
Waktu dzuhur telah usai
Alana dan kedua kawannya duduk berputar diteras masjid. Mereka mulai berdandan, setelah melipat mukenanya
"Tolong pegangin ini bentar Nan" Alana meminta tolong kepada Nani, untuk memegang ponselnya "Aku mau ngaca bentaran"
Nanipun nurut. Dengan tangan kirinya yang masih sibuk pada ponselnya, sedangkan tangan kanannya sibuk memegang ponsel milik Alana
Karena saking fokus sama pegangannya, ponsel Alana yang dipegang Nani jadi miring- miring, sampai Alana ikut miring
Plok
Alana menabok lengan Nani "Pegangnya yang benar" Ucapnya sambil menggigit jarum pentul, dan kedua tangannya sedang menggeser jilbab segiempatnya kekiri dan kekanan
"He eh, iya" Nani membenahi
Sementara, Noni yang sudah selesai dengan dandanannya, tak sengaja menatap leher Alana yang banyak sekali ada bercak merah seperti masuk angin saat dikerok
Noni memegang warna merah pada leher Alana "Ini kamu kena apa merah-merah hitam begitu" Tanyanya
Alana terdiam, tapi dengan cepat teringat akan pergulatan semalam
Blush
'Ih, ulah mas Hanan ini'
Alana menyingkirkan tangan Noni "Nggak pa-apa" Jawabnya langsung menutupi dengan hijabnya. Alana lupa, semalem habis digigit kucing persia
Alana berdiri dan wajahnya berubah merah padam
'Kenapa soal semacam itu saja ditanyakan'
"Eh, itu lehernya kecangkol apa Na, kawat?" Tanya Noni lagi dengan penasarannya yang menggebu-gebu, karena Noni memang tidak tau
"Sudah ah, jangan dibahas"
Tiba-tiba
"Sudah selesai?" Ucapan itu mengagetkan Alana, karena dekat sekali dengan telinganya
Alana menoleh "Eh, sudah mas"
"Ayo, tasnya ambil" Hanan menunjuk tas Alana yang tergeletak dibawah bersama milik teman-temannya tadi
Alana menyambar tas tersebut "Non, Nan, aku tinggal ya, aku istirahat sama mas" Ucapnya sambil memegang lengan Hanan, untuk pegangan agar tidak jompleng saat dirinya sedang memakai sepatu
Keduanya mengangguk
Nani mengangguk faham, dan langsung sibuk dengan ponselnya. Tapi berbeda dengan Noni, ia masih bingung dan butuh penjelasan
'Kenapa bisa begitu, itu luka atau bagaimana. Masa istri dokter masuk angin kerokan. Nggak diobatin begitu' Fikirnya oleng. Ditambah dirinya belum pernah pacaran. Jadi tidak tau rasanya bibir tabrakan atau sengat-sengatan
-
Alana dan Hanan sudah duduk berhadapan
Para dokter yang biasa duduk dengan Hanan terpaksa menghindar. Tidak enak mengganggu acara makan antara bos dan istrinya
Dokter Seno, dokter Sofyan berdiri menoleh kekanan dan kekiri mencari tempat duduk
Hanan berdiri "Sini-sini" Hanan bergeser duduk disamping Alana
Kedua dokter tampan itu akhirnya duduk berhadapan dengan Alana dan juga Hanan
Makanan yang dipesanpun mulai berdatangan
Meskipun sibuk menjalani aktivitas, jangan sampai membuat Hanan lalai memilih asupan jenis menu makan siangnya
Gado-gado sudah disodorkan didepan Hanan
"Nih, saladnya orang Indonesia. Selain praktis, makanan ini juga sangat sehat dan padat gizi" Jelasnya "Isinya apalagi ini Mbak?" Tanya Hanan pada pelayan
"Ini ada kentang, lontong, telur, tempe, dan ada tahu. Terus aneka sayuran ada kacang, kangkung, tauge, kecipir, dan sambalnya tidak terlalu pedas" Jelasnya
Hanan mengangguk faham "Tahu tempenya?"
"Dikukus dok, sesuai pesanan dokter"
Kebutuhan karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serta sayuran bisa terpenuhi dalam satu piring gado-gado ini.
__ADS_1
"Termasuk hindari kerupuk, agar menu makan siang ini tetap rendah lemak" Jelasnya kembali
Hanan tersenyum, ternyata pelayannya faham selera Hanan
Berbeda dengan Alana. Alana memilih jenis menu makan siang dengan lalapan ikan bakar dengan sambal tomatnya
"Perpaduan yang cukup nikmat dan mantap" Ucapnya tersenyum lebar didepan suaminya
"Ya, tapi mas menggantinya dengan nasi merah yang penuh serat"
Hanan dan Alana menatap nasi yang disajikan berubah menjadi nasi merah. Bukan nasi putih
"Yah" Alana sedikit kecewa karena kurang suka dengan nasi merah
"Dicoba dulu jangan manyun"
"Tau diganti nasi merah, aku mendingan pilih sandwich aja mas kalau gitu"
"Yaudah habiskan dulu. Ntar minta sandwich"
"Mana cukup perutku mas"
"Yaudah dimakan dulu, kalau kurang kenyang bisa nambah. Ini cobain gado-gado punya mas, akkkh"
"Aem" Alana menerima suapan, saat Hanan mengarahkan gado-gado yang ada disendoknya untuk ia suapkan padanya
Seno yang melihat kemesraan bos sekaligus sahabatnya, mulai tak nyaman. Ia menyegerahkan makannya agar cepat selesai. Dan salad sayur yang ada dipiring Seno, tandas dengan cepat
Berbeda dengan dokter Sofyan, ia lebih memilih santai dengan mie ayam yang ia pesan.
-
Setelah makan usai, Hanan masih ngobrol dengan dokter yang masih mengumpul disana
Akan tetapi, melihat ikan bakar milik Alana yang tidak habis-habis, akhirnya Hanan ikut menyendok lauknya, yang terlalu kebesaran jika untuk orang satu
"Habis" Seru Alana
"Mau nambah lagi ?"
Alana menggeleng "Sudah kenyang"
Alana menurut saja, karena jam istirahat masih ada waktu
Setelah mereka sudah naik kelantai dua, merekapun ingin istirahat sejenak
Alana duduk disofa, lalu melepas hijabnya "Mas"
"Hmm" Hanan menoleh yang sedang melepas baju seragamnya, lalu ia cantulkan pada capstok
Hanan mendekat, lalu duduk disamping Alana "Apa"
"Bibir mas kulakban kali ya"
Hanan bingung "Kenapa"
"Lihat" Alana menunjuk lehernya
Seketika, Hanan tertawa terpingkal pingkal "Kenapa harus dilakban. Kalau kau ingin membalasnya, mas siap hmm" Hanan mendongakkan wajahnya, agar lehernya kelihatan terekspos
Alana mendorong "Enggak mau, dikira orang aku ganas"
"Nggak apa-apa ganas sama suami" Hanan memandang Alana intens "Tumben protes"
"Tadi Noni bertanya, itu lehermu merah semua kenapa, gitu-gitu deh tanya nya bikin malu"
"Ahaha, kok bisa dia nanya, melihat?"
"Yaiyalah dia ngelihat, kan lagi benerin hijab"
"Oh"
"Kok oh sih"
"Lah terus, mas harus jawab apa coba. Ahh gitu"
"Ya nggak, malu tau mas"
Hanan mendekat, lalu memegang bekas merah hasil lukisannya "Kok mas nggak pernah dibikinin begituan sih"
__ADS_1
"Mas pingin"
"Iyalah biar impas"
"Ntar kita mampir ketoko alat tulis, beli spidol permanen, lalu aku coret-coret dilehermu ya mas"
Hanan langsung berdiri "Enak aja. Nggak mau" Hanan berpindah ke kasur, lalu menata bantal "Sayang, jam 3 ini, mas ada operasi. Pasien minta mas yang menangani"
Alana berjalan mendekat, dan duduk disampingnya "Iya istirahatlah"
Hanan merebahkan badan yang terasa lelah. Tak berapa lama, suara dengkuran halus mulai terdengar
Alana menoleh kesebelah, ternyata Hanan terlelap tidur
Alana mengusap dahi Hanan yang terlihat licin "Aku turun ya mas" Izinnya. Padahal orang yang dimintai izin, sedang bermimpi
-
Selagi Hanan beristirahat
Para dokter mulai bergantian shift dijam 14:30
Bukan hanya pekerja kantoran, dokter dan perawat juga terdampak efek lelah di jam-jam tertentu
Selain mengantuk, seseorang mulai mengalami penurunan produktivitas di jam-jam tersebut.
Apalagi jadwal dokter shift awal masuknya lebih pagi ketimbang pekerja kantoran seperti Alana
Seperti ada ritme atau jam alami dalam tubuh. Efek mengantuk di jam-jam tersebut, membuat rumah sakit ini memberi kebijakan kepada seluruh karyawan, termasuk pada dokter dan perawatnya. Yaitu, setelah usai jam kerjanya selama 8 jam termasuk istirahat, mereka mulai pulang bergantian shift. Jika dipaksakan kerja lembur, takut mempengaruhi kinerja dokter dan perawat, dan dampaknya bisa membahayakan pasien.
Hanan tidak mau ada kesalahan dokter, ketika mereka lelah lalu dipaksakan untuk bekerja
Di RSIA ASSIFA, Sebagian besar anggota tim bedah mulai bekerja antara pukul 6:30 dan 7 pagi
Dan setelah delapan jam bekerja, yaitu jam 14:30 akan ada pergantian dokter dan perawat pada pukul tiga sore. Ini adalah saat tim bedah baru mengambil alih, yang kadang-kadang dilakukan tepat saat tengah operasi.
"Na, tumben jam segini suamimu belum nongol. Biasanya sudah keliling kemari"
Alana tidak menjawab, ia langsung teringat, lalu mengangkat tangannya untuk melihat jam yang melingkar disana "Setengah tiga"
Alana segera mengambil ponselnya, dan memanggil Hanan
Panggilan pertama tidak diangkat, sampai panggilan kedua, ketiga, masih belum diangkat
Alana mulai gelisah
Karena takut terjadi apa-apa, akhirnya Alana keatas untuk menghampiri Hanan
Alana membuka pintu kamar pribadinya, ternyata benar. Hanan masih tertidur
Tidur siang, sering menjadi pilihan saat Hanan kurang tidur saat malam hari, apalagi hari ini ada jadwal operasi. Hanan tidak mau lelah disaat tengah bekerja. Bisa berakibat fatal jika diteruskan
Meskipun aktivitas padat, biasanya, Hanan meluangkan waktunya untuk tidur sebentar, sekitar seperempat jam atau setengah jam
Beraktivitas sedari pagi, sangat mungkin membuat tubuh Hanan lelah dan butuh waktu untuk beristirahat.
Apalagi di waktu siang, tidur bisa menjadi cara ampuh untuk menghilangkan rasa lelah yang Hanan alami.
Beristirahat juga menjadi peluang bagi tubuh untuk mengisi energi yang hilang, agar Hanan dapat kembali beraktivitas dengan semangat.
"Mas, bangun"
Hanan bangun "Eh jam berapa"
"Setengah tiga"
Hanan segera membersihkan diri, setelah usai ia memakai seragamnya "Mas tidur lama ya"
"Iya, tadi aku hampir lupa membangunkan"
Hanan terlihat fres dan terlihat tampan, membuat Alana menatapnya tidak berkedip
"Kenapa menatap mas begitu"
Blussss
Lagi-lagi Alana dibikin malu karena ketahuan mengagumi suaminya
BERSAMBUNG.....
__ADS_1