
Pagi harinya
Alana meraba-raba tubuh Hanan untuk membangunkannya "Mas, mas..."
"Hmm"
"Bangun mas. Udah jam 4 lebih 15 menit. Bangun"
Hanan meregangkan ototnya, lalu duduk "Jam berapa?" Tanyanya agar lebih jelas
"04:15"
"Oh"
Setelah bangun dengan sempurna, Hanan segera beranjak masuk kekamar mandi
Alana sudah melihat suaminya benar-benar bangun, dan sudah masuk kekamar mandi, iapun menutup tubuhnya lagi dengan selimut
Pagi ini Alana tidak ingin diganggu oleh siapapun. Ia ingin melanjutkan mimpinya, dan tertidur kembali
Beberapa menit berlalu
Hanan sudah berwudlu dan sudah keluar dari kamar mandi
Ia segera mengenakan baju muslimnya
Sambil mengancing bajunya tersebut, Hanan berjalan melintasi ranjang untuk berkaca "Loh bund, kok tidur lagi. Sholatnya jangan ditunda bund, ntar istirahat kembali jika memang capek" Hanan mengingatkan
"Aku lagi libur mas, aku ingin tidur lagi"
"Kamu jadi datang bulan?"
"Iya. Tamunya maksa" Jawab Alana sambil membenahi selimut untuk bergelung didalamnya
Hanan tersenyum "Sejak kapan?"
Alana membuka wajahnya yang tertutup selimut "Barusan" lalu menutupnya lagi
Hanan hanya mengangguk, lalu keluar mencari anak-anaknya untuk diajak kemasjid
-
Pengukur waktu sudah menunjukkan pukul 06:15
Sang surya sudah menyongsong hari ini dengan ceria
Alana meraba-raba buah dada kepunyaannya yang sedikit sakit "Mas, payu daraku kok melunak dan bengkak ya. Mas ngelihat sama nggak dengan apa yang aku lihat sekarang"
"Mana mas lihat, itu kan sudah ditutup"
"Oh iya lupa" Alana membuka pengait BH
"Biasanya gimana sih. Mas lupa"
"Ih, gitu.. Makanya pegang"
Hanan terdiam, tapi fikirannya berkelana
"Sebelum atau pada saat menstruasi seperti sekarang, biasanya payu daraku mengeras dan bengkak. Perhatiin deh" Alana membuka BH dengan sempurna
"Ck, itu sama saja kau ingin menggodaku"
"Ha, periksa dulu, pegang" Alana menuntun tangan Hanan agar memegang payu daranya "Melunak kan"
Hanan sedikit meremas "Iya terlihat bengkak juga. Sepertinya kamu gemukan, kebanyakan makan seblak sih"
Plok
"Kapan !! Baru semalam, itupun nggak sering"
Hanan masih bermain dengan mainan yang tidak membosankan
Plok
Alana menabok tangan Hanan yang bermain disana
"Jangan dipencet. Sakit" Alana cemberut, lalu membenahi dadanya
"Katanya disuruh periksa. Eh, mas perhatiin kamu tambah gemuk"
"Mana bisa. Makan sekali kok gendut, nggak mungkin"
"Kalau nggak percaya yaudah. Tutup" Hanan segera meninggalkan Alana. Takut si otong minta disentuh. Urusannya bisa runyam
-
Ketiga laki-laki kesayangan Alana sudah duduk rapih dimeja makan untuk sarapan
Alana duduk "Sudah pada sarapan?"
"BELUM......"
"Eh" Alana segera mengambilkan nasi untuk mereka bertiga, lalu mengambil sedikit nasi untuk dirinya sendiri
Hanan menatap Alana Heran "Makannya sedikit banget bund. Bunda nggak enak badan"
__ADS_1
"Nggak tau. Malas aja makan nasi. Gara-gara semalam makan banyak kali ya mas, Akhirnya begini"
"Suruh siapa borong nggak pakai aturan"
Alana tidak menjawab, tapi mulutnya manyun tidak suka dengan teguran Hanan
-
Tak tau kenapa, perut Alana sedikit diaduk-aduk
Alana merasakan sedikit mual, tapi tanpa muntah
Hoook
"Bund"
"Mual mas. Masuk angin kali"
Tangan Hanan menjulur, memeriksa kening "Baik-baik aja mas rasa. Mau istirahat dirumah?"
"Eng"
"Dah, kamu dirumah saja"
Alana akhirnya menyetujui kemauan Hanan. Alana takut jika dirinya beneran sakit, dan tetap bekerja, Hanan akan memarai tujuh hari tujuh malam
"Baiklah aku dirumah saja"
-
Siang harinya
Hanan melakukan vidcall menghubungi Alana
Wajah Alana sudah nampak dilayar
"Gimana, sudah baikan?" Sapa Hanan nan jauh disana
Alana tidak menjawab, ia hanya membenahi tubuhnya agar duduk bersender pada kepala ranjang
"Kok diam nggak dijawab"
"Aku dari kamar mandi"
"Ngapain? Muntah"
Alana menggeleng "Aku bolak balik buang air. Padahal biasanya tidak"
Terlihat dari penglihatan Hanan, Alana terlihat lesuh, letih "Apa yang kamu rasakan"
"Sudah makan lagi?"
"Nggak ingin. Tubuhku lemas, dan terasa akan rontok"
Hanan tersenyum mendengar keluhan istrinya "Masa rontok"
"Punggungku juga terasa pegal mas, dan sakit semua" Keluhnya lagi
"Ya sudah. Kamu mau mas bawain apa"
"Memangnya mas mau pulang?"
"Ck. Bukannya menjawab pertanyaan, malah nambah pertanyaan"
"Iya kan nanya mas"
"Ya, mas mau pulang. Kau mau makan apa"
"Aku mau tidur"
"Jawab dulu pertanyaan mas. Kamu mau makan apa"
Alana menggeleng "Malas makan mas. Sepertinya aku nggak ingin makan"
Hanan masih menatap Alana, dan belum mematikan sambungannya
Tiba-tiba
"Mas, aku ingin makan salad buah Dan salad sayur"
Hanan mengernyitkan dahi "Tumben minta. Dimakan nggak"
"Makan. Aku ingin itu, buruan" Manjanya
"Baiklah, tunggu ya.. "
"Makasih sayang, emmuuuuaaah" Genit Alana
Hanan tersenyum, lalu mematikan sambungannya.
Hanan segera beranjak keluar dari ruangannya sambil berfikir 'Heran. Makanan yang tadinya tidak disukai, hari ini diminta. Padahal dia lagi ada tamu'
-
Hanan sudah mendapatkan sesuatu yang diminta oleh Alana. Dan dia, sudah memasuki kamar mereka
__ADS_1
"Sayang, bangun. Ini makanannya" Hanan menaruh makanan tersebut diatas meja, lalu Hanan masuk kekamar mandi untuk mencuci tangan
Alana bangun, ternyata Hanan sudah duduk disisinya
"Makan sekarang?" Tawar Hanan
Alana mengangguk, lalu menerima makanan yang sudah dibuka oleh Hanan
"Hmm, sini mas, biar aku makan sendiri" Alana merebut makanan yang telah menggoda imannya saat ini
Sambil memperhatikan istrinya yang sedang lahap, Hanan mulai bertanya-tanya
"Apa yang kamu rasakan. Perutmu terasa kembung nggak"
"Sepertinya iya mas"
Jawaban Alana memberikan angin segar untuk Hanan
Hanan segera merengkuh tubuh Alana, dan menyingkirkan salad yang ada ditangan Alana
"Mas, kenapa diambil" Protesnya karena salad yang ia makan, Hanan ambil dan menaruhnya diatas meja
"Tidak apa-apa. Semoga ini berhasil" Hanan memegang perut Alana, lalu menghujani wajah Alana dengan ciuman yang bertubi-tubi
Alana bingung melihat suaminya senyam senyum tak jelas "Mas kenapa sih"
"Semoga, ini menstruasi terakhir sebelum hamil"
"Emh, darimana mas tau. Mas kan belum memeriksaku"
"Dari seluruh perubahan yang kamu tunjukkan"
"Apa. Aku nggak paham"
"Baiklah, mas akan menjelaskan agar ini faham" Hanan mengetuk-ketuk kening Alana
"Ih, apaan sih"
"Katanya butuh penjelasan"
"Iya"
"Kalau mas perhatiin, ini namanya perubahan hormon progesteron"
Ada jedah
"Yaitu, sistem pencernaan melambat. Sehingga berdampak pada perut yang terasa leaving. Jadi, ketika seseorang mengonsumsi makanan, gas dalam lambung akan meningkat dan terjebak di dalam usus"
"Iya perutku kembung mas"
"Makanya, perut yang kembung, pastinya membuat kamu merasa tidak nyaman. Sehingga, hal Inilah yang dapat menyebabkan kamu kehilangan nafsu makan"
"Dan satu lagi yang mas tidak habis pikir, perubahan hormon ini akan membawa dampak pada mood yang sering berubah drastis"
Alana manggut-manggut, apa yang dikatakan suaminya banyak yang benar "E hehe"
"Ehehe, dikasih tau malah hehehe"
Alana menghambur memeluk Hanan "Itu kan timbul sendiri mas aku nggak tau"
"Wanita yang sedang menstruasi memang bisa sensitif terhadap aroma tertentu. Tapi hal ini terjadi pada masa awal menstruasi, bukan di akhir menstruasi. Bener nggak"
Alana mengurai peluk
"Jadi, kalau aku mulai sensitif terhadap aroma tertentu di masa akhir menstruasi, itu bisa menjadi ciri menstruasi akhir sebelum hamil ya mas"
"Tepat. Semoga prediksi mas benar ya"
"Nggak diperiksa aja mas"
"Siapa?"
"Aku"
"Tidak perlu"
"Kenapa tidak perlu"
"Sekarang makan dulu. Masalah periksa, nomor terakhiran. Yuk makan" Hanan mengambil makanan tadi yang ia taruh diatas meja, lalu memberikannya pada Alana "Mau disuapi"
"Nggak. Terimakasih"
Perbedaan lain dari ciri menstruasi sebelum hamil adalah, wanita akan merasakan rasa sensitif terhadap aroma tertentu hingga membuat tubuh terasa mual.
Dan biasanya, akan terjadi bercak darah setelah menstruasi berakhir dan bukan flek
Jika muncul bercak darah setelah menstruasi terakhir, ini bisa menjadi ciri menstruasi terakhir sebelum hamil. Dan siklus menstruasi yang tadinya panjang, sekarang bisa menjadi pendek. Dan ciri ini adalah masa subur
Jadi, sper ma bisa membuahi sel telur kapan saja.
Semoga bermanfaat
Jangan lupa... Like, hadiah, vote.. Biar othor bisa galih seputar kesehatan yang lebih detail
BERSAMBUNG......
__ADS_1