Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 31


__ADS_3

Hanan dan Alana sampai dirumah


"Imraaaaannnn" Teriak Alana kegirangan


Sifa keluar dari kamar "Lagi tidur. Mandi dulu sana, baru ngajak anakmu" Tegur Sifa yang barusan keluar dari kamar tamu


"Kangen berat aku ma" Ucap Alana loyo, padahal tadi semangatnya tidak ketulungan


Alana memeluk Sifa, lalu naik keatas.


Setelah Alana naik tangga, Hanan mendekati sifa, memeluk, lalu mencium pelipisnya


"Rewel nggak mah" Tanya Hanan pada Sifa


"Enggak, kan ada grandpa nya"


"Oh, sekarang papa ada dimana ?"


"Keluar ada urusan"


Hanan mengurai peluk mamanya "Oh.. Mah, aku keatas dulu"


"Iya sayang"


-


Hanan masuk kekamar, diranjang sudah ada Alana yang terkulai lemah seperti habis camping. Yaitu ngantuk dan capeknya yang tidak karuan


Hanan mendekati Alana, lalu mengusap kepala istrinya "Mandi dulu, baru kemudian tidur"


Alana terdiam tak bersuara


"Hei, mau kakak mandiin apa mandi sendiri"


Alana merubah tidurnya saja, lalu tertidur kembali


"Ya sudah, kakak mandi dulu, kasihan Imran"


Hanan berbelok menjauhi ranjang. Tiba tiba tangan lembut menarik Hanan, dan memeluk perutnya dari belakang


"Kakak mandiin..." Manja Alana yang terlihat letih


Hanan tersenyum, memegang tangan Alana yang mengalung diperutnya


"Kau yakin minta dimandiin ?" Tanya Hanan sungguh sungguh


"Iya" Alana memutari Hanan. Dan sekarang, Alana sudah didepan Hanan


Alana tersenyum, tangannya merangkul pundak Hanan, mengalung dileher, dan naik ketubuh Hanan "Hehe.. Bawa aku mandi ayo kak"


"Ealah alah" Hanan memeluk pantat Alana agar tidak jatuh


Alana diturunkan dicloset "Mau mandi dishower apa disini" Hanan menunjuk bath up saat mengucap kata disini


"Sana aja, tapi bareng kakak"


Hanan terdiam sejenak, lalu "Kamu ingin menggodaku lagi"


Alana mengalung lagi dileher Hanan "Iya, kalau kakak mau hehe"


"Jadi ketagihan nih anak manis kepunyaan daddy Hanan"


-


Alana turun, mencari keberadaan Imran


"Imran, Imran.... " Panggil Alana, tapi tak satupun orang yang menjawabnya


Suara Imran terdengar tertawa didepan bersama Ilham, Sifa, dan juga Hanan


"Oh, kumpul didepan. Pantesan tidak ada yang menjawab" Gumam Alana


Alana keluar dan,

__ADS_1


"Imraaaaannnn... " Alana membentangkan kedua tangannya


Eeerrrrrggggggg


Imran tersenyum lebar sambil tangannya gerak gerak ingin diajak


"Kangen nggak sama bunda hah?? " Ucapnya berkaca kaca saking kangennya "Bunda kangen tauuu" Alana mengambil Imran dari tangan Ilham.


Alana memeluknya


Imran mulai menggigit pundak dan menarik giwang Alana


"Adek adek, lepasin deeeekkk" Teriak Alana


Hanan dan Ilham mendekat bersamaan


Hanan akan mengambil Imran, tapi dilarang oleh Ilham "Sudah, istrimu saja yang kau obati. Imran biar papa yang urus"


Telinga dan pundak Alana memerah. Imran yang sudah melihat Alana, dipegang Ilham agak kesulitan karena berontak


"Makanya jangan nakal. Nggak boleh" Ledek Sifa yang berdiri disamping Ilham


Imran mewek karena sudah bosan dengan Ilham. Imran berontak terus terusan


"Sudah kak, Imran menangis" Ucap Alana ingin mengambil Imran lagi dari tangan papa mertuanya


"Iya sebentar, kamu lagi diobati" Hanan menahan Alana agar tidak kabur


-


Malam harinya setelah makan malam


Alana membawa Imran kekamar, dan merebahkan Imran diranjangnya


Alana memeluk Imran diranjang kamarnya


Kebiasaan Imran, jika sedang minum susu didot, dan dipeluk Alana, pasti tangan Imran pegangan kalung milik Alana


Saking capeknya, Alana tertidur sebelum Imran tidur. Imran mengangkat kakinya, dan memasukkannya pada mulutnya


Ternyata, Rasti juga mengikuti Hanan dari belakang


Hanan membuka pintu kamarnya, yang sudah ada Alana dan Imran disana


Hanan duduk disamping Alana tidur, sambil memeluk Imran yang sedang menangis


Hanan geleng geleng "Anaknya nangis, tapi bundanya tidak mendengar hmm"


"Mungkin ibu kecapaian tuan" Tiba tiba Rasti sudah berdiri disamping Imran "Maaf tuan, saya lancang. Masuk kekamar tuan"


Hanan mengangguk "Ambil Imran mbak. Biar bundanya istirahat"


"Baik tuan, saya permisi"


"Ya"


Setelah Rasti keluar, Hanan segera menutup pintu dan menguncinya


Hanan memandang lekat istrinya, mengusap lengannya, lalu mencium kepalanya


Hanan menyusup kedalam selimut yang sudah ada Alana disana


Hanan mencium punggung Alana begitu gemas. Hanan tersenyum "Adik iparku, jadi istriku" Hanan memeluk Alana erat


-


Pagi dihari minggu


Hanan mengundang ketiga saudaranya, sekaligus pasangannya, untuk datang kerumah, pumpung mama dan papanya masih menginap disini.


Hanan menelpon Anand "Papi.. Papi sehat?"


"Sehat. Kau sudah pulang, apa masih kencan nyaingin popeye ditengah laut hmm?"

__ADS_1


"Edjian papi ah, tau popeye segala. Sudah pulang pih. Papi tidak ingin main kesini pih hihi.." Hanan sedikit malu menawari main untuk Anand yang lebih tua dari papanya


"Kamu ini tidak kebalik"


"Hehe, iya pih. Aku lagi kebalik ini" Hanan garuk garuk kepala yang tidak gatal


"Langsung aja ada apa. Papi yang kesitu, apa kamu yang kesini" Desak Anand


"Papi yang kesini ya pih. Liburan jangan mainan bik Lis mulu" Ledek Hanan


"Sikah, itu kan kamu"


"Hehe bisa aja papi mah. Pih"


"Hmm"


"Papa nginep disini loh, papi nggak ingin nginep disini? "


"Kau ini, ngomong itu kan kemarin, biar papi datangnya kemarin. Kamu ah kebanyakan makan pantat ayam, jadinya telat ngasih ngerti"


"Papi mau kesini nggak, apa mau marahin lewat telepon. Kurang seru tau pih. Pih"


"Hmm apalagi"


"Fariz, Husayn, kak Fatih datang semua loh pih termasuk musuh bebuyutan papi"


"Siapa?"


"Hawa"


"Eh, dia datang ya? gatel tangan papi. Lama nggak jewer dia"


"Wah wah wah... Makanya papi yang datang kesini ya? Sekalian bawah baju ganti biar nginep disini haha"


Tut


Sambungan diputus oleh Anand


"Yaelah, main dimatiin sipapi"


-


Hari minggu super heboh


"Kak Fatih, Sayn, Fariz. Aku bingung ngasih oleh oleh kekalian. Semoga suka ya.. " Hanan menyerahkan jam couple untuk ketiga saudara kembarnya


Tiba tiba Anand dan Lis datang


"Assalamualaikum semua... Wah papi telat datang ya" Ucap Anand melangkah masuk kerumah Hanan, yang pintunya terbuka lebar


Semuanya menoleh kesumber suara


"WA'ALAIKUMUSALAM...." Jawab semua yang berada didalam


Hawa langsung meletakkan jam tangannya, lalu berdiri menyambut Anand


Tangan Hawa membentang "Papiiiiiii" Teriak Hawa memeluk Anand "Hawa kangen tau pih"


Anand diam tak menjawab


"Is papi, sombong sangat. Mentang mentang badan segeeeer.. Cie cie yang badannya agak gemuk.. Sama Hawa lupa" Hawa berbelok karena tidak digubris oleh Anand


"Heiii sini..Papi juga kangen sama kamu" Anand melepas tangannya Lis, lalu membentangkan tangannya menyambut Hawa. Hawa sudah dipeluk oleh Anand "Makanya, main kerumah. Kalau enggak, datang keshowroom. Kerjaanmu apa sih sampai lupa sama papi" Anand sudah berjalan dan merangkul Hawa. Anand menoleh kebelakang "Eh sini nduk" Anand melambaikan tangannya mengajak Lis untuk ikut masuk


"Alah biyung.... Papi kebangetan, bik Lis dicuekin gara gara Hawa" Ucap Hanan menjiplak omongan mami dulu


AHAHAHA


"Mari pih, sini duduk. Papi sehat ??" Ucap Fariz disusul Fatih dan juga Husayn


"Sehat.. Kamu itu mbok yao, main ketempat papi. Kau juga, kau juga. Ngineplah sekali kali. Papi juga kan butuh kalian semua" Tunjuk Anand pada Fatih dan juga Husayn


"Memangnya satu teman bik Lis kurang rame ya pih" Ledek Fatih

__ADS_1


AHAHAHA


BERSAMBUNG......


__ADS_2