
Sementara ditempat lain
Sejak pagi, Lis tidak keluar dari kamarnya.
Anand yang masih sibuk dishowroom, mendapatkan kabar kalau istrinya tidak keluar dari kamar, membuat Anand gemetaran
"Pak Casbari, ayo kita pulang"
-
Anand berjalan cepat menuju kamar Lis
Gerrettt
"Nduk..."
Lis mendongak, tapi diam
Anand duduk dibibir sofa, karena Lis tidur disana
Tangan Anand mengusap kepala Lis
Cup
Anand mencium pucuk kepala Lis
"Kamu kenapa hmm?"
Tangan Lis mengalung digesper Anand "Nggak tau pih, sepertinya kepalaku mau lompat dari leher pih"
Anand tersenyum sambil mengusap rambut Lis yang berantakan
"Masa mau lompat. Memangnya boneka buatanmu. Sudah sarapan?" Komentar, sekaligus bertanya
"Belum, perutku nggak enak pih. Rasanya penuh"
"Kita periksa saja ya?"
Lis bangun, lalu memeluk Anand kembali
"Pih, biar seperti ini dulu pih. Rasanya nyaman kalau ada papih hehe" Lis terkekeh
"Sikah, kamu kenapa? tumben manja" Anand mengusap kepala Lis "Ini pusing?" Anand memegang kedua pelipis Lis, dan sedikit memijat
"Enak pih, tadi pusing, tapi sekarang nggak"
"Berarti sekarang sudah lapar dong ya?"
"Iya aku lapar pih, tapi aku malas" Manjanya mulai mengendus endus tubuh Anand yang terlihat gemuk
Alis Anand menyatu "Papi dari showroom sudah gemeteran, ternyata kamu ingin ngerjain papi?" Anand melepas tangannya Lis "Kamu tunggu disini, papi ambilkan nasi" Anand akan beranjak
"Ish, papi sini aja. Aku ingin papi disampingku. Aroma papi seger pih hehe"
Anand geleng geleng, tapi Lis mendongak kegirangan
Foto diatas hanya pemanis.. Papi Anand dan bik Lis. Menurut Author hehe
-
Anand pasrah, ia merengkuh saja. Sepertinya kedatangannya membuat istrinya ceria
Anand mengintip Lis dari samping "Terus, makannya kapan ini. Papi juga sudah lapar"
Lis melepas pelukan, tapi tangannya masih bertumpuh pada paha Anand "Papih belum makan?"
Anand menggeleng "Belum"
Lis berdiri dengan girang, membuat Anand kebingungan mendapatkan istri yang tadi lusuh, kini seger buger seperti mendapati lotre
Lis pindah duduk dipegangan sofa, lalu memeluk leher Anand, dan bermanja disana. Membuat Anand tambah kebingungan
__ADS_1
"Kamu kenapa? katanya lapar. Papi juga kan lapar belum makan. Apa papi mau disandera terus seperti ini hmm. Biar sama sama pusing karena kelaparan"
Lis senyum senyum
Anand memandang Lis benar benar membuatnya pening. Pening belum makan siang. Dan pening karena aneh dengan tingkah Lis
"Ayo kita makan pih" Lis menarik tangan Anand yang masih terlihat bingung "Ayo pih, kenapa papi bengong"
Akhirnya Anandpun berdiri,
"Sebentar pih" Lis kembali memeluk perut Anand dan bermanja disana
-
Sementara ditempat pasangan hanan dan Alana
Hanan sudah siap siap akan pergi kerumah sakit
"Kakaaakkk !!!" Teriak Alana berlari dari dalam
Hanan yang sudah diambang pintu mobil, mengurungkan niatnya untuk membuka pintu tersebut, karena ada jeritan dari dalam
Hanan naik keatas teras,
Terlihat Alana juga sudah siap siap untuk pergi kekampus "Kakak, mobilku tiba tiba gembos. Kemarin sebenarnya enggak. Eng, aku diantar, apa pergi sendiri?"
Tangan Hanan mengusap pundak Alana "Minta diantar pak sholeh aja ya? Hari ini ada tugas pagi, jadi buru buru banget, ya?" Hanan menatap Alana serius
"Kalau aku bawa mobil kak Hanan, terus nyetir sendiri, boleh nggak?" Alana minta izin tapi masih takut
Hanan tersenyum "Boleh"
Tangan Alana menengadah "Kontaknya mana?"
Hanan mencari seseorang "Pak sholeh !!, pak sholeh !!"
Sholeh yang namanya disebut, langsung berlari mendekat "Iya tuan"
"Sudah semua tuan"
"Ah, baiklah. Tolong keluarkan ya pak. Biar bundanya Imran bisa pakai. Sekalian ambilkan STNK"
"Siap tuan. Kalau begitu, saya permisi"
"Ya pak" Hanan menatap Alana kembali "Bund, daddy berangkat dulu ya. Hati hati " Hanan mengusap pucuk kepala Alana, lalu berbalik menuju mobil
"Kakak !!"
Hanan berhenti dan menoleh
Alana celingak celinguk "Aman"
"Ada apa?" Tanya Hanan
Alana mendekat, lalu berjinjit
Cup
Bibir Alana mendarat dipipi Hanan sekejap, lalu Alana berlari masuk kedalam rumah sambil berteriak "Makasih mobilnya !!"
Seketika, Hanan terkejut mematung, mendapatkan serangan fajar dari Alana "Yes!!" Hanan mengepalkan tangannya bersemangat
-
Didalam perjalanan, Hanan mengulum senyum berulang ulang
Tangan kirinya terus mengusap mulutnya. Matanya menyipit, bibirnya melengkung, seakan dunia ikut tersenyum menyapanya.
Jika Hanan ingin disebut orang gila, dia ingin menjerit dan berteriak.
"Woiiii penghuni jagatttt, hari ini aku dapat lotre, yuhu..."
Rasanya seperti hari lebaran diwaktu masih kecil. Mendapatkan hadiah dari orang orang yang ia cintai "Ah jadi inget mami, bang Hassan, kak Xander"
__ADS_1
-
Didalam rumah sakitpun, Hanan ingin segera cepat cepat pulang kerumah. Padahal baru melakukan tugasnya mengoprasi beberapa pasien yang dicaesar.
Hanan melihat pengukur waktu masih jam 11:00
"Kenapa jam rasanya tidak berputar" Hanan mengambil benda pintarnya, untuk menghubungi seseorang yang sudah mengganggu kegiatannya hari ini
"Lagi dimana?" Hanan mengirimkannya lewat pesan.
Hanan tersenyum, melihat pesannya langsung berwarna hijau. Dan orang yang membuatnya kesal dengan jam, kini sedang mengetik balasan dari pesan yang ia kirim
"Diparkiran"
Hanan segera memencet tombol, untuk melakukan video call
"Kakak.." Sapanya sambil malu malu karena perbuatannya tadi pagi
"Kau sudah mau pulang?" Hanan menatapnya seperti sebulan tidak bertemu
"Eh hem"
"Kau tidak ingin kemari?"
"Untuk apa?"
"Untuk menemani suamimu"
"Ish, malu"
"Kenapa?"
"Permintaan kakak aneh. Rumah sakit bukan milik sendiri kok mau bikin aturan"
"Nggak papa melanggar dulu. Baru, usulnya belakangan sama bang Hassan"
"Siapa bang Hassan, sok kenal" Bibir Alana dimajuin
"Dih, istriku. Sekarang pandai ya bibirnya dimaju majuin gitu. Menggoda tau nggak"
Tiba tiba "Dok, waktunya visit"
"Oh, ya ya.. Tunggu sebentar" Hanan menjawab ketiga perawat yang membantunya melakukan kunjungan pada pasien.
Hanan berbisik untuk berpamitan "Sayang, daddynya Imran mau melanjutkan pekerjaan dulu ya. Jaga diri baik baik. Jangan ngebut ngebut. Kalau ketahuan ngebut, besok dilarang bawa mobil sendiri"
"Terus, aku harus naik ojol?"
"Ojol ??? Pak sholeh dong suruh nganterin. Sudah ya, bye bye"
-
Malam harinya
Alana sudah bermain dengan Imran, Imran yang sudah pintar memberangkang, selalu melangkahi Alana bolak balik
"Adek... Ntar jatuh"
Imran yang sedang minum susu dibotolnya, tidurnya sembarangan. Terkadang diwajah Alana
Hanan sudah pulang. Ia langsung membersihkan diri masuk kekamar mandi.
Setelah selesai, Ia mendekati mereka berdua.
Hanan sengaja mengambil Alana dalam pelukan. Imran tidak terima. Imran menginginkan Alana untuknya saja. Tidak boleh dipeluk oleh siapapun, termasuk daddynya
Hanan menggoda Imran. Hanan memeluk Alana, sengaja untuk memancing kemarahan Imran. Imran langsung berangkang menuju mereka berdua
Hanan dan Alana tersenyum lebar. Melihat perjuangan putranya yang melewati kaki kaki mereka, yang membuat jalannya terpeleset terus terusan
BERSAMBUNG.....
__ADS_1