
Sifa, Ilham, Dan Imran sudah masuk kerumah kembali setelah tadi, Sifa dan Alana sibuk menata makanan, dan dibantu oleh mbak Rasti Dan bik Surti
Viviana sudah duduk dengan Ratna. Sedang Fatiha anaknya Fatih, minta digendong oleh Alana
Alana berdiri didepan Ilham, yang sedang menggendong Fatima "Imran..." Panggil Alana sedikit menggoda
Mata Imran langsung memerah, bibirnya sudah bergetar, melihat Alana menggoda sambil menggendong Fatiha
"Wah lihatin pa, Imran nggak terima" Alana memegang lengan Ilham, sambil menunjuk Imran
"Wah nggak rela ya, bundanya gendong kak Fatiha" Ucap Ilham tertawa lucu melihat Imran mewek
Tiba tiba dari luar
"Hello.... Assalamualaikum semua..... " Sapa Hawa
Semua orang menjawab salam dari Hawa
Hawa langsung memeluk Viviana, lalu bergantian memeluk Ratna "Pa kabar mbak"
"Alhamdulillah baik" Jawab Ratna dan Viviana bergantian
"Kompor dataaannngggg" Ledek Husayn, yang suka sekali kalau Hawa datang
"Abang ngeledek ya... " Ucap Hawa protes pada Husayn
Hawa melihat Anand sedang sibuk memakan buah matoa "Hallo senioooor, sombong amat mentang mentang makan buah enak" Sapa Hawa sambil merebut buah tersebut dari tangan Anand "Makasih ya pih, papi pengertian banget" Ucapnya sambil makan buah matoa
"Heh heh heh... Kamu datang datang bukannya bantuin papi ngupasin malah main srobot"
"Ah papi, sama anaknya gitu. Eh, jangan jangan bik Lis hamil ya pih. Makanya papi denganku seperti melihat musuh"
"Minggir minggir sana. Jangan godain papi" Usir Anand
"Ih papi, sekarang pilih kasih. Mentang mentang ada teman ngobrol. Jadi sombong" Protes Alana terus
"Iya ini, papi sedang sombong " Ucap Anand sekenanya
-
Malam harinya
Hanan naik kelantai dua, tak sengaja, kamar Alana terbuka secuil
Hanan mendekati pintu, terlihat Alana sedang sibuk mengusap usap kaki dengan minyak gosok
Hanan membuka pintu kamar Alana "Bund, boleh masuk ??"
Alana menoleh, namun hanya diam
Hanan masuk kekamar Alana, dan duduk disampingnya "Bund, bunda lagi ngapain?" Tangan Hanan menjulur memegang kaki yang dipijit pijit oleh Alana sendiri
"Sini, daddy bantu pijitin boleh?"
"Tapi gratis, tidak ada upah"
"Iya...." Hanan berdiri, lalu mengangkat tubuh Alana, agar rebahan dikasur
"He eh eh, kenapa main diangkat"
"Daddy kangen mengangkat bunda tau"
Tangan Alana menyingkirkan tangan Hanan "Modus "
"Modus juga sama istri" Hanan mulai memijat kaki Alana "Seperti ini enak? " Hanan memijit kaki Alana pelan
"Iya"
"Coba bund tengkurap"
Alana tengkurep juga disuruh oleh Hanan. Hanan memijatnya mencari titik titik yang biasanya sakit jika kecapaian
"Enak? "
"Iya" Suara Alana melemah
"Bund, coba bunda menghadap kesana"
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari Alana
"Bunda... Bund" Hanan membalikkan tubuh Alana "Tertidur?? Kau memang seperti anak kecil Alana.." Hanan tersenyum "Tidak salah lagi, aku memang menikahi anak kecil" Kembali Hanan tersenyum
Hanan memeluk Alana, mencium seluruh wajah dan tubuh Alana
Harum tubuh Alana, membuat Hanan ingin mengeratkan pelukannya. Hanan lakukan karena kangennya yang sudah tak terkira
Hanan tertidur
-
Pagi harinya
Alana terbangun dari tidurnya,
Semalam, tidurnya terasa nikmat sekali, mungkin karena semalam dipijit oleh Hanan. Jadi, badannya sedikit lemas, tidak kaku seperti semalam
Alana berjalan menuju kamar mandi, ia ingin berendam dibath up.
Setelah mandi usai, Alana kembali masuk kekamarnya, Dan duduk dikursi rias
Alana mengedarkan pandangannya, jari lentikknya mengulur untuk mengambil kertas, yang diatasnya ada box bludru berbentuk Love, yang berwarna merah
Alana membuka box tersebut, lalu mengambil perhiasan yang berada didalamnya "Kalung??"
Alana penasaran dengan isi surat tersebut
🍥🍥🍥🍥🍥
Dear my wife
Bund... Hari ini, daddy ada tugas keluar kota
Ada materi yang harus daddy seminarkan, pada para calon dokter yang ada difakultas kedokteran Surabaya
Sebelumnya daddy minta maaf, tidak bisa ngomong langsung.
Seminggu sudah kita miskomunikasi, jadi izinku mendadak
Oiya, daddy lihat kalung bunda patah. Daddy sudah belikan ditoko papi. Pakailah untuk ganti. Maaf ya, bisa pakai sendiri kan?
Your Husband
Daddy
🍥🍥🍥🍥🍥
Alana melipat suratnya dengan sedih "Kakak..." Mata Alana tak kuat menahan airmata "Kakak, kau benar. Hubungan kita sedang tidak baik baik. Kenapa kakak justru pergi. Kakak pasti marahkan padaku, kakak juga membenciku? kakak, maafkan aku. Tiap hari kau kenyang dengan bentakanku. Kakak maafkan aku"
-
Seminggu sudah, Hanan belum pulang kerumah. Berkirim pesan saja, Hanan tidak sempat
Alana selalu tidur dengan Imran, tapi Imran masih utuh dikamarnya. Jika Hanan dirumah, Imran pasti menghilang
Malam ini, Alana tidak bisa tidur.
Alana ingin sekali kirim pesan untuk Hanan, tapi ia urungkan karena takut dikira kegatelan
Tapi rasa rindu itu kian memuncak
-
Sementara ditempat lain,
Hanan jadwalnya padat. Ingin menyapa istrinya saja selalu tertunda
Hanan sudah masuk kekamar hotel untuk istirahat
Hanan mengutak atik ponselnya ia ingin mengirim pesan "Lagi spa? " Send to my wife
Terlihat langsung centang biru, Hanan kegirangan. "Daddy telpon ya? "
Belum sempat Alana menjawab, Hanan sudah menelponnya
Alana mengangkat vidcallnya
__ADS_1
Alana masih berwajah datar, tapi lumayan ada sedikit senyum yang terbit dibibirnya
"Apa kabar sayang..."
"Alhamdulillah baik, kakak baik disana? "
"Alhamdulillah baik. Eh kalungnya kok nggak dipakai" Hati Hanan sedikit tercubit, pemberiannya tidak dipakai.
"Nggak bisa memakainya" Jawab Alana lirih
"Ya sudah, istirahat ya... Kakak ngantuk"
-
Alana sedikit kecewa. Kecewa ngobrolnya hanya sedikit
Alana duduk sambil mengusap punggung Imran
Hatinya bergejolak takut kehilangan Hanan
Padamu kasih kuserahkan hidupku
Padamu sayang kuserahkan cintaku
Kuingin kau kembali
Walau sekejab dalam mimpi
Angin dan burung dengar suara hatiku
Tolong sampaikan derita hatiku
Lelah tlah kumenunggu
Aku masih setia padamu
Kasih oh kasih datanglah oh kasih
Aku rindu padamu
Sayang oh sayang kembali padaku
Cintaku hanya untukmu
Berjuta harap kuingin disampingmu
Berjuta mimpi ingin kau kembali
Datanglah oh datanglah
Walau sekejab dalam mimpi
Alana mengusap buliran airmata yang mengalir
Alana tertidur bersama Imran disana, tanpa dikunci
-
Siang hari
Alana tidak kemana mana, Alana tengkurep dipermadani yang ada diruang televisi bersama Imran
Imran kegirangan ada seseorang nomor dua setelah Alana
Eeeeerrrrggggg
"Hei, bundanya disini kenapa girang banget" Alana terduduk dengan rambut acak acakan
Tiba tiba, tangan besar menutupi mata Alana
Tangan Alana memegang kedua tangan yang menutupi mata Alana "Kakakkkkk, benar ini kakak kan?"
Hanan melepas tangan besarnya. Lalu, Alana berbalik dan mendongak "Kakaaaakk" Alana berdiri dan memeluk Hanan tanpa sadar.
Seketika, Alana ingat dengan Imran, dan mengangkatnya, lalu memeluk Hanan walau kesusahan
"Daddy kangen sama kalian. Yuk keatas. Siniin Imrannya .Biar daddy yang ajak"
__ADS_1
Hanan menciumi kepala dan pipi gembul Imran, kemudian merangkul Alana, dan mencium kepala Alana
BERSAMBUNG.....