
Beberapa hari kemudian
Baby Aaliya sudah dibawa pulang kerumah Hanan
"Kak, sudah malam. Yuk tidur" Alana merayu Imran, yang tidak mau keluar dari kamar Lis
"Ndak mahu, Imlan ingin bobo disini bund"
"Kalau kakak tidur disini, ntar dedeknya nggak bisa tidur"
Lis hanya tersenyum, lalu berbisik "Mbak, Imran tidurnya anteng kok. Biarin aja tidur disini"
"Itu kan cuma berapa jam bik. Kalau berjam-jam, bagaimana?" Alana ikut berbisik
"Nggak pa-pa bu, kan ada aku" Selah Rasti
Alana menyerah
-
Siang sudah berganti malam
Hanan pulang dari rumah sakit sudah begitu larut
Begitu sudah bersih, dan berganti baju tidur yang selalu sudah disiapkan oleh Alana sebelum Alana tidur, Hanan langsung menyusup masuk keselimut, yang sudah ada Alana disana
Hanan mengabsen seluruh wajah istrinya dengan menciumnya. Terakhir, ia mengusap perut besar Alana yang sudah membuatnya sedikit khawatir
Cup
Kembali Hanan mencium perut buncit istrinya
Kehamilan istrinya, merupakan salah satu momen paling membahagiakan bagi Hanan. Bahkan bagi sebagian orang, kehamilan menjadi saat yang paling menggembirakan dalam hidup.
Advertising
Namun, di balik kegembiraan ini, terselip rasa khawatir yang dialami Hanan, terhadap Alana
Dulu, waktu pekan awal kehamilan Alana. Pada 14 minggu pertama, Alana gampang merasa lelah dan merasa sakit. Bau-bauan tertentu dapat membuat Alana mual, sehingga perlu banyak istirahat. Dan, mudah tersinggung terhadap hal-hal sepele. Tak jarang, dirinya sudah terlupakan, karena beralasan kepala Alana pusing
Dan sekarang, menuju akhir waktu kehamilan, sekitar pekan ke 27-40, bayi yang dikandung Alana sudah terlihat berat.
Dan Alana terlihat mudah lelah, seperti sekarang
Hanan, kembali teringat pada istri pertamanya, yang terenggut nyawanya setelah melahirkan
Hanan kembali muncul rasa kekhawatiran dan ketakutan saat Alana akan melahirkan nanti
Hanan mengusap kepala Alana dengan lembut, namun fikirannya berkelana kemana-mana
Alana membuka matanya karena terusik tidurnya
Alana mendongak "Mas, mas ini sudah jam berapa? Kok mas belum tidur? Atau baru pulang?"
Hanan tersentak, mendengar seseorang yang diusap penuh kelembutan, telah terbangun
Hanan segera mengusap buliran airmata yang ada disudut matanya
Hanan tersenyum, kembali ia mencium kepala milik Alana "Iya sayang, mas baru pulang. Apa sayang terganggu dengan kepulangan mas?"
__ADS_1
Alana memeluk Hanan "Tidak. Aku sengaja menunggu mas pulang. Tapi mataku tak kuat. Akhirnya, aku tertidur" Kembali tangan Alana mengusap wajah Hanan yang serba tumbuh bulu dimana-mana
Hanan memegang tangan Alana yang mengusap-usap wajahnya dengan jari lembut milik Alana
"Sayang mau tidur lagi?" Tanyanya pada Alana
"Kalau sudah diatas tempat tidur, mas juga mau apa?" Pancing Alana membuat Hanan ingin menghajarnya diatas ranjang sekarang
Mengajak istri mengobrol, membuat Hanan lupa akan kecemasannya terhadap Alana. Kecemasan akan timbul, karena ia merasa kesepian, dan merasa kurang diperhatikan.
Tetapi malam ini sepertinya, rasa cemas itu hilang. Karena Alana tidak mengeluh perut sakit, kram, atau apalah
Hanan kembali mencum bu Alana
Alana tidak menolak, karena dirinya juga sudah menunggu saat momen seperti sekarang
"Mas boleh menengok ya?" Rayunya sambil mengusap-usap wajah Alana, dengan wajahnya
Alana mengangguk cepat. Perasaan Alana membuncah. Keinginannya yang belum terucap, tapi seseorang itu sudah faham akan kemauannya
"Sayang kangen ya?"
"Sudah tau, kenapa ditanya"
Alana langsung menyusup kedada Hanan "Kenapa mas tanya"
"Kenapa, apa tidak boleh?" Hanan menjauhkan tubuh Alana setengah lengan "Hei, tatap mata mas"
Alana geleng-geleng "Nggak ah, mas pasti akan menebak dan mengejek"
"Tidak. Buat apa mengejek wanita yang aku kangenin hmm" Ucapnya jujur
Mereka bersitatap
"Kangen?" Godanya pada Alana
Alana langsung memukuli dada Hanan
"Kalau mas tidak kangen tak masalah. Aku akan tidur" Alana langsung mengubah cara tidurnya, yaitu memunggungi Hanan
Hanan pura-pura diam, dan memejamkan matanya
5 menit
Hanan melirik kearah Alana, Alanapun melirik keatas, siapa tau Hanan sudah diatas lengannya.
Tetapi sayang, hasilnya nihil
10 menit
Alana terlihat gelisah, dan merubah cara tidurnya, yaitu telentang
Hanan kembali melirik, lalu terpejam lagi, tanpa merubah tidurnya
15 menit
Alana terlihat gelisah parah. Ia meringkuk menghadap kearah Hanan
Tangan Alana mulai meraba-raba bibir Hanan "Hm, mas ternyata tidak kangen" Mulut Hanan sudah sedikit diremas oleh Alana, dengan tangannya "Mulut ini yang telah mengusikku. Tapi setelah aku terganggu dan tak bisa tidur. Mulut ini diam. Ah, menyebalkan" Alana kecewa, dan kembali memunggungi Hanan
__ADS_1
"Ahaha" Pertahanan Hanan roboh. Hanan segera memeluk Alana dari belakang "Kalau sayang kangen, bilang. Kenapa selalu sok kuat menahannya hmm" Hanan kembali mencium bagian leher, dan menggigit telinga Alana
Alana kegelian karena didaerah situlah Alana merasa geli dan ingin mencak-mencak
"Mas juga sudah kangen. Tapi mas sengaja nggak meminta. Sekali-kali, sayang yang minta"
Alana berbalik dan mendorong Hanan "Ih malu"
"Malu kenapa ?" Hanan terus memegangi tangan Alana yang tadi sempat mendorongnya
"Takut ditolak seperti dulu. Sakit tau"
"Eh?? Mas lupa. Kayaknya mas nggak pernah menolak kalau diminta. Lebih seneng dong, artinya, perkakas mas masih ada yang butuhin. Jangan cuma minta doang"
Alana kembali mendorong "Ih, berarti kalau orang lain yang ingin senjata mas. Terus dikasihkan begitu" Alana manyun
"Eh, bukan begitu. Enak aja. Yang berhak minta, orang yang berada disampingku dong. Masa mas kayak dagang aja nggak laku-laku terus diobralin keluar. Jangan sampai, ya" Hanan menarik hidung mancung Alana
Alana terdiam
Hanan meliriknya "Kenapa??" Hanan kembali memeluk Alana "Apa sayang tidak merasa ada sesuatu yang bangun dibawah sana?" Hanan mulai mencum bu
Alana mulai terhipnotis dengan prilaku Hanan
Suami harus mengerti istri yang sedang hamil. Jangan sampai menyinggung perasaannya. Begitupun dengan istri
Walau istri yang sedang hamil, bukan berarti tidak berdampak kepada suami. Terkadang suami tidak diperhatikan, kasihan
Semuanya harus seiring sejalan
Berhubungan badan selama masa kehamilan tidak dilarang. Tetapi, wanita yang sedang hamil akan mengalami perubahan dalam kebiasaan berhubungan badan, dan itu normal.
Hanan sudah merabah dibagian dada Alana dengan lembut.
Hanan tau. Buah dada seorang istri yang sedang hamil, akan menjadi lebih sensitif daripada biasanya, sehingga perlu perlakuan yang lebih lembut.
Berhubungan badan selama kehamilan akan terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Hananpun sama. Mengalami ketidaknyamanan selama berhubungan badan.
Hanan berusaha mengutarakannya lewat prilaku dengan baik-baik
"Sayang, coba modelnya begini"
Hanan mencoba model yang lebih nyaman
Kondisi psikis ibu hamil akan lebih sensitif dari biasanya, jadi, hati-hati mengutarakan keinginannya
Tidak lupa, Hanan mematikan ponselnya jika malam tiba. Dia tidak mau diganggu saat dirinya ingin berlayar. Dan mengaktifkan kembali alat komunikasi, jika dia sudah ditempat kerja, tentunya, agar istri bisa menghubungi bila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan penting.
Kondisi psikologis suami juga mungkin akan mengalami perubahan, begitu pula istri, tapi bukan berarti suami dapat mengabaikan dirinya sendiri, termasuk berlayar
Hanan sudah susah payah membolak balikkan tubuh Alana, hasilnya susah
"Mas tidak nyaman, perutku mengganjal"
"Sama. Sayang mau diatas"
"Mau.. "
Jangan malu saling mengutarakan dan berbagi perasaan dengan pasangan. Karena sejatinya, seorang istri butuh kehadiran suami, suamipun butuh kehadiran sang istri
__ADS_1
BERSAMBUNG....