
Perpisahan Hanan
Malam ini Hanan mengundang seluruh rekan kerjanya untuk datang kerestauran keluarganya
Hassan dan Raisa sengaja pulang dan ingin menghadiri undangan adik iparnya
"Bang Hassan, apa kabar ??" Sapa Fatih, Fariz, dan juga Husayn
"Alhamdulillah baik" Jawabnya sambil memeluk adik adiknya bergantian
Hanan sudah bertemu minggu kemarin, jadi tidak seperti ketiga saudaranya yang heboh
"Kak Xander nggak pulang keindo ya bang?" Tanya Fariz
"Sepertinya tidak, Najwa sakit katanya" Jawabnya sambil merangkul keempat adik iparnya
Raisa ngobrol sama istri istri adiknya, jadi tidak memikirkan para suami
"Wah, untung papi sudah ada bik Lis. Kebayang kalau tidak ada teman. Nangis guling gulingan kali papi bang" Ghiba Husayn
"Hus ah, sama papinya kok begitu" Tegur Hassan
"Lucu tau bang. Bik Lis sakit, ciri cirinya kayak orang ngidam gitu, papinya stres" Timpal Hanan
"Masak sih, kapan itu" Fariz mulai ikut ghibain Anand
"Iya. Yang benar. Punya papi berarti masih strong dong, kalau bik Lis bisa hamil, hihi" Fatih terkekeh geli
Hassan menabok Fatih "Kau ini, dokter kok penasaran. Namanya pria tua, usia seratus sekalipun. Kalau pasangannya umur 19, bisa sajalah hamil. Betul nggak. Dokter mana dokter" Goda Hassan mencari dokter "Dokter semua kok ngejek"
"Aku bukan dokter bang" Elak Fariz yang bukan lulusan kedokteran sendiri
"Kamu juga sama seorang dokter Fariz... Tapi dokter roti"
AHAHA
Fariz mendengus kesal. Hassan langsung menabok pundak Fariz "Tak masalah Fariz, kita sama. Yang penting bisa cari duit. Bisa nyenengin bini sama anak. Betul nggak? "
Semuanya manggut manggut
"Oh iya, tadi bik Lis sakit. Terus papi stres. Stres kenapa? Berani berbuat, berani bertanggung jawab dong" Kepo Hassan
"Itu pepata buat yang muda muda bang. Khusus untuk papi beda" -Hanan
"Kenapa emang, apa bedanya?" Hassan masih penasaran, sedang yang lain, jadi pendengar yang terhormat
"Kalau aku mati, anak kita bagaimana" Gaya Hanan menirukan gaya Anand
AHAHA
"sudah ah pamali. Gitu gitu juga papiku tau. Kalian tak boleh menghina" Hassan menghentikan acara Ghiba
"Kamu sih"
"Orang kamu kok"
__ADS_1
Mereka berempat saling tendang karena teguran Hassan
-
Tak lupa seluruh keluarga besarnya juga sudah hadir disini, termasuk mantan besan papanya yaitu tuan Ahmed Effendy. Ayah dari Hassan, pemilik rumah sakit yang akan ditinggalkan Hanan.
Usia Ahmed sekarang sudah rentah, sekitar 89 tahun. Dengan tongkat dan istri yang selalu mendampingi, iapun datang memenuhi undangan karyawan yang akan berpindah tugas
Ahmed disambut oleh Anand, mantan wakilnya sewaktu muda dulu, dan besan tentunya.
Mereka berpelukan "Besan, rupanya kamu sudah reot ya san" Anand menunjuk tongkat sakti milik Ahmed besannya
Ahmed langsung memukul Anand dengan tongkatnya "Kurang ajar, anak buah tidak tau diuntung. Besan tidak tau diri"
"Wah, rupanya besan energi nya luar biasa. Aku sakit loh san. Ayo, obati aku sekarang juga. Aku tidak mau seperti besan" Tunjukknya pada tongkat milik Ahmed lagi
"Halla, sana kamu datang sendiri kerumah sakit. Periksa sendiri, suntik sendiri, tulis resep sendiri, minum obat sendiri. Kalau obatnya masih, dan tidak sembuh sembuh. Buang sendiri ahaha" Ahmed tertawa terbahak bahak
"Nyonya, over dosis dia ya, girang banget" Tanya Anand pada Iqlimah istrinya Ahmed. Ibu sambung Hassan, serta ibu kandung Najwa sang menantu
"Iya hehe. Padahal daddy bilang kangen ingin jumpa dengan besan" Iqlimah menunjuk Anand "Sekaligus reuni katanya" Jelas Iqlimah langsung ditarik Ahmed
"Jangan keras keras, ge er dia. Lihat wajahnya, menyebalkan" Bisik Ahmed
"Menyebalkan juga, nyatanya kangen daddy terobati kan, hayo jujur" Goda Iqlimah
Disaat mereka saling lempar ejekan, Hanan datang menghampiri mereka
"Hallo tuan Ahmed, senang bertemu dengan anda tuan. Terima kasih sudah menghadiri undangan kami" Hanan menghampiri bersama Alana mengendikkan badan tanda hormat
Mereka berjabat tangan
"Terima kasih tuan, mari masuk" Tawar Hanan "Papi, ayok pih tuan Ahmed diajak masuk, jangan disandera disini kasihan"
Anand mendekati Ahmed "San, mau masuk nggak. Disini anginnya kencang, ntar masuk angin. Suka masuk angin kan?" Ejek Anand
"Kalau tuan" Lis berbisik menunjuk Ahmed "Masuk angin, kalau papi apa, encoken. Sama sama penyakitan, jangan saling menghina"
Anand terdiam, ternyata istrinya lebih gawat sindirinya melebihi besannya "Is, biarin, gantian. Dulu papi yang diejek habis habisan. Sekarang saatnya papi balas dendam"
"Papi ih, ingat umur. Katanya sudah tua, kok cari dosa" Protes Lis
"Khusus ngejek dia, nggak ada dosa hihi" Anand terkekeh
-
Pagi harinya
Hanan sudah bersiap siap untuk berpindah tugas dirumah sakit ibu dan anak yang ia dirikan bersama uang saudara saudaranya, termasuk bantuan materi dari Hassan
Mereka menyewah bus pariwisata untuk mengangkut semua keluarganya
"Hawa sama Fariz nyanyi Wa" Ucap Husayn
"Papi aja yang disuruh nyanyi bang" Celetuk Hawa
__ADS_1
Ilham duduk dijok paling depan bersama Sifa, pas dibelakang sopir.
Sedangkan Anand dan Lis, juga duduk didepan, samping Ilham
Belakang Ilham ada Fatih, dan Hanan. Sedang belakang Anand, ada Fariz, Hassan, dan Husayn. Tentunya berpasang pasangan
Anak anak semuanya, ada dibelakang bersama pengasuhnya. Seluruh asisten rumah tanggapun diajak semua. Yang tersisa dirumah rumah mereka, hanya para satpam.
-
Sebelum sampai ditempat tujuan, mereka mampir kerumah makan, setelah turun dari pintu keluar tol
Kembali mereka heboh dimeja makan
Imran sudah nempel sama Alana kembali, setelah tadi tidur dipangkuan Rasti
"Siapa tadi yang mabuk?" Kata Husayn yang duduknya agak belakang
"Memang ada?" Hanan ikut nyrimbung, padahal sibuk menyuapi Imran yang ada dipangkuan Alana
"Yang mabuk istrinya juragan mobil" Celetuk Hawa yang duduknya pas dibelakang Anand
Husayn berdiri, sambil menarik jilbab Hawa, seperti yang dilakukan Fatih kemarin "Sama mamanya kok gitu sih, bantuin napa"
"Ya Allah bang" Hawa membenahi hijabnya "Kan ada lakonnya, ngapain figuran ikut ikut"
"Bener mabuk, papi kasih apa bik Lis, sampai teler" Canda Fatih
"Diam diam, tokoh utama datang... Jreng jreng jreng"
"HAWA !!!!" Ucap semua orang, karena Anand baru muncul dari toilet
"Kenapa pih?" Tanya Husayn
"Papi terkencing kencing ?" Fatih ikut keppo
"Sikah bik Lismu mabuk" Jawab Anand santai
"Yang bener pih? " Hanan maju "Jangan jangan"
"Apa? Jangan jangan apa? Ngomong yang jelas" Tanya Anand penasaran
"BIK LIS HAMIL PIH.... " Ucap mereka serempak
-
Enam jam kemudian, mereka sudah sampai dirumah baru milik Hanan
Rumah asri, dan halamannyapun luas.
Cocok untuk kumpul satu kompi keluarga mereka
Tak berapa lama, pak Sholeh datang dengan mobil yang Hanan pakai sehari hari untuk bekerja
__ADS_1
Rumah ini memiliki 3 kamar tidur. Tapi untuk asisten dan sopir, istirahatnya dipavilium samping rumah ini
BERSAMBUNG....