Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 81


__ADS_3

Salah satu masalah besar yang kerap dihadapi pasangan saat bercinta adalah, tidak bisa mencapai kli maks bersamaan.


Padahal, pencapaian tersebut, menjadi hal yang membahagiakan, dan manfaat yang bisa diperoleh, jika pasangan suami istri itu bisa mencapai bersamaan. Salah satunya adalah, memperkuat ikatan.


Selain itu juga, memperkuat perasaan tenang dan membuat hubungan semakin langgeng


para readers yang terhormat, dalam hubungan in tim, wanita perlu dipuaskan dengan bersungguh-sungguh.


Dari sudut emosi pula, ia sangat membantu isteri release stress dan menstabilkan moodnya.


Ini khusus untuk memuaskan isteri, tanpa mencederakan emosi dan menghampakannya dalam seni bercinta di balik kelambu


Sebagai suami, juga jangan egois. Begitu puas, ia tinggalkan istri begitu saja. Tunggulah dulu, agar istri membersihkan daerah tersebut, lalu tertidur


Isteri adalah seperti kebun tanaman. Maka, siramilah dan bajailah dengan penuh kasih sayang.


Malam ini, menjadi malam panjang untuk mereka berdua


Hanan kembali mencum bu, disetiap lekuk tubuh Alana


Alana sudah kegelian merasakan cum buan dari suaminya


Hanan segera menyiapkan bantal dibawah pinggul Alana


"Mas, kok tumben diganjal" Alana sedikit bingung


"Katanya ingin cepat punya anak"


"Memang nggak pa-pa?"


"Ya nggak pa-pa, kenapa?"


"Altaaf masih kecil" Ucapnya mengecil


"Nggak pa-pa, mumpung kita masih muda"


"Aku yang masih muda, mas yang sudah tua"


"Hallah, terserah kamu"


Alana bangun "Eh, bentar mas"


"Apalagi"


"Kaos kaki mas, belum aku pakai"


Hanan hanya menepuk jidat "Kenapa tidak dari tadi"


"Is bentaran" Alana segera memakai kaos kaki, lalu merebahkan tubuhnya lagi diatas kasur, yang sudah ada bantal dibawah bagian pinggul


Mencapai kli maks, dengan selisih waktu beberapa detik antara pasangan suami istri, merupakan momen se ksual yang paling memuaskan bagi pasangan. Setiap sen sasi, akan semakin kuat, karena pasangan suami istri, mengalaminya bersamaan


Alana selalu mengenakan kaos kaki saat berhubungan in tim, mungkin terdengar aneh. Namun, bukanlah tanpa alasan


Beberapa riset menemukan, bahwa mengenakan kaos kaki lalu ber cinta, bisa membuat se ks lebih baik.


Hanan kembali melakukan foreplay, yang tadi terhenti.


Mengusap usap lalu menyesap pu ting payu dara Alana, sampai membuat Alana mengejang


Istri yang sudah berga irah, yang ditandai dengan keluarnya lahar yang hangat dan lengket setelah di cumbu, suami harus segera tanggap.


Hanan segera merubah posisi Alana seperti wanita yang akan melahirkan


Bantal sudah ditata kembali yang sudah di bawah pinggul Alana. Sedikit agak ke atas, jangan persis dibawah pinggul.


Posisi ini, disamping enak buat suami, gerakan pinggul istri juga bisa leluasa.

__ADS_1


Hanan segera memasukkan mister P nya, bergoyang goyang, berputar, hingga mister P bisa masuk lebih dalam dan mentok.


Ketika lahar milik Hanan keluar, Hanan segera mengangkat pinggul Alana keatas, agar senjata Hanan bisa menembus jauh ke kandung telur milik Alana


Alana dan Hanan saling mengerang


"Sssssss"


"Maaaaaasssss"


-


Pagi sebelum subuh


Hanan bangun, dan segera masuk kekamar mandi


Beberapa menit kemudian, Alana bangun, dan segera menyusulnya kekamar mandi


Hanan mandi dengan serius menghadap ketembok, dibawah guyuran shower


Tiba-tiba jari lentik memeluk perutnya dari belakang "Mas mbonceng" Ucapnya manja


Hanan tersenyum, lalu berbelok kearah Alana


Mereka saling berhadapan


Hanan mengusap rambut Alana yang sudah basah seperti dirinya "Kita jarang naik motor, jadi tidak pernah berboncengan"


"He emz.. Tapi kita sering berboncengan disini. Seperti tadi" Ucapnya sambil matanya berkejab-kejab karena siraman air shower yang seperti hujan


Hanan mendekapnya erat "Tapi kita tidak sedang berboncengan, melainkan berhadapan"


Hanan menunduk, dan sengaja menekan Alana, agar Alana merasakan sesuatu yang ia tempelkan diperut Alana, yang sudah mengeras lagi


Alana sudah merasakannya sesuatu yang menempel keras pada perutnya


"Punya mas sombong dan menantang"


Alana terdiam. Jujur, Alana tidak ingin menolak untuk pagi ini


Meskipun semalam sudah puas, Alana ingin ditengok kembali


Hanan sudah mendorong Alana ketembok, tak ada kata gagal buat Hanan "Main ya?"


Sembari mengangguk, tangan Alana segera mengalung pada leher Hanan


Jika sudah begini, susahpun jadi mudah


Hanan kembali mengasah senjatanya.


Hentakan demi hentakan, membuat Alana mengerang mencapai puncak


Sebenarnya, posisi berdiri semacam ini, sangat merugikan bagi suami. Apabila, dilakukan dengan berdiri dengan terus-terusan. Mungkin sesekali tidak apa-apalah ya


Efeknya sangat buruk, ketika masa tuanya tiba. Yaitu, gangguan pada kedua lutut, akan keropos. Bahkan, ada yang sampai tidak bisa untuk bersujud, jongkok, apalagi bersila


Alana membungkuk, dengan kedua tangannya yang berada dilutut


Hanan menoleh kebelakang, lalu mendekat "Hei kenapa"


"Capek mas"


Kaki dan tangan Alana sedikit bergetar


"Sini, sini. Mandi yang bener dulu"


Akhirnya, Hanan memandikan bayi besarnya

__ADS_1


Setelah selesai, Hanan menyelimuti dengan handuk baru, yang lebih tebal dan lebar "Sekalian berwudhu ya"


"He em" Walaupun kedinginan, Alana tetap mengambil air untuk berwudhu


Setelah mereka berpakaian dengan benar dan bersih tentunya, mereka melakukan sholat subuh berjama'ah


Anggap saja mereka taat beribadah ya..


-


Pagi harinya diwaktu sarapan


"Bunda.. Kakak ingin pisang" Tunjuk Imran pada pisang hijau yang selalu tersedia dimeja makan


Alana mengambilkan untuk Imran "Dikupas sendiri ya, bisa?"


"Bisa bund"


"Altaaf bund, Altaaf mahu pisang bund" Tangan Altaaf sudah diatas semua sambil jingkrak-jingkrak


"Oke, dipotong-potong?"


"Iya bund"


Alana segera memotongkan pisang tersebut, untuk Altaaf


"Ini"


Altaaf segera menerima piring yang sudah ada potongan pisang disana "Terima kasih bund"


"Sama-sama" Alana menoleh kearah Hanan "Mas mau?"


Belum Hanan menjawab, Altaaf sudah protes


"Bunda, jangan panggil daddy mas. Altaaf tidak suka" Ucapnya lucu


Alana menendang kaki Hanan "Anak-anak kita pandai banget protes mas" Bisik Alana


Hanan memiringkan badannya, agar mulutnya bisa mendekati telinga Alana "Kamu panggil masnya dikamar saja, jangan diluar. Apalagi didepan anak-anak" Hanan membenahi duduknya, sambil menatap anak-anaknya yang sedang sarapan "Kenapa kamu tidak ikut makan pisang" Tanyanya pada Alana


"Nggak"


"Kenapa?"


"Takut becek"


"Apanya" Ucapnya sambil menahan tawa


"I ih.. Jalan lahirnya Altaaf" Alana memukul lengan kiri Hanan


Ahahaha


Hanan tertawa keras, membuat kedua bocah didepannya itu menatap ayahnya heran


"Daddy... Daddy kenapa bund"


"Tidak apa-apa. Daddy sedang gembira melihat kalian makan pisang"


"Kok bunda tidak ikut makan"


"Tidak, bunda tidak suka"


"Enak bund"


"Iya, tapi bunda tidak suka. Jadi, makanlah kalian"


Meskipun anak-anak suka dengan pisang hijau, yang hampir mirip dengan pisang ambon. Tapi Alana, sama sekali tidak meliriknya. Sebab, begitu makan, efeknya lembah milik Alana akan becek, seperti lumpur di sawah saat tandur.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


 


__ADS_2