Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 92


__ADS_3

Mereka makan malam direstoran yang ada disekitaran mall tersebut


Anak-anak terlihat gembira bisa makan malam bersama ibu dan ayahnya


"Bunda, dedek lapal"


"Kakak juga bund"


"Iya. Kalian mau makan apa" Tanya Alana


Tangan mereka terangkat semua


"Daging!!! / Ayam !!!" Diucap bersamaan


"Nggak usah berebut. Kakak mau lauknya apa?"


"Dedek bund"


"Kakak dulu dek, kakak ingin makan daging bund"


"Oke, dedek ?" Alana mengangguk untuk Imran, lalu bertanya pada Altaaf


"Ayam yang ada kulitnya bund" Jawabnya


"Uweek, kulit yang ada rambutnya?" Ejek Alana sambil lidahnya menjulur


"Ish bukan itu bund. Paha bund yang gede"


Kembali terlihat gaduh yang dibuat oleh meja 11


Keluarga ini akhirnya makan sesuai selera masing-masing


-


Mereka bertiga sudah pulang duluan bersama pak Sholeh, tapi tidak dengan Hanan. Karena Hanan masih ada pekerjaan lagi dirumah sakit


Alana sudah rebahan diatas tempat tidurnya, setelah membersihkan diri


Tiba-tiba kedua bocah itu gedor-gedor pintu


"Masuk" Alana mempersilakan kedua anaknya untuk masuk kekamarnya


Imran dan Altaaf mengintip Alana dari balik pintu yang mereka buka sedikit


Kedua bocah itu menyembul "Bunda masih sendili?" Tanya Altaaf


"Iya, kok kalian belum tidur"


"Belum.. Besok kan libur bund, jadi kakak ingin tidur agak malam" Imran dan Altaaf masih berdiri diambang pintu


Alana melihat kedua putranya, ada rasa ingin masuk, tapi ada sedikit rasa takut


"Hei sini.." Tangan Alana melambai


"Memangnya, kami masuk tidak dilarang bund?" Tanya Imran pada Alana


"Siapa yang melarang kalian?"


"DADDY" Ucapnya beramaan


"Kan sekarang lagi nggak ada daddy"


"Jadi??"


Kedua bocah tersebut segera berlari mendekati Alana


"Kita boleh tidul disini, untuk menemani bunda ya...?"


"Iya, boleh. Sini"


Alana sudah menjadi bantal guling untuk mereka


"Hmm harumnya anak-anak bunda" Alana mencium kepala Altaaf, dan juga kepala Imran


"Tadi Altaaf mandi, numpahin sampo banyak bund. Terpaksa kakak juga ikut mandi dan sampoan" -Imran


"Botolnya bund yang salah. Kepencet clot clot. Eh, kelual banyak. Telpaksa dedek sampoan banyaaaak banget"


"Boros tu bund"


"Enggak.. Olang nggak sengaja. Ya nggak bolos ya bund"


Mereka berantem lagi

__ADS_1


"Sudah, sudah" Lerai Alana.


Setelah terdiam, mereka akhirnya tertidur. Karena dipeluk anak-anak begitu nyaman dan hangat, Alana pun ikut tertidur


-


Hanan pulang sudah sedikit larut


Ia masuk kekamar, lalu melihat istrinya, yang sudah disandera oleh kedua anaknya


Hanan geleng-geleng, lalu masuk kekamar mandi, untuk membersihkan diri


Begitu kegiatan Hanan selesai, Hanan mengangkat anak-anaknya untuk dipindahkan kekamar mereka


Hanan masuk kekamar kembali, setelah selesai memisahkan anak dari induknya


Seperti biasanya, Hanan naik ke ranjang, dan menelusup masuk ke selimut, yang sudah ada Alana disana


Hanan mulai mengendus-endus dibelakang tubuh istrinya


Alana terbangun "Mas, mas baru pulang?"


"E hem" Lalu meneruskan kegiatannya tadi


Alana menyingkirkan wajah Hanan, yang mengacaukan tidur nyenyaknya "Mas, dagu mas kasar banget. Singkirin... "


"Biarin.. Tukang cukurnya sibuk mulu, jadi pelanggan setianya diabaikan mulu"


"Bener deh mas, wajahku ntar lama-lama terluka kalau digesek-gesek begini" Alana terus menyingkirkan wajah Hanan


Bagai besi yang ada magnetnya, Hanan benar-benar tidak mau menyingkir dari tubuh Alana


"Bercinta yuk" Bujuk Hanan


"Ngantuk mas"


"Masa ngantuk aja, kan sudah tidur" Hanan mengusap-usap sesuatu milik Alana, agar Alana cepat tergoda


Alana menyingkirkan tangan Hanan yang sudah nemplok didadanya


"Mas, aku tidak ada mood. Badanku pegel semua" Ucapnya sambil terlelap kembali


"Sttt sayang, masa mas ditolak. Bangun dong.. Ntar mas pijit" Rayunya sambil melepas kancing jumpsuit berbahan kaos, yang Alana pakai malam ini


Hanan tersenyum melihat buah dada Alana yang melambai-lambai menantang dirinya


Alana tertidur kembali


Setiap rumah tangga, pasti pernah mengalami kondisi dimana salah satu pasangan enggan untuk melakukan kegiatan sek s. Dengan alasan capek atau tidak sedang dalam mood, tidak jarang situasi ini, bisa memicu perselisihan atau “perang dingin”.


Hanan mulai kesal, mulutnya sudah capek menyesap pu ting payu dara Alana bolak-balik, tapi yang diganggu tidak bergeming


Biasanya yang suka menolak diajak untuk berhubungan in tim adalah, pihak istri atau perempuan. Dan ini terjadi pada malam ini


Walau ada juga pihak suami atau pria yang menjadi pihak penolak, tetapi kebanyakan yang melakukan adalah kaum hawa.


Sebagai suami atau pria, jangan sampai kehilangan akal dengan penolakan yang ditunjukkan oleh istri. Sebab, bisa jadi ia menolak karena suami tidak bisa mengambil hatinya.


Bagaimanapun, wanita adalah makhluk yang melibatkan perasaan. Oleh karena itu, cara tepat apabila istri yang sedang acuh dengan apa yang suami kehendaki, adalah tetap dengan merayunya agar berhasil.


Hanan tidak ingin gagal berlayar malam ini, meskipun kesal, ia tetap akan mengganggu Alana agar terbangun sempurna


Hanan mulai mengelitiki bagian tubuh Alana, yang dapat membuatnya tertawa


"Kenapa malam ini kamu susah sekali dibangunkan" Kembali Hanan menggelitiki Alana, hingga Alana sudah terganggu dan senyam senyum kegelian


"Massss capek tau"


"Lihat, kau yang menantangku. Kenapa?? Bahkan kau sudah pamer memperlihatkan bentuk tubuhmu yang seharusnya kau simpan rapat-rapat. Kalau sudah begini. Yang mau disalahkan siapa???! Bangun!!"


Alana terduduk dengan mata yang susah dibuka


Hanan kembali merogo benda kenyal milik Alana yang bergelantungan didada


Hanan duduk dibelakang Alana, agar bisa me remas dan terus me remas


Hanan menggesek-gesekkan wajahnya, diwajah Alana


"Masa tukang pijit nggak ada upahnya. Kebangetan banget" Hanan menghempaskan Alana diranjang kembali, lalu Hanan turun dari ranjang "Mending tidur diluar, daripada disini tidak dipakai"


Hanan berdiri, tanpa berniat untuk tidur diluar. Mana sanggup


Alana bukannya tidak tahu bahwa Hanan sedang merayu karena satu maksud, tetapi ia senang dengan cara suami mengungkapkan keinginan suami kepadanya.

__ADS_1


Hati Alana mulai terbuai oleh ucapan Hanan. Alana terduduk dibibir ranjang. Matanya sudah terbuka sempurna


Ia takut, jika Hanan akan meninggalkannya begitu saja


Hanan tersenyum sambil mengusap jenggotnya sendiri


Alana berdiri, lalu mendekati Hanan


Cup


Alana mengecup bibir Hanan, lalu masuk kekamar mandi


Setelah usai membuang air kecil, Alana mencari Hanan


"Kemana" Ucapnya sambil membuka pintu "Dikunci"


"Cari siapa"


Alana langsung berbalik. Dan ternyata, orang yang dicari sudah didalam selimut


Alana menubruk Hanan "Hehe"


"Hehe hehe dah malam. Tidur"


Alana langsung menubruk Hanan kembali "Enggak bisa"


"Nggak bisa apanya"


"Mas udah ganggu aku. Giliran aku bangun. Mas akan ninggalin aku?? Enggak mau.. "


Hanan menyingkirkan Alana, kemudian Hanan meringkuk membelakangi Alana


Alana tak ingin kalah. Dia harus menang malam ini


"Mas sudah bekerja keras buat kebutuhan kami. Hari ini, izinkan aku yang giliran menyenangkan hatimu" Rayunya sambil senyum-senyum dibelakang tubuh Hanan


Kembali Alana beraksi


Ia melepas baju yang melekat ditubuh Hanan. Setelah terlepas “kamu sangat se xy malam ini mas"


"Memangnya malam-malam sebelumnya aku tidak se xy"


"Se xy. Tapi kurang karena terbungkus baju oka. Jadi kurang se xy"


"Jadi??"


"Malam ini, kita jadikan malam yang lebih indaaaah"


Ahaha


"Kau ingin merayuku"


"Ehem"


"Baiklah lakukan"


Alana membuka seluruh baju yang melekat ditubuh Hanan, termasuk segi tiga pengaman milik Hanan


Alana tersenyum "Sombong banget kepunyaanmu mas"


"Ck, itu karena sentuhan tanganmu. Masukin"


"Hah?? Aku duluan ?"


"Iya lakukan"


Alana menatap Hanan, dan memasukkan milik Hanan kedalam miliknya


Hawa didalam kamar kian memanas


"Gantian"


Sekarang Hanan yang memimpin


"Aku ingin anak perempuan" Ucapnya sudah ngos-ngosan


Ritme kecepatan hentakan sudah semakin kasar, tandanya hampir menuju puncak


"Pelankan maaasss" Alana terpejam


Hanan menggigit bibir bawahnya sendiri "Ssssssss tissue tissue tissue"


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2