
Lis sudah didorong keruang operasi
Kali ini, Ilham ingin tampil dan masuk keruang operasi. Ia ingin mengangkat secara langsung sang bayi, yang sudah berstatus yatim ini
Ilham dan Hanan sudah siap, untuk pengangkatan bayi didalam rahim Lis
Semua dokter yang menangani Lis sudah siap
Punggung Lis sudah disuntik oleh dokter ahli anestesi, dan sudah dibaringkan dimeja oprasi
Ilham sudah memegang pisau caesar, yang akan segera ia sayatkan pada perut Lis sepanjang antara 12 hingga 17 sentimeter atau sekitar 4,5 hingga 6,5 inci saja. Selain itu, peneliti juga menyarankan agar tidak ada lagi sayatan yang terlalu pendek atau terlalu panjang dari yang direkomendasikan jika memungkinkan
Sebelumnya, Hanan sudah memberi tahu, jika ada tamu yang mencarinya bernama Alexander Putra Anandhan, segera dipersilahkan untuk masuk
Lis terlihat berdoa dan terus menitikkan air mata
"Kenapa hari ini aku begitu merindukanmu pih, apakah papih juga seperti ini disana.. Lama sekali rasanya aku tidak mendengar suaramu. Apa kabar pih, lama sekali aku tidak berjumpa denganmu. Dulu, papih selalu memanjakan ku setiap saat.." Lis terdengar terisak
Untung Hanan mendengar, Hananpun berbisik pada papanya "Pa, sebentar"
Ilham mengangguk "Iya"
Hanan menjauhi meja oprasi, dan membujuk mamanya yang sudah duduk dibalik tembok ruang oprasi "Mama, mama duduk disebelah bik Lis ya, mau?"
"Ada apa ? Apa yang terjadi" Jawab Sifa sedikit bingung
"Tidak apa-apa ma. Cuma, bik Lis dari tadi nangis. Bawa tissue ? mama bawa tissue ?" Hanan mencari tissue didalam tas mamanya
"Hei kamu cari apaan"
"Tissue ma tissue, biasanya perempuan bawa tissue kemana-mana"
"Ah, kau ini sok tau" Sifa merebut tasnya dan merogonya "Sini, biar mama sendiri yang cari"
"Ketemu??"
"Ketemu, ini" Sifa menyodorkan untuk Hanan
"Ish, buat apa aku minta tissue"
"Lah tadi kau yang minta"
"Sini ma" Hanan merangkul mamanya "Ma, mama duduk disebelah bik Lis, tadi dia terisak, Hanan tak tega. Maka dari itu, mama duduk disebelahnya, dan ambil tissue ini kembali, untuk mengelap air matanya bibik"
"Ah kau ini" Sifa menabok Hanan sekenanya
"Gimana, mama sanggup nggak? Seumur-umur loh ma. Anggap saja mama jadi asistennya papa. Ayo ma"
Sifa mengangguk,
Hanan segera merangkul mamanya dan melewati papanya yang sedang serius bersama dokter lain
__ADS_1
Sebenarnya, sejak dulu Hanan bertugas, saat mengoperasi pasien, keluarga pasien tidak ada yang diizinkan untuk masuk kearea ini. Ini baru pertama kali, karena Hanan jaga-jaga takut terjadi apa-apa dengan bik Lisnya
Sifa sudah didekatkan dan didudukkan, disebelah bagian kepala Lis, yaitu area aman, agar mamanya bisa mengusapkan air mata Lis yang menetes terus tiada henti
Hanan mendekati meja operasi lagi, bersama dengan rekan kerjanya, termasuk papanya yang ingin membantu pengangkatan calon keponakannya itu
Bayi sudah terlihat melongok dari perut Lis, yang masih tergulung kulit ari
Para dokter masih fokus
Lis sudah terlihat sembab dan terus mengeluarkan buliran-buliran air yang tiada henti
"Bik, yang sabar ya.. " Sifa mengelap air mata Lis yang sudah banjir. Tapi seakan isakannya tidak bisa dihentikan
Sifa merubah posisi. Sifa segera merangkulnya dari atas tubuh Lis
"Saat ini aku benar-benar merindukanya..
semoga papi baik-baik saja disana, ingin sekali aku disapa olehnya lagi, tapi bagaimana caranya. Sedangkan papi sudah tidak ada lagi didunia ini.." Kembali air mata Lis mengalir
"Iya yang sabar ya bik"
"Hati ini terlalu berantakan, berantakan, berantakan. Setelah papi memberikan segala kebahagian untukku. Papiiii"
Sifa terus memeluk Lis dan ikut terisak
"Sabar bik Lis, sabar"
Tiba -tiba
Oeeekkk oeeeekk
Anggap saja foto berambut putih diatas, foto dokter Ilham yang sudah senja
Bayi merah itu sudah diangkat oleh Ilham
"Wah perempuan bik bayinya, selamat ya" Ucapnya, dan bayi tersebut segera diterima oleh dokter anak
Lis tambah menangis kejer "Alhamdulillah, pih.... "
"Bik, kami selalu ada disampingmu bik, kamu adalah bagian dari keluarga kami" Ucap Sifa berusaha menguatkan hati Lis
"Terima kasih.. " Kembali Lis terisak "Pih, biarlah aku simpan rapih semua kenangan bersamamu, dan mungkin sesekali aku akan memutar kembali memori indah utk mengobati rasa rindu ini.."
Bayi itu diletakkan diatas dada Lis, oleh dokter Zuhi setelah bayi cantik itu diselimuti
Lis kembali menangis
__ADS_1
Jika kondisi bayi dan sang ibu, sama-sama baik, bayi yang dilahirkan dari operasi caesar, bisa langsung diberikan ke ibu untuk berkontak langsung (skin-to-skin) atau inisiasi menyusui dini (IMD). Hal ini sangat dianjurkan bagi ibu maupun bayi
"Papih, kau pasti ada disini kan pih. Lihatlah putri kita, aku sengaja ingin memberi surprise padamu pih. Datanglah pih, datanglah, sambutlah anakmu" Lis kembali menangis
"Bayinya saya ambil dulu ya bu. Agar langsung diadzanin oleh kakaknya" Dokter Zuhi mengambil sang bayi lagi, dari dada Lis
Sambil terisak "Siapa"
"Kakak sibayi ini siapa?" Hanan ikut melongok wajah Lis
"Kak Xander? "
"Iya, jauh-jauh kemari, demi bibik dan adiknya. Disambut ya.. Sudah ya bik, jangan sering menangis. Bibik habis melahirkan" Saran Hanan
Kembali Sifa merengkuh Lis "Iya berbahagialah bik" Sifa sudah memeluk Lis entah sudah berapa kali
-
Xander menerima bayi tersebut dengan berkaca-kaca, iapun segera mengadzani
Setelah selesai "Aaliya Putri Anandhan, jadilah adik, anak yang sholeha, patuh sama orang tua, dan kakak-kakakmu" Xander mencium adiknya yang pantasnya menjadi cucunya
Xander mengembalikannya pada suster yang tadi menyerahkan padanya
Xander mengusap buliran yang keluar dari sudut matanya
"Kenang-kenangan dari papi ba, adik kita, berasa cucu" Ucap Najwa yang ikut-ikutan berkaca-kaca sambil mengusap-usap lengan Xander
Xander mengangguk dan merengkuh Najwa
-
Alana, Imran, bik Surti, dan mbak Rasti, mereka diluar sibuk menonton bayi-bayi yang sedang dijemur
Menjemur bayi-bayi dipagi hari dirumah sakit ini, sudah menjadi aturan wajib
Yaitu, anjuran menjemur bayi di pagi hari sebelum pukul 10:00
Karena waktu ideal menjemur bayi sebelum pukul 10:00, mengandung sinar ultraviolet atau UV, yang bila diserap oleh kulit akan menghasilkan vitamin D.
Vitamin D memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan bayi, yakni membantu tubuh menggunakan kalsium untuk membangun dan memelihara tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, vitamin ini juga menjaga kesehatan otot-otot bayi dan membangun sistem imun tubuh yang kuat.
Bila kekurangan vitamin D, bayi akan berisiko mengalami kelainan pertumbuhan tulang atau rakitis
Karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin D dengan sendirinya dan ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D pada bayi
Kendati begitu, bukan berarti si Kecil harus dijemur setiap hari. Terlalu banyak paparan sinar UV juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan kulit dan bahkan kanker kulit di kemudian hari.
Namun, bila tidak sempat menjemur si Kecil di waktu ini, disarankan untuk menunggu hingga setelah pukul 16.00.
Di waktu tersebut, kadar sinar UV matahari lebih rendah, sehingga tidak lebih berisiko untuk menyebabkan kerusakan kulit.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....