Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 26


__ADS_3

Mereka tidak jadi masuk ketoko couple, padahal banyak yang akan mereka buru untuk acara wisuda Alana


Akhirnya, mereka masuk kekedai makanan cepat saji yang berada didalam mall


"Duduk sana yuk, nggak baik tanya tanya sambil berdiri" Hanan menunjuk kedai makanan, dan sedikit menengahi mereka sebelum mereka ribut


Mereka sudah masuk kedalam kedai yang ditunjuk Hanan


Hanan berdiri membelakangi Alana "Coba bund, lepasin pengait belakang" Hanan meminta Alana membuka pengait penggendong bayi tersebut, yang berada dipunggung


Rasti segera mendekat untuk mengambil Imran dari gendongan papanya


"Tunggu tunggu. Tadi pak dokter bilang, bund" Olivia tambah pusing dengan sebutan bund untuk Alana. Tidak mungkin kata bunder kan? pasti bund yang lain


"Iya" Jawab Hanan, setelah Imran diambil oleh Rasti.


Hanan meletakkan gendongan tersebut disisi Rasti "Pesen minuman dulu bund. Yang adem" Sambungnya


Alana nurut saja, dan tidak protes


Kembali Olivia yang sudah termakan bingung "Bund, bund.. Apa jangan jangan kalian bersandiwara didepanku. Pak dokter, apa pak dokter sudah lama kenal dengan sahabatku?" Olivia mendekati Alana yang sedang menempel pada meja food court, untuk memesan makanan dan minuman


"Sudah" Jawab Hanan cepat


"Sudah? sejak kapan?"


"Lama. Empat tahunan ada" Masih Hanan yang menjawab, sambil duduk dan bersedekap


"Terus itu baby siapa?" Tunjuk Olivia pada Imran yang sedang tidur disofa yang berada didalam food court


"Bayiku" Tegas Hanan "Dia putraku"


"Putra?? "


Hanan mengangguk, Karena Alana sudah mendekat "Lanjutkan nanti, kita makan dulu" Potong Hanan, agar Olivia tidak bicara terus saat makan


Alana datang membawa 4 gelas minuman bersoda, Dan diikuti oleh pelayan makanan cepat saji itu, dengan membawa dua piring yang berisi Kentucky yaitu, 4 sayap, 4 paha, dan kentang goreng. Tidak lupa nasi, dua piring saja cukup


"Minum dulu, nanti kami jelaskan" Hanan mendorong baki yang isinya 4 gelas minuman kepada Olivia "Silakan, diminun dulu" Tidak lupa diapun mengambil minuman tersebut, lalu menyesapnya sedikit karena bersoda


"Terimakasih" Olivia mengambil gelas tersebut, dan meminumnya


"Makan juga boleh, ini" Alana menyodorkan semua makanan yang tadi dipesannya


"Terimakasih" Olivia mengambil daging paha ayam yang terlihat paling besar


Krausss


"Mbak, ini minum dan makanannya mbak" Alana menawari Rasti. Rastipun mengambilnya "Nasi" Alana mengangkat dua piring nasi "Siapa yang mau"

__ADS_1


"Alana, aku lapar. Tapi aku ingin nasinya barengan sama kamu, boleh?" Ucap Olivia minta nego


"Kenapa harus separoh, satu juga boleh. Ini buat kamu" Alana memberikan piring berisi nasi untuk Olivia "Dan satu lagi buat mbak Rasti, ini mbak untukmu, sama ayamnya pilih mbak" Alana juga memberikan satu piring nasi untuk Rasti


"Makasih" Ucap Rasti sambil mengambil sayap ayam yang ditawarkan Alana barusan


"Kakak, kakak ingin nasi nggak?" Tawar Alana pada Hanan


"Satu aja berdua" Jawab Hanan


"Ayamnya kurang nggak, Olivia, mbak" Alana bertanya pada semuanya


"CUKUP" Jawab Rasti dan Olivia


"Berarti nambah nasi aja ya kak?"


"Iya" Jawab Hanan


Beberapa menit saja Alana sudah membawa sepiring nasi, dan sepiring usus Kentucky


Hanan melihat piring yang isinya usus Kentucky "Apa itu"


"Usus. Renyah, enak" Jawab Alana yang sudah memakannya


Olivia yang melihat kebersamaan Hanan dan Alana tampak romantis, iapun mempercepat acara makannya, agar cepat selesai, dan segera bertanya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka, begitulah benak Olivia


-


Mereka sudah selesai makan. Dan cuci tangan diwastafel, yang ada disana


Olivia sudah gatal ingin sekali bertanya dan sekaranglah waktunya "Alana!!"


Alana menoleh "Iya"


"Jelaskan. Ada hubungan apa kamu sama pak dokter"


"Aku dan kak Han...." Ucapan Alana dipotong oleh Hanan


"Biar daddy yang jelasin" Saut Hanan


"Apa tadi, daddy ??? apa maksudnya Alana ?!" Olivia mulai ngotot, ditambah sudah kenyang, kuatlah Olivia untuk beradu


"Olivia, mungkin kamu akan kaget, jika mendengarnya" Hanan menghela nafas panjang "Aku dan Alana adalah, pasangan suami istri" Jelas Hanan pelan


"Apa!!?? sejak kapan?!" Olivia masih tidak percaya


"Sejak kalian magang dirumah sakit " Jelas Hanan kembali


"Betul itu Alana?" Tanya Olivia pada Alana

__ADS_1


"Betul"


"Kok aku tidak diundang. Kenapa ?! apa kau sudah tidak ingin berteman denganku, karena kau menikah dengan seorang dokter.. Eng.. Sudahlah" Olivia mau keceplosan membahas Budi, tapi ia urungkan


Semuanya diam antara Alana dan Olivia


Hanan angkat bicara kembali "Begini. Pernikahan kami, memang tidak mengundang siapapun. Entah itu temanku, ataupun teman teman Alana, termasuk kamu"


"Terus, kalian nikah sirih, begitu? Kamu mau, dijadikan istri kedua Alana?" Olivia sedikit membentak Alana


"Stop stop stop. Kenapa kau berfikiran kami nikah sirih. Dengar. Kami juga mengadakan resepsi. Namun, undanganya hanya relasi orang tua kami saja, dan kami tidak. Karena waktu itu kami sibuk" Hanan menoleh kearah Alana, lalu mengusap lengannya "Dan benar, Alana adalah istri keduaku" Sambungnya


"Apa??!!! Tuh kan bener. Kamu kurang apa Alana !! Kamu cantik. Para bujangan yang suka sama kamu, eh kamu tolak, malah kamu jadi pelakor"


"Stop !! Dia bukan pelakor !! Sekali lagi, dia istri sah saya !!" Hanan menekan suaranya, karena tidak mau terjadi keributan dikedai orang


Semuanya diam tidak berani menjawab


"Istri pertamaku adalah kakaknya" Sambung Hanan


Mata Olivia melebar "Hah?? "


"Dan pernikahan kami dengannya, dikaruniai satu orang putra, yaitu Imran" Hanan menunjuk baby Imran "Kau tau apa yang terjadi, mommynya Imran, meninggal seminggu setelah melahirkan Imran. Dan dari awal Imran lahir, yang mengurus semuanya adalah bundanya" Kali ini Hanan mengusap pundak Alana "Dan dari situ, kami disatukan oleh keluarga kami, dalam pernikahan yang sah. Apa itu bisa disebut Alana sebagai pelakor Olivia?" Hanan bertanya pada Olivia dengan memiringkan kepalanya


Olivia geleng geleng


"Sekarang sudah jelas. Apa ada pertanyaan? " Hanan bertanya kembali pada Olivia


"Tunggu tunggu" Olivia memegang Tangan kanan Alana, lalu fokus pada jari manis milik Alana, lalu berpindah pada jari Hanan "Coba" Olivia menatap cincin mereka sama, hanya beda ukuran saja "Jadi, kalian benar pasangan suami Istri?" Tanya Olivia pada Hanan dan Alana


Hanan dan Alana semuanya tepuk jidat


Hanan mengusap wajahnya kasar "Saya menjelaskan panjang lebar. Entah kamu jelas atau tidak, kenapa kamu fokusnya sama cincin" Kesal Hanan


"Ya kirain bohong" Jawab Olivia


"Berarti jelas dong ya, Alana bukan pelakor"


Olivia manggut manggut. Beda dengan Rasti, meskipun dia baru tau, tapi dia hanya membatin saja


-


Setelah debat usai, Alana dan Hanan belanja ketoko couple, untuk berburu kepentingan Alana diacara wisuda


Alana mencoba baju bruket dan bawahan batik, seragam dengan kemeja milik Hanan, dan hem atau atasan lengan pendek untuk Imran.


Untung couple untuk mereka ada, jadi tidak pusing untuk memesan


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2