Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 90


__ADS_3

"Kenapa anak-anak mas?" Tanya Alana pada Hanan


"Persis kayak kamu. Rusuh"


"Hmm, kalau jelek-jelek, pasti aku" Ujarnya, sambil sibuk mengambil baju ganti untuk mandi sore


Hanan melirik Alana, dan timbul rasa iseng


Hanan merebut baju ganti Alana


"Mass !!" Alana terkejut karena tidak siap


Alana berusaha merebut kembali "Kembaliin mas, aku kebelet pipis. Buruan"


"Pipis ya pipis aja, ngapain lapor"


"Ih mass... Aku mau sekalian mandi" Alana terus berusaha merebut baju sampai jinjit-jinjit, karena Hanan sudah mengangkat baju milik Alana keatas


Cup


Hanan mengecup bibir Alana "Mandi bareng yuk"


Alana terdiam sejenak. Rasanya ada yang tidak beres kalau sudah minta mandi bareng


Alana mendorong Hanan "Enggak mau. Ntar modus. Anak-anak udah hampir sampai. Nggak mau" Alana merebut bajunya lagi "Mas, sini in bajunya"


Alana terus merebut bajunya yang diumpetin oleh Hanan


"Hayo, bisa nggak"


Cup


Hanan mencuri cium bibir Alana lagi


"Ish mas, buruan aku mau mandi "


"Mandi ya mandi saja" Hanan sudah membawa baju Alana kebelakang badannya


Tangan Alana menjulur, untuk merebut bajunya dibalik tubuh Hanan


"Mas ih buruan"


"Tangkap dong, masak gitu aja nggak bisa" Ejek Hanan


Alana menangkup tubuh Hanan, agar bisa merebut bajunya


Cup


Hanan kembali mengecup bibir Alana sudah kesekian kali, tapi baju yang ia rebut, belum bisa Alana pegang


Alana menarik badannya "Ih, mas, ngelama-lamain. Keburu anak-anak datang mas"


"Mandi bareng. Mau nggak?"


"Nggak mau, pasti lama"


"Ya udah kalau nggak mau" Hanan mundur, lalu duduk disofa, sambil memperhatikan Alana yang sedang gusar


"Mass. Mas maunya apa sih"


"Mandi bareng" Ucapnya sambil merenggangkan dasi, lalu melepas kancing kemeja satu-persatu


Alana terdiam sambil berfikir, tapi tidak nemu-nemu ide "Buntu"


"Buntu apanya"


"Mas buntu"


"Eh, diajak ngomong malah gitu" Hanan menatap Alana sambil mengulum senyum


Alana bersedekap "Senyam-senyum hm" Alana cemberut, membuat Hanan ingin melahapnya sekarang


Hanan berdiri, lalu berjalan menabrak lengan Alana


"Mass!!! Sakit tau" Alana berjalan sambil lari kecil mengejar Hanan


Sampai Hanan sudah masuk kekamar mandi, Alana tetap mengejar


Hanan berbalik, dan segera mengunci pintu kamar mandi "Masuk perangkap"


Alana mengangah, sambil kesal berkaliber


"Kalau tau kalah begini, mandinya itu dari tadi, nggak usah ngerebut baju segala. Moduss" Kesalnya sambil melepas baju dengan kasar


"jadi ????"


"Kita mandi bareng. Tapi, tanpa BER CIN TA!!" Ucap Alana dengan jelas


"Tidak masalah" Ucapnya sambil melepas baju dan celananya


Mereka sudah sama-sama polos, dan mandi dibawah grujukan air shower, sambil rebutan air


"Aku dulu mas"


"Ya udah" Hanan berdiri mundur sambil mengabsen tubuh polos istrinya


Begitu wajah dan tubuh Alana tersiram air, Hanan segera menempel ketubuh Alana

__ADS_1


Alana menutup wajahnya, karena dirinya pasti jadi santapan sore ini


Hanan membuka telapak tangan Alana, yang menutupi wajah


Hanan menggesek-gesekkan pusakanya yang sudah menantang "Kenapa yang ditutup hanya wajah" Hanan mencum bui Alana, sekaligus melakukan foreplay


Alana membuka telapak tangannya dari wajah


Hanan tersenyum "Menghadap ketembok"


Kalau sudah begini, Alana bisa apa


Hanan terus melakukannya, dengan rasa nikmat yang luar biasa


Sebaliknya dengan Alana, ia sama sekali tidak menikmati, karena fikirannya berlari pada kedua putranya


Hanan sudah menarik kepunyaannya, membalikkan tubuh Alana, lalu membuka matanya


Alana terdiam didepan Hanan.


"Kenapa?"


"Tidak kenapa-napa" Ucapnya menjauhi Hanan, lalu berkeramas


Hanan melihat Alana tidak ada senyum sama sekali


Hanan membuntuti Alana, lalu memeluknya dari belakang


"Sudah mas, anak-anak pasti hampir sampai" Tolaknya


"Nggak pa-pa, main lagi yuk"


Alana berbalik, lalu melirik pisang milik suaminya


"Hmm, sudah ah. Kecil gitu, bikin gedenya lama"


"Ish, sembarangan" Hanan ingin praktik lagi


"Sudah. Hentikan!!!"


Dari luar kamar mandi, Imran sudah mendengar suara bundanya


"Hah? itu suara bunda kan dek?" Tanya Imran menatap pintu kamar mandi


"Sepertinya iya kak"


Mereka saling tatap


"Jangan-jangan"


Mereka berlari menuju kamar mandi


Dor gedor gedor


Didalam kamar mandi


"Mass.. Dengar nggak. Mereka sudah datang kan?"


"Bundaaaaa" Panggilan dari luar kamar mandi terdengar lagi


"Ya udah kita mandi bareng" Ujar Hanan


"Bundaaaaa"


"Iya sayaaaang.. Mama lagi...'' Alana kebingungan "Lagi apa mas"


"Mandi" Bisik Hanan


"Ah iya jadi lupa kan" Alana ikut berbisik


Dor gedor gedor


"BUNDAAAAAAA"


"Iya sayaaaang... Bunda lagi mandi"


"Daddy nya dimana bund, apa daddy ada didalam????" Tanya Imran sambil menguping dari balik pintu


"Hah?? Mass. Mas lepas celana dimana?"


"Bundaaaaa"


"Eh iya iya, bunda lagi mandi sayang!" Teriak Alana


"Apa ada orang jahat didalam bund!!!"


"Hah?? Mas orang jahat katanya" Bisiknya lagi pada Hanan


"Sudah, kita mandi dulu" Hanan mandi sendiri, sambil memandikan Alana


"BUND!!! Bunda dengar kakak nggak?"


"Iya dengar sayang.. Bunda lagi tanggung. Bentar. Kalian duduklah!!!"


Akhirnya, Imran menarik lengan Altaaf, lalu duduk disofa, sambil mainan dasi milik ayahnya


-

__ADS_1


Tadi anak-anak sudah sampai dirumah sakit, sekitar pukul 17:00


Dan langsung kelantai atas, yang biasa mereka menunggu, jika kedua orang tuanya sedang bekerja


Alana mulai kebingungan kembali didalam sana


"Mass, tunggu jangan keluar dulu. Biar aku yang keluar"


"Iya, sekalian ambilin ganti"


"Iya"


Alana membuka pintu


"BUNDAAAA, bunda kenapa? bunda baik-baik saja kan?"


Imran dan Altaaf sudah menubruk Alana.


Alana terdiam, masih berfikir gimana caranya, mengeluarkan suaminya dari kamar mandi


"Ada yang njahatin bundakah?" Tanya Imran


Alana geleng-geleng, lalu menggiring putra-putranya untuk menjauhi kamar mandi


"Kalian datang dengan siapa?"


"Pak Sholeh bund" Jawabnya sambil memilin dasi milik Hanan


Alana menoleh kearah Imran "Kakak kok, mainan apa?"


"Ini. Dasinya daddy kan bund" Tunjuk Imran menaikkan dasi milik Hanan


"Ohh"


"Memang daddy dimana bund?"


"Dibawah kan?" Bohong Alana "Coba kakak dan adik cari dibawah"


Imran dan Altaaf saling tatap


"Ayo" Usir Alana, tapi mereka berdua belum beranjak "Bunda mau dandan dulu ya, habis itu, kita jajan didepan"


"Oh, oke deh... Kami tunggu dibawah ya bund"


Alana mengangguk


"Ayo dek"


-


Alana segera mengunci ruangan tersebut, agar tidak ada pengganggu


"Keluar mas, anak-anak sudah turun!!" Teriak Alana sambil mencari baju ganti untuk Hanan


Hanan segera keluar, dan mengganti pakaiannya. Sedangkan Alana, ia berdandan secepat kilat, agar selesai tepat waktu


"Emang anak-anak pada kemana bund?"


"Aku usir gara-gara kamu mas"


"Kok aku"


"Yaiyalah, kalau nggak ngik ngok ngik ngok didalam, aku nggak bakalan usir mereka"


"Wah, bunda parah. Main usir"


Alana mengangah "Mass!! Mas ingin berakar didalam kamar mandi!! Itu semua karena ulah kamu mas. Kalau nggak dikorbanin satu, mas akan telan jang dan bengkak didalam"


"Kok"


"Yaiya, masuk angin"


"Ahaha"


Hanan tertawa sambil berpakaian, lalu berjalan mendekati Alana, dan memeluknya dari belakang "Jangan marah-marah bund. Kalau kurang, kita sambung ntar malam oke"


Alana mendelik, dan mendorong Hanan kesal "Ih, kau memang keterlaluan mas. Mesumnya kebangetan. Anaknya minggat, bapaknya mikirin ranjang mulu"


Hanan tertawa kembali


Alana segera berlari, tapi tangannya ditarik oleh Hanan


"Mas, aku mau turun. Kasihan anak-anak"


Hanan tidak menjawab, melainkan menarik Alana, agar Alana jatuh dipelukannya


Cup


Cup


Cup


"Ya Allah masssss"


Alana mendorong hanan hingga terlepas, dan berlari keluar, lalu turun kebawah


Ahahaha

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2