Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 23


__ADS_3

Sifa, Ilham, Dan Imran sudah masuk kerumah kembali setelah tadi, Sifa dan Alana sibuk menata makanan, dan dibantu oleh mbak Rasti Dan bik Surti


Viviana sudah duduk dengan Ratna. Sedang Fatiha anaknya Fatih, minta digendong oleh Alana


Alana berdiri didepan Ilham, yang sedang menggendong Fatima "Imran..." Panggil Alana sedikit menggoda


Mata Imran langsung memerah, bibirnya sudah bergetar, melihat Alana menggoda sambil menggendong Fatiha


"Wah lihatin pa, Imran nggak terima" Alana memegang lengan Ilham, sambil menunjuk Imran


"Wah nggak rela ya, bundanya gendong kak Fatiha" Ucap Ilham tertawa lucu melihat Imran mewek


Tiba tiba dari luar


"Hello.... Assalamualaikum semua..... " Sapa Hawa


Semua orang menjawab salam dari Hawa


Hawa langsung memeluk Viviana, lalu bergantian memeluk Ratna "Pa kabar mbak"


"Alhamdulillah baik" Jawab Ratna dan Viviana bergantian


"Kompor dataaannngggg" Ledek Husayn, yang suka sekali kalau Hawa datang


"Abang ngeledek ya... " Ucap Hawa protes pada Husayn


Hawa melihat Anand sedang sibuk memakan buah matoa "Hallo senioooor, sombong amat mentang mentang makan buah enak" Sapa Hawa sambil merebut buah tersebut dari tangan Anand "Makasih ya pih, papi pengertian banget" Ucapnya sambil makan buah matoa


"Heh heh heh... Kamu datang datang bukannya bantuin papi ngupasin malah main srobot"


"Ah papi, sama anaknya gitu. Eh, jangan jangan bik Lis hamil ya pih. Makanya papi denganku seperti melihat musuh"


"Minggir minggir sana. Jangan godain papi" Usir Anand


"Ih papi, sekarang pilih kasih. Mentang mentang ada teman ngobrol. Jadi sombong" Protes Alana terus


"Iya ini, papi sedang sombong " Ucap Anand sekenanya


-


Malam harinya


Hanan naik kelantai dua, tak sengaja, kamar Alana terbuka secuil


Hanan mendekati pintu, terlihat Alana sedang sibuk mengusap usap kaki dengan minyak gosok


Hanan membuka pintu kamar Alana "Bund, boleh masuk ??"


Alana menoleh, namun hanya diam


Hanan masuk kekamar Alana, dan duduk disampingnya "Bund, bunda lagi ngapain?" Tangan Hanan menjulur memegang kaki yang dipijit pijit oleh Alana sendiri


"Sini, daddy bantu pijitin boleh?"


"Tapi gratis, tidak ada upah"


"Iya...." Hanan berdiri, lalu mengangkat tubuh Alana, agar rebahan dikasur


"He eh eh, kenapa main diangkat"


"Daddy kangen mengangkat bunda tau"


Tangan Alana menyingkirkan tangan Hanan "Modus "


"Modus juga sama istri" Hanan mulai memijat kaki Alana "Seperti ini enak? " Hanan memijit kaki Alana pelan


"Iya"


"Coba bund tengkurap"


Alana tengkurep juga disuruh oleh Hanan. Hanan memijatnya mencari titik titik yang biasanya sakit jika kecapaian


"Enak? "


"Iya" Suara Alana melemah


"Bund, coba bunda menghadap kesana"

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari Alana


"Bunda... Bund" Hanan membalikkan tubuh Alana "Tertidur?? Kau memang seperti anak kecil Alana.." Hanan tersenyum "Tidak salah lagi, aku memang menikahi anak kecil" Kembali Hanan tersenyum


Hanan memeluk Alana, mencium seluruh wajah dan tubuh Alana


Harum tubuh Alana, membuat Hanan ingin mengeratkan pelukannya. Hanan lakukan karena kangennya yang sudah tak terkira


Hanan tertidur


-


Pagi harinya


Alana terbangun dari tidurnya,


Semalam, tidurnya terasa nikmat sekali, mungkin karena semalam dipijit oleh Hanan. Jadi, badannya sedikit lemas, tidak kaku seperti semalam


Alana berjalan menuju kamar mandi, ia ingin berendam dibath up.


Setelah mandi usai, Alana kembali masuk kekamarnya, Dan duduk dikursi rias


Alana mengedarkan pandangannya, jari lentikknya mengulur untuk mengambil kertas, yang diatasnya ada box bludru berbentuk Love, yang berwarna merah


Alana membuka box tersebut, lalu mengambil perhiasan yang berada didalamnya "Kalung??"


Alana penasaran dengan isi surat tersebut


🍥🍥🍥🍥🍥


Dear my wife


Bund... Hari ini, daddy ada tugas keluar kota


Ada materi yang harus daddy seminarkan, pada para calon dokter yang ada difakultas kedokteran Surabaya


Sebelumnya daddy minta maaf, tidak bisa ngomong langsung.


Seminggu sudah kita miskomunikasi, jadi izinku mendadak


Oiya, daddy lihat kalung bunda patah. Daddy sudah belikan ditoko papi. Pakailah untuk ganti. Maaf ya, bisa pakai sendiri kan?


Your Husband


Daddy


🍥🍥🍥🍥🍥


Alana melipat suratnya dengan sedih "Kakak..." Mata Alana tak kuat menahan airmata "Kakak, kau benar. Hubungan kita sedang tidak baik baik. Kenapa kakak justru pergi. Kakak pasti marahkan padaku, kakak juga membenciku? kakak, maafkan aku. Tiap hari kau kenyang dengan bentakanku. Kakak maafkan aku"


-


Seminggu sudah, Hanan belum pulang kerumah. Berkirim pesan saja, Hanan tidak sempat


Alana selalu tidur dengan Imran, tapi Imran masih utuh dikamarnya. Jika Hanan dirumah, Imran pasti menghilang


Malam ini, Alana tidak bisa tidur.


Alana ingin sekali kirim pesan untuk Hanan, tapi ia urungkan karena takut dikira kegatelan


Tapi rasa rindu itu kian memuncak


-


Sementara ditempat lain,


Hanan jadwalnya padat. Ingin menyapa istrinya saja selalu tertunda


Hanan sudah masuk kekamar hotel untuk istirahat


Hanan mengutak atik ponselnya ia ingin mengirim pesan "Lagi spa? " Send to my wife


Terlihat langsung centang biru, Hanan kegirangan. "Daddy telpon ya? "


Belum sempat Alana menjawab, Hanan sudah menelponnya


Alana mengangkat vidcallnya

__ADS_1


Alana masih berwajah datar, tapi lumayan ada sedikit senyum yang terbit dibibirnya


"Apa kabar sayang..."


"Alhamdulillah baik, kakak baik disana? "


"Alhamdulillah baik. Eh kalungnya kok nggak dipakai" Hati Hanan sedikit tercubit, pemberiannya tidak dipakai.


"Nggak bisa memakainya" Jawab Alana lirih


"Ya sudah, istirahat ya... Kakak ngantuk"


-


Alana sedikit kecewa. Kecewa ngobrolnya hanya sedikit


Alana duduk sambil mengusap punggung Imran


Hatinya bergejolak takut kehilangan Hanan


Padamu kasih kuserahkan hidupku


Padamu sayang kuserahkan cintaku


Kuingin kau kembali


Walau sekejab dalam mimpi


Angin dan burung dengar suara hatiku


Tolong sampaikan derita hatiku


Lelah tlah kumenunggu


Aku masih setia padamu


Kasih oh kasih datanglah oh kasih


Aku rindu padamu


Sayang oh sayang kembali padaku


Cintaku hanya untukmu


Berjuta harap kuingin disampingmu


Berjuta mimpi ingin kau kembali


Datanglah oh datanglah


Walau sekejab dalam mimpi


Alana mengusap buliran airmata yang mengalir


Alana tertidur bersama Imran disana, tanpa dikunci


-


Siang hari


Alana tidak kemana mana, Alana tengkurep dipermadani yang ada diruang televisi bersama Imran


Imran kegirangan ada seseorang nomor dua setelah Alana


Eeeeerrrrggggg


"Hei, bundanya disini kenapa girang banget" Alana terduduk dengan rambut acak acakan


Tiba tiba, tangan besar menutupi mata Alana


Tangan Alana memegang kedua tangan yang menutupi mata Alana "Kakakkkkk, benar ini kakak kan?"


Hanan melepas tangan besarnya. Lalu, Alana berbalik dan mendongak "Kakaaaakk" Alana berdiri dan memeluk Hanan tanpa sadar.


Seketika, Alana ingat dengan Imran, dan mengangkatnya, lalu memeluk Hanan walau kesusahan


"Daddy kangen sama kalian. Yuk keatas. Siniin Imrannya .Biar daddy yang ajak"

__ADS_1


Hanan menciumi kepala dan pipi gembul Imran, kemudian merangkul Alana, dan mencium kepala Alana


BERSAMBUNG.....


__ADS_2