Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 5


__ADS_3

Pagi harinya, kamar Alana sudah dibuka kuncinya


"Alana.. Alana" Alana dibangunkan oleh mamanya, dengan Imran yang ada digendongannya


Alana bangun dari tidurnya. Betapa terkejutnya Anti melihat rupa Alana


Bibir maju karena banyak menangis, mata bengkak, nggak ada cantik cantik nya sama sekali


Imran direbahkan ditempat tidur yang sama dengan Alana


"Sana mandi" Anti menyuruhnya dengan lembut


Alana melihat mamanya seperti ingin mengajaknya perang. Rasanya ingin menjerit sekeras mungkin.


Berbeda ketika dia melihat Imran, hatinya luluh dan merasa damai.


Alana mendekati Imran. Tadinya Imran ngoceh, tersenyum, membuat Alana gemas ingin menciumnya. Setelah dekat, Imran mewek


"Adek ini bunda, kenapa mewek" Alana terkejut, biasanya Imran tersenyum, tertawa. Kenapa Alana disambut Imran dengan tangisan


Alana mengangkat tubuh Imran, Imran tambah kejer


"Kamu kenapa Imran..." Alana tambah sedih


"Sini sini, sana mandi" Imran digendong kembali oleh Anti


Alana masih ingin merayu Imran "Imran, kenapa kamu"


"Mandi dulu, sana" Tangan Anti sedikit mendorong pelan tubuh Alana yang ingin memeluk Imran.


Alana menurunkan tangannya lemah "Kenapa penghuni sini semuanya membenciku hwawawa" Tangis Alana kembali pecah


Imran mewek lagi dan menangis kejer "Cup cup cup"


Alana mendekati lagi, tapi Imran seakan ingin pingsan melihat wajah Alana


Alana langsung merosot


"Sudahlah sayang, sekarang mandi. Mungkin, setelah mandi, Imran tidak begini. Ayo bangun, mandilah. Dia hanya ingin, bundanya cantik. Ayo mandi. Jangan gitu dong" Anti ekstra sabar menghadapi ini semua


Alana mengangkat kepalanya


"Ayo, mandi sana" Anti masih mode merayu


Setelah Alana masuk kekamar mandi, Anti bernafas lega


Imran saja pangling dengan wajah bengkak Alana seperti disengat lebah. Gimana Imran tidak menangis, melihat wajah Alana seram


-


Setelah Alana mandi, keluarga Alana menuju kegedung, dimana pernikahan dan resepsi akan segera dilakukan disana


Alana langsung dimake up oleh MUA terbaik pilihan Anti


Lagi lagi Alana menghapus airmata nya yang tiba tiba jatuh tanpa disuruh


"Mbak, jangan nangis melulu. Riasannya rusak kalau begini terus"


Alana terdiam, hatinya perih. Rasanya begitu sumbang. Kenapa harus menikah dengan kakak iparnya. Apakah didunia ini tak ada stok lagi, atau pilihan. Kenapa keluarganya kejam semua. Kenapa dirinya seperti dijadikan tumbal


Dimata Alana, Hanan tidak ada cakep cakep nya walaupun sepersen. Semuanya mines semua


Sudah dapat tua, galak, sangar, pemarah, yang bisa didapatkan Alana apa. Sudah duda, bukankah bujangan masih banyak, kenapa harus duda. Bekas kakaknya lagi


Alana malu, kenapa harus bekas kakaknya


-

__ADS_1


Keluarga Hanan sudah berkumpul untuk menyaksikan jalannya prosesi ijab kabul


Hanan sudah bersiap didepan meja akad


Alana mendekat, dan akan duduk disampingnya


Hanan menoleh sedikit,


Deg


"Aina.." Bathinnya


"Jangan melirik dulu pak Hanan, nanti kalau sudah sah, boleh deh mau diplototin seharian juga boleh" Goda pak penghulu, sambil memplorotkan kacamatanya dan mengabsen para tamu undangan yang ingin menyaksikan pernikahan Hanan dan Alana


Semua tamu undangan tertawa, tapi tidak dengan Hanan. Ia berusaha tenang


Beberapa menit kemudian


SAH!!!


SAH!!!


SAH!!!


Hanan menyelipkan cincin kawin dijari manis Alana


Alana terdiam, dia tidak ingin mencium tangan Hanan


Anti menyenggol lengan Alana "Cium"


Alana masih terdiam


"Cium tangannya" Bisik Anti


Alana mulai mengambil tangan kanan Hanan, lalu menciumnya


Hananpun sama, ia mencium dahi Alana


Deg


-


Siangpun tiba


Resepsi dilaksanakan disiang hari, dihari minggu


Dulu pernikahan pertama dengan Aina dilaksanakan dihotel. Tapi kali ini berbeda, cukup digedung serbaguna, yang ada tamannya


Alana nampak cantik dan terlihat dewasa. Wajahnya imut. Berbeda dengan Aina. Aina berwajah cantik, penampilannya anggun, dan dewasa. Hanan dan Aina sangat serasi, mungkin karena saling cinta


Fotografer mengarahkan agar mereka saling tatap, tapi susahnya minta ampun.


"Sekali lagi, mas mbak, ayo saling tatap biar mesra jangan malu malu, kalian pasangan suami istri yang telah sah oke"



Akhirnya, mereka mau saling pegang


"Lah seperti ini kan enak dilihat"


Para MUA dan fotografer dibuat susah oleh pasangan pengantin ini.


Setelah resepsi usai, Alana dan Hanan pulang kekediaman Hanan


Alana sudah memangku Imran karena permintaannya Alana


Pasangan ini tidak ada mesra mesranya

__ADS_1


Hanan ingin memegang Imran saja, tangan Alana sudah mengibaskan tangan Hanan


"Jangan modus"


Hanan langsung menarik tangannya kembali. Daripada singanya mengamuk, mending diam


-


Alana masuk kekamar Imran kembali. Ia tidak mau tidur bareng sama Hanan


Hingga malampun tiba, Alana belum menampakkan batang hidungnya


Hanan panik, yang dipanikkan adalah Imran. Kenapa Imran tidak menangis.


Takut terjadi apa apa, akhirnya dengan pelan, pintu kamar Imran dibuka oleh Hanan


Hanan tersenyum lega. Alana yang petakilan, ternyata memang anaknya penyayang terhadap putranya


Dilihatnya, banyak botol botol dot kotor yang tergeletak dimeja. Terlihat juga ada termos dan air putih dibotol, sekaligus kotak susu formula yang sudah terbuka disamping termos air


Bibir Hanan melengkung, lalu menutupnya kembali pintu kamar tersebut


-


Pagipun tiba


Alana sibuk memandikan Imran. Setelah Imran wangi dan tampan, Alana mencari Hanan untuk gantian menjaga Imran


Alana berdiri didepan pintu kamar Hanan


Tok tok tok


Tidak menunggu lama, pemilik kamar segera membuka pintu kamarnya


Alana menyerahkan Imran pada Hanan


Tadinya Hanan ingin marah, tidak ngomong apa apa tau tau dikasih bayi. Tapi bau harum khas bayi itu membuat Hanan relaks dan tersenyum


"Hai, putra daddy sudah wangi ya? kalau begitu kita turun ya"


Hanan membawa Imran turun keruang makan. Sambil menunggu Alana turun, Hanan keluar sambil membopong Imran untuk menyambut omanya yang akan mengurus Imran.


Mama Sifa bilang, akan membawakan baby sitter untuk Imran. Tidak mungkin Alana yang mengurus imran 24 jam. Padahal posisinya lagi magang dan harus berangkat setiap hari


Alana kedepan untuk mengambil Imran dari tangan Hanan


"Ayo sayang ikut bunda"


Setelah Imran kembali ditangan Alana, merekapun sarapan dalam diam


-


Imran sudah dengan omanya Yaitu Sifa. Sifa dan Ilham menunggu baby sitter yang akan datang dari yayasan untuk hari ini


Alana Dan Hanan segera berangkat kerumah sakit, dengan satu mobil yang Hanan pakai setiap hari


-


Sesampainya dirumah sakit


Alana sudah berlari. Jangankan berterimakasih, tidak menelan Hanan saja untung


Alana sudah siap bimbingan, buku yang ia tarik keluar, mengeluarkan uang yang tercecer dilantai


"Uang siapa ini" Alana memunguti uang yang jumlahnya lebih dari 10 lembar


"Ya uangmu lah, kan keluar dari bukumu. Makanya, menaruh uang itu jangan dibuku. Tapi didompet" Omel Olivia

__ADS_1


Seketika itu Alana ingat Hanan "Oh, kemarin dikasih kak Hanan. Lupa" Alana tersenyum kikuk. Hanan ngasihnya tidak sedikit, ternyata lumayan banyak


BERSAMBUNG......


__ADS_2