Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 104


__ADS_3

Hanan dan Alana sudah memasuki gedung serbaguna yang ada difakultas ini


Alana dipersilakan untuk duduk bersama istri-istri para narasumber, yang diundang kemari


Sedangkan Hanan, dipersilakan masuk kedalam ruangan, beserta para narasumber lain yang sudah hadir disini


Alana sudah duduk diantara para istri-istri narasumber, yang agak jauh dari gerombolan para mahasiswa


Beberapa menit, Hanan keluar beserta narasumber lain, untuk duduk dikursi, yang ada diatas panggung


Tepuk tangan mulai menggema


Alana dibuat takjub, ketika suaminya duduk diantara para narasumber lain


"Suamiku hebat"


Tiba-tiba


"Yang jas putih suami mbak?" Tanya wanita berbadan bohay, rambut bersanggul, berkacamata lebar, berdandan menor, ditambah makan tempat. Untung kursi duduknya satu-satu. Jika tidak, Alana bisa penyok


"Iya bu" Jawab Alana sopan


"Muda sendiri. Bertugas dimana?" Tanyanya lagi "Oiya, perkenalkan namaku Ratu, panggil saja ibu Ratu. Kamu siapa? Nggak pa-pa ya, ibu sebut kamu. Sepertinya usiamu imbang sama putraku" Tangan Ratu menjulur ingin berjabat tangan


Alana menyambutnya "Oh.. Iya bu nggak pa-pa. Usiaku 29 tahun bu, namaku Alana, dan suamiku bertugas dirumah sakit ibu dan anak Assifa, yang beralamat disimpang 8 Semarang"


"Oh, masa. Berarti sama dong dengan putraku"


"Putra ibu? Siapa? Maaf kalau boleh tau. Soalnya saya juga bekerja disana"


"Ohh, kok ikut kesini. Izin?"


"Iya bu. Saya penasaran sekali ingin ikut suami seminar. Jadi ingat waktu dulu masih kuliah. Dan kebetulan, suami mengizinkan. Jadi ikut"


"Oh, ibu juga sering ikut. Apalagi putraku merantau disini. Jadi, habis ini ibu ingin mengunjunginya. Eng.. Biarpun kemarin putraku sudah pulang ke Surabaya sih, tapi kami juga ingin berjumpa lagi, masih kangen" Ratu berbisik "Apalagi, katanya sudah ada cewek yang dia incar. Semangatlah ibu. Ibu mau dapat mantu. Ibu maksalah minta dikenalin. Tapi sayang, dia belum menyebutkan nama sigadis itu"


"Oh, tadi ibu belum menyebutkan nama putra ibu. Siapa tau kenal, namanya siapa bu ?"


"Oh iya lupa. Namanya Pijar Wijanarko. Dia anak ontang-anting (Tunggal) ibu"


"Oh mas Pijar, ya bu saya kenal"


"Oh benarkah. Wah senangnya. Mbak Alana rekan kerjanya ya. Tau nggak ceweknya siapa? Kemarin, dia ingin kasih oleh-oleh untuk ceweknya. Jadi ibu sarankan, kasih oleh-olehnya khas Surabaya aja gitu"


Deg


"Wah, masa sih, mas Pijar suka padaku.. Eh tidak-tidak. Memangnya dia nggak tau aku istri mas Hanan. Kukira dia anggap aku temannya. Dan nyogok aku agar aku baik padanya"


"Nak, nak. Jangan melamun. Kita simak suami kita dulu yuk"


Kembali ke seminar


Salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Prodi Studi D3 dan STr Kebidanan adalah mengadakan seminar regional.


Seminar ini dilaksanakan di Kampus Pusat kota. Panitia/mahasiswa, wajib hadir


Panitia operator, karyawan pusat, dan dosen yang terlibat dalam susunan acara, berada di ruangan kampus pusat ini.


Sedangkan Hanan dan 3 narasumber lain, yang ikut hadir di ruangan ini, ikut memantau jalannya acara.


Panitia yang hadir di kampus pusat sudah datang sebelum pukul 08.00 WIB, kemudian panitia yang diluar kota inipun, ikut memantau dengan memasuki ruang seminar terlebih dahulu.


Setelah panitia dan para narasumber sudah masuk. Maka, peserta dapat mengikuti seminar


Selama menunggu peserta bertambah, pada jam 08.20 WIB di tayangkan video profil Jurusan Kebidanan ini, lalu, disaat kuota peserta sudah penuh, yaitu mancakup 1000 peserta, seminar segera dimulai


Pada jam 08.40 MC dan moderator membacakan tata tertib kepada para peserta, kemudian diikuti menyanyikan lagu Nasional Indonesia Raya dan Mars fakultas

__ADS_1


MC memberi tahu kepada peserta, bahwa materi I akan segera dimulai.


Pemaparan materi pertama diberi judul


“OPTIMALISASI KESEHATAN DI MASA YANG AKAN DATANG”


Hanan menyampaikan materi seminar ini dengan komunikatif dan menyenangkan. Sehingga, banyak peserta yang kemudian antusias ingin bertanya.


Sebelum materi 1 selesai, MC membacakan 3 pertanyaan yang sudah terpilih oleh panitia, kemudian dijawab oleh Hanan sebagai narasumber pertama


Alana melihat Hanan begitu memukau saat menerima pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan menjawabnya dengan mudah


Setelah sesi tanya jawab pemateri I selesai, MC pun mengucapkan teimakasih kepada Dr. Alhanan Putra Zayn sebagai narasumber pengisi materi I


Kemudian, setelah Materi II, III Dan IV sudah disampaikan oleh para narasumber yang berbeda, dan disusul sesi tanya jawab juga, MC pun mengucapkan terimakasih dan salam perpisahan dengan para narasumber, akhirnya seminar ini ditutup.


Dan diberitahukan kepada peserta bahwa, sertifikat akan turun 1-2 hari setelah hari H melalui link yang akan di share di email masing-masing. MC menutup acara dengan baik, dan seminar berakhir


-


Hanan menghampiri Alana "Senang?"


Alana mengangguk "Senang. Ternyata, banyak ya mas istri para narasumber. Jadi aku nggak malu. OH iya mas, aku sudah dapat kenalan disini"


"Oiya"


Alana mendekati Ratu "Bu, mas. Ini ibu Ratu"


Hanan tersenyum mengangguk


"Ibu ini, ibu dari mas Pijar mas. Kepala bidang promosi dirumah sakit kita"


"Oh, jadi putraku bekerja dirumah sakit panjenengan (Anda) ya. Wah, senengnya. Pak-pak" Ratu menarik lengan suaminya "Kita bertemu dengan bos putra kita pak"


"Maksudnya?" Jawab Anton Wijanarko, bapaknya pijar, suami Ratu.


"Oh, wah.. Sudah dua kali kita berjumpa, tapi tidak tau ya dok" Ucap Anton sambil menepuk pelan punggung Hanan "Masih muda, sudah sukses. Salut saya dok"


Hanan tersenyum "Bapak bisa aja. Semua itu dukungan dari keluarga yang kami sayang, termasuk istri saya" Hanan memegang pundak Alana


Alana tersenyum mendongak, lalu menyambut tangan Hanan, yang menempel pada pundaknya


"Pak, memangnya dia dokter?" Bisik Ratu pada Anton


"Dokter kandungan bu, lulusan terbaik luar negeri"


"Ehh"


"Ehem" Hanan berdehem "Kalau begitu, kami permisi pak, bu. Mari" Pamit Hanan, dan diangguki oleh pasangan tadi


"Silakan-silakan dok"


Hanan berjalan merangkul Alana, lalu melepas, dan menaruh kedua tangannya dibelakang badan.


Hanan memiringkan tubuhnya "Tadi bagaimana penampilanku diatas" Maksud Hanan diatas panggung


Sambil tersenyum, Alana memberikan kedua jempol tangannya "Mas hebat, aku kalah jika dikasih pertanyaan seperti itu"


"Ahaha.. Kau bisa aja. Tapi kalau disuruh bertanya bisa kan?"


Plok


Alana memukul lengan Hanan "Ya bisa. Apalagi pertanyaan nya mudah"


"Apa tuh" Hanan memegang tangan Alana yang menaboknya tadi


"Mas sudah lapar belum, perutku lapar" Tanyanya tersenyum lebar

__ADS_1


"Ahaha" Hanan memeluk Alana kembali


Dan ada seseorang yaitu panitia mengarahkan Hanan dan pasangan, untuk menuju keruang perjamuan


Alana menutup mulutnya malu "Mas, mereka dengar pembicaraan kita nggak"


"Nggak, orang kamu berbisik"


"Pasti mas malu ya, kalau ucapanku didengar tadi"


"Nggak juga. Kan sekarang sudah waktunya jatah makan. Yuk kita kesana, kita disuruh berkumpul disana" Tunjuk Hanan pada segerombolan orang-orang penting, yang sudah diarahkan panitia tadi


Setelah perjamuan selesai, Hanan kembali berpamitan dan berbisik kepada Alana "Kita langsung kerumah sakit?"


"Iya"


-


Sesampainya dirumah sakit, Alana segera berlari menuju keruangannya


Hanan geleng-geleng melihat istrinya yang terlihat takut dengan atasannya


Pada saat itu pula, tidak di sengaja, Pijar melihat Alana berlari, dan diikuti oleh Hanan yang membawa sesuatu


Tak berapa lama, Hanan keluar dari ruangan dimana Alana berada, dan berbelok masuk keruangannya sendiri


Pijar penasaran, ada apa dengan pemilik rumah sakit ini.


Penasaran Pijar belum terjawab. Karena pijar bukan orang yang mudah mencari tau tentang Alana yang sesungguhnya


Tok tok tok


Alana berdiri "Aku?" Tunjuk Alana pada dirinya sendiri


Pijar mengangguk, kemudian Alana membuka pintu kacanya


"Mencari, aku mas ?"


"Iya. Kamu"


"Aku, ada apa ?"


Pijar mengabsen kubikel tempat Alana bekerja


Alana mengikuti netra Pijar "Ada apa?" Tanyanya bingung


"Tidak, kirain kemarin tidak dibawa"


Alana tepuk jidat. Oleh-oleh Pijar tertinggal dibawah mejanya karena terburu-buru kemarin


"Ada apa" Kini giliran Pijar yang bertanya


"Eng tidak. Tidak apa-apa"


Pijar menatap Alana curiga "Sejak pagi, aku kok baru lihat kamu. Memang kamu ada dimana"


Alana masih diam


"Istirahat juga, aku tidak melihatmu. Kamu makan dimana?"


Tiba-tiba


"Sayang"


Pijar menoleh "What ?? Sayang???"


1239 kata... Kelewat....

__ADS_1


BERSAMBUNG DULU YA........


__ADS_2