Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 123


__ADS_3

"Kalian bertiga tidur dikamar saja" Usir Alana secara halus


Altaaf dan Imran sudah belok dan masuk kekamarnya. Namun Hanan tau, Alana sedang tidak baik-baik saja "Bund"


"Biar aku tidur bersama bibik mas" Alana segera memunggungi Hanan


Tes


Tes


"Tidur dibelakangku bik" Ucapnya sumbang. Karena bagaimanapun, menahan cemburu itu sakit


"Tapi buk"


Hanan memberi kode, agar bik Surti mengiyakan saja tidur dibelakangnya


"I-iya buk"


Surti mengusap punggung Alana dengan badan tengkurep, namun kakinya masih dilantai semua


Rasanya tidak sopan jika Surti tidur dikamar majikannya


-


Pukul 22:00


Surti dicolek oleh Hanan "Bik, bik, bangun bik" Bisiknya takut Alana terganggu


Surti bangun "Eh wan, maaf saya ketiduran" Sambil mengelap tempat tidur dengan daster yang Surti pakai


"Sudah bik nggak pa-apa"


Surti keluar kamar karena diusir Hanan


Surti masuk kekamar anak-anak dan tidur disofa


Sedangkan Hanan, ia menyusup kedalam selimut yang sudah ada Alana disana


Hanan mulai memeluk Alana dari belakang, dan mengusap perut.


Rasanya nyaman setelah berhasil mendekati Alana


Hanan tidak pernah tidur jauh dari Alana. Meskipun pernah keluar kota, belum tentu sebulan sekali mereka pisah ranjang


Bersamaan itu, Alana sedikit terusik karena ada seseorang yang mengagetkan dirinya saat ada sentuhan hangat diperutnya


Alana mengubah tidurnya, dan terkejut "Mas"


Hanan tersenyum "Mau makan sesuatu?" Tanyanya dengan lembut


Alana sedikit terbuai karena perhatiannya, tetapi saat itu juga, Alana teringat kejadian sebelum dirinya tidur


Alana langsung menggeleng "Nggak, aku nggak lapar" Bohongnya, karena perasaannya masih tertutup rasa sakit pada hatinya


"Kenapa, tadi kan nggak ikut makan malam"


Alana kembali membelakangi Hanan "Bibik mana, kenapa pindah" Bukannya menjawab pertanyaan, tetapi mengalihkan pertanyaan


Tiba-tiba perut Alana berbunyi


Kruyuuukk


Hanan tersenyum "Bibik tidur dengan anak-anak"

__ADS_1


"Kenapa harus bibik yang menjaga mereka, harusnya kan kamu mas. Bapaknya kok main kabur" Ketusnya


"Bapaknya nggak bisa tidur. Mikirin emaknya yang perutnya belum keisi makanan sedikitpun"


"Ah, alasan. Sudah sana pindah. Aku ingin sendiri"


"Tapi mas nggak mau sendiri. Mas maunya sama kamu"


Alana menghela nafas. Lalu duduk dan bersandar


"Mas tau, hatimu sakit kan" Sambung Hanan


"Kapan" Elaknya


Hanan berdiri lalu mengambil makanan yang kira-kira bisa untuk mengganjal perut Alana


Hanan mengambil irisan buah-buahan dari kulkas "Ayo, ambillah"


Alana belum menerimanya


"Kasihan janin kamu kalau rasa lapar kau abaikan" Ujarnya lagi


"Kata siapa aku laper. Orang aku kenyang kok"


"Kenapa tidak jujur. Mas dengar lo tadi suara dari perut kamu"


"Kapan !!"


"Jangan mengelak"


"Orang nggak kok"


"Dimakan" Hanan sudah siap menyuapi. Tapi Alana tetap melengos "Alana sayang.. Cemburu itu boleh, itu.. " Belum Hanan melanjutkan ucapannya, Alana sudah memotong


"Siapa yang cemburu, pe-de"


"Yang diemin siapa" Masih ketus


"Oke, tidak didiemin. Tapi lebih diomelin" Hanan sedikit terkekeh


"Siapa yang ngomelin. Situnya aja yang sensitif"


Hanan memejamkan mata sejenak, dan meletakkan kepalan didahinya, serta menghela nafas untuk menghilangkan rasa bingung yang ia pikul


"Bund, dengarkan aku. Kita kan sudah sepakat untuk menjelaskan bersama, sama kak Imran. Kamu sendiri yang mengambilkan foto tersebut, untuk dibawa kemari"


"Jadi aku yang disalahin" Alana ngotot


"Tidak. Mas yang salah. Kenapa foto yang seperti itu tidak mas tarik"


Sepersekian detik, mereka hening, tidak ada yang saling menyalahkan


Alana melirik Hanan. Ternyata, Hananpun melirik Alana


Wajah Alana memerah menahan malu. Dan saat itu juga, hati Alana mulai mencair ketika wajah Hanan sudah didepan wajah Alana sambil menggoda


"Nggak usah melirikku begitu"


"Dih, istriku"


"Nggak usah mulai. Gosong ini ati"


Seketika Hanan tertawa

__ADS_1


"Nggak usah tertawa" Alana bersedekap dan membuang muka


Hati yang tadinya gosong, kini sudah sedikit menghilang gosongnya


Tangan kiri Hanan merangkul Alana, sedang tangan kanannya, meraih tangan Alana.


Hanan menciumnya "Lain kali, jika tidak sanggup. Jangan mengizinkan. Meskipun itu kak Imran sekalipun"


"Sudah terlanjur"


Hanan tersenyum kembali. Sedetik itu, Hanan sudah memeluknya dengan kasih. Dan Alana, tanpa menolak sedikitpun


"Maafkan aku ya mas. Aku hanya takut kehilangan kamu"


Hanan tersenyum mengembang


"Kok tersenyum sih"


Hanan kembali merengkuh Alana. Menghujani ciuman dikepala, pelipis dan kening


"Terima kasih. Salah faham tadi, bumbunya asmara. Mas tetap menyayangimu" Hanan mencolek hidung Alana "Sampai kakek-kakek dan nini-nini"


"Iya kakak ipar"


Merekapun tertawa lebar


Hampir semua pasangan sejoli, pasti pernah mengalami yang namanya cemburu dengan satu sama lain. Dalam takaran yang wajar, bisa memberikan dampak yang baik.


Tetapi jika cemburu berlebihan, dan berubah menjadi obsesif, lalu menunjukkan perilaku posesif, seperti buka-buka hape pasangan untuk cek isi chat dan galeri foto, menjawab panggilan masuk, kepo-in Facebook dan email, menanyakan lokasi setiap 5 menit sekali, sampai diam-diam mengikuti pasangan kemana pun ia pergi, hati-hati, ini bisa jadi pertanda cemburu yang tidak sehat.


Cemburu buta malah bisa memperburuk hubungan, bahkan berisiko untuk kesehatan jantung dan mental seseorang.


Ini sering disamakan dengan ancaman rasa takut dan pikiran yang terus menerus dihantui hal negatif. Tak ayal, ini dapat membuat pasangan saling menuding berselingkuh. Pada akhirnya, rasa cemburu yang tidak sehat ini bisa menyebabkan konflik, perpisahan, atau bahkan kekerasan di dalam hubungan.


Alana sudah mengungkapkan uneg-unegnya. Bahwa dia, cemburu dengan seseorang yang telah meninggal dunia


Lagi dan lagi, Hanan merengkuh tubuh Alana


Mengatasi cemburu buta memang susah-susah gampang. Hal ini juga tergantung pada seberapa keras usaha Hanan untuk mengendalikannya.


"Alana sayang.. Cemburu merupakan emosi. Dan biasanya, merujuk pada pikiran negatif dan perasaan terancam, takut, dan risau akan kehilangan sesuatu yang dihargai oleh seseorang, terutama merujuk pada hubungan kita. Kau marah, benci, merasa kekurangan, dan tidak berdaya. Tapi mas suka. Kau tidak ingin kehilangan mas kan. Sekarang, buka mulutnya akkk"


Hanan mulai menyuapi makanan untuk Alana. Dan Alanapun menyambut dengan riang


Alana merebut piring yang sudah ada irisan buah-buahan "Aku bisa sendiri" Ucap Alana manja


"Tapi mas ingin menyuapi"


"Ih mas gitu. Aku jadi malu"


"Malu kenapa aaakk" Hanan menyuapi kembali


"Gantian mas makan dong"


Hanan menggeleng "Mas sudah kenyang. Lagi akk"


"Aemm"


"Nah gitu dong" Kembali Hanan mengusap perut Alana lagi dan lagi


Semua suami pasti merasa bahagia ketika mendengar kabar bahwa istrinya hamil. Seperti yang Hanan alami sekarang


Akan tetapi, kebahagiaan itu biasanya akan dibumbui dengan intrik yang terjadi karena perubahan emosi yang dialami sang istri. Tapi sebagai suami, itu sangat wajar terjadi dan tidak perlu dipermasalahkan.

__ADS_1


Sama-sama menjadi orangtua, tentunya semua harus kompak mendukung kelancaran kehamilan sampai dengan proses persalinan. Hananpun sudah hafal, bagaimana cara memperlakukan istri yang sedang hamil.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2