Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 124


__ADS_3

Pagi harinya


Kebetulan hari ini hari minggu


Seluruh keluarganya berdatangan, termasuk kedua orang tua Alana


Anti sudah membawakan oleh-oleh untuk kedua cucunya, dan memberikan sesuatu untuk Alana


Ketika mereka berdatangan, ternyata Alana sedang disuapi oleh Hanan yang duduknya membelakangi pintu


"Yuhuuuuuu kami dataaaaaang" Ternyata, bawaan Hawa juga tak kalah banyak, sampai memberengkut dikedua tangannya "Hello ipar, hello bang" Sapa Hawa sambil berteriak. Tak peduli ini rumah sakit ataupun rumah sehat, yang penting teriak


Hanan tersenyum "Pasti pasukan saras 008" lalu ia berdiri dan berbalik


Hawa berjalan sengaja didepan Hanan "Pinggir bang, tukang songgol datang"


"Kamu boyongan Wa?" Tanyanya sambil menaruh mangkuk tempat sayur yang sudah ia suapkan pada Alana


"Iya bang..." Hawa sudah menurunkan oleh-olehnya disamping tembok, lalu cipika cipiki terhadap Alana "Hai ipar, kenapa sampai tepar"


"Hehe mas Hanan yang maksa untuk nginep disini"


"Heh" Hawa berbalik sambil berkacak pinggang "Diapain ipar bang, sampai dia masuk rumah sakit"


"Ya nggak diapa-apainlah, butuh istirahat doang"


"Ah, nggak mungkin. Abang sih, main hajar mulu. Kerja siang malam, garapnya juga siang malam. Gimana nggak pada lepas ya Alana" Hawa meminta dukungan Alana


Alana tersenyum malu. Tidak mungkin dia berkata jujur. Ada kedua orang tuanya, dan ada juga mertuanya


Hanan membulatkan mata "Apa itu pada lepas"


"Onderdilnya la bang"


"Motor kali onderdil" Saut Husayn sambil menarik hijab yang Hawa pakai


"Abang!!!" Hawa memutar badannya sambil wajahnya sudah ketutup hijabnya "Benerin. Bisa nggak!! Kebiasaan"


"Memang kamu tau Wa yang ngerusak itu siapa?" Fatih ikut berkomentar karena habis melepas pelukannya pada Hanan


"Bang Husayn. Siapa lagi, hus, hus, hus" Hawa mengusir seperti ngusir ayam, sekaligus membenahi hijabnya "Sekali lagi main tarik kerudungku, kucabik-cabik kamu bang"


"Berani??" Fariz sudah didepan Hawa


"Beranilah, kan ada abang, hehe"


"Enak aja. Urusanmu-urusanmu sama dia" Kemudian Fariz mendekati Hanan untuk berpelukan


Hawa sudah bersungut-sungut "Oke, aku nggak ada temen. Pasukaaaan... " Hawa memanggil ketiga putra-putrinya


"Ya MAMIIII"


"Serbu pakdhe Husayn!!"


Semuanya bingung, sedang mata Husayn melotot

__ADS_1


"Apa-apaan aku disebut pakdhe. Tua"


Semuanya tertawa


"Sudah-sudah, jangan berantem melulu" Sifa menarik telinga Husayn "Ini lagi, jangan suka ganggu Hawa. Ntar buntutnya dia liat, ilmu yang kau tebar. Dosa jariyah kamu"


Husayn menarik tangan Sifa yang berubah galak jika membela Hawa "Mah, mah. Lepasin ah malu"


"Sudah tau malu, tapi kamu lakuin terus"


Lagi-lagi semuanya tertawa


"Ya Allah ma, ini anak kandungmu mah. Hawa hanya menantu. Kenapa mama tega sama anak dan belain menantu melulu"


"Nggak menantu nggak anak. Bagi mama sama. Nggak ada yang mama bedain. Cuma yang mama bedain, kalian itu berjenis kelamin beda. Cewek dan cowok. Sudah, demen amat berantem"


Bibir Hawa mengejek Husayn


"Awas kamu Wa"


Plok


Sifa menyamplok tangan Husayn dengan kipas lipat yang Sifa bawa kemana-mama "Apalagi"


"Nggak ma. Sakit ma"


"Lagian tanganmu jail kok dipeliara" Sifa mendekati Hanan sambil dihujani ciuman oleh Hanan "Oh iya. Ini, mama bawakan makanan yang menjadi sumber energi utama untuk Alana" Sifa menyerahkan satu kardus ukuran mie instant


Hanan menerima "Apa ini isinya ma. Berat amat"


Hanan segera membuka "Wah, ikan salmon sayang" Hanan menoleh pada Alana "Banyak amat ma. Mama dapat dari mana"


"Mancing" Celetuk Husayn


"Hus" Sifa memberi acungan kepalan tangan pada Husayn yang sudah jauh dari Sifa "Restauran. Sengaja mama bawa banyak, agar yang lain bisa menemani Alana makan. Eh, itu sudah kau suapi apa" Sifa melongok mangkok bekas yang tadi Hanan gunakan untuk menyuapi Alana


"Sayur bayam sama brokoli ma, katanya ingin seger-seger"


"Oh" Sifa manggut-manggut "Iya-iya" Lalu Sifa mundur dan berdiri disamping besannya yaitu Anti


"Jeng, atiku rasanya plong. Ternyata, sakitnya Alana, karena kelebihan cinta dari nak Hanan" Bisik Anti pada Sifa


"Kok"


"Laiyah, Alana masuk rumah sakit karena hamil, bukan karena KDRT hihi" Anti cekikikan, Sifapun tak kalah


"Itu juga KDRT, yang bikin mantuku buncit lagi hahaha" Sifa tertawa ngakak


Selain ikan salmon, Sifa juga membawakan asparagus sebagai asupan sayur sehari-hari


Ilham ingin keturunannya sehat, dan menjaga kehamilannya dengan baik


Karena Ilham tau, jenis sayuran yang dibutuhkan ibu hamil harus yang memiliki sumber alami folat


Bukan hanya itu, asupan ini juga dapat membantu mencegah keguguran dan melindungi janin dari risiko cacat. Tidak heran, jika asparagus termasuk salah satu makanan sehat untuk ibu hamil.

__ADS_1


Lain hal dengan Viviana. Ia membawa Buah-buahan yaitu ada pisang, apel, dan lain sebagainya. Viviana tidak tau jika Alana begidik dengan buah yang satu itu


Beda Viviana, beda pula Ratna. Ratna membawakan beberapa pak kacang almond siap santap


Kacang almond dikenal sebagai salah satu kacang-kacangan yang kaya akan vitamin E, asam lemak omega-3 dan protein.


Kandungan ini sangat bermanfaat untuk ibu hamil yang sedang memasuki masa awal kehamilan. Terlebih lagi, pada masa ini Alana membutuhkan lebih banyak asupan protein yang mudah didapat dengan mengonsumsi jenis makanan yang satu ini.


Dimeja sudah ada berbagai macam telur. Ada telur puyuh, telur bebek asap, asin. Telur ayam, semuanya komplit. Kecuali telur sowang dan telur burung onta yang besarnya tidak kira-kira


Anti juga tidak kalah heboh dari keluarga Hanan


Meskipun dia bukan dokter, tapi dia ingin memberikan anaknya yang terbaik


Anti membawa kepiting dan udang Vanami. Semuanya sudah menjadi masakan dan siap santap


Padahal, dibanding dengan ikan salmon, udang dan kepiting jauh lebih rendah. Tapi tidak mengapa, udang dan kepiting juga termasuk makanan sehat untuk ibu hamil, dan aman untuk dikonsumsi


Awal kehamilan memang cukup rentan dalam melakukan kegiatan yang berisiko. Seperti melakukan pekerjaan yang berat. Hal tersebut patut dihindari karena janin dalam kandungan masih rentan dan belum cukup kuat.


"Psst pssst" Hawa berbisik pada Hanan


"Apa"


"Tanya dong"


"Apa"


"Aman nggak kalau melakukan hubungan in tim pada usia kehamilan muda seperti Alana"


"Kenapa itu yang kau tanyakan"


"Yaelah bang. Kamu kan dokter. Pasti banyak larangan dong. Kalau bang Fariz kan beda sendiri. CEO, cocok cocok eh owalah bodo amat, yang penting cocok, tanam teruuuus"


WKWKWKWK


Fariz hanya geleng-geleng istrinya mesum kelas dewa


"Selama masa kehamilan, hubungan in tim boleh. Dan itu aman dilakukan oleh pasangan suami istri"


"Yang tidak boleh bang"


"Hubungan in tim yang bukan sama pasangannya. Gimana si kamu. Fariz, ajarin bini lo. Pertanyaannya nyebrang-nyebrang nggak karuan"


"Yeh, abang Husayn kesel. Aku bertanyanya pada bang Hanan. Kenapa abang yang jawab. Abang bukan ahlinya"


"Bukan ahlinya juga tau Hawa" Ujar Husayn yang ditertawakan semua orang


"Sudah!! Idih, kalian ya, kayak tikus werok sama kucing anggora. Nggak pernah akur"


"Mah, kucing jenis manapun, dan tikus jenis manapun, sama nggak pernah cocok" Kini Fatih yang berkomentar


"Mamah, ngeri banget kita dikatain tikus werog bang" Hawa minta dukungan Husayn


"Enak aja kita. Kamu yang tikusnya. Aku sih mending kucing. Anggora lagi. Mahal"

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2