
Selagi semuanya sibuk dengan makan siangnya, tiba-tiba ditengah-tengah pintu sudah ada tamu yang datang lagi, yaitu seseorang yang sangat mereka kenal
"Assalamualaikum... " Ucapnya
Semuanya menoleh "Wa'alaikumusalam"
"Bik Lis"
"Aaliyah... "
"Altaaf..., Faruq.." Teriak Aaliyah lalu membaur dengan keduanya
Aaliyah masih jongkok dengan baju Cinderellanya yang ia sukai
"Aaliyah, bajumu bagus sekali. Persis kayak pengantin" Celetuk Faruq
"Iya, aku sangat suka. Aku punya banyaaak" Praktiknya sambil berdiri, lalu jongkok lagi
"Iya, tapi awas. Ntar ikanku terbang kebaju kamu" Ucap Altaaf sambil tertawa dan menerbangkan lauk ikannya kearah Aaliyah
Secara baju yang Aaliyah pakai, Cinderella tutu, persis jaringnya nelayan
"Ih Altaaf jangan. Ntar kamu dimarahi kak Xander loh auuhhhg" Aaliyah mempraktikkan harimau yang akan menerkam
"Oh, dibeliin kak Xander ya" Ucap Fatih sambil menjembreng
"Dikirimin" Jawab Aaliyah
"Oh, Aaliyah dapat paket? Uh hebat" Fariz ikut menimpali "Terus buat kakak mana" Tangan Fariz menjulur
Aaliyah berdiri "Ummi..."
"Iya"
Aaliyah sedikit bingung karena wajah mereka seiras. Kadang ingat, kadang tidak.
Semua orang tertawa melihat Fariz kecewa
"Itu daddyku Aaliyah" Tunjuk Faruq pada Fariz
"Wah parah-parah. Aaliyah parah. Nggak ingat sama kakak-kakaknya" Fariz mengangkat kedua tangannya seperti menyerah
"Oh, sama" Aaliyah mengabsen quadruple
"Kalau yang ini daddyku Aaliyah" Altaaf sudah duduk dipaha Hanan
"Aaliyah, perhatikan mama Sifa ya" Sekarang Sifa yang akan menjelaskan "Lihat, Aaliyah harus ingat satu-satu, perbedaannya di andeng-andeng, atau tai lalat" Lalu Sifa menjelaskan detail "Aaliyah faham?"
Aaliyah mengangguk "Faham"
"Nah, sekarang sebutin. Mana yang namanya kak Fatih" Sifa memberi pertanyaan
Aaliyah langsung memegang tangan Fatih
"Sekalian salim sayang" Ujar Lis, Aaliyahpun menurut
"Oke, mana kak Hanan"
Aaliyah langsung memegang tangan Hanan, dan bersalaman.
Begitu pertanyaan bergulir untuk menyebutkan satu-persatu yang Sifa sebut, Aaliyah bisa menjawab dengan benar
"100" Ucap semua orang
Fariz berdiri segera mencuci tangannya, dan mengangkat Aaliyah "Hebat.. Tos"
Aaliyahpun menurut
'Putri siapa dulu, papiiiii'
Berbeda Aaliyah, berbeda pula dengan Lis
Lis sudah menyalami semuanya. Setelah sudah muter, iapun duduk diranjang, yang ada Alana disana "Apa kabar mbak Alana?" Sapanya lembut
"Alhamdulillah. Lebih baik bik dari hari kemarin. Bibik sekalian makan bik"
"Sini bik, Aaliyah... Kau tidak ingin memeluk kak Hawa? Sini neng" Hawa mempersilahkan Lis, sekaligus melambaikan tangan pada Aaliyah
Aaliyah turun dari gendongan Fariz, lalu berjalan mendekat
"Sini, peluk kakak. Nggak usah salaman ya, tangan kakak kotor soalnya"
Aaliyah memeluk sebentar, lalu melepasnya
"Sana peluk muter sayang"
Jika sudah ada Aaliyah, Hawa tidak berani cengengesan. Rasanya berbeda
"Sini, salim dengan papa Ilham" Ilham mengulurkan tangannya karena dia makannya pakai sendok. Jadi tangannya bersih sendiri
__ADS_1
Ilham memeluk keponakannya yang berasa cucu ataupun cicit
Ilham mengurai peluknya "Ma, angpau buat Aaliyah mana?" Tanya Ilham pada Sifa
"Ditas pa, buka aja. Dikantong tengah" Jawabnya sambil lanjut makan siangnya dengan tangan yang masih kotor
Ilham mengambil tas tersebut, lalu membukanya.
Ilham menarik amplop bergambar lucu, yang sudah ada uang didalamnya
Ilham menyerahkan amplop tersebut pada Aaliyah "Ini"
Aaliyah menerima
"Ucapnya" Ujar Lis yang masih duduk ditempat tidur
"Kasih papa"
Ilham mengangguk "Sama-sama sayang"
Altaaf dan Faruq jingkrak-jingkrak mendekati Ilham
"Grandpa... Angpau buat Altaaf mana" Todong Altaaf
"Faruq juga grand.. "
"Altaaf / Faruq" Ucap serempak oleh kedua orang tua mereka
Ilham tersenyum, lalu menarik dompet Sifa, untuk menyawer cucu-cucunya
Tangan kedua bocah tersebut dilipat kebelakang sambil lenggak lenggok karena teguran tadi
Ilham sudah mengambil uang ratusan ribu dua lembar "Ayo terima. Kenapa tangannya mendadak dilipat kebelakang"
"Nggak grand.. Altaaf bercanda"
"Faruq juga"
"Heh.. Grandpa kasih buat kalian jajan es krim. Jadi diambil nggak?" Uang tersebut Ilham angkat keudara
"JADIIII !!!!" Ucap cucu-cucu yang lain, dan berjalan cepat mendekati Ilham
Hawa berdiri mendekati Ilham "Ellloh, kalian ya.. Yang kecil mengalah, kalian yang gede-gede malah malak sama grandpanya. Lihat, grandpanya nggak ada duit. Ini duit milik grandma" Hawa mengangkat tas milik Sifa yang ada dipangkuan Ilham "Kalian gimana sih. Memalukan duniaku aja"
Hawa yang bersungut-sungut, anak mantu yang lain hanya tertawa
"WA, sepertinya, profokatornya anakmu" Celetuk Husayn
Hawa mewek "Tuh kan, aku jadi melow"
"Sudah, duduk kamu. Ntar makanannya keinjek lagi sama buto mewek kayak kamu" Ujar Ilham, agar jangan mengingat ingat sang kakak
"Dih, papa. Tadi mama ngatain aku kayak tikus. Giliran papa kata, lebih parah"
WKWKWK BUTOOOOO
Fatih berdiri "Dah, dah, dah. Aku tidak ingin rumah sakit ini banjir gegara dia nangis. Oh iya Wa, tadi kamu bawa apaan. Sepertinya satu kampung kamu bawa kesini. Apa tuh"
"Eh iya lupa. Bentar-bentar" Hawa beranjak dan cuci tangan terlebih dulu
Hawa membuka kresek yang isinya membengkak, tapi Hawa masih mampu membawanya
Hawa mulai mengeluarkan aneka kripik pisang dan kripik singkong
"Jiaaaaaannn kripik" Fariz menutup wajahnya dengan tangannya, lalu menyugar rambutnya
"Kenapa bocah" Husayn mendorong pundak Fariz
"Udah-udah jangan diingat" Fariz sedikit malas mengingat kisah kripik
"Coba Wa, kripiknya lempar kemari" Husayn meminta "Kenapa ini bocah. Baru tau sama kripik kelihatan trauma atau bagaimana sih"
"Teringat masa lalu Sayn" Celetuk Sifa
"Iya mah. Apa itu"
"Udah ma, udah ma, jangan ungkit. Udah lama juga" Fariz menyetop Sifa, agar jangan bocorkan rahasia ini
"Apa sih ma. Penasaran aku" Hanan ikutan mendekati Fariz
Sifa masih tersenyum, dan belum menjawab pertanyaan Hanan
"Aku juga" Fatih masih tetap berdiri, lalu bertanya pada Hawa "Apa Wa. Sepertinya Fariz trauma. Ada kisah haruh ya"
"Biasa bang masa lalu"
"Mam" Teriak Fariz pada Hawa
"Lah terus, kenapa kamu kok malah bawa begituan, dua karung lagi" Tanya Fatih lagi
__ADS_1
"Ih, yang salah bang Fariz. Ngapain kejer Hawa bawa ginian. Lebay"
"Yeh, ini bocah. Apa sih ma penasaran aku. Apa Riz" Husayn menodong pertanyaan tapi satupun belum ada yang menjawabnya
Fariz berdiri "Udah-udah. Makan tu kripik"
"Hei, hei, mau kemana" Tangan Fariz ditarik oleh Hanan
"Nih kripik" Husayn menggoyang-goyangkan bungkusan kripik kewajah Fariz
Semua orang mulai bingung
"Aku baru tau loh, si bontot takut ama si kripik. Sejak kapan Riz, Wa, ma" Fatih
"Sejak pertama bertemu dengan Hawalah" Sifa
"Bertemu? Iya Wa" Fatih
"Ya, tapi rugi diaku" Hawa
"Kenapa?" Hanan
"Aku mendadak jadi istrinya bang"
"Bukan itu, bukan itu" Fariz
"Apa!!" Hawa
"Kau merusak mobilku. Sampai sekarang, belum dilunasi"
"Abaaaaanggg.. Tega"
Plok
Plok
Plok
"Kubelain Hawa. Gara-gara dia, rumahmu kebakar. Betulkan. Udah gitu, kalian digrebek dan dipaksa menikah wkwkwk" Sifa tertawa lebar. Sedangkan Ilham hanya tersenyum
"Ha iya. Rumahku kebakar gara-gara kamu bang"
"Tapi aku kan sudah membangunkan. Impas dong"
"Iya, ya"
"Oh, oh, oh. Ceritanya masa kelam nih, judulnya gara-gara kripik aku rela mobilku rusak begitu" Fatih
"Bukan. Sudah-sudah" Fariz
"Ceritanya gimana sih, ruwet amat" Husayn masih belum faham
"Ceritanya, Papa itu ingin singkong. Terus Hawa pergi deh kekebun. Diikutin oleh Fariz tuh. Entah apa yang terjadi, rumah Hawa kebakar, dan itu, ulahnya si Fariz" Sifa
"Sudah ma stop ma bukan itu" Fariz
"Apa"
"Kalian ingin tau cerita sesungguhnya" Fariz
"iya"
"Dia itu cewek bar-bar, entah datang dari negri mana, didepan pabrikku itu, dia berteriak-teriak kayak orang kejepit"
"Teriak? teriak apa Wa" Husayn
"Tau. Ingetnya yang jelek-jelek. Yang baik-baik nggak" Hawa
"Bukan begitu. Ah ini gara-gara kripik. Kenapa sih kamu bawa-bawa keripik segala" Fariz menyalahkan Hawa
"Memangnya kamu tidak tau Riz, apa yang Hawa bawa" Tanya Hanan
"Nggak. Kan dia sendiri yang bawa dari toko"
"Cie-cie pengusaha kripik dan pengusaha roti berseteruh" Husayn sudah mulai fahan
"Tapi sayang, tukang rotinya nggak bawa sample, nggak kaya aku" Hawa
"Kan beda mam"
"Tadi cerita mobil bagaimana"
"Oh itu, mampir aja di ceritaku, sebelum cerita ini rilis. Apa mah judulnya"
"Istri untuk putraku"
"Nah itu dia"
Hehe maaf telat.. Authornya agak sumeng
__ADS_1
BERSAMBUNG.....