
Salah satu masalah besar yang kerap dihadapi pasangan saat bercinta adalah, tidak bisa mencapai kli maks bersamaan.
Padahal, pencapaian tersebut, menjadi hal yang membahagiakan, dan manfaat yang bisa diperoleh, jika pasangan suami istri itu bisa mencapai bersamaan. Salah satunya adalah, memperkuat ikatan.
Selain itu juga, memperkuat perasaan tenang dan membuat hubungan semakin langgeng
para readers yang terhormat, dalam hubungan in tim, wanita perlu dipuaskan dengan bersungguh-sungguh.
Dari sudut emosi pula, ia sangat membantu isteri release stress dan menstabilkan moodnya.
Ini khusus untuk memuaskan isteri, tanpa mencederakan emosi dan menghampakannya dalam seni bercinta di balik kelambu
Sebagai suami, juga jangan egois. Begitu puas, ia tinggalkan istri begitu saja. Tunggulah dulu, agar istri membersihkan daerah tersebut, lalu tertidur
Isteri adalah seperti kebun tanaman. Maka, siramilah dan bajailah dengan penuh kasih sayang.
Malam ini, menjadi malam panjang untuk mereka berdua
Hanan kembali mencum bu, disetiap lekuk tubuh Alana
Alana sudah kegelian merasakan cum buan dari suaminya
Hanan segera menyiapkan bantal dibawah pinggul Alana
"Mas, kok tumben diganjal" Alana sedikit bingung
"Katanya ingin cepat punya anak"
"Memang nggak pa-pa?"
"Ya nggak pa-pa, kenapa?"
"Altaaf masih kecil" Ucapnya mengecil
"Nggak pa-pa, mumpung kita masih muda"
"Aku yang masih muda, mas yang sudah tua"
"Hallah, terserah kamu"
Alana bangun "Eh, bentar mas"
"Apalagi"
"Kaos kaki mas, belum aku pakai"
Hanan hanya menepuk jidat "Kenapa tidak dari tadi"
"Is bentaran" Alana segera memakai kaos kaki, lalu merebahkan tubuhnya lagi diatas kasur, yang sudah ada bantal dibawah bagian pinggul
Mencapai kli maks, dengan selisih waktu beberapa detik antara pasangan suami istri, merupakan momen se ksual yang paling memuaskan bagi pasangan. Setiap sen sasi, akan semakin kuat, karena pasangan suami istri, mengalaminya bersamaan
Alana selalu mengenakan kaos kaki saat berhubungan in tim, mungkin terdengar aneh. Namun, bukanlah tanpa alasan
Beberapa riset menemukan, bahwa mengenakan kaos kaki lalu ber cinta, bisa membuat se ks lebih baik.
Hanan kembali melakukan foreplay, yang tadi terhenti.
Mengusap usap lalu menyesap pu ting payu dara Alana, sampai membuat Alana mengejang
Istri yang sudah berga irah, yang ditandai dengan keluarnya lahar yang hangat dan lengket setelah di cumbu, suami harus segera tanggap.
Hanan segera merubah posisi Alana seperti wanita yang akan melahirkan
Bantal sudah ditata kembali yang sudah di bawah pinggul Alana. Sedikit agak ke atas, jangan persis dibawah pinggul.
Posisi ini, disamping enak buat suami, gerakan pinggul istri juga bisa leluasa.
__ADS_1
Hanan segera memasukkan mister P nya, bergoyang goyang, berputar, hingga mister P bisa masuk lebih dalam dan mentok.
Ketika lahar milik Hanan keluar, Hanan segera mengangkat pinggul Alana keatas, agar senjata Hanan bisa menembus jauh ke kandung telur milik Alana
Alana dan Hanan saling mengerang
"Sssssss"
"Maaaaaasssss"
-
Pagi sebelum subuh
Hanan bangun, dan segera masuk kekamar mandi
Beberapa menit kemudian, Alana bangun, dan segera menyusulnya kekamar mandi
Hanan mandi dengan serius menghadap ketembok, dibawah guyuran shower
Tiba-tiba jari lentik memeluk perutnya dari belakang "Mas mbonceng" Ucapnya manja
Hanan tersenyum, lalu berbelok kearah Alana
Mereka saling berhadapan
Hanan mengusap rambut Alana yang sudah basah seperti dirinya "Kita jarang naik motor, jadi tidak pernah berboncengan"
"He emz.. Tapi kita sering berboncengan disini. Seperti tadi" Ucapnya sambil matanya berkejab-kejab karena siraman air shower yang seperti hujan
Hanan mendekapnya erat "Tapi kita tidak sedang berboncengan, melainkan berhadapan"
Hanan menunduk, dan sengaja menekan Alana, agar Alana merasakan sesuatu yang ia tempelkan diperut Alana, yang sudah mengeras lagi
Alana sudah merasakannya sesuatu yang menempel keras pada perutnya
"Punya mas sombong dan menantang"
Alana terdiam. Jujur, Alana tidak ingin menolak untuk pagi ini
Meskipun semalam sudah puas, Alana ingin ditengok kembali
Hanan sudah mendorong Alana ketembok, tak ada kata gagal buat Hanan "Main ya?"
Sembari mengangguk, tangan Alana segera mengalung pada leher Hanan
Jika sudah begini, susahpun jadi mudah
Hanan kembali mengasah senjatanya.
Hentakan demi hentakan, membuat Alana mengerang mencapai puncak
Sebenarnya, posisi berdiri semacam ini, sangat merugikan bagi suami. Apabila, dilakukan dengan berdiri dengan terus-terusan. Mungkin sesekali tidak apa-apalah ya
Efeknya sangat buruk, ketika masa tuanya tiba. Yaitu, gangguan pada kedua lutut, akan keropos. Bahkan, ada yang sampai tidak bisa untuk bersujud, jongkok, apalagi bersila
Alana membungkuk, dengan kedua tangannya yang berada dilutut
Hanan menoleh kebelakang, lalu mendekat "Hei kenapa"
"Capek mas"
Kaki dan tangan Alana sedikit bergetar
"Sini, sini. Mandi yang bener dulu"
Akhirnya, Hanan memandikan bayi besarnya
__ADS_1
Setelah selesai, Hanan menyelimuti dengan handuk baru, yang lebih tebal dan lebar "Sekalian berwudhu ya"
"He em" Walaupun kedinginan, Alana tetap mengambil air untuk berwudhu
Setelah mereka berpakaian dengan benar dan bersih tentunya, mereka melakukan sholat subuh berjama'ah
Anggap saja mereka taat beribadah ya..
-
Pagi harinya diwaktu sarapan
"Bunda.. Kakak ingin pisang" Tunjuk Imran pada pisang hijau yang selalu tersedia dimeja makan
Alana mengambilkan untuk Imran "Dikupas sendiri ya, bisa?"
"Bisa bund"
"Altaaf bund, Altaaf mahu pisang bund" Tangan Altaaf sudah diatas semua sambil jingkrak-jingkrak
"Oke, dipotong-potong?"
"Iya bund"
Alana segera memotongkan pisang tersebut, untuk Altaaf
"Ini"
Altaaf segera menerima piring yang sudah ada potongan pisang disana "Terima kasih bund"
"Sama-sama" Alana menoleh kearah Hanan "Mas mau?"
Belum Hanan menjawab, Altaaf sudah protes
"Bunda, jangan panggil daddy mas. Altaaf tidak suka" Ucapnya lucu
Alana menendang kaki Hanan "Anak-anak kita pandai banget protes mas" Bisik Alana
Hanan memiringkan badannya, agar mulutnya bisa mendekati telinga Alana "Kamu panggil masnya dikamar saja, jangan diluar. Apalagi didepan anak-anak" Hanan membenahi duduknya, sambil menatap anak-anaknya yang sedang sarapan "Kenapa kamu tidak ikut makan pisang" Tanyanya pada Alana
"Nggak"
"Kenapa?"
"Takut becek"
"Apanya" Ucapnya sambil menahan tawa
"I ih.. Jalan lahirnya Altaaf" Alana memukul lengan kiri Hanan
Ahahaha
Hanan tertawa keras, membuat kedua bocah didepannya itu menatap ayahnya heran
"Daddy... Daddy kenapa bund"
"Tidak apa-apa. Daddy sedang gembira melihat kalian makan pisang"
"Kok bunda tidak ikut makan"
"Tidak, bunda tidak suka"
"Enak bund"
"Iya, tapi bunda tidak suka. Jadi, makanlah kalian"
Meskipun anak-anak suka dengan pisang hijau, yang hampir mirip dengan pisang ambon. Tapi Alana, sama sekali tidak meliriknya. Sebab, begitu makan, efeknya lembah milik Alana akan becek, seperti lumpur di sawah saat tandur.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....