Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 98


__ADS_3

Malampun tiba


Hanan masuk kekamar mandi untuk gosok gigi. Kemudian Alana masuk mengikuti Hanan


Alana memeluknya dari belakang, dan kepalanya ia sandarkan pada punggung Hanan


Hanan menghentikan kegiatannya "Ada apa"


Alana mengangkat kakinya ke wastafel "Cuciin" Masih memeluknya


"Ck, kau ini" Hanan menabok kaki Alana


"Ha ah, cuciin" Ucapnya manja


Hananpun menuruti, dan memijat kaki milik Alana


"Enak mas"


Plok


Hanan menabok kaki Alana kembali "Satunya"


Alana dengan gembiranya menurunkan kaki kanan, dan menaikkan kaki kirinya "Pijit, kayak tadi"


Plok


"Kau ini" Hanan kembali membasuhnya. Setelah selesai, Hanan menyuruh Alana untuk menurunkan kakinya "Dah selesai, turunin"


Hanan membalikkan badan, setelah Alana menurunkan kakinya


"He he"


Cup


Hanan mengecup bibir Alana sekilas


Tangan Alana langsung mengalung dileher Hanan


"Ayo jalan dong" Suruh Hanan


"Nggak mau. Kakiku mendadak capek. Gendong" Manjanya


"Heh.. Gendong depan apa belakang"


"Depan"


Hanan segera membopong Alana


"Eh, eh. Itu namanya bopong. Aku maunya gendong"


"Heh.. Loncat"


Alana sedikit meloncat, dan setelah nemplok diatas perut Hanan, kakinya ia kalungkan pada pinggang Hanan


Alana memegang kepala Hanan "Mas kuat tidak"


"Sembarangan. Kamu fikir mas lembek. Papa yang sudah tua saja masih mampu ngangkat mama. Masa mas kalah"


"Hah, kalau begitu, seringlah angkat-angkat aku mas"


"Hmm, siapa takut"


Mereka sudah mendekati ranjangnya. Tapi Hanan belum menurunkan Alana


Alana menunduk pas diatas wajah Hanan


Alana tersenyum


Cup


Cup


Cup


Cup


Hanan tersenyum, sambil menurunkan Alana dari gendongannya diatas ranjang


"Mas kangen nggak" Tanya Alana


Hanan naik keatas tempat tidur "Maunya"


"Ish.. Mas nyebelin banget" Wajah Alana sudah ditekuk, membuat Hanan terkikik ingin ngakak


Hanan melirik Alana yang sudah terlihat kesal


Apa sih hal yang paling diinginkan seorang perempuan yang sudah menikah di dunia ini?


Memiliki anak sudah. Lalu apa yang paling diinginkan oleh perempuan


Hanan segera merengkuh Alana. Dengan sayangnya, ia menciumi kepala Alana, lalu pindah kewajah


Hanan sudah mengabsen wajah Alana. Ia menciumi wajah perempuan yang selalu sukses membuat hatinya makin sayang sama Alana.


"Happy Anniversary sayang"


Ucapan Hanan membuat Alana terharu. Ternyata, meskipun Hanan sibuk. Ia tidak lupa dengan hari pernikahan mereka


Alana menghamburkan tubuhnya, untuk memeluk erat tubuh suaminya "Makasih mas. Ternyata mas masih ingat ulang tahun pernikahan kita yang hambar dulu" Alana tersenyum sambil berkaca-kaca


"Tapi sekarang tidak hambarkan?"


"Tidak"


"Sebentar" Hanan mengambil sesuatu yang disimpan untuk Alana


Hanan mengambil kotak emas berwarna biru tua


Alana tersenyum. Sudah pasti, Hanan selalu memberi hadiah emas untuknya


Setahun sekali, Hanan selalu melepaskan kalung dan cincin hadiah, untuk menggantinya yang baru


Hanan mulai melucuti kalung dan cincin permata yang ada ditangan Alana, dan menggantinya yang baru. Kecuali cincin nikah, Hanan tidak pernah menggantinya


"Kamu suka modelnya?" Tanya Hanan

__ADS_1


"Suka. Aku selalu suka. Pilihan mas selalu aku suka"


"Walaupun murahan"


Alana tidak menjawab, tapi senyam senyum menatap Hanan


"Kenapa menatapku begitu" Tanya Hanan kembali


"Nggak. Nggak percaya aja kalau mas akan menggantinya dengan mas eter" Ucapnya sambil tersenyum simpul


"Ha ha ha, mahalan besi bangunan yang ada digedung rumah sakit. Daripada mas etermu" Hanan tertawa kembali


"Ya kali aja mas ajak aku ke Asemka. Suruh borong aksesoris bikinan orang berkulit putih dan bermata sipit"


"Ha ha, mau?"


"Takut hilaf. Ntar lupa daratan. Padahal isinya mainan semua"


Hanan melirik Alana "Emang pernah kesana?"


"Pernah. Dulu waktu masih jaman SMA"


"Oh, kau pasti jadi wanita terboros waktu itu ya" Tebak Hanan


Pasalnya waktu itu, Hanan masih ngecengin almarhumah Aina. Belum menjadi kakak ipar Alana


"Boros juga mau. Iya kan"


Alana turun dari ranjang, dan berjalan menuju brangkas, yang terletak dibelakang foto pernikahan mereka


Hanan membantunya menurunkan foto tersebut


Alana memutar kode brangkas, agar terbuka


Setelah terbuka, Alana memasukkan emas yang Hanan lucuti, dan menaruhnya kedalam brangkas "Koleksiku tambah tahun makin bertambah banyak. Dan selalu made in Dubai, aku suka desainnya punya kak Najwa. Nggak mbosenin"


"Nggak dicek dulu. Jadikan satu dimasukin ke box besar gitu"


Alana mengambil box bludru pemberian Hanan satu tahun lalu. Ia membukanya "Justru ini, biar aku ingat hadiah ulang tahun dari mas yang keberapa"


"Eh, begitu"


Alana menaruh box bludrunya lagi kedalam brangkas. Lalu memutar kunci brangkas, agar acak lagi nomor kodenya


Setelah Hanan memasang kembali foto setengah gaban yang menutupi brangkas tersebut, Hanan berbalik


"Lalu, mana tanda terimakasihmu pada mas, hmm" Hanan memegang kedua lengan Alana


"Maunya apa"


"Service mas malam ini"


"Ah, siapa takut. Buruan, aku ingin segera hamil"


Hanan mengangah tak percaya. Biasanya Alana selalu bilang takut karena Altaaf masih kecil.


"Kamu tidak takut, Altaafkan masih kecil"


Alana menggeleng "Tidak. Bapaknya kan sudah tua. Kita harus cepet-cepet bikinnya. Mumpung mas masih kuat ha ha"


"Iya. Karena kita bikin nggak jadi-jadi"


"Kau inginnya jadi sekarang?"


"Kalau bisa"


Hanan menerima tantangan dari Alana. masalah nanti jadi ataupun tidak, itu rezeki. Yang penting punya Hanan menantang kokoh


"Ayo naik. Tunggu apa lagi"


"Aku diatas?"


"Maunya?"


"Terserah"


Dari tahun ke tahun, usia pernikahan semakin bertambah matang. Dan tentunya, ingin menua bersama. Dan yang terpenting, sayang suami tidak pernah luntur.


Alana harus pintar menjaga perasaan suami. Biarpun temannya selalu mengompri


"Buat pak dokter cemburu tau, biar dia panas hatinya, lalu, pak dokter takut kehilangan kamu"


Alana tidak ingin main-main urusan itu. Cukup sekali bersama Budi dulu. Dan sekarang, Alana benar-benar menjaga perasaan suami.


Kalau suami marah dan tersinggung, bisa merugi seumur hidup


Malam ini, Alana sudah siap "Mas, aku ingin anak cewek. Miring kemana ini" Tanyanya gusar


Banyak pasangan ingin memiliki anak dengan jenis kelamin yang lengkap. Termasuk Alana


Padahal menurut kedokteran, jenis kelamin bayi, ditentukan oleh kromosom yang dibawa oleh sper ma


sper ma kromosom X (perempuan) berenang lebih lambat dan lebih tangguh daripada sper ma kromosom Y (laki-laki)


Hal ini membuat sper ma kromosom X, bisa hidup lebih lama dalam tubuh ibu, dan menambah kesempatan, agar hamil anak perempuan.


"Kamu suci sudah berapa hari?" Tanya Hanan memastikan


"Eng.. "


"Dua hari kayanya ya"


"Iya mas kayaknya"


Hanan melirik Alana "Kamu yang haid, malah lupa"


"Aku lagi haid, mas tanya terus kapan sucinya. Ya udah kuserahkan saja siklusku padamu mas"


Maka dari itu, Saran dari Hanan, hubungan sek sual sejak siklus menstruasi telah selesai hingga dua hari sebelum waktu ovulasi.


"Baiklah, cuci air hangat dulu sana"


"Aku mas"


"Iya"

__ADS_1


"Cebok?"


"Berendem"


"Heh, nggak dikasih apa-apa?"


"Nggak perlu"


"Sabun sirih barangkali"


"Nggak usah"


Alana menuruti titah suaminya. Hanan memang jago kalau nyuruh-nyuruh masalah begituan. Jadi, Alana cukup nurut apa kata suaminya


-


Alana sudah berdiri disamping ranjang


"Sudah?" Hanan menoleh, dan mematikan ponselnya, lalu menaruhnya diatas meja lampu tidur


"Sudah"


Alana memberangkang melewati tubuh Hanan


Hanan menabok pantat Alana, karena salah satu kakinya tergilas lutut Alana


Plok


"Aduh.. Senang sekali mas menabokku"


Tangan Hanan langsung menyentuh kulit yang jelas-jelas tidak ber CD


"Kamu sudah melepasnya"


"La iya, jadi kita mau main kan" Tanya Alana takut gagal berlayar


"Ish, istriku takut banget kalau nggak dikasih"


"Hm" Alana cemberut. Membuat Hanan langsung on juniornya


Hanan sudah memegang ubun-ubun Alana. berdo'a, semoga dikabulkan keinginannya


Pelan-pelan tapi pasti, Hanan telah menembus yang terasa memijat miliknya


Hanan melakukannya tidak terlalu dalam, karena ada niatan ingin memiliki anak perempuan


Bukan cuma itu, Hanan sudah menarik miliknya, tapi masih dangkal, sebelum mencapai kli maks. Alias menahan orgas me.


Oleh karena itu, jika ingin hamil anak perempuan, Hanan harus merelakan orgas me saat berhubungan sek sual dengan pasangan.


"Mas, nggak enak banget model beginian"


"Katanya ingin anak perempuan, yaudah begini caranya"


"Hah, miring-miring kanan kek, kiri kek"


"Besok lagi. Kita coba yang beginian dulu. Kalau tidak berhasil, kita miring-miring seperti kemauanmu


Mulai besok, kamu banyakin makan makanan asam. Seperti lemon, pasta, yoghurt, salmon, daging, dan juga keju"


"Hmm" Alana lemas


"Kenapa?"


"Tadi nggak puas. Aku nggak mau model begituan lagi"


"La terus, gimana dong. Karena pelajaran itu yang kutangkep dulu"


"Nggak enak banget. Udah lengket semua. Mataku juga nggak ngantuk. Hah" Alana kecewa


"Yauda sini mas peluk. Biar bisa tidur"


"Nggak mau. Pengap"


"Wih, tumben kamu menolak"


Alana menghadap kearah Hanan, lalu merabah yang bikin gleser-gleser


"Mau ngapain?"


"Lagi"


"Nggak bisa. Capek"


"Aku yang diatas mas"


"Nggak bisa"


"Mas" Rengeknya


"Sudah kecil"


"Yah.." Tambahlah Alana uring-uringan. Lalu merubah posisi membelakangi Hanan


"Cebok dulu sana" Hanan menyuruhnya


"Ntar nggak jadi, kalau aku bersihin. Lagian tadi udah dilap pakai itu" Tunjuknya pada tissue


"Yaudah, besok coba pilih makanan yang mempunyai kandungan kalsium serta magnesium tinggi"


"Apalagi"


"Mau nggak biar cepet hamil"


"Apa !!?"


"Konsumsi sayuran hijau, alpukat, biji-bijian, dan ikan berlemak"


"Iya kalau nggak lupa"


"Eh" Hanan kaku dibuat tingkah Alana


Tadi menggebu-gebu. Giliran sekarang, lemah tak bergairah


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2