
Alana sudah bekerja lagi setelah tadi berdebat dan mencapai kesepakatan
"Sibuk amat aku lihat kamu Na" Ucap Noni yang melihat Alana fokus terus pada kerjaannya
"Iya Non, biasa. Mas Hanan ngajakin kencan malam ini he"
Nani mendekat "Cie romantis pisan pak dokter Na"
"Nggak romantis ya aku nggak mau" Ucapnya masih sibuk dengan pekerjaannya
"Jangan lupa oleh-olehnya ya Na"
"Aaaa" Alana langsung teringat masalah oleh-oleh dari Pijar.
Alana menghentikan kegiatannya, lalu mendorong kursinya agar sedikit menjauh dari mejanya.
Alana membungkuk dan mulai menarik paperbag yang ada dibawah mejanya
"Oleh-oleh yang kemarin Na" Nani berdiri disamping Alana
Alana mengangguk "Iya. Ambillah. Bagi jajan ini disini"
Nani Dan Noni langsung mengangkat barang tersebut, lalu sibuk memilih jajan pemberian Pijar untuk mereka buka
"Terus kamu mintanya yang apa Na" Noni mengangkat sembarang jajan
"Bagi aja. Aku nggak usah" Jawabnya
"Cieee.. Mentang-mentang akan diajak kencan"
-
Sorenya
Alana segera keatas dan membersihkan diri agar Hanan datang, Alana sudah siap
Alana sudah cantik dan sudah berganti kostum
Menunggu Hanan tidak kunjung keatas, Alana akhirnya turun dan langsung keruangan Hanan praktik
Tak disangka, diperjalanan menuju dimana Hanan berada, Pijar melihat Alana yang terlihat lebih cantik ketimbang waktu mengenakan baju seragam
Alana sudah masuk keruangan Hanan, dan dibuntuti oleh Pijar
"Eh mas. Mas Hanan kok sudah ganti baju" Tanya Alana setelah membuka ruangan Hanan
"Sudah. Mas sengaja rapih duluan sebelum kamu menyelesaikan tugasmu" Hanan merapihkan bajunya, lalu berdiri dan merangkul Alana "Sudah siapkan?"
"Sudah. Aku sudah tidak sabar"
Mereka keluar ruangan masih terlihat mesra sambil bercanda
Mata Pijar memerah melihat wanita incarannya begitu bahagia dalam dekapan bosnya
Tangan Alana terus memegang tangan Hanan yang ada dipundaknya. Rasanya senang ketika suami yang didamba, kembali menghangatkannya
Dalam sebuah hubungan, kebersamaan dengan pasangan menjadi momen yang paling menyenangkan. Biasanya, sepasang kekasih akan mencari waktu untuk bisa bersama. Entah sekadar jalan-jalan atau makan bersama.
Para perawat atau karyawan lain, mengendikkan tubuhnya menyapa pemilik rumah sakit ini
Pijar masih belum percaya "Alana, ternyata kau lebih memilih seseorang yang usianya lebih tua jauh ketimbang diriku. Wanita ternyata sama saja. Uang yang membuatnya gelap mata. Mentang-mentang dokter Hanan punya rumah sakit ini, kau tega menyakiti hati wanita lain"
Setahu Pijar, Hanan sudah menikah. Tapi bukan Alana
Hanan sudah membukakan pintu untuk Alana. Tapi bukan disisi kemudi. Melainkan dikemudinya "Kamu yang nyetir ya"
"Boleh, siapa takut" Alana segera memakai kacamata hitamnya
Hanan melihat Alana gemas, dan Alana tau itu
Sembari memarkir untuk keluar dari area rumah sakit, Alana membuka suara "Kenapa ngliatin aku begitu mas" Alana fokus memaju mundurkan mobil, karena parkiran penuh oleh para pengunjung rumah sakit, dijam besuk sore
"Nggak. Mas takut aja sama kamu"
__ADS_1
"Takut kenapa?"
"Takut ugal-ugalan"
"Ish mas. Lama sekali aku nggak nyetir mas. persiapkan kresek mas, siapa tau mas mau muntah"
"Ck penghinaan"
Mobil sudah keluar dari parkiran dan ingin berlomba desak-desakan dilajur jalan raya
"Kita kemana mas"
"Kehotel"
"Hotel??"
"Iya kenapa"
"Aku memikirkan anak-anak kita mas, kasihan"
"Ck kau ini minta kencan, mikirin anak-anak"
"Kita kemall aja ya mas. Beli DVD film terbaru. Ntar kita puter dirumah sambil santai"
"Tuh kan. Orang pikiranmu yang plin plan begitu"
"Nonton film bersama di rumah, lalu memutar film favorit, kan termasuk kencan romantis juga tau mas. Kita bisa bersantai berjam-jam dikasur"
"Terus habis nonton langsung praktik"
"Iya hah!" Mata Alana melebar
"Ahahah. Aku setuju. Kita berarti mampir ke mall"
Alana meremang, pancingannya ternyata menjadi boomerang untuk dirinya sendiri
Setelah sampai, Hanan turun terlebih dahulu. Lalu, memutari mobil lewat depan, dan mendekati Alana
"Bisa"
Hanan kembali merangkum Alana, takut keliru sama orang lain
Dari parkiran, mall sudah terlihat ramai. Mungkin karena awal bulan
Hanan membawa Alana menuju restoran yang ada didalam mall tersebut
Dinner berdua tanpa diganggu para kurcaci, membuat mereka lebih romantis
Makanan mulai berdatangan sesuai pesanan Hanan
Mereka duduk berjajar, bukan berhadapan
Hanan mulai mengiris daging asap menu kesukaan mereka
Tangan Hanan menjulur, bersamaan garpu yang sudah terselip daging yang akan disuapkan ke Alana "Aaaak"
"Aem" Alana mengunyah "Mas, kira-kira anak-anak makan apa ya"
"Video call gih"
Sembari menelepon anak-anak, Alana terus menerima suapan dari Hanan
"Hallo sayang... " Sapa Alana
"Bundaaaa...!!" Teriak Imran dan Altaaf
Alana mengarahkan kamera tersebut kearah Hanan, agar mereka berdua terlihat semua
"Ih, bunda pelgi belsama daddy kok nggak ajak-ajak dedek buuuund" Protes Altaaf
Nah loh, Alana bikin masalah
"Eh, eh. Bunda dan daddy masih rapat sayang" Bohongnya "Dan sekarang, makan malam untuk mengisi tenaga. Dedek dan kakak sudah makan belum ?"
__ADS_1
"Masih nungguin ayam bakal bikinan bibik bund"
Alana tepuk tangan, dan masih menerima suapan dari Hanan "Uh hebat" Dengan mulut yang masih penuh
Altaaf tak terima "Bundaaaa, kenapa bunda disuapin. Bunda nggak boleh disuapin. Lepasin daddy..... "
"Ya ya, sudah. Tangan bunda tadi sakit" Bohong Hanan, takut Altaaf guling-guling tidak karuan "Jadi, daddy bantuin nyuapin bunda. Sudah ya... Tuh, ayam bakarnya sudah jadi" Tunjuk Hanan pada bik Surti yang sudah membawa ayam bakarnya yang masih berasap
Altaaf sudah teralihkan pada ayam yang sudah diatas meja
"Sudah ya kak, daddy tutup" Pamit Hanan pada Imran yang sejak tadi setia memegang ponselnya
"Dad, dad.. Jangan tutup dulu"
"Iya kak"
"Jangan lupa oleh-oleh"
"Siaap"
Setelah saling salam, video call terputus
Hanan dan Alana sudah kenyang
Mereka berdua akhirnya masuk kemall, untuk berburu camilan ringan dan minuman dingin untuk kedua anaknya dan mereka berdua
Alana sengaja membeli banyak makanan kesukaan anak-anaknya, agar kencan mereka dikamar nanti, tidak diganggu.
Tak sengaja, Hanan mendengar percakapan pasangan anak muda membahas film
"Nonton disini aja yuk" Bisik Hanan pada Alana
"Ih mas. Kurang berkualitas tau kalau banyak orang. Mending nonton dirumah. Anggap saja kita baru kenal. Dan kita, akan lebih mengenal satu sama lain"
"Ck, kapan-kapan kita naik gunung yuk. Kegunung sumbing"
"Ih nggak mau, aku nggak suka climbing"
"Lah terus sukamu apa?"
"Blimbing mas seger" Alana mengambil buah blimbing dan memasukannya pada troli
"Masa kencan makan buah belimbing. Nggak nyambung"
"Diikat mas biar nyambung"
Alana kembali berjalan dan sibuk berdiri didepan rak khusus permainan otak, seperti catur, beberapa model kartu uno, ludo dan kartu-kartu lainnya
"Ngapain kamu ambil kartu begituan"
"Ini buat permainan mas. Ntar dirumah kita main game gini"
"Males. Nggak sekalian aja beli kartu tarot, terus main ramal-ramalan"
"Nggak mau nggak bisa. Kartu remi aja ya mas"
Hanan melotot "Nggak usah ngasih pelajaran begituan pada anak-anak"
"Hallaaa, kan bermainnya sama mas. Bukan sama anak-anak"
"Sama. Mas nggak suka"
"Hehe" Tangan Alana segera mengalung dipinggang Hanan "Ya mas enggak. Kartu domino aja ya" Godanya
"Nggak boleh"
"Hehe.. Iya masku sayang, kita pulang yuk. Keranjang nya sudah penuh"
Dalam sebuah hubungan, kebersamaan dengan pasangan, menjadi momen yang paling menyenangkan.
Biasanya, sepasang kekasih akan mencari waktu untuk bisa bersama. Entah sekadar jalan-jalan atau makan bersama.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1