
Pagi harinya setelah mandi
Alana masih menggunakan handuk yang melilit dibadan, dan juga melilit dirambutnya
Alana bercermin sambil duduk. Dia memiringkan wajahnya kekanan dan kekiri
Alana fokus pada warna bibirnya "Kakak.."
"Hmmm"
Hanan mendekati, Hanan juga sama, belum menggunakan baju lengkap, masih menggunakan handuk yang melilit diperutnya
"Ada Ada?" Tanyanya berdiri didepan Alana duduk
Alana mendorong kursinya, dan berdiri berhadapan dengan Hanan "Bibirku kok hitam ya kak"
Hanan mengusap bibir Alana "Itu karena kamu mandi kedinginan" Hanan berbelok dan mengambil pakaiannya diatas ranjang, yang sudah disiapkan oleh Alana
Hanan memakai kemejanya, bersamaan itu, Alana mendekati lagi. Lalu, ikut membantu mengancingkan kemeja yang sudah dipakai Hanan, tinggal mengancingnya
Hanan sudah rapih, Dan menjauhi Alana untuk mengambil parfum
Hanan mulai menyemprotkan minyak wangi dibajunya
Bau wangi itu, membuat Alana mendekati Hanan kembali
Alana masih tetap memakai handuknya dan belum berganti pakaian secuilpun "Hmm wangi, harum.."
"Memangnya tiap hari nggak wangi cup" Hanan mengecup bibir Alana yang belum terpoles lipstick
"Wangi.. Tapi hari ini harumnya enak aja, aku suka" Ucap Alana sambil terus mengalung pada pinggang Hanan
Hanan menunduk menatap Alana "Istriku kenapa belum mengenakan baju. Nggak takut handuknya mlorot" Hanan menarik handuk hingga lepas sedikit, karena dengan spontan, Alana menggapitnya dengan tangan "Tuh kan mlorot beneran"
Alana membenahi dan menyelipkan handuk itu ditengah gundukan yang ada didadanya
Alana kembali memeluk Hanan "Biarin mlorot, biar ntar, aku dipakein baju. Aku lagi malas" Manjanya sambil bergelayut dipinggang Hanan
Hanan menjauhkan Alana sepanjang satu lengannya
"Mana bibirnya yang katanya hitam" Hanan mendongakkan kepala Alana "Bunda yang terlalu lama nggak pakai pakai baju kali, terus kedinginan, jadi menghitam bibirnya"
Alana mengurai tangan Hanan "Enggak ah, aku nggak kedinginan. Perasaan dulu bibirku nggak hitam begini. Kenapa sekarang hitam. Gara - gara kakak kali, yang selalu nggigit"
Hanan mengulum senyum "Sekarang sudah pandai ya, mengkambing hitamkan suami. Padahal ketagihan, bener kan?" Hanan menahan tubuh Alana, agar tetap bertaut "Mau pingin hitam lagi?"
"Ih jangan"
Bersamaan itu, Hanan menghisap bibir Alana dengan kuat
Emmmuuuaah
Alana mendorong tubuh Hanan dengan kuat "Kakak.... Hentikan"
Handuk Alana mlorot semua "Tuh kan, mlorot beneran. Kakak sih.. Aku nggak mau ambil" Alana membelokkan wajahnya cemberut, sambil bersedekap. Padahal hatinya bersorak
Glek glek
Hanan menahan ludah yang susah ditelan
Hanan mengambil handuk yang jatuh, lalu menutupi tubuh polos Alana "Pakai bajunya" Hanan mendorong Alana ketempat tidur, yang sudah ada baju Alana, yang sengaja belum ia pakai
__ADS_1
"Nggak mau" Alana berdiri kokoh seperti semen
"Bunda ingin menggoda ?" Baju Alana sudah ditangan Hanan
"Enggak. Ngapain menggoda"
"Lah ini, sejak tadi pakai handuk saja, tidak mau pakai baju, niat bunda apa?"
"Menggoda" Cengirnya
"Tuh kan, kalau aku tergoda, terus minta jatah, bagaimana pekerjaan dirumah sakit"
"Tinggalin dulu, suruh nunggu"
"Mau ngebrojol suruh nunggu dokternya?!" Wajah Hanan sudah dekat dengan wajah Alana
"Iya"
"Mau ngapain kita"
"Bercinta lagi"
"Ya Allah, pakai" Hanan menyerahkan baju tadi ketangan Alana semua
"Nggak mau" Alana menyerahkan CD miliknya untuk dipakaikan
"Ntar Imran keburu bangun bundaaa, terus lihat daddynya yang lagi makein celana pada bundanya, hmm kebangetan"
Hanan dengan terpaksa menyambar CD milik Alana
Hanan membungkuk "Naikin Kakinya satu"
"Yang kanan" Tegur Hanan
"Iya iya"
Hanan mulai memakaikan celana pada Alana "Sudah. Tuh, pakai sendiri" Hanan menunjuk baju Alana yang masih didekapnya
"Aku maunya semuanya"
"Maksudnya? "
"Dipakaiin kakak" Alana mendorong bajunya, kepada Hanan
"Ya Tuhan.." Hanan geleng geleng kepala. Seumur umur baru dikerjain untuk memakaikan celana pada seseorang, dan minta semuanya untuk dipakaikan
"Eh eh, tanganku diolesin hand and body lotion dulu" Alana mengambil hand body, dan menyerahkan pada Hanan
"Ck haddeeewww.. Sini" Hanan tidak bisa menolak, jika sudah melihat wajah polos Alana
Hanan mengeluarkan lotion dari botol, lalu mengoleskan kelengan Alana "Sudah, buruan pakai bajunya
"Nggak papa sekali kali daddynya nutupin, jangan mbukain melulu, memangnya aku nggak capek mbenerin celana gara gara diplorotin mulu"
"Sikah diam" Hanan mengambil BH, dan menyodorkan pada Alana "Pakai BH nya, daddy nggak ngerti cara pakainya"
"Tuh kan, kakak memang jagonya ngebuka, nutupnya kagak bisa. Makanya aku sering masuk angin "
"Kapan"
"Ini hampir besar, ulah siapa ini kalau bukan kakak " Alana menonjolkan perutnya, seperti teletubies yang akan tos perut
__ADS_1
Akhirnya Alana menyerah. Ia memakai semuanya sendiri, tanpa bantuan suaminya "Percuma minta tolong, ujung ujungnya ribut"
"Sudah sudah..." Hanan melihat Alana memakai baju biasa "Eh, kok pakai baju santai. Nggak ikut kerumah sakit? "
"Nggak ah, kepalaku berat. Mending dirumah, daripada disana tidur melulu"
Hanan geleng geleng lagi sampai capek "Tau gitu, nggak daddy bantu tadi"
Alana menghadang didepan Hanan "Ish, daddy jangan ngambek dong"
Hanan meminggirkan Alana, lalu berjalan keluar dari kamar. dia langsung menuju ke meja makan untuk sarapan
"Kakak"
"Sttt sarapan" Hanan tidak mau menggubris Alana kembali. Kalau diterusin ngurusin yang kurang penting, bisa bisa bidannya kelabakan karena Hanan benar benar kesiangan
"Bi, sarapan bi buruan" Teriak Hanan
"Ya tuan" Si bibi langsung beraksi mengeluarkan menu sarapan hari ini
Untung Hanan sudah mendapatkan Art yang cekatan. Jadi, satu teriakan, sibibi patas menyajikan sarapan untuk tuannya
-
Sesampainya dirumah sakit, Hanan dengan sigap melakukan pekerjaan dengan sangat cepat dan serius
Derap langkah Hanan membuat para asistennya berlari lari mengejar Hanan
Dari mulai ruang observasi, ruang operasi, kunjungan pada pasien setelah operasi, dan layanan pemeriksaan. Hanan benar benar berpacu dengan waktu
Dia datang benar benar sudah terlambat. Mau marahpun, takut panjang urusannya
Karena perempuan itu selalu benar. Dan tidak pernah salah
-
Setelah waktu sudah hampir maghrib, Hanan baru ingat, ada seseorang yang menunggu dirinya, siapa lagi kalau bukan Alana
"Eh, istriku dirumah sedang apa ya?" Hanan mengeluarkan ponsel, lalu menggeser datanya agar online
Meskipun tadi pagi ulah Alana sangat menjengkelkan, tapi Alana juga yang membuat Hanan ingin segera menemuinya. Seperti ada rasa bersalah menyueki istri yang sedikit kekanak kanakan
Baginya, Alana dimata Hanan selalu banyak acara yang aneh aneh. Kadang menyebalkan, kadang menyenangkan
Jika dikerasi, Alana bisa tidak patuh, Dan susah diatur. Tapi jika diikutin gayanya, Alana bisa mengimbangi Hanan
Hanan membuka aplikasi pesan
Alana mengirim gambar rangsel toktil, tidak ada tulisan apapun
Pengirim pesan Little bunda
"Maksudnya apa"
Hanan segera menelpon Alana
Deringan pertama, langsung diangkat
"Sedang apa?" Belum sempat Alana menjawab, Hanan sudah melakukan video call "Geser bund"
BERSAMBUNG.....
__ADS_1