
Sementara ditempat lain
Hanan sudah mulai bekerja lagi dirumah sakit, setelah dua hari cuti mendadak karena kepulangan sang papi ke haribaan
Hari ini, sengaja Alana tidak diajak kerumah sakit, karena Hanan takut Alana kecapaian, dan terjadi apa apa dengan istrinya
Hari ini Hanan harus bekerja ekstra waktu, karena kemarin, ada beberapa pasien datang, tapi tidak mau ditangani oleh dokter Hanna
Dokter Hanna adalah dokter yang menjadi rekan kerjanya, agar Hanan tidak keteteran jika ada pasien yang membludak secara tiba-tiba
Maka dari itu, Hanna yang sudah ia kenal sejak kecil, kini berjumpa lagi, dan sedia bergabung, agar terjalin lagi persaudaraan mereka, yang dulu pernah terpisah, karena Hanna menikah dan diboyong suaminya kekota Surabaya
Kembali ke masalah pasien
Kemarin Hanna sudah membujuk pasien yang kolot, tapi pasien tetap tidak mau ditangani olehnya
Mereka ingin, ditangani langsung oleh pemilik rumah sakit ini. Padahal, dokter pengganti jauh lebih senior dibanding Hanan
Mungkin pada jaman dulu Hanna sudah menjadi dokter spesialis, Hanan baru masuk ke universitas
Entahlah
Dan herannya, dua pasien yang kolot tersebut, masih tetap tinggal diruang observasi
Pagi ini, Hanan masuk keruang observasi, mengecek dan mulai memeriksa pasien yang kolot itu
Sebelumnya Hanan mendapat aduan, kalau ada dua pasien, yang datang dari kemarin, yang tidak mau ditangani oleh dokter baru
"Ini pasien yang datang dari kemarin?" Tanya Hanan pada suster jaga
"Iya dok"
"Sudah pembukaan berapa?" Tanyanya lagi
"Empat saja dok"
"Oh..." Hanan masuk mendekati pasien tersebut, dan memeriksa dengan seksama "Bu, ibu jarang olahraga ya" Tanya Hanan pada pasien
"Iya dok jarang"
"Olahraga ringan maksudnya bu, jalan pelan, yoga"
"Nggak sempat dok"
"Oh.."
"Istri saya memang jarang melakukan olahraga dok. Dia sangat pemalas. Katanya ingin dioperasi saja ketika ia akan melahirkan" Celetuk suami pasien, yang sudah dipelototin oleh si istri
"Sudah, jangan berantem disini" Hanan tiba -tiba menjadi wasit dadakan, takut terjadi baku hantam antara suami istri di rumah sakit ini "Oh iya, ibu pasien yang datang dari kemarin kan?" Tanya Hanan pada pasien
"Iya dok"
"Kenapa tidak minta langsung dioperasi saja kemarin, kan ada dokter Hanna" Ucap Hanan
"Tapi, saya ingin dokter Hanan saja yang menangani. Kan yang selalu periksa dokter Hanan terus" Jawab pasien
"Tidak masalah, dokter Hanna juga ahli kandungan, malahan dia kakak saya, senior saya"
"Oh kirain orang baru, aku takut dia tidak lihai"
"Yah, disini dokter Hanna memang baru, tapi sebelumnya, beliau juga dokter terbaik, beliau pindahan dari daerah lain"
"Oh, la terus, saya gimana dok"
"Ya tidak apa apa. Hari ini operasi"
__ADS_1
"Sama dokter Hanan?"
"Maunya?" Tanya Hanan
"Dokter Hanan saja"
"Iya" Jawabnya cepat
Setelah selesai pemeriksaan seluruh pasien yang kolot kolot, maksudnya tidak mau ditangani oleh dokter Hanna, Hanan keluar dan langsung masuk keruang operasi
-
Diperjalanan menuju ruang operasi, Hanan berpapasan dengan dokter Hanna yang masih menggunakan atribut operasi
"Eh dokter Hannan sudah sampai ya?" Tanya Hanna
"Iya"
"Kapan?"
"Semalam Jam satu. Dokter sampai sini jam berapa?"
"Jam berapa ya.. Pokoknya papi Anand dikebumikan, habis itu mampir sebentar kerumah papi, karena sudah lama tidak berjumpa dengan kak Najwa dan kak Xander. Jadi, mumpung di Jakarta, aku mampir. Habis itu, lalu kepanti, dan terbang kemari. Agar paginya, bisa stand by disini"
Hanan tersenyum "Seneng dong jumpa"
"Ya senenglah, tapi kan sedih juga, dua orang yang sangat baik sudah tidak bersama kita lagi"
"Iya. Eh, dapat salam loh dari kak Xander lagi"
"Sudah kuterima. Nih" Hanna menggoyang goyangkan jarinya, ada cincin permata biru yang ia pamerkan pada Hanan
"Wih dapat hadiah pasti ya"
Wanita berusia 38 tahun ini, yang dulu bercita cita ingin menjadi dokter, akhirnya terkabulkan karena kecerdasannya, dan ada campur tangan Anand disana
Hanna dinikahi pemuda asal Surabaya, dengan profesi sama sebagai dokter.
Setelah mereka menikah, Hanna akhirnya diboyong ke Surabaya
-
Suami Hanna setuju pindah ke Semarang, karena dirinya juga pindah kerja di Semarang
Bagai dayung bersambut, keinginan Hanna yang ingin kerja bareng dengan keluarga Han, akhirnya tercapai juga.
Bagaimanapun, kesuksesan Hanna, ada seseorang dibalik layar, yaitu keluarga Ilham dan Anand.
-
Sementara dikediaman Hanan
Malam sudah begitu larut, dan sangat hening
Alana berkali-kali menghubungi Hanan, tapi satupun, panggilannya tidak diangkat
Hari ini Alana kesalnya tidak ketulungan. Sudah tidak diajak kerumah sakit, tapi ditinggal begitu saja dengan alasan takut dirinya kecapaian
Padahal, jika dirinya ikutpun, dirumah sakit hanya jalan jalan muterin ruangan bayi, lalu tidur. Mana capeknya??
Alana mulai memikirkan permasalahan yang berputar putar didalam benaknya
"Jangan-jangan, kakak selingkuh dengan dokter baru. Hanna, Hanan, nama yang mirip. Dokter baru itu juga cantik. Dan akrab banget dengan kak Hanan" Rasa kesal itu timbul kembali, dikala dirinya menyebut nama Hanna
Alana tidak bisa tidur, sampai jam menunjukkan pukul 01:15, tapi belum ada tanda-tanda sang suami pulang kerumah. Tambah kesallah dan kebakar cemburu
__ADS_1
Alana berdiri mendekati pintu, lalu menguncinya.
Alana bersedekap duduk bersandar pada kepala ranjang. Ia belum beribadah untuk sholat isya. Entah kenapa terasa malas malam ini.
Setelah otaknya berdebat dan berputar putar, Alana mendengar suara pintu terbuka. Diduga, pintu ruang tamu, yang dibuka oleh seseorang.
Lalu dengan pelan, terdengar lagi suara derap langkah kian mendekat.
Begitu suara langkah terdiam, handle pintu sudah terlihat turun, berarti, orang luar ingin masuk kekamarnya
Alana masih terdiam
Tok tok tok
"Sayang, kok pintunya dikunci. Kau ada didalam kan?" Suara pelan milik Hanan
Hening,
Alana tidak menjawab
Kembali Hanan mengetok pintu
"Sayang, buka pintunya. diluar anginnya kencang banget. Mas kedinginan"
Dengan kesal, Alana membuka pintu kamarnya. Tak ada basa basi seperti biasanya. Tidak ada acara mencium tangan suaminya ketika suami pulang, dan tak ada senyum
Ia malah berbelok dan langsung duduk dibibir ranjang
"Ada apa denganmu hmm? " Tanyanya lembut
Tangan Hanan menjulur ingin memegang Alana, belum juga kepegang
"Kunci pintunya mas" Ketus Alana ,dengan wajah cemberut
Hanan berbelok lagi, dan mengunci pintu tersebut
Hanan kembali mendekati Alana, dan mencium kening istrinya
Alana buru-buru menyingkirkan tubuh Hanan setelah menciumnya tadi "Jangan mendekat. Bersihkan dulu"
"Baik tuan putri.. " Ucap Hanan sambil berlalu menuju kamar mandi
Setelah selesai membersihkan diri, didepan pintu, Hanan berpapasan dengan Alana
"Hrrrrrr dingin" Kedua telapak tangan Hanan memegang kedua pipi Alana
"Ih singkirkan"
"Kau mau apa?"
"Tidur" Ketusnya "Sudah jelas masuk kamar mandi, ya pipislah"
Hanan diam saja, sepertinya, istrinya ada masalah
Setelah beberapa menit berlalu, Alana selesai membasuh muka, dan mengambil mukena
"Kau mau sholat tahajud?"
"Isya!!!"
"Eh...?? Kenapa terlambat. Kamu ketiduran?"
"Mas yang ketiduran !!!!"
BERSAMBUNG......
__ADS_1