
Mereka berdua tidak bisa tidur
Salah sendiri aktifitas ranjang terganggu
Alana tidur menghadap kearah Hanan. Tapi Hanan tidur memunggungi Alana
Tangan Alana menjulur "Mas"
Hanan diam tak bergeming. Ia sedikit kesal. Karena hasratnya belum tersalurkan semuanya
Alana memegang bahu Hanan "Mas"
Hanan masih terdiam
"Mass, mass, mass, mass" Panggilnya sambil menggoyang-goyangkan bahu Hanan
"Apa" Masih tetap memunggungi Alana
"Ya udah deh. Tadi sore tidak diajak ngobrol, protes. Giliran aku sudah ngajak ngobrol, dicueki. Seneng betul ya jadi laki -laki. Pergi pagi pulang larut. Sampai anak sendiri aja, besar sendiri-sendiri, bapaknya tidak tau" Alana sengaja memancing Hanan biar emosi
Hanan mengganti posisi tidurnya. Ia tidur menghadap kearah Alana "Maksudmu apa protes seperti itu. Mas kerja kan buat kalian. Kenapa kalian protes berangkat pagi pulang malam" Hanan menarik tubuhnya agar terduduk
Alana juga sama, ia duduk berjajar dengan Hanan, namun dengan jarak satu meteran
Alana mulai memainkan kuku pada jari tangannya. Niat hati ingin membuat kekacauan, agar Hanan meminta maaf. Tapi ternyata, Alana salah perhitungan. Hanan terlihat marah
"Kami kan butuh piknik mas" Kembali Alana mainan jari seperti menyobek-nyobek
Hanan menoleh kearah Alana
"Mas juga sekarang jarang mengajakku kerumah sakit. Kenapa?! sampai urusan KB saja lupa" Protes Alana kembali
Tangan Hanan menjulur ingin komentar
"Kakak Imran tadi menolak mempunyai adik lagi. Tapi mas sendiri cuek padaku. Sekarang, aku putuskan, tidak akan KB. Mau hamil kek, tidak kek, bodo. Pokoknya, kalau ntar ini jadi anak.." Alana menunjuk perutnya sendiri "Kakak protes, mas yang harus jawab"
Mulut Hanan sudah mengangah ingin memberi penjelasan
"Kakak ingin liburan sekolah ke Magetan. Jika mas tidak ada waktu, biar aku dan anak-anak yang berkunjung kesana" Alana kembali membaringkan badannya, lalu meringkuk membelakangi Hanan "Mas diam karena tidak ada waktu bukan? Mas diemin aku itu sudah lama. Pulang malam langsung tidur. Habis subuhan, bukannya jalan-jalan cari angin segar. Malah tidur dan bangun siang. Kapan bisa ngobrol sama anak istrinya. Sekarang, pertanyaan kakak juga sudah aneh-aneh, memangnya mudah merangkai kata untuk menjawab yang tepat"
Tangan Hanan menjulur merengkuh tubuh Alana. Lalu mencium bahu Alana sangat dalam "Maafkan mas sayang, seminggu lalu ada pasien mas yang meninggal karena pendarahan. Keluarga pasien tidak terima. Mereka menuduh rumah sakit kita melakukan malpraktik. Kita dituntut ganti rugi. Kalau tidak, rumah sakit kita akan ditutup"
Alana langsung berbelok kearah Hanan "Rumah sakit kita dituntut mas??"
Hanan mengangguk "Makanya mas dirumah sakit sampai larut, hanya mengurus masalah itu"
"Lalu, sekarang bagaimana mas"
"Sudah klir. Mas terpaksa memakai jasa pengacara yang handal seperti pak Yudhis. Kalau tidak, rumah sakit kita tercemar. Padahal, ribuan pasien yang mas tangani, semuanya selamat, dan tidak bermasalah"
"Oh, kalau ditelusuri itu, salah siapa mas"
"Pasien itu datang sudah mengalami pendarahan, pihak mas maunya menyelamatkan keduanya. Tapi perjuangan kami, semuanya kembali pada sang Pemilik. Jika Pemilik nyawa ingin mengambil. Apa daya usaha kerasku"
"Jadi, ibunya meninggal?"
"Iya"
__ADS_1
"Anaknya?"
"Anaknya hidup"
"Lalu, suaminya ?"
"Suaminya tak terima. Dan mas dilaporkan kepihak berwajib"
"Oh" Alana segera memeluk Hanan erat "Maafkan aku mas. Ternyata mas punya masalah yang lebih pelik dibandingkan menjawab pertanyaan kak Imran"
"Iya" Hanan mengusap kepala Alana
"Terus mas, pas sudah anaknya lahir, darahnya juga nggak bisa berhenti?"
"Iya.. Darahnya tidak bisa dihentikan"
Pendarahan setelah melahirkan, atau dikenal dengan istilah postpartum hemorrhage adalah pendarahan parah.
"Bukankah wanita yang mengalami pendarahan setelah melahirkan ini lebih sering terjadi pada proses melahirkan caesar mas? Apa itu Caesar?"
"Iya. Dan biasanya, pendarahan terjadi tepat setelah melahirkan, tetapi bisa juga terjadi kemudian. Dan itulah kenyataannya, yang terjadi pada pasien tadi"
"Rahim biasanya mengencang setelah bayi dilahirkan dan melepaskan plasenta ke luar. Kontraksi tersebut akan membantu menekan pembuluh darah di mana plasenta menempel. Jika rahim tidak dapat berkontraksi dengan kuat, pembuluh darah akan melepaskan banyak darah dan terjadilah pendarahan setelah melahirkan" Sambungnya
"Itu melahirkan bayi besar ya mas ?"
"Besar. Bayinya sampai 4 kilogram lebih. Orang bapaknya saja bulet"
Alana tersenyum, lalu mengusap lengan Hanan, yang sudah terlihat kesal
"Yang sabar ya mas"
-
Kehilangan darah yang parah, dapat menyebabkan ibu mengalami penurunan tekanan darah drastis, sehingga, dapat mengakibatkan shock bahkan kematian, seperti pasien Hanan. Namun, deteksi dini pendarahan setelah melahirkan dapat memulihkan kembali ibu ke kondisi normal
Pendarahan ini, dikenal sebagai LOCHIA
Lochia adalah kombinasi lendir, jaringan, dan darah yang dikeluarkan rahim saat menggantikan lapisan setelah melahirkan.
Pendarahan biasanya berlangsung selama 24 hingga 36 hari. Jika lochia pasien bertahan lebih lama dari enam minggu, itu jangan khawatir.
Itu merupakan hal yang normal
Jika gumpalan-gumpalan darah ini terus keluar, bisa jadi itu menandai sesuatu yang lebih serius. Ini adalah gejala pendarahan postpartum primer.
Lima dari 100 wanita akan mengalami perdarahan postpartum primer setelah mereka melahirkan.
-
Alana kembali memeluk Hanan, Hananpun menyambut pelukan Alana lamaaa
Alana mengurai pelukan, lalu Alana mendongak "Jika aku hamil, bagaimana mas. Tadi kan sudah kesuntik walau tidak sengaja" Alana tersenyum dengan bibir yang menggoda
Hanan mendorong kening Alana dengan satu jari. Tapi, satu tangan Hanan masih merangkul pundak Alana. Jadi, Alana tetap tertahan, tidak bakalan terjatuh
"Terserah kamu. Mas tidak keberatan kalau kamu hamil lagi"
__ADS_1
"Eh, kalau aku hamil lagi, mas yang bertanggung jawab ya"
Hanan segera menyentil bibir Alana "Memangnya sejak dulu mas tidak bertanggung jawab"
"Hehe, maksudku, jika kak Imran bertanya. Mas yang jawab"
Hanan menjauhkan tubuh Alana agar tidak menempel
Alana segera merekatkan lagi badannya, kebadan Hanan
Hanan melirik kearah Alana "Mau ngapain deket-deket"
"Mau cari pahala mas. Ini kan malam jum'at"
Pletak
Kening Alana mendapat sentilan dari Hanan
"Sakit mas"
"Kamu tambah linglung. Malam jum'at kan dua hari lalu, hadeeww"
Alana memeluk Hanan seperti memeluk bantal guling "Anggap saja ini malam jum'at mas"
"Memangnya ada apa, kamu kok suka sekali dengan malam jum'at ha?"
"Sunah rasul" Goda Alana
Pletak
Kembali Hanan menyentil pelan Jenong Alana
"Ih.. Suka banget sih, nyentilin jidat. Sakit tau"
"Memangnya tau, sunah rasul dimalam jum'at itu buat apaan"
Alana merekat kembali pada Hanan, tapi pada lengannya saja "Taulah, cari pahala yang banyak. Termasuk, memeluk istri" Alana mengangkat tangan kanan Hanan yang suka sekali menyentil Alana, lalu, ia menaruh tangan Hanan untuk memeluk dirinya "Nah gini. Peluknya yang lembut" Alana sudah seperti kucing yang manis
Hanan menarik tangannya yang didekap Alana "Malam jum'at itu buat mengaji. Kalau membelai istri, itu nomer kesekian"
"Ih mas, biarkan tanganmu memelukku mas. Anggap saja mas yang lebih sayang padaku" Kembali Alana meringkuk sambil memejamkan mata
"Ck.." Hanan tersenyum, sambil mengusap lembut punggung Alana
Hananpun membiarkan Alana memeluk-meluk dirinya
Setelah terlihat tanpa gerakan, Hanan menoleh kearah seseorang, yang sudah nempel seperti tokek
"Sayang sudah tidur ?"
"Hmmm"
"Baiklah tidurlah" Hanan gantian memeluk Alana
Alana mengambil tangan Hanan "Aku belum bisa tidurrrrrrrrrr"
Ahahaha
__ADS_1
BERSAMBUNG.....