Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 61


__ADS_3

Pagi harinya, apa yang di inginkan putri pemilik rumah sakit ini, akhirnya terealisasi


Najwa sudah duduk diatas kursi, yang ada ditengah tengah brangkar kedua orang yang sangat ia sayang, setelah suami, anak dan bundanya


Ya, siapa lagi kalau bukan daddy dan papinya


Najwa tak henti hentinya mengabsen pada keduanya, yaitu daddy dan papinya dengan seksama


Najwa menoleh kearah Anand, setelah tadi puas memandang lekat pada daddynya. Najwa mengenal papinya, sejak masih bayi. Kedekatan keluarga ini seperti saudara sejak dulu. Jadi, Najwa menganggap Anand seperti papa kedua setelah daddynya. Ucapan dan perlakuannya selalu membuat dirinya seperti anak kandungnya, bukan sebagai menantunya


Xander mendekati Najwa, lalu memeluknya dari belakang


Najwa menumpuki tangan Xander yang masih mengalung didadanya


Najwa mendongak "Ba, kenapa mereka berdua diam saja ya ba. Padahal sudah dideketin. Harusnya mereka itu ngobrol"


"Anne, mungkin mereka lagi ngobrol dalam hati. Karena mereka sedang sibuk, kita pulang yuk, istirahat kita" Ucapnya sambil mengecup kepala Najwa


"Aku ingin disini ba... Lihat perkembangan mereka"


"Anne... Jangan dipaksa. Kita harus jaga kesehatan, makanya ayo kita istirahat"


"Iya ba, bentar lagi. Aku masih tak habis fikir. Kenapa sakit saja, daddy dan papi janjian" Ucapnya tertawa tali dengan air mata yang mengalir


"Itulah mereka berdua. Saking setianya daddy, papi sakit saja ikut ikutan" Ucapnya sumbang "Ayo kita pulang, kita istirahat dirumah. Kita bahkan belum sempat pulang kerumah. Aku takut, Anne sakit. Ayo bangun" Xander membantu Najwa bangun dari kursi


"Tapi ba, yang menjaga mereka siapa?"


"Ada bik Lis, dan bunda. Kita jatahnya jaga malam saja oke. Ayo kita pulang. Kita jangan nginep siang malam dihotel pesakitan melulu"


Semalam Lis diantar pulang kerumah Anand oleh sopir pribadi mansion, sekaligus menjemput Iqlimah pulang


Dan pagi pagi sekali, merekapun sama sama datang bersama, dengan masing masing bersama sopir pribadi sendiri sendiri


-


Xander dan Najwa sudah pulang ke kediaman pribadi mereka


Mereka masuk kedalam kamar, dan merebahkan tubuh lelah mereka diranjang, setelah sebelumnya mereka membersihkan diri


Belum Xander bermimpi dengan benar, jeritan gawainya sudah meminta ingin diangkat


Xander merabah rabah ponsel yang bordering entah ke berapa kali


"Hallo bang"


"......" Suara Hassan diseberang sana


"Apa, papi. Anne, bangun Anne" Xander menggoyang goyangkan tubuh Najwa yang masih dialam mimpi


"Ada apa ba"


"Kita harus segera kerumah sakit. Ayo bangun, kalau mau pipis, pipis saja nggak usah mandi"


Najwa terduduk masih bingung


Xander sudah mengganti baju dan celananya sendiri agar nyaman


"Sini baba bantu"

__ADS_1


Xander membantu melepas baju Najwa, dan menggiring Najwa kekamar mandi "Ingat jangan mandi"


Sewaktu Najwa sibuk dikamar mandi, Xander memilihkan kostum yang cocok untuk Najwa


"Sini sini, baba bantu pakein baju"


Xander membantu memakaikan daleman, hingga baju


"Ya Allah ba, sini biar aku pakai sendiri"


"Ah kelamaan"


Akhirnya Najwa pasrah saja. Padahal semuanya tidak ada yang nyaman


BH miring, semuanya amburadul.


"Ini hijabnya sini tak pakein"


"Rasanya nggak nyaman ba. Biar aku pakai sendiri"


Xander main tarik saja tangan Najwa "Sudah sudah, ayo ayo. Ntar dibetulin dimobil"


-


Sementara dirumah sakit


Hassan gemas sekali dengan tingkah Xander


"Ini orang ditelpon puluhan kali tidak diangkat. Giliran diangkat malah berantem sendiri"


"Sudah bang, sabar. Mereka berarti sudah denger abang ngomong barusan kan" Iqlimah selalu mendinginkan emosi Hassan


Semuanya sudah kumpul semua, termasuk Hanan dan Alana


Hanan datang ke Jakarta dengan pasukannya, yaitu mengajak Alana, Imran dan juga Rasti.


Hanan sengaja pulangnya kerumah papa dan mamanya, sekaligus meninggalkan Rasti dan Imran disana, karena anak anak Fariz, dititipkan disana juga. Tentunya bersama pengasuhnya. Jadi biar ramai karena ada teman


-


Anand mulai ada perubahan, sebelum diam lagi, Anand sempat membuka matanya, dan mengangkat tangannya, meraba raba Lis.


"Papi yang kuat pih, anak kita butuh papi" Ucap Lis sambil berderai


Anand mengusap perut buncit Lis


Setelah mengusap, Anand terdiam lagi, dan sudah tak sadarkan diri


Para dokter meminta agar seluruh keluarga semua, untuk keluar terlebih dahulu, termasuk Iqlimah juga. Karena Anand, sudah tidak baik baik saja


-


Setelah Xander dan Najwa datang


"Ada apa ini" Xander masuk keruangan, tapi isinya orang menangis semua


"Papi kak, papi" Ucap Fatih yang sudah berderai


Xander diberi jalan menuju pembaringan Anand

__ADS_1


Semua alat alat medis sudah dilepas "Maksudnya papi"


"Iya papi telah tiada" Ucap Hassan memberi ruang, agar Xander dan Najwa mendekat


"Innalillahi wainnaillahi rojiun papiiii" Xander dan Najwa menghambur memeluk tubuh Anand dengan tangis yang sudah pecah dimana mana


-


Jenazah Anand sudah disemayamkan dirumah duka


Dari luar, seorang ustadz menyembul masuk keruang tengah, dimana jenazah Anand disemayamkan.


Seorang ustadz bertanya "Apakah tadi anda ingin memandikan jenazah suami anda nyonya...?" Tanyanya


Lis mengangguk "Ya tentu saya akan memandikannya...!" Kata Lis


Kemudian Ustadz tersebut menyuruh beberapa orang lainnya untuk mengangkat jenazah Anand, untuk segera dimandikan


Dibelakang rumah, yang dulu pernah digunakan untuk memandikan jenazah Wahidah, kini digunakan lagi untuk memandikan Anand


Disana sudah kumpul para lelaki yang siap memandikan jenazah tersebut


Keempat putra putra Ilham sudah duduk menurut bagian masing masing


Dibagian kepala sudah ada Fatih, bagian punggung sudah ada Hanan, bagian pantat sudah ada Husayn, dan dibagian kaki sudah ada Fariz


Kali ini Ilham dilarang ikut memandikan, karena keempat putranya sudah mewakilkan dirinya memangku jenazah kakaknya


Ustadz tersebut memandu cara memandikan jenazah Anand.


Xander sudah berdiri disana, dan Lis sudah berdiri disamping Xander


Ustadz mulai menyiramkan air kembang nan hangat sebagai kucuran pertama, dan selanjutnya, dilakukan oleh Lis istrinya


Xander dibagian mewudlukan saja, setelah Lis selesai memandikan


Lis menangis ketika memandikan jenazah suaminya .. Sambil menangis, Lis berkata:


"Inilah janjiku pih, sebagai istrimu.. Jika papi pergi lebih dulu, maka akulah yang akan memandikan jenazahmu pih"


xander memegang pundak Lis "Jangan menangis bik"


Lis mengangguk


Dengan tenang Lis membasuh muka Anand sambil berdoa "Inilah wajah suami yang ku sayang, tetapi Allah lebih sayang padamu... Wahai suamiku... Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menyatukan kita di akhirat nanti..."


Saat membasuh tangan jenazah Anand, Lis berkata... "Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami... Semoga Allah beri pahala untukmu wahai suamiku..."


Saat Lis membasuh tubuh jenazah Anand, iapun berkata "Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anakku, meskipun anak itu masih didalam rahimku. Semoga Allah memberi pahala yang berlipat ganda untukmu wahai suamiku ..."


Kemudian saat membasuh kaki jenazah Anand suaminya, kembali ia berkata... "Dengan kaki ini, engkau keluar rumah mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari, semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku... Semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan


pahala yang berlipat lipat ganda..."


Selesai memandikan jenazah suaminya, Lis mengecup sayu kening suaminya dan berkata... "Terima kasih suamiku... Karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia... Dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang masih didalam kandunganku... Dan aku, sebagai seorang istri, ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu..." Setelah berucap dalam doanya, Lis mundur dan pecahlah tangisnya disisi Najwa


Belum sampai Lis menuju kamar, ia langsung pingsan dan hampir terjatuh "Bik, bik.."


"Subhanallah... Indahnya saling mencintai karena Allah... Meskipun terpisah sementara di dunia, tiada sesal karena yakin, bahwa Allah akan mempersatukan kembali di akhirat. Semoga Allah merahmati kita Semua... Aamiin" Doa Author

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2