melepaskan tangannya dari bahu Rael saat mendengar suara Vino yang mengomel.


"Apaan sih lo Bambang. Ganggu aja!" Desis Rael menatap kesal pada sang sahabat.


Dito hanya diam, ia mencoba untuk menyadarkan dirinya bahwa Bella sudah tidak bisa lagi untuk ia miliki. Kalau bukan karena profesional kerjanya, sudah pasti Dito lari dari kenyataan yang ia terima saat ini.


Setelah merapikan beberapa alat yang dibutuhkan Dito untuk meretas video tersebut. Ia pun langsung mulai melakukan pekerjaannya karena tidak mau berlama-lama lagi di sini. Dito dengan wajahnya yang tanpa ekspresi mengutak-atik laptopnya dengan sangat serius. Bella sudah pamit untuk membuatkan beberapa camilan dan minuman untuk mereka semua. Meski disini ada Mbok Iyem, tetap saja Bella tidak mau merepotkan nya.Sedangkan Rael dan Vino ikut memperhatikan apa yang tengah dikerjakan oleh Dito dengan seksama. Bahkan mereka juga sempat membantu dengan beberapa hal yang dibutuhkan oleh Dito.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian. Bella membawa camilan dan minuman dari arah dapur menuju ke ruang tamu, tempat dimana ketiga lelaki itu tengah serius menatap laptop. Bertepatan dengan itu Adelia pulang dan memasuki rumah. Betapa kagetnya ia mendapati kehadiran Dito di ruang tamu yang ternyata adalah sahabatnya.


"Dito..." Sorak Adelia berlarian memeluk sang sahabat yang duduk di atas sofa tengah sibuk memainkan laptop. Tanpa malu ia langsung menempel pada Dito tanpa memperdulikan Vino yang sedikit tergeser oleh dorongannya.


'Wah ngeres nih cewek! Orang sebesar gue bisa-bisa dia nggak lihat?' gumam Vino kesal.


Dito yang awalnya kaget akhirnya membalas pelukan Adelia saat sadar bahwa gadis itu adalah sahabat lamanya.


'Kenapa para cewek di rumah ini pada kenal dia sih? Gue jadi penasaran dia ini siapa?' Rael juga bergumam dan sedikit merasa geli saat Adelia begitu menempel dengan Dito.


Bella meletakkan beberapa camilan dan minuman yang ka bawa di atas meja. Dengan mengerutkan dahinya, ia terlihat kebingungan saat menatap sepasang sahabat dihadapannya.


"Lo kemana aja sih Dit. Jujur gue rindu banget nongkrong sama Lo!" Ujar Adelia setelah melepaskan pelukan nya dari Dito.


"Gue baru pulang dari Jepang. Di sana gue lanjutin S2 gue. Sorry ya gue pergi tanpa ngabarin Lo waktu itu, soalnya gue lupa." Jujur Dito menjelaskan. Adelia memukul-mukul pelan dada Dito.


"Pokoknya gue nggak terima maaf, malam besok lo traktir gue di tempat kita biasa nongkrong!" Pinta Adelia berpura-pura merajuk.


"Iya baiklah Adel, gue akan traktir Lo besok malam. Tetapi kenapa lo ada di sini?" Tanya Dito yang akhirnya sadar karena kehadiran Adelia tidak ada hubungan nya dengan masalah yang tengah ingin ia selesaikan. Adelia juga sedikit kebingungan saat akan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Dito padanya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2